Ternyata Saya Seorang Creator!


Rasanya surprise sekali ketika pagi ini online, saya membaca tulisan Pak Roni yang khusus membicarakan saya.

Terima kasih banyak Pak Roni. Peristiwa ini sebenarnya berawal dari business conference TDA tanggal 16 Agustus 2007 lalu. Ini merupakan sebuah SEJARAH BESAR bagi perjalanan hidup saya. Karena dari uraian Pak Roni, saya akhirnya mengetahui wealth profile saya yang sebenarnya. Alhamdulillah, saya harus bersyukur pada Allah atas karunia ini.

Apa sebenarnya Wealth Profile itu?

Jangan salah sangka. Wealth yang dimaksud bukan kekayaan dalam bentuk uang. Roger Hamilton, si pencetus istilah ini, mendefinisikan Wealth sebagai berikut:

“Wealth is not how much money you have. Wealth is what you are left with when you lose all your money”.

Jika masih bingung, coba baca tulisan Pak Roni yang ini. Di situ dia bercerita tentang pamannya yang punya usaha di Tanah Abang, tapi kemudian mendapat musibah kebakaran. Seluruh isi tokonya ludes.

Apakah si paman ini bangkrut dan jatuh miskin? Ternyata tidak. Dia membuka kembali kiosnya. Banyak mitra supplier-nya yang mau menitipkan barang tanpa pakai uang muka, karena sudah ada rasa saling percaya. Ya, ternyata KEPERCAYAAN inilah yang membuat si paman bisa bangkit lagi, memulai kembali usahanya yang habis dilahap musibah kebakaran.

Dalam tulisannya, Pak Roni memberikan penegasan:

Membangun kekayaan berbeda dengan menciptakan penghasilan (income). Membangun kekayaan adalah membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya.

Jadi, ini benar-benar berbeda dengan definisi kekayaan yang kita pahami selama ini, bukan?

* * *

Sekadar sharing, beberapa bulan lalu saya sebenarnya cukup stress. Hal ini antara lain disebabkan gagalnya proyek-proyek pesanan yang saya kerjakan. Selain itu, saya juga hampir tak punya sumber penghasilan lagi. Terpaksa saya pinjam sana pinjam sini alias berhutang. Kartu kredit yang sudah lama saya hindari, pun terpaksa digunakan lagi.

Alhamdulillah, titik cerah mulai ada ketika Allah memberikan saya ide untuk menyelenggarakan sekolah-menulis online lewat situs www.belajarmenulis.com. Dari kegiatan inilah rezeki mulai mengalir, dan stress saya hilang tak berbekas.

Sewaktu mendirikan sekolah-online tersebut, saya sebenarnya belum tahu apa wealth profile saya. Saya bahkan belum pernah mendengar istilah itu. Tapi saat itu saya sudah mulai punya ide untuk meninggalkan semua job yang berbau pesanan.

Kenapa? Sebab saya mulai sadar mengenai kecenderungan saya selama ini. Bayangkan saja: Ketika saya sedang DIBURU DEADLINE untuk menyelesaikan sebuah proyek pesanan bernilai jutaan rupiah, saya malah asyik mengutak-atik situs PenulisLepas.com yang jelas-jelas cuma hobi dan tidak mendatangkan uang (setidaknya saat ini). Saya sebenarnya tahu bahwa saya sedang diburu deadline, dan saya bisa kehilangan sumber rezeki dengan jumlah yang amat besar. Tapi saya sama sekali tidak peduli. Itulah salah satu keanehan saya!

Dulu saya belum pernah kepikiran untuk meninggalkan semua proyek pesanan, karena:

  1. Saya masih berpikir bahwa SAYA BISA mengerjakannya.

  2. Saya belum menemukan wealth profile saya.

  3. Saya belum punya gambaran mengenai sumber penghasilan lain.

Namun setelah mendirikan sekolah-menulis online, dan rezeki mulai mengalir, alhamdulillah…. saya merasa lebih percaya diri. Selain itu, sejak 1 Agustus lalu saya juga mulai menekuni internet marketing dan bergabung dengan Asian Brain. Sebab saya merasa bahwa internet marketing cocok dengan orang seperti saya. Saya membayangkan, suatu saat nanti saya bisa mendapatkan banyak rezeki dari bisnis online, sehingga saya tak perlu lagi repot-repot menggarap proyek-proyek pesanan yang hanya membuat stress.

