2007 = Tahun Titik Balik


Tahun 2007 segera berakhir. Karena itu, saya ingin menulis catatan tentang perjalanan hidup saya selama tahun ini.

Boleh dibilang, 2007 bagi saya adalah Tahun Titik Balik . Banyak kejadian bersejarah yang saya alami, kejadian yang sangat penting bagi perjalanan hidup saya.

Karena itu, saya menganggap tahun 2007 sebagai tahun yang sangat bersejarah dan sangat penting bagi saya pribadi.

Tahun 2007 juga menjadi “tahun bisnis” bagi saya . Sepanjang tahun ini, pikiran saya banyak dipenuhi oleh urusan bisnis. Tak heran, tulisan-tulisan di blog saya pun – khususnya beberapa bulan setelah Maret 2007 – didominasi oleh tulisan-tulisan berbau bisnis.

* * *

Awal tahun 2007, tidak ada hal istimewa yang saya alami. Tapi ketahuilah, ada sebuah RENCANA BESAR yang sedang saya persiapkan. Pada tulisan di akhir 2006 yang saya tulis, termuat kalimat berikut:

“Intinya, di tahun 2007 nanti saya ingin banyak berubah!”

Saya memang belum bercerita saat itu. Namun “banyak berubah” yang saya maksud – antara lain – adalah perubahan status dari pekerja kantoran menjadi entrepreneur. Ini adalah salah satu perubahan terbesar dalam hidup saya, dan terjadi pada tanggal 19 Maret 2007.

Pada tanggal itulah, saya resmi berhenti sebagai pekerja kantoran , memulai hidup baru sebagai “orang bebas”. Saya mulai merintis bisnis.

Banyak orang yang bilang bahwa saya berani ketika mengambil keputusan tersebut. Namun saya harus jujur sekarang: Salah satu faktor terbesar yang membuat saya berani adalah karena saya sudah punya rumah sendiri sejak akhir Januari 2007. Alhamdulillah, ini adalah rezeki yang patut disyukuri. Terlebih karena rumah itu kami dapatkan bukan dari “hasil keringat sendiri”, melainkan dibelikan oleh mertua.

* * *

Di masa-masa awal perubahan status menjadi orang bebas, saya menghadapi masalah finansial yang cukup parah. Saya nyaris tak punya uang, membuat saya stress dan jadi jarang tersenyum.

Karena sudah terjun sebagai entreprenur, saya pun mulai mencari mailing list (milis) atau komunitas wirausaha. Maksudnya tentu saja untuk menunjang kesuksesan karir saya yang baru ini.

Tapi ini bukan upaya mudah, sebab sebagian besar milis binis/wirausaha hanya dipenuhi oleh pesan-pesan iklan dan spam yang menjengkelkan.

Alhamdulillah, saya akhirnya berkenalan dengan Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Ini adalah komunitas wirausaha yang sangat menyenangkan. Suasananya akrab dan penuh kekeluargaan. Di komunitas ini, kita tidak banyak berwacana. Yang lebih diutamakan adalah ACTION. Hanya beberapa minggu setelah bergabung di TDA, saya sudah mengikuti lebih dari lima kegiatan. Saya merasa sangat banyak terbantu oleh TDA, komunitas yang sangat luar biasa ini.

Saya bahkan berani berkata:
Hampir semua orang yang berpengaruh besar terhadap hidup saya di sepanjang tahun 2007 adalah sahabat-sahabat saya dari komunitas TDA. Selengkapnya bisa dibaca di sini 🙂

* * *

Secara tak terduga, saya mendapat undangan gratis dari Pak Ikhwan Sopa untuk mengikuti Workshop EDAN , sebuah workshop yang amat penting untuk melejitkan rasa percaya diri, sehingga jalan menuju sukses pun semakin terbuka lebar.

Alhamdulillah, workshop ini menjadi salah satu tonggak bersejarah bagi pengembangan pribadi saya , karena saya berhasil meningkatkan rasa percaya diri saya secara luar biasa.

Karena itu, saya amat merekomendasikan teman-teman semua untuk ikutan Workshop EDAN ini. Benar-benar bagus deh. Anda tak akan rugi. Biayanya memang lumayan mahal, tapi insya ALlah maanfaatnya sangat luar biasa.

Coba lihat perubahan ekspresi saya setelah mengikuti Workshop EDAN. Rasa percaya diri saya yang meningkat drastis membuat AURA wajah saya semakin cerah.

Saya benar-benar merasakan manfaat Workshop EDAN bagi hidup saya. Terbukti, saya jadi berani dan percaya diri untuk menerbitkan buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” (MBIG) secara self publishing. Lalu beberapa bulan kemudian, saya menjual MBIG dalam format ebook. Inilah untuk pertama kalinya saya berjualan ebook.

