Lanjutan: Lomba penulisan novel yang aneh


Ini adalah lanjutan dari tulisan yang ini 🙂

Teman-teman…

ternyata si D***M tersebut masih membalas email saya, siang tadi.
Dan saya tersenyum geli ketika membacanya, karena banyak sekali kejanggalan di dalam email balasan tersebut.

berkut saya cantumkan:
Yth. Pak Jonru

saya akan menjelaskan satu-persatu tulisan anda di blog anda. Mungkin menurut bapak perlombaan yang kami adakan terkesan aneh, hal itu bisa saya pahami. Begini Pak, jujur saja perusahaan penerbitan kami baru di buka dan memang berada di surabaya. Tepatnya ada di alamat yang kami tuliskan kemarin.

Lalu mengapa pertama kali kami menolak memberikan nomor telephone? itu karena nomor telephone kantor kami sedang mengalami gangguan.

====>> mengalami gangguan? Hihihi.. nice try!
Emangnya para peserta akan menelepon hari ini? Mungkin mereka akan menelepon besok atau minggu depan atau dua bulan lagi, ketika saluran telepon anda sudah diperbaiki.

Lagipula ketika tadi saya telepon, kok bisa nyambung? Tak ada gangguan apapun, tuh!

Lalu alasan kami meminta peserta mengirimkan karya via email, mengapa hadiahnya besar sekali, mendapatkan voucher belanja lalu belanja dimana? Itu semua salah saya, karena saya kurang menjelaskan kepada bapak.

Begini Pak, perlombaan ini kami adakan karena kami mendapatkan sponsor besar dari perusahaan besar di Jakarta.

===> apa nama perusahaannya, om? sebutin dong ah! Bikin penasaran aja lu!

Yang membuat pengumuman perlombaan tersebut juga dari perusahaan di Jakarta tersebut, begitu juga dengan email kami yang buat adalah Pak Setiawan di Jakarta.

====>>> hohoho.. betapa lucunya!

Jika misalnya penerbit gramedia mengadakan lomba dan mendapat sponsor dari Telkomsel, apakah pihak Telkomsel yang akan menulis info lombanya?

Hihihi…..!!!

Untuk soal hadiah voucher belanja, peserta bisa berbelanja di matahari. sedangkan untuk bagaimana royaltinya. Seperti penerbit biasa lainnya yang membagikan royalti sebanyak 10 % dari keuntungan setiap 6 bulan sekali.

Apa alasan kami meminta peserta untuk mengirimkan karya mereka melalui via email, hal ini di maksudkan supaya lebih praktis (itu maksud kami) karena kami berpikir semua orang pasti tahu komputer dan bisa main internet.

===> Siapa bilang? Masih banyak kok, orang yang belum kenal internet dan komputer!

Lagipula menurut kami jika kami meminta peserta untuk mengirimkan karyanya melalui via pos, seringkali karya peserta tidak sampai ke tangan kami (bukannya curiga dengan kantor pos / pegawai kantor pos). Saya lakukan ini semua karena saya pernah mengalami kejadian serupa ketika saya mengirimkan karya saya melalui via pos.

===> kalo misalnya peserta tidak percaya pada kantor pos, kan masih ada TIKI, DHL, dan sebagainya? Lagipula, buat apa sih anda memikirkan hal-hal seperti ini? Terserah peserta dong, mau kirim lewat jasa kurir mana!

Kalau karya peserta sudah tidak sampai ke tangan kami, lalu peserta menelephone dan menanyakan apa karya nya sudah sampai / belum ke tangan penerbit, dan kami menjawab belum sampai. Kami memikirkan perasaan dari peserta lomba tersebut.

===>> Kalau karya peserta sudah dikirim tapi tak sampai di tangan anda, anda tak usah takut bos. Itu menjadi tanggung jawab si tukang posnya. Apa yang harus anda khawatirkan dalam hal ini? Ada-ada saja, deh.

Selain itu jika mengirimkan karya melalui via pos, itu berarti peserta harus mengirimkan beratus-ratus halaman pada kami. Singkat kata, peserta harus mengeluarkan kocek yang nggak sedikit jumlahnya.

===> ya, itu sudah resiko penulis. Lagipula, biaya untuk hal2 seperti ini tidak seberapa, kok. Tidak sampai Rp 1 juta. hihihi…

Tapi kalau via email peserta akan lebih irit, lebih praktis dan lebih efisien serta lebih terjamin keselamatan karyanya jatuh ke tangan penerbit yang tepat.

===> lebih terjamin?
Ngaco lu ah! Justru kalau dikirim lewat email, lebih mudah dan lebih cepat kalo mau dibajak. Tulisan tercetak memang masih bisa dibajak, tapi akan lebih lama dan lebih repot prosesnya.

Jika peserta yang ikut 500 dan mereka mengirimkan semua karya-karyanya via email, maka akan ada 500 novel tentu saja itu amat melelahkan tapi kami bisa memprint karya-karya tersebut, lalu kami dan sponsor menilai layak atau tidaknya karya tersebut untuk di muat.

===> hohoho…
sejak kapan pihak sponsor ikut-ikutan menilai naskah lomba?
emang tak ada jurinya ya?

Kemudian mengenai pengumuman pemenang, mulanya kami akan menelephone satu-persatu peserta yang menang, lalu kami akan meminta mereka untuk datang di acara pemotongan tumpeng, tentu saja akan diliput oleh berbagai media elektronik dan media cetak.

====>> diliput oleh berbagai media? Wah.. asyik banget dong.

