Berjualan di internet tanpa harus menjadi spammer


Ternyata, masih ada segelintir orang yang mengidentikkan internet marketing sebagai kegiatan yang berbau spam. Mereka berpikir semua aktivitas internet marketing pastilah dilakukan dengan spamming. Maka, para internet marketer adalah spammer sejati.

Benarkah demikian?

Saya akan menjawab argumen ini dengan “membocorkan” beberapa strategi yang biasa dilakukan oleh para internet marketer. Saya akan mulai dengan sebuah analogi.

Misalkan si A adalah orang yang tidak punya minat sedikit pun terhadap sepakbola. Lalu suatu hari, saya mengirimi dia email berbunyi, “Halo A, kamu mau mendapatkan kaos David Beckham asli, lengkap dengan tanda tangan eksklusif darinya? Hanya Rp 199.000. Bila tertarik, silahkan menghubungi saya di….”

Apakah si A akan senang membaca email saya? PASTI TIDAK! Justru, dia mungkin akan mengadukan saya ke pihak yang berwajib dengan tuduhan “melakukan kegiatan spam”.

Sebaliknya, si B adalah seorang fans berat Davib Beckham. Dia juga saya kirimi email yang sama.

Apakah si B akan senang membaca email saya? Saya jamin, dia bukan hanya senang. Dia bahkan akan berterima kasih pada saya. Dia mungkin segera menghubungi saya dan berkata, “Saya ingin segera mendapatkan kaos tersebut. Bisakah? Besok saya transfer uangnya, ya.”

* * *

Di dunia internet marketing, salah satu hal yang kita pelajari adalah “bagaimana caranya agar kita bisa menawarkan produk pada orang yang tepat, yakni pada orang-orang seperti si B”. Nah, untuk “bertemu” dengan orang-orang seperti si B ini, kita bisa melalukan upaya-upaya tertentu.

Berikut sebuah contohnya:

Saya membuat sebuah situs mengenai David Beckham. Saya mengisinya dengan artikel, berita, info dan konten-konten lainnya seputar David Beckham. Segala sesuatu mengenai David Beckham, dari A hingga Z, tersedia di situs ini secara lengkap.

Maka dapat dipastikan, para fans berat David Beckham akan mencintai situs saya.

Ketika sebuah situs tampil dengan tema yang spesifik, dengan pengunjung setia yang juga spesifik, maka inilah yang disebut sebagai situs NICHE.

Bila Anda sudah berhasil membangun sebuah situs NICHE, maka yakinlah bahwa anda akan sangat mudah berjualan apa saja lewat situs ini, asalkan produk/jasa yang anda tawarkan masih berhubungan dengan tema situs tersebut.

Misalkan pada situs David Beckham yang saya buat(*), saya akan dengan amat mudah mengiklankan produk dan jasa apa saja yang masih berhubungan dengan David Beckham: Kaos, stiker, topi, wallpaper, dan sebagainya. Para pengunjung situs ini akan sangat tertarik untuk menyimak penawaran-penawaran dari saya. Walau mereka tidak pernah membeli, yang jelas mereka tak akan pernah merasa terganggu oleh pesan-pesan iklan yang saya hadirkan di layar komputer mereka.

Bahkan bila saya mengirim email kepada para anggota situs ini, berisi penawaran kaos David Beckham dengan harga khusus dan tanda tangan eksklusif, mereka tak akan pernah menyebut saya spammer(**).

* * *

Pembuatan situs NICHE hanyalah satu di antara strategi internet marketing yang dapat diterapkan. Contoh lainnya masih banyak. Namun intinya, para interner marketer berfokus pada aktivitas dan strategi untuk memastikan bahwa yang menjadi target market mereka adalah orang-orang seperti si B.

Spammer adalah orang-orang bodoh yang bertindak sebaliknya. Mereka tidak peduli apakah kita termasuk si A atau si B. Mereka mengirimi penawaran iklan ke sembarang tempat, termasuk di tempat-tempat yang dilarang untuk beriklan, atau di tempat-tempat yang sangat tidak kondusif untuk beriklan.

Banyak di antara spammer ini yang juga berprofesi sebagai internet marketer. Dan perilaku mereka telah mencoreng nama baik internet marketing yang sebenarnya sangat netral.

* * *

Jadi, tentu sekarang sudah jelas, bukan? Intenet marketing sama sekali tidak identik dengan spam. Masih banyak strategi yang bersih, sopan dan elegan untuk berjualan lewat internet, tanpa harus menjadi spammer.

Cilangkap, 9 September 2007

Jonru
Internet marketer yang sangat antispam

Keterangan:

(*) Ingat lho, ini hanya contoh. Saya saya sekali belum pernah membuat situs David Beckham. Saya juga bukan penggemar sepakbola, dan tentu saja tidak ngefans pada David Beckham.

(**) Email seperti ini biasa disebut newsletter atau opt-in list. Agar newsletter Anda tidak terjebak menjadi ajang spammer, pastikanlah:

  • Para anggota mendaftar atas kesadaran/kesediaan mereka sendiri, bukan karena email mereka Anda daftarkan tanpa mereka ketahui.
  • Ada fitur yang memungkinkan setiap anggota untuk berhenti berlangganan, dengan cara yang mudah dan otomatis (bukan sistem manual).
Iklan

7 responses to “Berjualan di internet tanpa harus menjadi spammer

  1. Setuju mas.

    Jualan di Internet itu banyak sekali cara promosinya. Dan jika target nya tepat, maka nggak spam lah.

    Betul Mas Koes
    Thanks ya atas masukannya 🙂

    Jonru

    Suka

  2. Ping-balik: Bisnis Online vs Penghasilan Online | Jonru on the Web

  3. Bila Anda tidak mempunyai sumber daya yang memadai maka niche marketing sesuai dengan dengan usaha Anda selain salah satu cara untuk menghadapi perusahaan besar. Gerilya marketing atau pemasaran gerilya adalah cara lain dan cocok untuk usaha kecil. Untuk mengetahui lebih lanjut cari di google atay yahoo dengan keyword “gerilya marketing”

    Untuk melihat contoh situs dengan prinsip “niche marketing” kunjungi http://interiorkantor.com

    Suka

  4. SPAMMERS GO TO HELL!!!
    Iya nih saya bosen banget di spam marketer2 gadungan kaya gitu, eh ada yang tau ga gimana cara ngaduin email2 sampah kaya spam itu? biar kapok sekalian!

    Suka

  5. Ping-balik: Ebook “Cepat Kaya dari Internet”, Layakkah Dibeli? « Jatmiko Indriyanto College

  6. Benar sekali Pak, antara spam dan bukan memang terkadang batasnya tipis sekali. Kalau menurut saya mungkin ketika kita menawarkan sesuatu yang membuat orang tidak nyaman atau menawarkan secara berulang kali pada orang yang tidak berminat itulah spam.

    Suka

  7. Wahh,,, pak jonru ini mantap sekali membuat artikel diatas,,, dibahas secara gamblang.. dan saya setuju dengan pendapat anda di artikel ini,,, dengan membuat situs niche,,, konsumenlah yang datang kepada kita karena mereka membutuhkan produk yang kita tawarkan ,,, bukan sebaliknya,,, ok pak ,,,, lanjutkan,,,, saluut…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s