Memang banyak penipu, tapi jangan jadi penulis paranoid


Tulisan saya tentang “lomba penulisan novel yang aneh” ternyata mendapat respons yang sangat meriah. Bahkan, di blog ini, tulisan tersebut tercatat sebagai tulisan yang paling banyak diklik oleh pengunjung.

Ya, alhamdulillah, saya merasa bersyukur jika tulisan tersebut bisa membawa banyak manfaat bagi teman-teman semua.

Tapi, terus terang ada satu hal yang saya khawatirkan.

Ada beberapa teman yang membeberkan fakta tentang “kecurangan” yan dilakukan oleh sejumlah penerbit, termasuk penerbit ternama yang punya reputasi baik. Saya khawatir, banyak teman yang jadi paranoid, tidak berani mengirim karya mereka ke manapun (bahkan, sudah ada beberapa teman yang berkata pada saya, “Jadi enggak berani nih, kirim-kirim naskah. Takut kalau mereka penipu.”).

Wah, mudah-mudahan tidak ada di antara teman yang seperti itu, ya? Ayo dong, berani saja. Memang banyak penipu di luar sana. Tapi yang baik dan jujur juga masih banyak, kok.

Dan berhati-hati memang merupakan sikap yang terbaik untuk kita lakukan. Maka, di bawah ini, saya mencoba membuat semacam tips bagi teman-teman yang ingin mengirim tulisan ke media tertentu.

Tips 1:
Teliti sebelum kirim (atawa jangan sembarang kirim)
Sebelum mengirim naskah anda ke penerbit atau media manapun, teliti dulu profil mereka. Jangan mudah terkecoh jika mereka menulis info yang lengkap. Ada alamat, ada nomor telepon, ada alamat email, ata alamat website, dan sebagainya. Bisa saja kan, semua itu bohong?

Maka, agar anda lebih yakin, cobalah telepon ke nomor yang tertera pada pengumuman mereka. Lakukanlah penyelidikan secerdik mungkin. Jika mereka ternyata penipu, percayalah bahwa akan banyak hal aneh yang anda temukan. Dan jika ternyata mereka jujur, maka berbahagialah. Karena ini bisa menjadi awal yang baik untuk menjalin hubungan erat dengan mereka.

Dan bila si penerbit atau media tersebut hanya berani mencantumkan alamat email, ya mending wassalam saja. Saran saya: cuekin saja. Buat apa mengirim naskah kepada orang yang hobinya cuma bikin penasaran?

Tips 2:
Kenalan dulu dong.
Ketika anda membaca info lowongan penulis, lowongan naskah, lomba menulis, dan seterusnya, sebaiknya jangan langsung kirim naskah anda. Cobalah hubungi mereka dulu. Bisa via email, telepon, atau chatting jika ada. Ajaklah mereka bicara. Akrabkan diri. Dari obrolan demi obrolan, yakinlah bahwa anda bisa menebak apakah mereka itu jujur atau penipu.

Tips 3:
Tidak harus penerbit/media besar kok
Ada penulis yang memberi saran: kalau mau mengirim naskah, lebih baik ke penerbit besar saja, yang sudah terjamin reputasinya.
Memang, saran ini ada benarnya, tapi sebenarnya tidak seratus persen benar juga. Lagipula, jika semua penulis mengikuti saran ini, kasihan dong penerbit/media yang masih kecil. Padahal bisa saja mereka juga jujur dan profesional. Karena itu, tak apa-apa kok jika anda mengirim naskah ke penerbit atau media yang masih berskala kecil. Tapi sebaiknya ikuti dulu tips 1 dan 2 di atas.

Tips 3:
Yang realistis dong!
Banyak iklan yang ditulis dengan bahasa yang sangat bombastis. Bagi mereka yang belum tahu apa-apa, iklan seperti ini memang sangat menggiurkan.

Tapi coba deh berpikir rasional. Apa mungkin lomba penulisan novel berhadiah Rp 20 juta untuk juara pertama? Kalaupun ada, pasti penyelenggaranya adalah lembaga yang sangat besar, atau mereka mendapat sponsor dari perusahaan besar. Nah, kalau penyelenggaranya tidak jelas, mereka tidak berani menunjukkan jatidirinya, maka berhati-hatilah! Mudah tergiur dan langsung percaya bisa menjadi awal penyesalan anda di masa depan!

Tips 4:
Bertanyalah pada orang yang dianggap lebih tahu.
Sekarang ada begitu banyak sarana di internet yang dapat Anda gunakan untuk bertanya kepada penulis senior atau orang lain yang Anda anggap lebih tahu mengenai info tertentu. Ada milis, blog, Yahoo Messenger, email, bahkan telepon. Manfaatkan itu sebaik-baiknya.

Tips 5:
Silahkan diisi sendiri jika anda punya tips yang lebih oke. Berhubung saya juga sudah kehabisan ide nih. Hehehehe….

Jonru

Iklan

10 responses to “Memang banyak penipu, tapi jangan jadi penulis paranoid

  1. sip… cara olah kata biar gak berulang-ulang saya masih bingung

    Suka

  2. andaikan semua orang bisa berkata jujur…

    Suka

  3. Satu tips lagi nih untuk keamanan karya penulis, setiap karya harus memiliki hak cipta agar nanti kalau ada plagiat atau semacamnya kita bisa menuntuyt mereka sehingga tidak menjadi orang yang pasrah karena tak berdaya.

    Suka

  4. yup! setuju banget untuk tips trakhir! setiap karya tulis sebaiknya memang ada hak ciptanya..

    Suka

  5. buat fia:
    hak cipta itu otomatis ada kok, begitu karya kita dipublikasikan.
    jadi tak perlu diurus secara tersendiri.

    Suka

  6. terima kasih pak buat tipsnya.

    Terima kasih juga Icha….
    Semoga bermanfaat ya 🙂

    Suka

  7. salma kenal pak, terimakasih atas tipsnya, sangat bermanfaat. Apakah bertanya/mengecek kepada bapak juga bisa? 🙂

    Suka

  8. Terima kasih pak buat tips nya… Salam kenal pak…
    Saya bisa dibilang termasuk penulis paranoid… Maka dari itu saya mencari alternatif untuk gabung ke forum penulis… 😀

    Suka

  9. Terima kasih pak buat tips nya… Salam kenal pak… 🙂
    Saya bisa dibilang termasuk penulis paranoid… Maka dari itu saya mencari alternatif untuk gabung ke forum penulis… 😀
    Apakah cara saya ini termasuk cara yang efektif untuk menyalurkan ide menulis., mengembangkan kemampuan menulis., serta menghindari tindak penipuan tersebut., pak..? ^_^

    Suka

  10. Harus-hati-hati juga yah kalau mau kirim naskah pak?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s