Setelah itu, masih dengan penuh percaya diri, saya membuka Sekolah-Menulis Online Belajarmenulis.com, sebuh bisnis yang lama saya tunda-tunda, hanya karena saya belum percaya diri. Saya awalnya merasa belum kredibel dan tidak punya kapabilitas untuk mendirikan dan mengelola Sekolah-Menulis Online. Tapi hasil Workshop EDAN membuka wawasan saya. Dari workshop inilah saya sadar, ternyata saya kredibel dan punya kapabilitas. Jadi buat apa saya ragu dan minder?

Setelah menjalankan bisnis MBIG dan Sekolah-Menulis Online, alhamdulillah… masalah finansial saya bisa teratasi. Saya tak lagi stress, karena sudah ada sumber penghasilan yang jelas.

* * *

Secara tak terduga, saya berkenalan dengan Pak Isdiyanto, Pemimpin Redaksi majalah Wirausaha & Keuangan. Dia adalah seorang pengusaha yang sangat cerdas, dan mampu membakar semangat siapa saja dengan ide-idenya yang cemerlang. Dia juga sangat baik dalam berbagi ilmu.

Pak Isdiyanto pulalah yang pertama kali mempertemukan saya dengan Anne Ahira. Hasil pertemuan itu menghasilkan sebuah tulisan saya yang belakangan menimbulkan bahan perbincangan di mana-mana, dan di-copy paste oleh banyak orang:

Anne Ahira, Sebuah Paradoks di Tahun 2007

Lantas, saya pun tertarik untuk segera bergabung dengan Asian Brain, dan mulai menekuni bisnis Internet Marketing secara serius.

* * *

Walau mulai ada “penampakan” kesuksesan dari ketiga bisnis saya (MBIG, Sekolah-Menulis Online dan Internet Marketing), sebenarnya saya sedang ada masalah lain. Sejak berhenti ngantor, saya banyak mengerjakan proyek pesanan, tapi semuanya bermasalah. Ini berawal dari kesalahan saya sendiri yang ogah-ogahan dalam menggarap proyek-proyek yang berbau pesanan.

Jawaban atas masalah ini muncul ketika saya mengikuti konferensi online TDA , dengan nara sumber Pak Badroni Yuzirman. Dari kegiatan inilah, sebuah momen bersejarah lainnya dalam hidup saya tergelar lagi. Saya menemukan wealth profile saya.

TERNYATA SAYA SEORANG CREATOR!!!

Maka, saya pun dengan tegas dan penuh percaya diri mengucapkan selamat tinggal pada proyek-proyek yang berbau pesanan.

Dan betapa bahagianya karena Pak Roni mengucapkan selamat secara khusus kepada saya.

* * *

Di luar dugaan, sahabat saya Dudun mulai tertarik untuk bekerja sama dengan saya dalam penyelenggaraan pelatihan penulisan. Ini merupakan suntikan segar bagi bisnis saya. Sebelumnya, saya sangat sulit mencari mitra bisnis. Kini, saya merasa bahagia dan bersyukur, karena sudah menemukan orang – Dudun – yang cocok bekerja sama dengan saya. Kami – bersama Pak Hidayat, seorang sahabat kami dari TDA – pun mulai serius mengadakan acara pelatihan penulisan. Event pertama yang kami selenggarakan adalah Workshop Writerpreneurship & Kiat Menjadi Penulis Best Seller tanggal 8 September lalu di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta.

Momen menggembirakan lainnya, situs PenulisLepas.com yang saya kelola sejak tahun 2001 lalu, untuk pertama kalinya mendapatkan penghasilan dari iklan. Alhamdulillah. Akhirnya situs ini bisa saya andalkan untuk mendukung bisnis saya. Walau PenulisLepas.com adalah portal komunitas yang nonprofit, saya mulai merasakan bahwa kehadiran situs ini berperan besar sebagai supporting bagi bisnis-bisnis yang saya jalankan.

* * *

Seperti yang saya sebutkan di atas, saya banyak menulis artikel tentang bisnis sejak Maret 2007 lalu. Hal inilah – agaknya – yang membuat saya mendapat kejutan yang benar-benar di luar dugaan: Pada ajang Pesta Blogger 2007, blog saya – Jonru.Net – menjadi nominator blog terbaik untuk kategori Online Marketing and Sales.

Alhamdulillah… prestasi ini merupakan amanah tersendiri bagi saya, agar saya semakin sering membuat tulisan-tulisan yang berkualitas mengenai bisnis online. Saya akan berusaha mengemban amanat ini sebaik-baiknya.

Di tengah berbagai anugerah yang saya dapatkan, tiba-tiba sebuah cobaan menimpa saya. Batal jadi juri KLA 2007. Ini adalah pengalaman berharga yang membuat saya banyak merenung dan intropeksi diri.

