Tips agar jadi pemenang lomba penulisan


Bicara soal lomba penulisan, sebenarnya saya bukan termasuk penulis yang “gaul”. Soalnya saya jarang ikut lomba. Masalah utama yang saya hadapi adalah: saya termasuk orang yang sulit mematuhi deadline, padahal setiap lomba pasti ada deadline-nya.

Namun walau jarang ikut lomba, saya merasa bersyukur karena pernah satu kali (ya, hanya satu kali) menjadi pemenang pertama lomba cerpen yang diadakan oleh majalah (alm) Anita Cemerlang tahun 1994 lalu. Sudah lama banget, ya?

Nah, kalau jarang ikut lomba, bagaimana jika menjadi juri? Pernahkah?

Alhamdulillah…. pernah. Lomba pertama di mana saya menjadi jurinya adalah lomba entry di Blogfam dalam rangka HUT RI ke-61. Acara ini sudah berlangsung, para pemenangnya pun sudah terpilih.

Lantas, saya dipercaya lagi oleh Blogfam untuk menjadi juri lomba entry dalam rangka HUT Blogfam yang ke-3. Acara ini masih berlangsung dan sedang dalam tahap penjurian.

Lantas, Thulabi Club juga mempercayakan saya sebagai juri tamu untuk lomba penulisan yang mereka adakan. Acara ini masih dalam tahap pengumpulan naskah dari peserta. Penjuriannya masih sekitar tiga bulan lagi.

Ya, baru itulah pengalaman saya menjadi juri. Dan ketika menjadi juri dalam rangka HUT RI di Blogfam, saya merasa mendapatkan pengalaman yang amat berharga.

Ternyata tidak terlalu mudah untuk memilih pemenang sebuah lomba penulisan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali berpendapat bahwa tulisan tertentu sangat bagus dan layak menjadi juara lomba. Kesimpulan seperti ini kita ambil hanya dengan membaca naskah tersebut dari awal hingga akhir.

Nah, di dalam lomba penulisan, cara menilainya bukan seperti itu. Yang paling utama adalah: kita harus menilai berdasarkan kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh panitia. Sebagai contoh, kriteria yang ditetapkan oleh panitia lomba entry dalam rangka HUT RI di Blogfam adalah sebagai berikut:

a. Kesesuaian dengan tema.

b. Penyajian ( keterkaitan isi cerita dengan gaya bahasa yang digunakan )

c. Originalitas

d. Kreatifitas ( bagaimana penulis mampu mengembangkan cerita ).

Maka di dalam menilai, juri harus berpedoman pada keempat kriteria di atas. Jangan mudah terpedaya pada naskah yang bagus, tapi ternyata isinya tidak sesuai dengan kriteria dari panitia.

Contoh kasus nih:

Pada lomba entry Blogfam tersebut ada sebuah naskah yang sangat bagus. Saya bahkan berpendapat bahwa naskah ini merupakan naskah terbaik dari semua naskah peserta. Tapi ketika naskah ini saya hadapkan pada keempat kriteria di atas, saya langsung kecewa. Sebab isi naskah ini tidak memenuhi kriteria poin a.

Ya, ternyata isi naskah ini tidak sesuai dengan tema yang ditetapkan oleh panitia.

jadi ya gitu deh. Naskah ini akhirnya tidak lolos!

* * *

Maka, inilah tips dari saya:

Ketika anda hendak mengikuti lomba-penulisan apapun, cobalah untuk mematuhi kriteria yang ditetapkan oleh panitia. Jika tidak, naskah anda yang paling bagus sekalipun akan sulit menjadi pemenang.

Selain itu, cobalah pelajari karakter dan preferensi para juri. Ini sangat penting, sebab para juri hanya akan mengagumi tulisan-tulisan yang sesuai dengan selera mereka.

Semoga bermanfaat ya 🙂

Jonru

Iklan

2 responses to “Tips agar jadi pemenang lomba penulisan

  1. ooh..jadi sebagus apapun tetap harus patokan sama kriteria panitia ya? Duh…jadi gak pede nih. Punya saya sesuai gak yah sama kriteria panitia?

    Suka

  2. @Intan: Harus tetap pede dong. Semangat ya!
    Ini ada artikel terkait:
    http://www.jonru.net/ini-dia-kiat-jitu-menjadi-juara-lomba-penulisan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s