Bagaimana Jika Kamu Menjadi Spiderman?


spiderman2.jpg

Sebelum ajal menjemputnya, Uncle Ben mengucapkan sebuah kalimat yang amat berharga kepada keponakannya, Peter Parker alias Spiderman:

“Kekuatan yang besar pasti dibarengi oleh tanggung jawab yang besar pula.” (“With great power comes great responsibility.”)

Peter Parker amat terkesan oleh pesan ini. Ia pun mengamalkannya, menggunakan kekuatan supernya untuk berbuat baik, menolong orang-orang yang dianiaya dan dizalimi.

Kita tentu tak bisa menjadi Spiderman, karena ia hanyalah tokoh fiktif. Tapi setiap orang pasti memiliki keunggulan tertentu, termasuk keunggulan yang kita miliki secara otomatis, tanpa pernah kita minta. Kita tak pernah berusaha untuk mendapatkannya, tapi ia datang sendiri kepada kita, memberikan kita sebuah “kekuatan” yang luar biasa. Persis seperti yang dialami oleh Peter Parker.

Ya, kekuatan inilah yang kita kenal sebagai BAKAT ALAM.

Nugrahatama adalah nama salah seorang keponakan saya. Sejak bayi, ia sudah hobi mengutak-atik mainan. Setiap kali dibelikan mainan baru, langsung ia bongkar hingga rusak. Kebiasaan ini ternyata merupakan sebuah pertanda bahwa ia punya sebuah bakat besar. Ketika usianya sudah remaja, ia amat pintar memperbaiki alat elektronik. Ia juga tak mau masuk SMA karena lebih senang masuk STM. Keponakan saya ini punya sebuah bakat yang ia dapatkan secara alamiah. Tak ada seorang pun keluarganya yang pernah mengajarinya.

Secara jujur, saya pun merasa punya sebuah bakat alam, yakni keahlian menulis. Ketika SD, seorang guru saya pernah menyuruh kami menulis karangan sebanyak satu halaman. Banyak teman saya yang kesulitan menyelesaikan tugas itu. Tapi saya bisa bekerja dengan cepat dan lancar. Bukan hanya satu halaman, tapi dua halaman karangan berhasil saya selesaikan dalam waktu singkat. Akibatnya: guru saya geleng-geleng kepala.

Pada saat-saat tertentu, saya merenung dan berpikir bahwa saya lebih kurang sama seperti Spiderman. Tuhan telah menganugerahkan kepada saya sebuah kekuatan yang tak pernah saya minta. Alhamdulillah, saya beryukur karena saya memiliki sebuah bakat alam di bidang penulisan.

Lantas, apakah bersyukur saja sudah cukup? Saya ingat ucapan Uncle Ben di atas. “Kekuatan yang besar pasti dibarengi oleh tanggung jawab yang besar pula.”

Tentu saja Uncle Ben dan Spiderman bukanlah orang Islam. Tapi saya merasa bahwa ucapan itu benar-benar sesuai dengan nilai-nilai Islam yang saya yakini. Islami mengajarkan bahwa manusia dan jin diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah, dan setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk berdakwah kepada lingkungannya.

Karena itulah, ketika seorang manusia dianugerahi sebuah “kekuatan besar” oleh Allah, pasti DIA punya rencana di balik hal itu. Mungkin pada saat memberikan anugerah itu, Allah berkata, “Kuberikan kekuatan ini kepadamu. Manfaatkanlah ia sebagai sarana dakwah dan ibadahmu. Manfaatkanlah ia untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan di muka bumi ini.”

Maka ketika engkau dianugerahi bakat menulis, itu artinya Allah memerintahkanmu untuk berdakwah lewat tulisan. Itu artinya kamu punya tanggung jawab besar untuk menggunakan bakat menulis kamu untuk menyebarluaskan nilai-nilai kebaikan melalui goresan pena kamu.

Tapi sayangnya, banyak di antara kita – para penulis berbakat, mungkin saya juga termasuk – yang sepertinya belum menyadari hal ini. Ada di antara kita yang tidak terlalu peduli terhadap bakat itu, sehingga kita tak pernah menjadi penulis. Kita menyia-nyiakan anugerah besar yang telah diberikan oleh Allah.