Lantas, muncul cobaan lainnya. Google adsense saya diblokir. Padahal, hanya beberapa hari sebelumnya, saya bergembira karena jumlah penghasilan saya sudah mencapai 100 dolar. Angka 100 dolar ini menunjukkan bahwa saya akan segera mendapat kiriman cek. Tapi kini semua itu tinggal kenangan 😦

Hm, saya tak terlalu sedih, karena masih banyak sumber penghasilan lain di internet. Google Adsense hanya satu di antaranya.

* * *

Ketika lagi asyik-asyiknya menikmati hidup sebagai orang bebas, tiba-tiba secara tak terduga, saya menjadi orang kantoran lagi.

Terus terang, saya sama sekali tidak merasa enjoy dengan status yang benar-benar di luar dugaan ini. Saya merasa lebih bangga sebagai pebisnis. Karena itu, saya malas menyebut diri saya sebagai karyawan. Saya bahkan merasa aneh dengan istilah “berangkat ke kantor”.

Ternyata dunia kantoran sudah begitu asing bagi saya. Saya merasa itu bukan dunia saya lagi. Akibatnya: Saya tak bisa sepenuh hati dalam menjalani hidup di lingkungan kantor.

Berita baiknya, status sebagai pekerja kantoran ini -Insya Allah – hanya akan berlangsung hingga 7 Januari 2008 nanti. Setelah itu, insya Allah saya akan kembali total sebagai entrepreneur. Saya akan menekuni bisnis saya secara sungguh-sungguh, berjanji tak mau lagi tergoda untuk menerima proyek pesanan atau menjadi orang kantoran. Enggak lagi deh, TOBAAAAATTTTTTTTTT!!!!!

Kini, sambil menunggu akhir masa kantoran saya 7 Januari 2008 nanti, saya mulai membuka lagi Sekolah-Menulis Online angkatan 2. Saya berharap, kegiatan yang satu ini akan menjadi salah satu KESIBUKAN UTAMA saya setelah mengucapkan selamat tinggal pada dunia perkantoran.

Mohon doanya ya, semoga berhasil 🙂

Artikel Terkait:
Orang-orang yang BERPENGARUH BESAR terhadap Hidup Saya di Tahun 2007

Cilangkap, 9 Desember 2007

Jonru

 

Iklan

20 responses to “2007 = Tahun Titik Balik

  1. Ping-balik: Orang-orang yang Berpengaruh Besar terhadap Hidup Saya di Tahun 2007 | Jonru on the Web

  2. Berubah menjadi yang lebih baik bukan tiba-tiba tetapi seiring dengan setiap hembusan napas.

    Salam,

    Elfarid
    Penjaga Sanggar Mepet Sawah

    Terima kasih banyak Mas Farid

    Suka

  3. Secara khusus saya mengucapkan terimakasih pada mas jonru yg telah mengisnpirasi saya untuk lebih bersyukur, apapun yg Allah berikan

    Karena hal2 diatas bisa jadi dianggap biasa saja oleh sebagian orang, tapi dianggap sebagai hal yg luar bisa bagi orang yg bersyukur

    Syukron Jaziilan from Bandung

    Alhamdulillah bila tulisan ini bermanfaat bagi Kang Agah

    Semoga sukses ya….

    Jonru

    Suka

  4. Ping-balik: Jangan Remehkan Bisnis Recehan « Business and Beyond By Badroni Yuzirman

  5. Salam kenal Pak Jonru,

    Saya sangat terharu membaca testimonial Bapak karena saat inipun saya juga terpaksa kembali menjadi pegawai alias TDB lagi karena usaha yang telah saya rintis belum menunjukkan hasil. Tapi insya Alloh, setelah tahu ada yang pernah senasib dengan saya, saya termotivasi kembali untuk tetap semangat. Terima kasih.

    Tyas
    http://ningty.blogspot.com

    Salam kenal juga Mbak Tyas…
    Tetap semangat ya..
    Dan semoga sukses!

    Suka

  6. selamat ya pak….
    alhamdulillah…. dibalik semua cobaan insya alloh banyak berkah, tetap keep semangaat…. kayaknya saya juga seperti bapak, sangat bosan dan ogah2an dengan project pesanan yg nilainya lumayan looooh puluhan juta, tpai kok ogah ya? saya lebih seneng ngurusin toko offline dan online saya di grosir baju muslim.. padahal cuma bisnis ‘recehan’ kalo pak Rony bilang….
    tapi insya alloh kita sama-sama diberikan kelimpahan barokah ya pak, dan sukses terus usahanya…amin
    wassalam,
    bunda aysar
    grosir baju muslim

    terima kasih Bu atas komentarnya
    Sukses untuk Anda!

