Mendadak jadi orang kantoran lagi!


Sejak Selasa, 6 November 2007, tiba-tiba saya jadi orang kantoran lagi. Sangat di luar dugaan.

Saya bukan mencari pekerjaan. Toh saya sudah bertekad untuk total sebagai entrepreneur. Menjadi wirausahawan itu asyik, penuh tantangan, menyenangkan.

Tapi Allah memang sering punya rencana tersendiri bagi hambaNya.

Awalnya, seorang teman bernama A, yang bekerja di sebuah penerbitan, menghubungi saya via Yahoo! Messenger. Katanya kantor dia sedang membutuhkan tenaga freelance yang bisa menggunakan PageMaker.

“O, lagi butuh layouter ya pak?” tanya saya.

“Bukan. Kami sedang giat mendigitalkan buku-buku terbitan kai. Mau dibuat jadi ebook… bla… bla… bla…”

Cerita selanjutnya lebih bersifat teknis, yang sepertinya cukup membosankan bila saya ceritakan.

Intinya, tanpa diduga peluang itu pun diserahkan pada saya. Si teman berkata bahwa penerbit tempat ia bekerja punya sekitar 1.000 judul buku yang akan diubah ke dalam format PDF. Dan saya akan dibayar per judul.

Hm…
Saya sebenarnya sudah tak mau menerima proyek-proyek pesanan, sudah kapok! Tapi, penawaran kali ini benar-benar membuat saya tergoda. Sebabnya:

  • Ini adalah proyek yang sangat bersifat teknis. Saya hanya perlu mengubah file PageMaker menjadi PDF. Itu saja. Biasanya, saya malas mengerjakan proyek-proyek pesanan, karena itu membutuhkan pemikiran, kreativitas, dan sebagainya. Nah, proyek yang ini beda, karena hanya membutuhkan pekerjaan yang sangat teknis. Jadi bagi saya tidak masalah.
  • Bayaran yang saya terima cukup tinggi, dan saya berpikir bahwa mungkin ini merupakan kesempatan bagi saya untuk mengumpulkan modal usaha.

Maka, tawaran itu pun saya terima.

* * *

Beberapa hari kemudian, saya mendapat kabar bahwa si A sakit dan tak bisa melanjutkan pekerjaannya. Diam-diam, dia ternyata merekomendasikan saya untuk menggantikan tugas dia. Maka, salah seorang petinggi di penerbit tersebut pun menghubungi saya.

Dia menawarkan saya pekerjaan itu:

Sebuah pekerjaan yang “gue banget”. Pekerjaan yang membutuhkan keahlian menulis, punya pengalaman dalam mengelola website, bisa desain web, bisa desain grafis.

Oh My God! Sepertinya pekerjaan ini memang benar-benar ditujukan khusus buat saya! Baru kali ini saya mendapat tawaran pekerjaan yang sangat pas dengan keahlian saya.

Saya memang telah bertekad untuk full sebagai entrepreneur, tak mau lagi menjadi pekerja kantoran. Tapi saya merasa sulit menolak tawaran itu. Mungkin karena:

