Maaf, saya tidak lagi menerima pesanan!


Ketika memutuskan untuk berhenti ngantor tanggal 19 Maret 2007 lalu, saya sudah berniat menjadi seorang penulis freelance. Antara lain, mengerjakan tulisan-tulisan pesanan. Dan karena banyak orang yang meminta saya membuat website , saya pun menerima banyak order pembuatan website.

Tapi, hanya 5 bulan setelah menjalani bisnis seperti itu, saya merasa bahwa SAYA TELAH GAGAL. Indikatornya:

  1. Sebuah penerbit pernah meminta saya menulis biografi Barack Obama . Saya menerima job ini dengan sukacita. “Kapan lagi saya mendapat peluang sebagus ini? Menulis biografi calon presiden Amerika Serikat? Wah, keren banget!” Saya pun jadi penuh semangat. Tapi kemudian cerita sedih itu pun terjadi: Saya merasa job ini sebagai beban. Setiap kali mau dikerjakan, saya justru stress. Akhirnya saya mundur. Saya minta maaf pada si penerbit, dan meminta mereka mengalihkan job ini pada orang lain saja.
  2. Dulu, ada beberapa teman yang pernah meminta saya membuat tulisan dengan tema tertentu. Ada yang berhasil saya tulis, karena saat itu saya memang SEDANG MOOD, dan saya suka pada temanya. Sementara permintaan lain tak pernah berhasil saya penuhi, karena saya malas mengerjakannya. Rasanya kok TAK ADA MOOD gitu loch.
  3. Saya sudah mendapat beberapa job pembuatan website. Tapi SEMUANYA (ya, semuanya!) telat dikerjakan. Dan ini semua gara-gara kesalahan saya. Saya orangnya tak bisa mematuhi deadline. Saya lebih suka mengerjakan proyek-proyek pribadi ketimbang proyek pesanan milik orang lain. Saya dikejar-kejar klien. Mereka marah-marah. Bahkan, ada yang tak mau menghubungi saya lagi.
  4. Ketika mengerjakan proyek pesanan, saya lebih suka kalau saya mengerjakannya sesuai KEINGINAN SAYA, bukan keinginan si klien. Apa tidak aneh, coba?
  5. Ketika mengerjakan proyek-proyek pribadi, saya dengan penuh semangat mengerjakannya hingga tuntas, dengan hasil yang terbaik. Pokoknya, I will do my best , deh! Tapi begitu mengerjakan proyek pesanan, saya mengerjakannya dengan ogah-ogahan, dan hasilnya pun standar-standar saja.

Indikator-indikator di atas membuat saya akhirnya tiba pada keyakinan bahwa saya telah menemukan JATI DIRI saya yang sebenarnya . Sepertinya saya memang lebih cocok mengerjakan proyek-proyek pribadi.

Karena itu, mulai hari ini saya telah bertekad. Saya akan memasang pengumuman berikut di hati dan pikiran saya:

MAAF! SAYA TIDAK LAGI MENERIMA PROYEK-PROYEK PESANAN!

Buku pesanan? TIDAK!

Website pesanan? TIDAK!

Tulisan pesanan? TIDAK! (kecuali kalo saya punya mood untuk mengerjakannya)

* * *

Seorang teman pernah berkata, “Kalau kamu hendak berhenti mengerjakan proyek-proyek pesanan, lantas dari mana kamu bisa mendapatkan penghasilan?”

Ya, pertanyaan ini memang kedengarannya logis. Tapi saya percaya pada satu hal, “Orang paling aneh sekalipun PASTI punya pintu rezeki tersendiri yang telah disediakan oleh Allah.”

Karena itu:
Jika kondisi saya ini merupakan hal yang aneh, saya tak akan takut atau khawatir kekurangan rezeki.

Dan alhamdulillah, hal ini sudah saya buktikan.

Beberapa waktu lalu – ketika saya mulai menemukan JATI DIRI yang sebenarnya ini – saya membuka sekolah-menulis online di BelajarMenulis.com . Hasilnya luar biasa. Ada 60 orang pendaftar, dan 22 orang di antaranya kini resmi menjadi murid saya.

Saya menikmati pekerjaan seperti ini: menjadi seorang “guru” atau “tutor” atau apalah namanya. Saya senang menjalaninya, saya merasa bahagia. Sedangkan ketika mengerjakan proyek-proyek pesanan? HUH! Saya justru merasa amat terbebani dan stress!!!

Saya juga mulai ingin serius menulis buku. Bukan buku-buku pesanan, tapi benar-benar buku yang saya tulis berdasarkan kemauan sendiri. Mungkin saya termasuk penulis idealis, bukan industrialis . Tak apalah. Toh saya harus menjadi diri sendiri.

