Pilih Mana: Menjadi Alda atau Yahya Zaini?


Hm, pertanyaan aneh! Mungkin ini yang terlintas di pikiran Anda setelah membaca judul tulisan ini. Tentu saja, tak ada orang yang ingin jadi orang jahat. Kita semua pasti ingin jadi orang baik-baik, bukan?

Tapi tiba-tiba, saya punya pemikiran lain mengenai dua kejadian yang menjadi isu nasional dan hampir bersamaan waktunya ini. Saya jadi berpikir:

Seandainya (catat ya, ini hanya seandainya!) saya dihadapkan pada dua pilihan yang sama jeleknya, dan saya tak punya alternatif selain memilih satu di antara kedua pilihan tersebut, maka mana yang akan saya pilih: Menjadi Alda atau Yahya Zaini?

Maaf, pilihan yang saya maksud ini bukan menyangkut jenis kelamin, nasib, karir, status sosial, apa saja yang telah dilakukan di masa lalu, dan seterusnya. Namun, pilihan ini berhubungan dengan takdir saya di masa depan.

Agar lebih jelas, mari kita simak apa perbedaan di antara kedua pilihan tersebut.


Pilihan 1: Menjadi Alda

Sebelumnya, saya ingin menegaskan bahwa saya tidak sedang sok tahu mengenai nasib Alda, khususnya setelah artis cantik ini meninggal dunia. Kita tidak tahu apakah Alda sempat bertaubat sebelum meninggal dunia atau belum. Kita juga tidak tahu apakah dia nanti masuk surga atau neraka. Tentu saja, hanya Allah yang tahu mengenai hal ini.

Karena itu, saya ambil langkah yang – Insya Allah dan semoga – aman saja: Anggap nama “Alda” yang saya maksud ini bukanlah “Alda Risma”, si pelantun lagu “Aku Tak Biasa”. Anggaplah Alda ini adalah sebuah representasi dari manusia yang bernasib tragis: Meninggal dunia dalam keadaan yang tidak baik dan belum sempat bertaubat atas dosa-dosanya. Jadi, “Alda” bisa merujuk pada siapa saja.

Maka, jika saya menjadi Alda yang seperti ini, apa yang akan terjadi? Tentu, saya akan menghadapi penyesalan abadi di akhirat sana. Kenapa? Hm, apakah masih harus saya jelaskan?

Pilihan 2: Menjadi Yahya Zaini

Saya adalah seorang ahli maksiat. Lalu, suatu ketika, perbuatan maksiat saya diketahui oleh seisi dunia. Nama baik saya pun langsung tercoreng. Saya tidak masuk penjara. Tapi sejak kejadian tragis itu, seisi dunia ini sudah seperti penjara tersendiri bagi saya. Ke mana pun saya pergi, semua orang mencibir dan langsung membayangkan hal-hal yang mesum. Sepertinya, diri saya sudah sangat identik dengan perbuatan mesum, walau tentu saja masih banyak aktivitas lain yang saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada situasi seperti ini, apa yang terjadi dengan perasaaan saya? Merasa menyesal? Stress? Merasa tak punya teman lagi? Merasa tak punya harapan hidup lagi?

Hm… memikirkan hal ini, saya tiba-tiba sadar. Oh, ternyata saya termasuk manusia yang masih disayang oleh Allah! Saya adalah manusia yang sangat beruntung! Allah masih memberi saya kesempatan untuk bertaubat, untuk memperbaiki semua kesalahan saya selama ini, untuk mendekatkan diri padaNya sebelum saya menyusul Alda ke akhirat sana!

Masalahnya sekarang, apakah saya bersedia memanfaatkan kesempatan yang sangat berharga tersebut? Apakah saya bersedia merenungi diri, memohon ampun padaNya, berbalik menjadi seorang ahli ibadah, dan selalu memohon pada Allah agar saya selalu dituntun ke jalan yang lurus?

Jadi, jika seandainya saya yang harus memilih: menjadi Alda atau Yahya Zaini, maka sungguh! Saya akan menjawab:

“Tak peduli bagaimanapun kelamnya masa lalu saya, saya tentu ingin memiliki bekal yang cukup sebelum pulang ke akhirat nanti, dan tak ada yang akan saya sesali di sana.”

Anda juga ingin seperti itu, bukan?

Jakarta, 19 Desember 2006

Jonru

Iklan

5 responses to “Pilih Mana: Menjadi Alda atau Yahya Zaini?

  1. Masya Alloh kalau saya disuruh memilih itu, entahlah apa yang akan ry pilih:(

    tapi benar seperti yang pak jonru bilang :

    Tak peduli bagaimanapun kelamnya masa lalu saya, saya tentu ingin memiliki bekal yang cukup sebelum pulang ke akhirat nanti, dan tak ada yang akan saya sesali di sana.?

    Hiks! jadi inget dosa, jadi inget mati, jadi inget segala salah yang pernah dilakukan:((

    makasih postingannya pak!

    Suka

  2. sama2 ryu
    thanks juga atas komentarnya ya…

    Suka

  3. Dalam setiap kehidupan semua kita berubah, namun bukan perubahan itu sendiri yang menjadi masalah. Tapi kearah mana kita berubah.Alda..??mungkin saya hanya bisa bilang kasian dan mudah2an ALLAH memberikan tempat yang terbaik,dan saya berharap ALLAH melindungi saya dari siksa api neraka.,,kalo Yahya Zaini..waaaah,,kalo dia gak tobat2 bener2 deh hatinya udah item pekat.yang jelas kalo saya disuruh milih Alda atau Yahya Zaini..saya akan pilih AA Gym….

    Disukai oleh 1 orang

  4. kalau harus memilih, saya akan memilih menjadi yahya zaini, karen masih hidup dan masih diberi kesempatan untuk bertaubat. Tapi lebih baik tidak ke dua-duanya :). Yang pasti saya memahami hidup sebagai rangkaian proses yang hanya akan terhenti saat kematian menjemput, dan pastinya seorang yang masih diberi nafas berarti proses hidupnya belum selesai, bisa menjadi lebih baik atau malah menjadi lebih buruk. Berikhtiar dan bertawakal saja.

    Suka

  5. pertanyaanya salah, bukan Alda dan YZ, tapi Alda atau ME

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s