  • Pekerjaan itu sangat sesuai keahlian saya. Di atas sudah saya sebutkan.
  • Bekerja di sebuah penerbitan adalah salah satu obsesi terbesar saya sejak dulu, tapi belum pernah kesampaian. Lalu tiba-tiba, peluang itu datang dengan sendirinya, tanpa saya cari. Memang, saya tidak menjadi editor di sana (sebuah pekerjaan yang sangatg saya idamkan). Tapi tak apalah. Yang penting judulnya “bekerja di penerbit buku”.
  • Saya sudah sangat familiar dengan penerbit tersebut. Selama ini, saya menganggap mereka sebagai salah satu penerbit yang paling profesional di Indonesia. Mereka juga sangat aktif dalam mendukung FLP, organisasi kepenulisan yang saya ikuti.
  • Saya berpikir, mungkin kesempatan ini bisa saya gunakan untuk menambah pengalaman hidup (sebuah alasan yang sempat membuat istri saya tertawa. “Kamu sudah terlalu tua untuk belajar,” katanya. Tapi saya berpendapat bahwa belajar itu tidak mengenal usia. Benar, bukan?).
  • Saya berpikir, mungkin kesempatan  ini bisa saya gunakan untuk memperbaiki diri. Selama ini saya kurang disiplin dalam bekerja, kurang bisa bekerja sama dengan tim. Bekerja di penerbitan tersebut mungkin bisa menjadi ajang latihan yang sangat bagus untuk memperbaiki etos kerja saya.
  • Selama delapan bulan menjadi wirausahawan, ternyata banyak sekali waktu saya yang terbuang percuma. Hanya sedikit waktu yang saya gunakan untuk mengelola bisnis. Dengan bekerja lagi di kantor, mungkin saya bisa lebih mengefektifkan waktu yang ada. Saya sadar bahwa kunci kesuksesan seseorang bukan terletak pada banyaknya waktu yang tersedia untuk meraih sukses tersebut, melainkan pada kepintaran kita dalam mengelola sang waktu. Banyak orang yang super sibuk, punya jadwal yang sangat padat, tapi mereka tetap bisa sukses di segala bidang. Kenapa? Karena mereka pintar mengelola waktu dan me-manage pekerjaan. Saya ingin belajar ke arah sana.
  • Bisnis yang saya kelola saat ini masih dalam tahap perintisan. Dari segi finansial, saya masih berada di area “lampu merah”. Belum stabil. Dalam kondisi seperti ini, mungkin ada baiknya bila saya memiliki penghasilan tetap dari sebuah perusahaan, agar dapur bisa tetap ngebul.

Pertimbangan-pertimbangan di ataslah yang membuat saya akhirnya menerima tawaran pekerjaan di penerbit tersebut. Tapi saya tak mau yang permanen.

Singkat cerita, saya hanya dikontrak selama dua bulan, tepatnya hingga 7 Januari 2008.

“Hanya dua bulan?” seorang staf di penerbit tersebut sempat menanyakan hal itu pada saya, dengan ekspresi wajahnya yang keheranan. Mungkin dia berkata di dalam hati, “Wah, kok cepat banget? Baru kali ini ada karyawan yang dikontrak hanya selama dua bulan.”

“Iya, dua bulan,” jawab saya dengan tenang.

Maka, di sinilah saya sekarang bekerja. Saya mengelola website milik penerbitan tersebut. Kata si bos, jabatan saya adalah webmaster, tapi sebenarnya istilah yang tepat adalah web administrator merangkap content manager.

Hm, kalau dipikir-pikir, jalan hidup saya memang aneh. Sejak dulu, saya selalu diterima bekerja sebagai pengelola website, padahal saya SELALU mencari pekerjaan di bidang penulisan (wartawan, editor, copywriter, dst). Bahkan setelah berwirausaha dan saya sibuk mencari order di bidang penulisan, eh… saya justru kebanjiran order pembuatan website.

Ya, mungkin benar bahwa internet adalah jodoh saya yang sebenarnya. Maka ketika berwirausaha pun, saya lebih memfokuskan diri pada bisnis-bisnis yang berbasis online: internet marketing, sekolah-menulis online, dan entah apa lagi nanti.

Cilangkap, 13 November 2007

Jonru
Karena banyak waktu habis buat ngantor, ngeblog pun harus dilakukan jam 4 pagi, seperti saat ini 🙂

Iklan

19 responses to “Mendadak jadi orang kantoran lagi!

  1. Mas Jonru, wish you all the best.

    Semoga all out terus ya mas. Dan terus bergerak menuju impian dan teruwjudnya keinginan mas.

    Salam sukses.