Sementara, banyak pula di antara kita yang memanfaatkan bakat menulis hanya untuk mengejar ambisi duniawi: menjadi penulis terkenal, mencari banyak uang lewat tulisan. Kita menulis apa saja, tak peduli apakah tulisan itu bermanfaat atau tidak bagi masyarakat. Tak peduli jika tulisan itu justru membawa pengaruh negatif terhadap pembaca.

Mungkin, kita perlu berguru banyak pada Spiderman!

Jakarta, 14 November 2006

Jonru

Iklan

6 responses to “Bagaimana Jika Kamu Menjadi Spiderman?

  1. setujuuuu banget. Saya kadang-kadang bilang begini kepada Allah “Ya Allah apa nanti yang akan saya pertanggungjawabkan kepadaMu dengan perintahMu untuk berdakwah kepada orang disekitar saya, karena saya belum punya keberanian untuk langsung menegur kesalahan orang atau belum melakukan perintahMu…padahal saya bukan seorang ustadzah dengan ilmu yang banyak, tapi hanya seorang ibu rumah tangga” Setelah perenungan dan banyak membaca akhirnya saya berpendapat persis sama dengan pak jonru bahwa kita bisa berdakwah dimana saja dengan keahlian kita masing-masing, bahkan rasulullah memberi kita solusi “bahkan dengan sikap kita sekalipun” bisa menjadi ladang dakwah untuk orang disekitar kita. Saat ini saya punya tekad untuk berdakwah dengan tulisan (bakat sedikit mungkin ada, cuma persis seperti tulisan pak jonru perlu dilatih terus dan dengan tekad tentunya)…makanya mau banyak-banyak belajar dengan banyak membaca tulisan orang-orang seperti pemilik website ini…Alhamdulillah…terima kasih atas ilmu-ilmunya pak jonru..

    Suka

  2. buat mizaki sakina:
    terima kasih banya ya atas komentarnya…
    alhamdulillah jika tulisan ini bermanfaat.

    tetap semangat dan saling mencerahkan 🙂

    Suka

  3. tulian yang sungguh menggugah penyadaran akan pentingnya eksistensi diri. satu lagi ungkapan sindiran mengiang di ingatan saya “orang yang tidak pernah salah berarti tidak pernah berbuat apa²”. termasuk saya, kunci diri dari segala hambatan adalah rasa percaya diri. paling tidak inilah yang saya alami. takut dihujat, takut dikomentari negative, akibatnya takut bertindak. keinginan saya sendiri bahkan boleh dibilang obsesi saya adalah penulis, tapi sampai sekarang minta ampun susahnya memulai. salah satu blog favorit saya adalan milin bang jonru ini, mohon ma’af secara tanpa ijin saya telah mencuri “daya semangat” dengan membaca tulisan bang jonru. meminjam istilah anda saat ini saya adlah TDB-BBGL alas tangan dibawah bawah banget gitu loh… 🙂

    Salwanga…
    ketika kita hendak melakukan sesuatu, kemungkinannya ada dua:
    – dipuji orang (positif)
    – dihujat orang (negatif)

    Masalahnya, kita seringkali lebih suka memikirkan kemungkinan negatifnya. Sekarang, bagaimana kalau dibalik? Pikirkan saja kemungkinan positifnya.

    Oke, semoga sukses ya…..

    Suka

  4. Ancaman Bagi Yang Tidak Berdakwah“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”   (Q.S. Al-Baqarah:174)Mengingat, pertolongan Allah senantiasa bersama orang yang berbuat baik“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”    (Al ankabuut: 69)“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”  (Al-Imran: 191)Semoga menjadi nasehat kita bersama…Silahkan baca juga (sumber): http://arrohwany.multiply.com/journal/item/4063/Membuat_Blog_Bernilai_Dakwah_dan_Ibadah
    http://arrohwany.multiply.com/journal/item/4062/Mari_Manfaatkan_Internet_Untuk_Dakwah_dan_Kebaikan

    Thanks Pak atas masukannya 🙂

    Suka

  5. Ping-balik: Kita Belum Sukses Karena Salah Mengartikan Makna "Bersyukur" | Jonru on the Web

  6. Bener Pak, kekuatan yang besar tanggung jawab juga besar, salam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s