Maaf, Kami Tidak Menyediakan Sertifikat!


“Pak, mau tanya. Apakah setiap peserta workshop penulisan ini akan mendapat sertifikat?”

Pertanyaan seperti ini kerap saya temui dari orang-orang yang ingin atau sedang mengikuti pelatihan penulisan. Entah apa yang tersimpan di pikiran mereka ketika mengajukan pertanyaan seperti itu. Tapi saya percaya, bahwa ada sesuatu yang perlu diubah pada mind set kita.

Di lemari buku saya, tersimpan puluhan sertifikat, baik dari acara-acara pelatihan penulisan, seminar keluarga sakinah, workshop periklanan, dan entah apa lagi. Apakah benda-benda ini bermanfaat bagi saya?

Dulu, ketika masih doyan mencari kerja, saya suka menyelipkan fotokopi sertifikat-sertifikat tersebut di dalam amplop lamaran kerja. Tapi, perusahaan yang saya lamar ternyata tak begitu peduli terhadap hal itu. Mereka lebih peduli pada PENGALAMAN KERJA dan KEAHLIAN yang saya miliki.

Jadi, apa sebenarnya manfaat sertifikat?

Terus terang, saya sama sekali tak bisa menjawabnya.

Beberapa bulan lalu, seorang teman saya menceritakan sesuatu yang – bagi saya – amat menarik. Dia pernah mengikuti sebuah sekolah wirausaha. Lantas setelah lulus, pihak sekolah dengan tegas berkata, “Maaf, kami tidak mengeluarkan sertifikat apapun atas kelulusan Anda.”

“Kenapa Pak?”

“Kalau diberi sertifikat, akan kalian gunakan untuk mencari kerja. Apa kalian lupa kalau sekolah ini bernama sekolah WIRAUSAHA?”

Ya, tentu seorang pedagang bakso tidak membutuhkan sertifikat apapun sebelum menggelar dagangannya di pinggir jalan atau di dalam sebuah kios. Yang dia butuhkan adalah modal, dan layanan yang memuaskan agar pembeli semakin banyak.

Sertifikat – sepanjang pengetahuan saya – hanya bermanfaat bila kita melamar kerja di bidang tertentu, atau menjalankan profesi yang membutuhkan “pengakuan tertulis”. Misalnya, seorang akuntan publik membutuhkan sertifikat atau nomor registrasi akuntan dari Departemen Keuangan. Seorang dokter harus punya “sertifikat” atau izin tertentu agar dia bisa membuka praktek di sebelah rumahnya. Atau, bila anda adalah pegawai negeri, mungkin anda membutuhkan sertifikat untuk tujuan peningkatan jabatan atau yang semacam itu.

Sementara bagi anda yang bukan tergolong manusia-manusia seperti di atas, saran saya… berhentilah meminta sertifikat. Itu perbuatan sia-sia, percayalah!

Dan bagi panitia workshop, pelatihan, seminar, atau apapun, mari mulai berhenti memberikan sertifikat bagi peserta. Karena sertifikat itu:

  1. Tak ada gunanya.
  2. Tak ada gunanya.
  3. Tak ada gunanya.
  4. Hanya menambah kerepotan panitia yang pada dasarnya memang sudah repot.
  5. Hanya menambah pengeluaran panitia, padahal itu seharusnya tidak terjadi.

Pengetahuan dan wawasan baru yang kita dapatkan dari sebuah pelatihan atau workshop atau apapun namanya, jauh lebih bernilai ketimbang selembar kertas yang bernama sertifikat.

Okay?

Cilangkap, 12 Agustus 2007

Jonru

Iklan

4 responses to “Maaf, Kami Tidak Menyediakan Sertifikat!

  1. he.he.he.. bener juga ya mas krn saya juga pernah bahkan sering ngalami hal yang seperti itu.

    Suka

  2. Ping-balik: blogtda.com » Blog Archive » Maaf, Kami Tidak Menyediakan Sertifikat!

  3. Ping-balik: blogtda.com » Blog Archive » Maaf, Kami Tidak Menyediakan Sertifikat!

  4. Bagi saya pribadi memang benar sertifikat tidak begitu penting yang penting ilmunya, namun bagi orang yang masih awam dan ingin mempunyai bukti bahwa ia pernah mengikuti atau belajar sesuatu dan ingin membuktikannya jadi perlu deh kayaknya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s