Modern Nggak Mesti Kayak Bule


Catatan: Naskah ini pernah diterbitkan dalam bentuk ebook oleh Zabit Mobile Book, dan di-launching pada acara Milad FLP k-10 tanggal 24 Februari 2007 di Jakarta.

==========

Modern nggak mesti kayak buleFriend, pasti kamu enggak mau kan, disebut sebagai orang kuno? Setiap orang pasti pengen jadi orang modern. Tapi tahu enggak sih, kita sering menganggap bahwa yang modern itu pasti dari Barat. Pasti kayak orang bule. Contohnya nih: gaun pengantin ala Jawa kita sebut “gaun tradisional”, sedangkan gaun pengantin ala barat kita sebut “gaun modern”. Contoh lain: musik pop (yang berasal dari Barat) kita sebut musik modern, sedangkan musik India, Arab, Jawa, Sunda, Batak, Mandarin, dan sebagainya, enggak pernah kita sebut sebagai “musik modern”.

Padahal, apa iya modern emang seperti itu? Untuk menjawabnya, yuk kita analogikan modern itu sebagai produk atau teknologi modern. Apa sih, ciri-ciri produk modern itu?

  1. Lebih baik. Produk modern haruslah lebih baik dari produk-produk sebelumnya. Lebih hemat energi, lebih mudah dipakai, lebih canggih teknologinya. Sebagai orang modern, kita haruslah selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Selalulah berusaha untuk memperbaiki diri.
  2. Orientasi jangka panjang. Produk modern harus tahan lama, bisa menjawab tantangan teknologi masa depan. Sebagai orang modern, kita harus selalu berpikir jangka panjang, bukan jangka pendek. Kata ustadz Sanusi 🙂 , perbedaan orang dewasa dengan anak-anak adalah: Anak-anak: Berpikir jangka pendek. yang penting enak. Kalau enggak enak, walaupun bergizi, ia tak akan mau makan. Orang dewasa: Berpikir jangka panjang. Biarlah makanan ini enggak enak. Tapi kalau ia menyehatkan tubuh, apa salahnya dimakan? Jadi, orang yang pacaran lalu hamil di luar nikah, bukanlah orang modern. Sebab mereka cuma berpikir jangka pendek, tentang kenikmatan sesaat belaka, persis kayak anak kecil.
  3. Banyak bisanya. Handphone yang paling modern biasanya punya banyak fasilitas: 3G, MMS, radio FM, MP3 player, chatting, sebagainya. Sedangkan handphone kuno cuma bisa buat SMS dan telpon-telponan. Nah, sebagai orang modern, kita harus pintar dan menguasai banyak hal. Untuk mencapainya, kita tentu harus banyak belajar, banyak membaca, dan seterusnya.
  4. Menghargai waktu. Sebuah produk modern haruslah bisa bekerja secepat mungkin. Mobil tentu lebih modern ketimbang sepeda ontel. Sebagai orang modern, kita harus disiplin dalam mengatur waktu. Jangan suka membuang-buang waktu secara percuma, karena waktu tak akan pernah kembali. Manfaatkan waktu kamu seefisien dan seefektif mungkin.
  5. User friendly. Produk yang modern haruslah mudah dipakai, walau oleh orang yang paling awam sekalipun. Sebagai orang modern, kita enggak boleh jadi orang yang sulit; Sulit bergaul, sulit bersedekah, sulit memberi maaf. Wah, itu kuno banget gitu loch! Kalau mau jadi orang modern, cobalah ubah kata “sulit” itu menjadi “mudah”. Maka Insya Allah, kita akan punya banyak teman dan jadi orang yang gaul abis!
  6. Banyak manfaat. Produk modern seharusnya enggak cuma keren dan canggih. Ia juga harus punya banyak manfaat bagi si pemakai. Sebagai orang modern, kita harus bermanfaat bagi sebanyak mungkin manusia. Kita harus punya kepedulian sosial yang tinggi. Kalau mau melakukan perbuatan apapun, kita harus memikirkan apakah perbuatan itu bermanfaat bagi orang banyak, atau justru merugikan semua orang.
  7. Kuat dan tangguh. Produk modern haruslah tahan lama, enggak mudah rusak. Orang modern haruslah menjadi manusia tangguh, enggak gampang sakit, enggak mudah menyerah, enggak mudah frustasi. Kalo enggak tangguh atau punya mental lembek, kita akan sulit menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman yang makin pesat.
  8. Mandiri. Produk yang paling modern adalah produk yang enggak tergantung pada banyak hal. Contohnya: handphone yang tanpa kabel tentu lebih modern ketimbang telepon rumahan yang berkabel. Sebagai orang modern, kita enggak boleh manja dan banyak bergantung pada orang lain. Ayo dong, jadi orang yang mandiri.

Nah, itu dia ciri-ciri manusia modern. Jadi, modern itu enggak ada hubungannya dengan Barat, lho. Jadi kalau penampilan kamu misalnya enggak sama dengan penampilan Britney Spears, atau kamu enggak suka sama film-film Hollywood, jangan takut dicap kuno. Coba aja penuhi kriteria-kriteria di atas. Maka Insya Allah kamu adalah orang yang sangat modern! (*)

Jonru

Iklan

2 responses to “Modern Nggak Mesti Kayak Bule

  1. Ping-balik: blogtda.com » Blog Archive » Modern Nggak Mesti Kayak Bule

  2. artikel yang menarik ,semoga bisa buat tambah ilmu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s