Makna Pahlawan itu Relatif, Jenderal!


hero

Hari ini, 10 November 2006, adalah hari pahlawan. Dan setiap kali mendengar istilah “pahlawan”, ada yang bergejolak di hati saya. Saya ingat dengan “Taman Makam Pahlawan”. Sesuai namanya, seharusnya semua orang TANPA KECUALI yang diberi gelar pahlawan dimakamkan di sini. Tapi apa faktanya? Kita tentu tahu sendiri, bukan? Mungkin nama ini perlu diganti menjadi “Taman Makam TNI dan Polri” atau “Pemakaman TNI dan Polri”. Penamaan yang aneh terhadap tempat ini seolah-olah menyiratkan bahwa yang dianggap sebagai pahlawan hanyalah mereka yang bekerja di bidang militer dan kepolisian.

Ya, pemerintah memang mengakui bahwa orang-orang dari luar kalangan militer dan kepolisian pun layak disebut pahlawan. Berulang kali pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan kepada orang-orang sipil. Tapi apakah tindakan seperti ini saja sudah cukup?

Coba kita simak nasib para veteran perang. Mereka ini adalah para pahlawan bangsa yang telah membela tanah air kita di masa penjajahan dulu. Tapi betapa tragisnya. Banyak di antara mereka yang kini hidup luntang lantung, menderita sambil menunggu sisa umur.

Simak pulalah nasib para atlet yang sudah pensiun. Lewat dunia olah raga, mereka telah mengharumkan nama bangsa. Mereka adalah pahlawan. Tapi coba simak, bagaimana nasib mereka kini? Ellyas Pical adalah salah satu contoh terbaik. Beberapa bulan lalu ia tertangkap karena kasus narkoba. Dan pada saat itulah semua orang tahu bahwa ternyata si petinju legendaris ini kini bekerja sebagai satpam di sebuah diskotik. Betapa tragisnya!

Bagaimana pula nasib sejumlah remaja kita yang mengharumkan nama bangsa lewat prestasi mereka sebagai juara olimpiade fisika tingkat internasional? Apakah pemerintah memberikan penghargaan yang selayaknya bagi mereka? Mungkin Alwi Alfiansyah bisa memberikan jawaban yang amat jelas. Coba simak kisahnya.

Lantas para guru kita di sekolah, sosok-sosok mulia yang dikenal sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”. Mereka memang benar-benar tanpa tanda jasa, karena perlakuan pemerintah terhadap mereka benar-benar tak seimbang dengan sumbangsih mereka terhadap pendidikan bangsa. Banyak di antara para guru yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Selanjutnya, para pahwalan devisa kita di luar negeri. Banyak di antara mereka yang dianiaya atau diperkosa majikan. Tapi sejauh mana pemerintah membela nasib mereka?

* * *

Saya ingat dengan salah satu ucapan seorang tokoh pada sebuah novel Sidney Sheldon (saya lupa judul novelnya). Seorang tokoh yang dikenal sebagai pemberontak berkata:

“Bagi pemerintah kami memang pemberontak. Tapi bagi rakyat, kami adalah pahlawan.”

Ya, ternyata makna pahlawan itu memang sangat relatif. Para pejuang HAMAS adalah pahlawan bagi rakyat Palestina. Tapi bagi Israel dan Amerika, mereka adalah pemberontak bahkan teroris. Pangeran Diponegoro adalah pahlawan bagi rakyat Indonesia. Tapi bagi penjajah Belanda, ia adalah ekstrimis yang amat merepotkan.

* * *

Pagi tadi, ketika berangkat ke kantor, saya melintas ke arah Taman Makam Pahlawan Kalibata. Suasana sangat macet karena banyak orang yang memperingati Hari Pahlawan di sana. Mereka mungkin terlihat amat khidmat.

Tapi apakah upacara ritual seperti ini sudah cukup untuk mengangkat harkat dan martabat para pahlawan yang telah berjasa terhadap kita?

Mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang!

Jakarta, 10 November 2006

Jonru

My best hero is my beloved mother 🙂

Keterangan foto: Pemadam kebakaran, mereka adalah pahlawan juga.
Sumber foto: Gettyimages.com

Iklan

8 responses to “Makna Pahlawan itu Relatif, Jenderal!

  1. Semua orang yang telah berjasa terhadap saya…semua saya anggap pahlawan 🙂

    Suka

  2. iya, betul banget num…
    thanks ya 🙂

    Suka

  3. SO GOOD JONRU

    Suka

  4. gx tau neeh…yng jlz pahlawan is orang yng berjasa pd sesuatu

    Suka

  5. Bener Bgd TuH…MmNa, sBgian Bsar Pemerintah mengAnggaP BaHwa PahLawan Rakyat AdaLah Pmbrontak Atw Teroris. PdHL..MnRt SaiiaH, KankEr KoRupsi Dh Mw Mncpai StadiuM TeraKhir, BuT BLm Da Tuh Pra PnJbT Yg Gk Cmn Mnang BCra DoaNk..OmoNg KosOng Jja D…BuKtinYa MsH BaNyk MsLh KmsKnaN, KboDoHn, aPLg PenganGGuran…PahLawan Twu Mmng RelaTif. GuE jg PahLawan BwT PreB2 Gue..Bcnda..

    Suka

  6. KoQ CommEnt Cma DkiT YaG ?? OrG2 KuraNg BrsiMpatiK KaLi Ma Hari PahLawaN…Dh Lupa MungKn Ma PahLwn2 Yg Dh Gu2r…

    Suka

  7. Istilah PAHLAWAN tidak bisa disederhanakan maknanya dengan perkembangan situasi saat ini. Pahlawan adalah seorang yang telah dengan ikhlas berkorban dalam perjuangan kemerdekaan RI. Mereka yang berjuang di dalam pembangunan saat ini, dapat saja digelari Pahlawan dengan makna yang berbeda.

    Suka

  8. Ping-balik: Tweets that mention Makna Pahlawan itu Relatif, Jenderal! | Jonru on the Web -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s