Saya juga mulai kepikiran untuk menjadi seorang konsultan web. Ya, saya kini tak mau lagi membuat website pesanan. Sebagai gantinya, saya mau jadi konsultannya saja: Anda yang membuat webnya, dan saya akan mengajari Anda BAGAIMANA CARANYA. Saya akan membimbing Anda hingga Anda bisa membuat website sendiri.

Saya kira, pilihan-pilihan seperti ini jauh lebih menyenangkan bagi saya , ketimbang saya harus mengerjakan proyek-proyek pesanan, yang ujung-ujungnya justru membuat saya stress sendiri.

Penemuan jati diri ini pulalah yang membuat saya begitu bersemangat ketika bergabung dengan AsianBrain untuk belajar internet marketing. Saya merasa bahwa internet marketing adalah bidang yang SANGAT COCOK dengan orang seperti saya. Karena itu, saya sekarang mau lebih fokus dan serius di bidang yang satu ini.

* * *

Setiap orang tentu berbeda-beda. Anda bisa sama seperti saya, bisa juga tidak. Kalau saya tak sanggup mengerjakan proyek-proyek pesanan, siapa tahu justru Anda adalah orang yang cocok mengerjakan tugas-tugas seperti itu.

Apakah Anda tipe creator, atau mekanis, atau deal maker, atau trader, atau apa?

Bila Anda juga ingin tahu siapa diri Anda yang sebenarnya, pekerjaan atau bisnis jenis apa yang paling cocok dan paling menyenangkan bagi Anda, coba baca beberapa referensi berikut:

Saya yakin, ketika Anda mencari penghasilan dengan cara yang benar-benar sesuai dengan PROFIL Anda, benar-benar di bidang yang Anda sukai, dan Anda merasa SANGAT NYAMAN di sana, maka Anda akan menikmati semuanya seperti sebuah hobi atau hiburan yang amat menyenangkan.

Seperti kata Bob Sadino, “Lakukanlah pekerjaan yang kamu sukai, maka kamu tak akan pernah bekerja keras.”

Semoga bermanfaat!

Besok HUT Kemerdekaan RI ke-62. Hari ini, saya merasa telah MERDEKA, karena saya telah menemukan PROFIL saya yang sebenarnya.

Alhamdulillah 🙂

Saya tak mau lagi dibelenggu oleh pekerjaan-pekerjaan yang tidak saya sukai, yang justru membuat saya tidak nyaman bahkan stress!!!

Cilangkap, 16 Agustus 2007

Jonru

Iklan

10 responses to “Maaf, saya tidak lagi menerima pesanan!

  1. Merdeka!! Bang Jonru…

    Suka

  2. Sungguh saya kagum sekali dengan keberanian mas Jonru untuk membuat “keputusan” bersejarah itu. Saya pernah merasakannya beberapa tahun lalu.

    Alhamdulillah “menikmati” pilihan yang sesuai dengan wealth profile kita memang sungguh menyenangkan. Walau di “jalan” tetap ada saja godaan untuk keluar jalur lo mas.

    Sekali lagi selamat mas!

    Suka

  3. Assalamu’alaikum
    salam kenal.
    selamat ya bang jonru…sudah menemukan kemerdekaannya 🙂
    kebetuan mas, saya lagi belajar bikin website…kalo boleh…bagi ilmu cara bikin shoutbox dengan php dong.
    terima kasih
    Wassalamu’alaikum

    Suka

  4. mk, mas nilna dan vina, thanks ya atas komentarnya

    buat vina: sebenarnya saya tak bisa PHP lho.
    Yang saya kuasai hanya HTML dan desain web sederhana. Kalau untuk php, css, dst, saya biasanya cuma pake sistem “read the manual book and practice it”. Persis seperti anak kecil yang belajar dengan cara meniru.
    hehehehe…

    semoga sukses ya…

    Jonru

    Suka

  5. Selamat buat mas Jonru yang telah mengambil keputusan yang menurut saya cukup berani, tetapi itulah yang terbaik.
    Boleh donk bagi-bagi tips bikin web-nya? Kebetulan saya juga lagi belajar dari AsianBrain.

    Semoga sukses..

    Suka

  6. Ping-balik: Mendadak jadi orang kantoran lagi! | Jonru on the Web

  7. Ping-balik: Ketika ngeblog tidak lagi bebas | Jonru on the Web

  8. Ping-balik: Ini Dia, Bisnis Resmi Saya! | Jonru on the Web

  9. Ping-balik: [Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian II) | Jonru on the Web

  10. Ping-balik: Ternyata Saya Seorang Creator! | Jonru on the Web

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s