* * *

Saya ingin mengutip lagi definisi “membangun kekayaan” yang dijelaskan oleh Pak Roni di blognya:

“Membangun kekayaan berbeda dengan menciptakan penghasilan (income). Membangun kekayaan adalah membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya.”

Saya sangat setuju dengan definisi ini, karena saya pun sudah membuktikannya:

Ketika saya masih menjadi pekerja kantoran, saya punya kinerja yang sangat buruk. Banyak tugas kantor yang terbengkalai selama BERTAHUN-TAHUN. Bayangkan! Bertahun-tahun!

Saya bahkan sudah pernah mendapat Surat Peringatan (SP) 1, dan nyaris mendapat SP2. Dan sejujurnya, salah satu pemicu utama saya untuk resign dari kantor ketika itu, saya ingin “memecat diri sendiri” sebelum pihak perusahaan yang memecat saya. Saya sangat yakin, PHK bagi saya tinggal menunggu waktu yang tepat. Jika saya masih bertahan sebagai pekerja kantoran, sekitar bulan September 2007 Insya Allah saya sudah kena PHK dan tidak mendapat pesangon sepeser pun (ini sudah dijelaskan dengan amat jelas dalam SP1).

Ketika masih menerima proyek-proyek pesanan dan hampir semuanya molor dikerjakan, tentu saja para klien kecewa pada saya. Mereka marah-marah dan kehilangan kepercayaan terhadap saya.

Kesimpulan:
Ketika masih ngantor dan menggarap proyek-proyek pesanan, saya SANGAT SULIT “membangun reputasi, nama baik, kredibilitas, jaringan, ilmu pengetahuan dan segala sumber daya.” Boleh dikatakan, reputasi saya di mata teman-teman kantor saya dulu, juga di mata para klien yang memberikan saya proyek-proyek pesanan, SANGAT BURUK.

Apakah saya tidak punya reputasi sama sekali? Alhamdulillah ada! Dan baru tanggal 18 Agustus 2007 lalu saya MENYADARI bahwa reputasi dan nama baik yang saya miliki saat ini ternyata berasal dari pekerjaan-pekerjaan dan proyek-proyek saya sebagai CREATOR. Saya membangun dan mengelola PenulisLepas.com, termasuk milis penulislepas. Saya menulis di internet. Saya menerbitkan buku (atas kemauan sendiri, bukan buku pesanan). Dari kegiatan-kegiatan inilah, banyak orang yang akhirnya percaya pada saya. Saya punya reputasi tersendiri di mata mereka. Saya berhasil MEMBANGUN KEKAYAAN dari kiprah saya selama ini sebagai seorang CREATOR.

Fakta inilah yang membuat saya percaya pada definisi yang ditulis Pak Roni.

* * *

Saya memang sempat berpikir bahwa saya seorang MECHANIC. Pikiran seperti inilah yang – antara lain – membuat saya punya ide untuk mencari rezeki dengan cara menerima proyek-proyek pesanan. Tapi setelah kegagalan demi kegagalan menghampiri, saya akhirnya sadar:

Ternyata saya hanya cocok menjadi mechanic bagi DIRI SENDIRI.
Saya tidak bisa menjadi mechanic bagi orang lain.

Bila memaksakan diri, maka bukan hanya kegagalan yang saya dapatkan. Saya juga akan sulit MEMBANGUN KEKAYAAN. Saya akan sulit mendapatkan reputasi dan nama baik dari bidang yang satu ini.

Jika demikian faktanya, lebih baik saya tinggalkan semua proyek pesanan itu, bukan? Memang nilainya besar, bisa jutaan rupiah. Tapi reputasi dan nama baik kita jauh lebih penting, karena hal-hal seperti ini tak bisa dinilai dengan uang.

* * *

Sekarang, setelah menemukan wealth profile saya yang sebenarnya, saya merasa lebih tenang. Saya sudah berniat untuk berkonsentrasi pada bidang yang benar-benar sesuai dengan JATI DIRI saya.

Alhamdulillah…. Puji syukur ke hadirat Allah. Dan sekali lagi terima kasih banyak buat Pak Roni atas pencerahannya yang luar biasa.

(Btw… saat ini saya sebenarnya masih “berhutang” 3 proyek pesanan. Saya masih harus menyelesaikannya dalam waktu dekat. Ya, memang terasa berat. Tapi saya berharap semoga ini adalah proyek pesanan terakhir yang saya kerjakan).

