Monthly Archives: Agustus 2007

Ternyata Saya Seorang Creator!


Rasanya surprise sekali ketika pagi ini online, saya membaca tulisan Pak Roni yang khusus membicarakan saya.

Terima kasih banyak Pak Roni. Peristiwa ini sebenarnya berawal dari business conference TDA tanggal 16 Agustus 2007 lalu. Ini merupakan sebuah SEJARAH BESAR bagi perjalanan hidup saya. Karena dari uraian Pak Roni, saya akhirnya mengetahui wealth profile saya yang sebenarnya. Alhamdulillah, saya harus bersyukur pada Allah atas karunia ini.

Apa sebenarnya Wealth Profile itu? Baca lebih lanjut

Iklan

Anne Ahira Ternyata Cinta Indonesia


Ketika pertama kali mendengar nama Anne Ahira beberapa tahun lalu – terlebih ketika melihat fotonya, saya menduga dia orang Tionghoa atau Jepang. Saya bahkan sempat menduga bahwa dia bukan warga negara Indonesia. Mungkin warga Jepang atau China Taiwan atau Korea atau Singapura.

Ya, dugaan ini memang bukan tanpa alasan. Sebab setiap orang pati setuju bahwa Ahira memang berwajah oriental. Terlebih karena namanya Anne Ahira (sama sekali tidak berbau pribumi), makin banyaklah orang yang percaya bahwa dia memang orang Jepang atau China atau Korea atau Taiwan. Baca lebih lanjut

Maaf, saya tidak lagi menerima pesanan!


Ketika memutuskan untuk berhenti ngantor tanggal 19 Maret 2007 lalu, saya sudah berniat menjadi seorang penulis freelance. Antara lain, mengerjakan tulisan-tulisan pesanan. Dan karena banyak orang yang meminta saya membuat website , saya pun menerima banyak order pembuatan website.

Tapi, hanya 5 bulan setelah menjalani bisnis seperti itu, saya merasa bahwa SAYA TELAH GAGAL. Indikatornya: Baca lebih lanjut

Ayo Ramai-ramai Menghina Hantu!


Seharusnya kita tidak perlu takut pada hantu!

Seharusnya pula: Film-film horor – yang mendominasi industri film kita saat ini – tidak laku di pasaran. Sebab hampir semua film-film seperti itu hanya menakut-nakuti penonton. Tak ada pesan moral yang jelas, tak ada misi dan visi yang jelas, kecuali misi untuk mengeruk laba sebanyak-banyaknya dari rasa takut penonton. Baca lebih lanjut

Modern Nggak Mesti Kayak Bule


Catatan: Naskah ini pernah diterbitkan dalam bentuk ebook oleh Zabit Mobile Book, dan di-launching pada acara Milad FLP k-10 tanggal 24 Februari 2007 di Jakarta.

==========

Modern nggak mesti kayak buleFriend, pasti kamu enggak mau kan, disebut sebagai orang kuno? Setiap orang pasti pengen jadi orang modern. Tapi tahu enggak sih, kita sering menganggap bahwa yang modern itu pasti dari Barat. Pasti kayak orang bule. Contohnya nih: gaun pengantin ala Jawa kita sebut “gaun tradisional”, sedangkan gaun pengantin ala barat kita sebut “gaun modern”. Contoh lain: musik pop (yang berasal dari Barat) kita sebut musik modern, sedangkan musik India, Arab, Jawa, Sunda, Batak, Mandarin, dan sebagainya, enggak pernah kita sebut sebagai “musik modern”.

Padahal, apa iya modern emang seperti itu? Untuk menjawabnya, yuk kita analogikan modern itu sebagai produk atau teknologi modern. Apa sih, ciri-ciri produk modern itu? Baca lebih lanjut