    Doris Nasution

    Suka

  2. yg penting tetep fun dengan pekerjaan barunya, tp jgn terlena di confort zone katanya sih hehehe.

    gutlak mas

    Suka

  3. Semoga selalu sukses ya mas Jonru…
    aku selalu mendukungmu

    salam,
    faif

    Suka

  4. Jangan lupa dengan nasehatnya mas Brad ya. Kerja kantoran lagi gak papa, asal gunakan untuk mengumpulkan modal, menimba ilmu, dll. Sambil tetap meluangkan waktu untuk bisnisnya ya…

    Suka

  5. Sukses selalu Mas Jonru.
    Semoga tercapai apa yang Mas impikan.

    Salam,
    Chairul

    Suka

  6. yang penting terus bergerak mas 🙂
    btw, sebenarnya ada yg agak mengganjal sih:

    Ini adalah proyek yang sangat bersifat teknis. Saya hanya perlu mengubah file PageMaker menjadi PDF. Itu saja. Biasanya, saya malas mengerjakan proyek-proyek pesanan, karena itu membutuhkan pemikiran, kreativitas, dan sebagainya. Nah, proyek yang ini beda, karena hanya membutuhkan pekerjaan yang sangat teknis. Jadi bagi saya tidak masalah.

    bukannya creator biasanya paling malas kalo diminta ngerjain masalah teknis thok?

    Suka

  7. Pebisnis pemula memang sering dalam kondisi di persimpangan jalan seperti ini. Sering ‘dapur tidak ngebul’ jadi alasan. Saya juga merasakan seperti ini. Bisnis masih kecil ngutang bank susah. Padahal dulu waktu jadi karyawan gampang banget. Modalnya cuma slip gaji. Semoga 2 bulan tidak membuat Bang Jonru keenakan sehingga males jadi TDA lagi. Padahal keputusan menjadi TDA saya yakin perlu keberanian yang mahal harganya.

    Semoga Allah memberikan yang terbaik.

    Suka

  8. Kerja kantoran tidak berarti ga berbisnis. Selagi bisa bagi waktu tidak masalah. Kerja kantoran atau kerja sendiri selama enjoy ya dijalanin saja Mas. Ini rezeki, jangan ditolak apalagi kerjaan sekarang ini kata Mas jonru ‘gue banget’. Maju terus Mas…

    Suka

  9. “Bermimpilah..maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”, Sang Pemimpi, Andera Hirata. Bang Jonru tengah merasakan betapa Allah perlahan-lahan mulai menggamit mimpinya. Selamat dan Barakallah lak!

    tabik
    new blogger! amuaz.wordpress.com

    Suka

  10. Rejeki memang Gusti Allah yang ngatur Mas…
    Dulu saya dari kampung kuliah di keguruan di kota ..ingin jadi guru…ngeliat guru kok gimana gitu
    Eh..kecemplung jadi Salesman jalanan…Ya kita bersyukur lah pada Nya.

    Suka

  11. Rejeki di depan mata…sambar aja mas! hajar … mumpung masih ada kesempatan, utk cadangan devisa di TDA .. he…he…

    salam
    Partisimon

    Suka

  12. rezeki Allah memang unik. datangnya justru di saat yg tidak kita duga-duga. rezeki sudah diukur dan diatur-Nya, 1 pintu rezeki tertutup, maka akan akan dibukakan-Nya pintu rezeki yg lain. tetap semangat!

    Suka

  13. Terbaik buat mas Jonru, keluarga, FLP dan komunitas kita … semua.

    Suka

  14. nyeeee…nyeeettt…emang hebring euuy!!

    G0D BLESS TO AMERICA….with blog!

    Suka

  15. Alhamdulilh, mas kisah yg bisa membuat saya belajar tentang job saya yang masih bekerja juga,… ingin juga menjadi entrepereneur via on line juga…. moga lancar selalu ya, dengan job nya.. oh hiya kita pernah silaturahmi di pesta blogger 2007 kemarn ini blog sya : http://sandimuda.wordpress.com/

    Terima kasih Mas Andri
    Semoga sukses juga buat Anda…

    Suka

  16. Ping-balik: EVALUASI: 2 Bulan Menjadi Pekerja Kantoran (Lagi) | Jonru on the Web

  17. do the best mas Jonru, U inspired me

    thanks Jeng Nana
    Sukses buat Anda!

    Suka

  18. Ping-balik: [Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian III) | Jonru on the Web

  19. kita sukuri aja apa yang Allah berikan ama kita.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s