    Suka

  7. sukses selalu pak.

    Terima kasih Pak Dwi… 🙂

    Suka

  8. assalamualaikum
    wah hebat banget, Mas Jonru! Gua juga mau seperti itu, tapi masih belum berani ambil resiko 😛 nti, lah kalo udah mantep dan udah berani, gua juga mo jadi pebisnis.
    Smangat selalu Mas!!

    Waalaikumsalam
    Kasih…
    Kalau kita khawatir, kekhawatiran kita itulah yang nanti akan terwujud.
    Karena itu, coba optimis deh. Yakin aja bahwa rezeki sudah ada yang mengatur. Ini juga sebenarnya MODAL UTAMA saya ketika resign dulu. Dan hasiilnya??? Alhamdulillah… keyakinan saya terbukti.

    Oke deh, semoga sukses ya…

    Jonru

    Suka

  9. Ping-balik: Jangan Remehkan Bisnis Recehan « Jayalah Indonesiaku

  10. Mas Jonru Sampeyan memiliki occupational interest yang mendukung karir Anda.
    Tidak banyak orang yang memiliki hal ini,karena kadang kebutuhan lebih penting dari minat kita.
    Semoga sukses di tahun 2008

    Salam Kenal

    Simbahe, salam kenal 🙂

    Sebenarnya setiap orang bisa memiliki “occupational interest yang mendukung karir”
    yang penting kita mau berusaha untuk mewujudkannya.

    salam sukses ya!

    Suka

  11. Ping-balik: Jangan Remehkan Bisnis Recehan — Kebebasan Finansial

  12. Salam hangat dari Makassar,

    Sori ada sedikit yg melenceng….saya pengin “curhat” ke teman2 pengusaha……dan mungkin ini forum yg salah…he..he……Tp mungkin saja….

    “…..begini awal ceritanya-Awalnya saya antusias memulai bisnis jaringan kedai yg saya rintis (konsep dan ide dari saya) dengan dua orang teman pd nop 2006, sampai dengan desember 2007 sdh ada 35 outlet tersebar sebagian besar di jawa timur (sempat omzet menyentuh 98jt/bulan dg margin 16-18jutaan)……sampai timbul petaka “saling klaim” dan saya kebetulan pd Mei 2007 hrs pindah tugas ke Makassar, padahal bisnis banyak di Jawa (timur), bisa dibayangkan terjadi “penjarahan besar2an” dalam artian saya “terdepak” dengan sukses….saat ini saya mengelola 12 kedai….dan praktis Omzet 40jtaan masih terlalu banyak yg harus dibennahi….Padahal amat sangat prospektif, masalahnya susah mencari partner yg amanah dan bagaimana “krisis komunikasi” dapat memulihkan semangat dan optimisme…..! Saya sangat putus asa, bagaimana menyelamatkan usaha yg “penuh pengorbanan” dan saya awalli dengan niat mulia melibatkanmasyarakat yg belum beruntung(terbukti saat ini ada 64 pekerja yg membantu di 12 outlet)….Saya sangat berharap ada ide2 dan siapa tau ada teman di TDA yg bs kasih support (pos di Jawa Timur/Sby/Probolinggo or others). Karena nggak mungkin saya bisa ngurus langsung dr Makassar…..

    Thx…sy mohon sumbang saran dan ide2 gila…..dr teman2.

    Puji Wiyono-puji_we@yahoo.co.uk or kedai.icecream@gmail.com

    Pak Puji…
    maaf bila komentar saya terlalu telat ya…
    Ikut prihatin atas nasib anda, semoga sekarang masalahnya sudah teratasi ya.
    Coba share saja di milis TDA. Saya yakin banyak teman yang bersedia memberi solusi.

    Suka

  13. Selamat mas dan salam kenal dari Bali.

    God bless you and wish you all the best.

    Thanks Made
    Salam kenal juga!

    Suka

  14. Ping-balik: Pelatihan Dahsyat: Cara E.D.A.N Menjadi Penulis HEBAT! | PenulisLepas.com

  15. Ping-balik: Pelatihan "Cara E.D.A.N Menjadi Penulis Hebat" Jilid 2 | PenulisLepas.com

  16. Its so nice to see this good information in your post, I was looking the same which you post on blog, thanks now I have the thing which I was looking for, regards.

    Suka

  17. Nice Post, semangat bro!!

    Suka

  18. Saya sangat senang membaca cerita TITIK BALIK anda, mudah2n saya bisa segera sampai pada titik balik juga…sudah 5 tahun saya tidak ngantor…sudah berbagai macam usaha sdh saya coba…dan sekarang saya ingin fokus menjadi writer lalu menjadi writerpreneur…amien

    Suka

  19. Nice info, thanks .

    Sukses selalu Pak Jonru…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s