Kalau ada liputan media, berarti sebenarnya anda sudah berani menunjukkan jati diri anda, kan? Tapi kenapa sekarang masih sembunyi sembunyi???

Dan eits.. tunggu dulu?

Sejak kapan ada pengumuman lomba novel yang diliput oleh berbagai media elektronik dan cetak? Emang George Bush bakal hadir di sana ya? Hihihi…
Makin kaco aja nih orang!

Novel dari pemenang akan kami letakkan di toko-toko buku terkemuka di Indonesia seperti Gramedia, Gunung Agung, Karisma dan lain-lain.

Kami memang bangga menunjukkan jati diri kami, sama sekali nggak bermaksud menyembunyikan jati diri kami sendiri.

===> kalo bangga, kenapa sejak awal main petak umpet? Semakin aneh deh lu ini!

Saya D***M, jabatan saya di z***_publishing sebagai managing editor.

Demikian jawaban dari pertanyan2 bapak, kami harapkan bapak puas dengan jawaban kami….


Terima kasih,


D***M
Managing Editor
Z**** publishing

===> sama-sama pak
tapi sepertinya kita tak berjodoh deh

hehehehe…

Jonru

Iklan

19 responses to “Lanjutan: Lomba penulisan novel yang aneh

  1. Ping-balik: Jonru on the Web » Ikutilah! Lomba penulisan novel yang aneh!

  2. Ping-balik: Orangescale.NET: Bookmark

  3. Assalamualaikum Mas Jonru, menarik sekali isi artikelnya. Semoga tidak ada yang terkelabui dengan pengumuman lomba tak bertanggung jawab seperti ini. Boleh saya link blognya?:)

    Suka

  4. halo adilla…
    makasih ya..
    semoga artikelnya bermanfaat
    soal ijin nge-link,… coba lirik ke bagian kanan bawah ya, tepatnya di menu TERMS 🙂

    Suka

  5. menarik , boleh juga tuh 😀

    juta + royalti + pocer benar – benar menarik.

    Mungkin mereka perusahaan yang sama yang mencoba menerbitkan buku Takumi Kuzuryu hi hih hi bercanda.

    Suka

  6. wah..wah…untung aja deh itu nyampe ke mas, kan bisa ditanggulangi. hehehe.. kayaknya orang lain juga mesti hati2 deh mas.. makasih ya infonya

    Suka

  7. Negeri yang aneh?

    Suka

  8. Hihi…rame ya ceritanya 🙂 Sayang..telat bacanya euy.
    Untungggg saya blom jadi ngirim naskah *sok bs nulis* 🙂
    Btw, z*** publishing? apa itu publishing yg cukup terkenal itu pak?

    Suka

  9. hanum:
    mereka ngakunya penerbit baru kok
    saya juga belum pernah dengar nama mereka sebelumnya

    Suka

  10. Hallo mas Jonru, lam kenal yach!
    Saya mau ngucapin terima kasih nih, karena mas Jonru sudah menginformasikan tentang banyaknya pembajakan penerbit di milist Penulis Lepas. Sebelumnya saya tidak sempat berpikir kesana lho! Untungnya setelah membaca info dari mas Jonru baru nyadar nih.:)
    Oh ya mas Jonru, aku punya naskah cerpen nih. Pinginnya mau dikirim ke media-media yang di dalamnya ada rubrik sastra, tapi saya gak tahu alamat e-mailnya.
    Jika tidak keberatan, boleh gak mas Jonru ngasik tahu saya apa saja media-media yang mas ketahui alamat e-mailnya itu.
    Mungkin itu saja dari saya mas, sebelum dan sesudahnya sekali lagi saya ucapkan terima kasih…

    “salam sejahtera selalu tuk anda”
    Cairo, 18 Desember 2006

    Suka

  11. Ya ampuuun… jahat amet, yah? makasih deh atas informasinya, jadi saya gak akan ketipu sama lomba-lomba yang satu jenis dengan ‘lomba-lombaan’ yang diceritakan…(Semoga aja)

    Suka

  12. ass. Mas, saya baru akan mencoba menulis naskah cerpen ke media massa. tapi tidak berani. kasih triknya dong. terima kasih. salam kenal. semoga saya dapat mengembangkan ide saya lewat tulisan dan diskusi dengan mas juhri. wass

    Suka

  13. nice try..
    tapi nggak cukup cerdas,..
    sayangnya, banyak pembaca – penulis yang nggak sekritis ini mas jonru, jadi sepertinya masih ada aja yang akan tertipu.
    bagusnya informasi modus kejahatan ini lebih disebarluaskan mas, setidaknya meminimalisir korban..
    very good analysis.. salut mas

    Suka

  14. Sebuah informasi yang sangat mencerahkan bagi kita semua…..

    Suka

  15. Mas Jonru,

    wordpressnya dipasangain spam comment plugin dong..
    banyak spam commentnya tuhh 😀

    pake akismet aja.

    salam

    Suka

  16. aQ pUnya noveL tp g tW musti d’kirim keMana???

    Tolongin doNk???

    Suka

  17. Assalamualaikum bang jonru
    “hebat nian orang ni”…
    salut buat keusilan anda…
    terselamatkan sudah banyak orang kini.
    wassalamualaikum

    Suka

  18. pak jonru, sya mau bertanya tentang tata cara penulisan yang baik dan benar seperti bahasa yang digunakan, kriteria, dan hal hal yang menyangkut novel serta modul / judul buku tentang tata cara menulis novel / cerpen ???

    Suka

  19. Ping-balik: Ikutilah! Lomba penulisan novel yang aneh! | Jonru Ginting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s