[Kiat Sukses] Menikmati Episode Duka Lara


“Orang lain hanya melihat 1 persen kesuksesan saya. Mereka tidak melihat 99 persen kegagalan saya.” (Bill Gates)

Mungkin ini adalah salah satu kebiasaan buruk manusia; Kita terlalu sibuk mengagumi kesuksesan orang lain. Kita ngiler melihat sosok pengusaha sukses, penulis top, penyanyi terkenal, atau dai kondang. Kita membayangkan betapa bahagianya hidup mereka, karena mereka berada di puncak kesuksesan.

Kita lupa satu hal, bahwa tak ada kesuksesan yang gratis. Tak ada kesuksesan yang dapat diraih dalam sekejap. Mungkin Anda membantah, “Ada kok yang sekejap. Contohnya finalis Indonesian Idol.”

Ya, para finalis Indonesian Idol atau peserta kontes-kontes sejenis adalah jenis manusia yang bisa “meraih sukses” secara instan, dalam waktu yang sangat singkat. Tapi kalau kita renungkan lebih jauh, sebenarnya hal yang “instan” itu ternyata melalui proses yang sangat panjang.

Amatlah mustahil bila ujug-ujug, tanpa alasan yang jelas, seorang Ikhsan atau Delon atau Dirly tiba-tiba mengikuti Indonesian Idol, padahal mereka sendiri tidak tahu apa alasannya. Saya yakin, di balik itu semua pasti ada cerita yang mungkin sudah berlangsung sejak mereka masih kanak-kanak. Mereka mungkin sudah lama ingin menjadi penyanyi. Mereka sudah berusaha keras mewujudkan cita-cita itu, tapi belum pernah kesampaian. Dan ketika ada momen Indonesian Idol, mereka segera menangkap peluang itu.

Saya berpendapat bahwa hal yang instan dari kesuksesan Delon dan para finalis Indonesian Idol lainnya hanyalah pada hal “cepatnya proses popularitas mereka”. Sedangkan dalam konteks kesuksesan, sama sekali tak ada yang instan. Saya yakin, kita semua bisa membedakan antara “kesuksesan” dengan “popularitas”. Karena itu, saya juga yakin bahwa kita bisa melihat sisi mana yang instan dari Delon dan teman-temannya itu.

* * *

Hm… maaf, sebenarnya saya tidak senang membahas Indonesian Idol. Saya menceritakannya hanya sebagai gambaran bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang bisa diraih dalam sekejap, dan dengan cara yang amat mudah.

Ada beberapa orang yang bisa meraih sukses dengan mudah. Asma Nadia adalah contohnya. Ia meniti karir sebagai penulis dengan proses yang amat gampang dan lancar. Dia sendiri pernah mengakui hal ini.

Tapi saya percaya, jumlah orang yang bernasib sama seperti Asma Nadia sangatlah sedikit, mungkin hanya segelintir orang.

Faktanya, hampir SEMUA orang sukses pasti melalui perjalanan yang penuh suka dan duka. Mereka pasti pernah melalui “episode duka lara”, di mana hidup mereka amat menderita, penuh tantangan dan cobaan.

Seorang penulis sukses pasti pernah mengalami penolakan naskah berkali-kali, mungkin puluhan hingga ratusan kali. Mungkin dia juga pernah dicibir, dicemooh, sama sekali tidak dianggap oleh orang lain.

Saya pun pernah melalui episode itu. Ketika masih mahasiswa dan baru merintis karir di dunia penulisan, episode duka lara dan penuh air mata itu merupakan bagian yang amat dekat dengan hari-hari saya.

Terlalu panjang rasanya jika saya ceritakan dengan detil. Karena itu, akan saya ceritakan ringkasannya saja:

  1. Untuk menunjang karir sebagai penulis, saya ingin sekali membeli mesin tik, tapi belum punya uang. Akhirnya saya menulis dengan tangan, lalu tulisan itu saya bawa ke biro jasa pengetikan.
  2. Sekitar 40 tulisan saya ditolak oleh sejumlah media.
  3. Ada puluhan naskah saya yang raib entah ke mana. Sebenarnya sudah saya kirim ke media tertentu. Tapi ketika saya bertanya pada mereka, mereka mengatakan belum membaca naskah saya. Mereka pun berkata, “Ya sudahlah. Buat saja tulisan baru dengan ide-ide yang baru.”
  4. Keluarga saya masih belum mendukung sepenuhnya karir kepenulisan saya. Mereka tidak menghalangi, tapi nyaris tak ada upaya apapun yang mereka lakukan untuk mendukungnya. Boleh dikatakan, saya berjuang sendirian.

* * *

Episode duka lara dalam sebuah kesuksesan merupakan keniscayaan. Kita tak akan dapat menghindarinya.

Karena itu, jika kamu sedang berada pada episode ini, jangan bersedih. Jangan putus asa. Coba bayangkan seandainya orang-orang sukses itu berputus asa ketika mereka berada pada episode duka lara, apa yang kini terjadi?

  • Kita mungkin masih hidup dalam kegelapan karena belum ada listrik.
  • Kita tak akan mengenal sistem Operasi Windows.
  • Kita tak akan mengenal nama Helvy Tiana Rosa, Pramoedya Ananta Toer, Gunawan Muhammad, Stephen King, dan nama-nama penulis top lainnya.
  • Dan sebagainya.

Sebagai penulis yang sedang merintis karir, mungkin naskah kamu masih ditolak di mana-mana. Mungkin belum ada orang yang percaya bahwa kamu bisa menulis. Bahkan, mungkin belum ada orang yang mendukung perjuangan kamu untuk menjadi seorang penulis.