Cilangkap, 20 Agustus 2007

Jonru

==================== BONUS ======================

Anda juga ingin menemukan JATI DIRI Anda yang sebenarnya? Anda ingin tahu apa itu wealth profile?

Roger Hamilton merumuskan delapan Wealth Profile sebagai berikut (saya hanya meng-copy paste dari tulisan Pak Roni ):

  1. Creator. Orang seperti ini diwakili oleh Bill Gates, Walt Disney, Richard Branson dan sebagainya. Mereka adalah orang-orang kreatif dan banyak idenya. Mereka akan terus berkreasi dengan apa pun yang dimilikinya, meskipun terbatas. Mereka fokus di sisi kreatif saja dan menyerahkan pekerjaan lainnya kepada supporter atau mechanic dan lainnya.

  2. Star (bintang), contohnya adalah Oprah Winfrey, David Beckham, Inul dan sebagainya. Mereka menjadi magnet bagi uang. Personal branding mereka kuat dan melekat pada dirinya. Uang didapatnya ketika ia tampil di pentas. Biasanya mereka ini adalah orang-orang yang ekstrovert, suka tampil di depan orang banyak.

  3. Supporter (pendukung). Diwakili oleh Jack Welch (mantan CEO GE), TP Rachmat (Astra). Mereka suka memimpin orang, adalah manajer yang handal dan hebat dalam mengelola perusahaan.

  4. Deal Maker, contohnya adalah Donald Trump, Li Kashing. Mereka suka bernegosiasi sampai titik darah penghabisan. Akalnya ada 1001 untuk mendapatkan best deal.

  5. Trader (pedagang), contohnya adalah George Soros, Theo F. Toemion. Mereka mencari produk dengan harga murah dan bisa dijual harga tinggi. Timing adalah salah satu kunci keberhasilannya. Visinya adalah jangka pendek. Yang penting beli di harga sekian dan jual di harga sekian.

  6. Accumulator, tokohnya adalah Warren Buffet, Robert Kiyosaki. Mereka suka mengumpulkan aset, menunggu dengan sabar sampai harganya tinggi dan menjual atau mendapatkan cashflow dari aset itu.

  7. Lord, mereka adalah orang yang suka dengan detail, suka menghitung dengan matang dan jeli, pintar merekayasa keuangan. Profil ini diwakili oleh Andrew Carnegie, Laxmi Mittal, Sandiaga Uno dan sebagainya. Mereka bisa membangun kekayaan dengan modal nol.

  8. Mechanic. Orang tipe ini adalah para pembuat sistem dan mengembangkannya. Contohnya adalah Ray Kroc (Mc Donald’s), Sam Walton (Wal Mart) dan sebagainya. Mereka selalu berpikir bagaimana agar sistem bisnisnya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

Profil manakah yang cocok dengan Anda? Silahkan disimak, semoga cepat ketemu, ya….

Sebagai tambahan referensi, silahkan mengklik yang ini:

Semoga sukses!

Jonru

Iklan

11 responses to “Ternyata Saya Seorang Creator!

  1. Saya tidak akan berkomentar mengenai wealth profile (karena saya bukan ahlinya)….
    Memberi catatan sedikit mengenai perjalanan karir Mr. Jonru… sebenarnya yang perlu kita cermati untuk membulai suatu karir adalah memulai untuk mengenal diri kira sendiri…
    Cara yang paling ampuh adalah mencari tau sebanyak mungkin kelemahan diri kita. Dari kecil yang kita gali hanyalah kelebihan diri kita, tanpa disadari begitulah kita mengenaldiri kita (hanya kelebihannya saja)…
    Bagi Mr. Jondru yang mempunyai karakter bebas, tidak mau terikat, sama sekali tidak cocok dengan pekerjaan dengan sistem deadline atau target. Mudah-mudahan apa yang Mr. Jonru pilih saat ini sudah sesuai dengan karakter dirinya…
    Pesan saya STAY FOCUS and COMMIT
    SUKSES untuk anda

    Suka

  2. Ping-balik: blogtda.com » Blog Archive » Ternyata Saya Seorang Creator!

  3. Ping-balik: blogtda.com » Blog Archive » Ternyata Saya Seorang Creator!

  4. Ping-balik: Akhirnya Saya Termotivasi untuk Menjadi Kaya! | Jonru on the Web

  5. Ping-balik: [Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian II) | Jonru on the Web

  6. Pak Jon,

    Kalo boleh saya mau tanya2 dan belajar dari bapak.