Jika episode seperti ini yang sedang kamu jalani, sekali lagi jangan bersedih atau putus asa. Nikmatilah episode ini dengan senyum yang amat manis dan sikap yang amat optimis. Percayalah! Yakinkan pada diri sendiri bahwa yang sedang kamu alami sama persis dengan yang pernah dialami oleh Bill Gates, James Watt, Stephen King dan orang-orang sukses lainnya.

Fakta menunjukkan bahwa mereka akhirnya berhasil melewati episode duka lara tersebut. Bagaimana cara mereka melewatinya? Nah… inilah yang perlu kita pelajari dan teladani. Inilah yang bisa kita jadikan pelajaran berharga.

Cilangkap, 1 Juli 2007
Jonru

Iklan

10 responses to “[Kiat Sukses] Menikmati Episode Duka Lara

  1. Assalamu’alaikum,
    Tulisan Bang Jonru luar biasa, memang banyak orang yang silau dengan kesuksesan. Mereka lupa bahwa ada episode lain sebelum kesuksesan tersebut dan biasanya episode tersebut penuh duka. seperti cerita di film jagoan kalah dulu :). Yang pasti jangan sampai kita mencapai tujuan tapi tidak mau menjalani prosesnya karena dalam proses tersebut banyak terdapat pembelajaran yang nilainya melebih kesuksesan yang di raih ….

    Suka

  2. Waalaikumsalam

    salam kenal mas imam
    saya sangat terkesan pada komentar anda:

    “dalam proses tersebut banyak terdapat pembelajaran yang nilainya melebih kesuksesan yang di raih ….”

    thanks atas pencerahannya ya… 🙂

    Suka

  3. Wah ulasan yang oke alias bagus pak…..
    Padahal biasanya ketika sedang menghadapi duka lara itu orang biasanya ada yang tegar dan tetep berusaha atau bahkan jadi tidak semangat. Padahal memang kalau dipikir2 kita mau mendapat gelar Doktor , masak dapet ujiannya seperti anak SD. Pastinya ujiannya ya Ujian menuju Doktoral. Proses yang dialami bisa menjadi cerita ketika sukses itu diraih… Dengan cerita kenangan itu membuat kita jadi semangat dan mensyukuri nikmat yang telah diperoleh.

    Suka

  4. Setuju banget sama tulisan ini. Saya juga melewati episode2 yg menyakitkan saat akhirnya saya benar2 diterima jadi seorang penulis..:)

    Suka

  5. Ping-balik: Internet marketing dan janji kaya mendadak dalam sekejap | Jonru on the Web

  6. bang jonru, jujur saja, mungkin saat ini saya sedang dalam episode ini, karena saya mulai frustasi dengan tugas akhir kuliah saya, saya mulai lelah ma semuanya, saya sering emosi terhadap suatu hal yang kecil, dan pada akhirnya orang2 disekitar saya mulai kena dampaknya n mungkin mereka berfikir klo saya orang yang sangat emosian, tapi saya yakin ini semua hanya karena tugas kuliah saya,,,
    mungkin ini cara ALLAH mendewasakan saya,,,
    mudah2an halaman episode ini bisa saya lewati dengan sukses,,,
    dan mudah2an halaman berikunya bukan daftar pustaka bagi saya,,,
    amien,,,

    makasih bang Jonru, saya jadi semangat setelah baca tulisan ini,,,
    terimakasih banyak,,,atas “menikmati episode duka lara-nya”,,,

    Halo Hari…
    Setiap kali kamu sedih karena banyaknya kesulitan tersebut, coba bayangkan keadaan kamu 5 atau 10 tahun lagi. Saat itu, mungkin kamu sudah menjadi orang yang sangat hebat.

    Oke, semoga sukses ya…
    dan teruslah mendekatkan diri pada Tuhan 🙂

    Suka

  7. Ya, saya tidak menampik tulisan diatas.. memang untuk menajdi sukses semua harus berusaha dengan keras..selama ini kita hanya melihat kesuksesan seseorang. namun dibalik itu tidak kita lihat perjuangannya .. kegagalan..demi kegagalan .. nah yang terpenting dalam hidup ini adalah berusaha namun jangan lupa mendekatkan diri kepada Tuhan..

    Suka

  8. Kunci sukses utamanya adalah usaha dan juga doa.Menurut Mas Nunu (Quantum Ikhlas), metode sukses ada 2; Goal Setting/Force (mengandalkan intelejensi fikiran) dan Goal Praying (Intelijensi hati dan plus pertolongan Tuhan).Saya lebih senang menggunakan kata “usaha” dibanding “kerja keras”, karena kesannya “kerja keras”, kita kerja mati2an, tahan banting dst. Kesannya perjuangan untuk sukses itu menyakitkan, menyeramkan dan menakutkan.Serem banget ya hehehe…

    Suka

  9. Ping-balik: ABers Tes Aja » Blog Archive » Tes Posting Naskah di Wordpress

  10. sangat terkesan dengan tuLIsan ini’walaupun sampai saat ini saya masih bingung haruss memulai bisnis dari mana duLu,.,tp yang pasti dgn keinginan yg sangat kuat dan Oftimis saya yakin pada saatx nanti saya akan bangkit dan terus bekerja keras untuk mencapai impian itu.,terlebih untuk memulihkan ekonomi keluaga.mohon doanya mas jonru.,.salam sukses selalu 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s