    Saya juga mengetahui profil saya seorang creator…namun saya masih belum yakin bagaimana agar saya dapat membatasi diri saya tidak keluar dari jalur creator…mana yang perlu saya lakukan sebagai creator dan mana yang tidak boleh saya lakukan sebagai creator…thanks pak

    Suka

  7. Pak Hendrian: Ini bukan masalah boleh atau tidak boleh, sebab ini bukan aturan hukum, hehehe…

    Intinya, seorang creator biasanya punya banyak ide, dan dia butuh bantuan orang lain untuk meng-eksekusi ide tersebut. Seorang creator juga hanya cocok mengerjakan proyek-proyek pribadi.

    Saran saya: Jangan menerima proyek pesanan dari siapapun walau bayarannya besar.

    Kalau Pak Hendrian belum bisa melepaskan diri dari pekerjaan-pekerjaan yang tidak sesuai dengan “jiwa creator” Anda (misalnya masih terpaksa mengerjakan proyek pesanan), coba dari sekarang mulai berusaha mengarah ke sana. Semua tentu butuh perjuangan dan proses.

    Oke deh, salam sukses ya…

    Suka

  8. Pak Jonru, kisah bapak kok miriip dg kisah saya ya..:)
    Pak Jonru sangat diberkahi Allah SWT karena telah lebih dulu menemukan “jati diri” njenengan. Sementara saya baru menyadari dan mengetahuinya sekarang, hehe..

    Saya baru mengetahui ternyata saya jg seorang Creator.. Dan itu menjawab “semua hal”. Mengapa saya lebih enjoy utak atik blog saya dan nulis di CustomerLadder.. daripada mengerjakan proyek konsultan dari Klien. Saya selama ini jg sering loncat dari satu ide inovasi bisnis ke ide inovasi bisnis lainnya.. (dan sering jengkel sendiri, krn ide blm sepenuhnya tereksekusi, kok sy sudah mau lompat ke eksekusi ide yg lainnya lagi.. hehe..)

    Saya memang baru saja habis tuntas membaca buku “Your Life your Legacy” by Roger Hamilton. Saya penasaran setelah baca sekelumit “Wealth Dynamics Profile” dari buku Financial Revolution pak Tung Desem. Seharian akhirnya saya telusur di internet dan akhirnya nemu juga ebook (yg gratisan hehe..) Roger Hamilton itu.

    Anyway pak, terima kasih sekali atas sharing pengalaman Bapak ini:) kalau ndak keberatan, suatu saat sy ingin bs ngobrol2 dan belajar dr pengalaman bpk yg terlebih dulu merintis jalan dan sukses mengikuti kata hati sbg Creator:)

    Suka

  9. Inspiratif sekali mas Jonru… ini kedua kali saya baca tulisan ini 😀
    Kali pertama membukakan pikiran saya, seperti yang mas Jonru & Pak Roni alami.
    Kali kedua saya ingin melengkapi referensi sebagai bahan gathering di AB Jakarta,14 Nov 09.
    Thanks untuk semuanya ya mas…
    Sukses selalu !

    Suka

  10. Pak Jonru,
    Tulisan di atas benar2 sangat menginspirasi.Sebenarnya saya terantuk di blog ini setelah membaca ebook dari seorang teman.
    Ya, saya suka menulis, walaupun belum mendapat hasil(materi) dari blog ini.
    Murni, hanya sarana menuangkan ide dan pemikiran2 simpel saja. Awalnya,saya menggunakannya hanya untuk tulisan2 yang sangat sederhana namun semakin hari tertuang pekikiran2 lain.Btw, blog saya berbahasa Inggris.
    Jujur, dengan banyak cerita mengenai blog yang menghasilkan uang, saya sangat tertarik. tapi saya sadar ini bukan proses yang instan, ya?Juga, bukan hal yang gampang.
    Oleh karena itu, saya sadar bahwa saya belum bisa berharap dari blog.Toh, sarana menuangkan isi otak saja.
    Akan tetapi, cerita PakJonru di atas benar2 SANGAT KEREN !!Jujur, tidak banyak orang yang bisa seperti Anda.
    Selamat untuk achievement njenengan.

    Best regards

    Spiel

    Suka

  11. hmm kl untuk menulis itu kira2 modal apa lg yang dibutuhkan..dan selama nulis pernah gak pak Jonru ngerasa gak mau baca article yg dah di tulis ndiri hehehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s