Kiat Menemukan Bisnis yang GUE BANGET


Bila ada waktu, coba Anda dekati para tukang parkir, satpam, offilce boy, atau pekerja-pekerja kelas bawah lainnya. Ajak mereka bicara dengan akrab. Setelah sekitar 30 menit ngobrol, kemungkinan besar Anda akan mendengar pertanyaan seperti ini, “Pak, ada lowongan enggak?”

“Emang Abang mau cari pekerjaan baru? Kan udah enak kerja di sini.”

“Ah, gajinya kecil, Pak. Enggak cukup buat keluarga. Kerjanya juga berat. Kalau ada pekerjaan yang lebih baik, kabari saya ya, Pak.”

* * *

Sejujurnya, saya sudah sangat sering terlibat dalam pembicaraan seperti itu. Intinya, mereka TIDAK MENIKMATI pekerjaan mereka. Mereka tidak happy. Tapi mereka tak punya pilihan lain, karena asap dapur harus tetap ngebul.

Saya yakin, banyak orang yang berstatus pekerja kantoran, berpenampilan keren, dan berkantor di gedung-gedung bertingkat di kawasan Segitiga Emas Jakarta, pun merasakan hal yang sama. Hampir semua mereka TERPAKSA melakukan pekerjaan yang tidak mereka sukai. Satu-satunya alasan mereka bertahan adalah UANG.

Maka tak heran, ada begitu banyak pekerja kantoran yang langsung tergiur bila ada tawaran bekerja di perusahaan lain dengan gaji yang lebih besar. Mereka pun pindah ke sana dengan sukacita.

Tapi setelah itu? Apakah mereka benar-benar bahagia? Ternyata tidak juga. Gaji yang lebih besar ternyata tidak bisa menjamin kebahagiaan mereka. Mereka tetap harus melakoni pekerjaan yang sebenarnya kurang mereka sukai.

* * *

Sementara itu, ada pula orang yang mengalami hal sebaliknya. Mereka bekerja di sebuah perusahaan yang sangat kecil, jabatannya pun sangat rendah. Gaji mereka pun tak kalah kecil. Tapi mereka merasa sangat senang.

Kenapa?

“Sebab saya memang senang melayani orang lain. Saya senang berhadapan dan berkomunikasi langsung dengan sebanyak mungkin manusia. Jabatan sebagai teller di perusahaan kecil ini benar-benar sesuai dengan kesenangan saya.”

* * *

Ternyata, sumber kebahagiaan bagi siapa saja bukanlah uang. Sumber kebahagiaan bagi seorang pekerja bukanlah gaji yang besar. Sumber kebahagiaan bagi seorang pebisnis bukanlah profit yang berlipat-lipat.

Salah satu sumber kebahagiaan adalah ketika Anda bisa mencari uang dari sesuatu yang merupakan hobi atau kesenangan Anda.

Coba bayangkan bila ada orang yang hobinya mengepel lantai, mencuci piring, menyediakan minuman bagi orang lain, dan membereskan rumah, maka ia akan sangat senang bila diberi pekerjaan sebagai office boy atau pembantu rumah tangga, walau gajinya sangat kecil.

* * *

Kini dalam konteks bisnis, saya ingin mengajak Anda semua untuk berpikir sejenak. Bila saat ini Anda masih bingung harus terjun ke bisnis apa, cobalah perhatikan diri Anda baik-baik. Ajukan tiga pertanyaan sederhana ini pada diri Anda sendiri:

1. Apa hobi saya? (memancing? baca buku? mendengarkan musik? wisata kuliner? atau apa?)

2. Apa kesenangan saya? (membantu orang? diperhatikan oleh semua orang? berdebat? melayani dan membuat senang orang lain? atau apa?)

3. Pekerjaan apa yang bisa membuat saya rela mengerjakannya secara all out, padahal tak ada penghasilan atau bayarannya sam sekali, bahkan saya harus mengeluarkan banyak uang untuk melakukan pekerjaan itu?

Bila Anda sudah menemukan jawaban atas ketiganya, selamat! Saya yakin, Anda telah menemukan sesuatu yang Anda cari selama ini.

Saya akan mencoba memberikan contoh kasus pada diri saya sendiri:

1. Saya seorang penulis, dan tentu saja sangat suka menulis.

2. Saya senang berbagi. Setiap kali saya mendapatkan ilmu baru, saya langsung tidak sabaran untuk segera membagi-bagikannya kepada orang lain.

3. Saya sudah kecanduan internet.

Dari ketiga fakta di atas, alhamdulillah saya kini menemukan sebuah bisnis yang benar-benar cocok dengan diri saya, bisnis yang benar-benar GUE BANGET. Bisnis yang saya maksud adalah:

Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com

Kenapa bisnis ini cocok buat saya? Karena:

1. Ini adalah bisnis di bidang penulisan, sesuai “hobi” (*) saya.

2. Lewat bisnis ini, saya bisa menyalurkan kesenangan saya, yakni semangat untuk berbagi kepada semua orang.

3. Ini adalah bisnis yang berbasis online, sesuai dengan diri saya yang sudah kecanduan internet.

Jadi boleh dibilang, bisnis Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com bagi Jonru memang benar-benar GUE BANGET.

Karena GUE BANGET, ini adalah bisnis yang saya jalankan bukan semata-mata karena mencari uang. Seandainya ada peluang bisnis yang lebih menjanjikan, profitnya 1.000 kali lebih besar, apakah saya akan meninggalkan Sekolah-Menulis Online tersebut?

Insya Allah tidak. Karena bagi saya, bisnis yang satu ini bukan sembarang bisnis. Bila saya meninggalkannya, itu artinya saya meninggalkan sesuatu yang sangat saya senangi, sesuatu yang sangat saya cinta.

* * *

Nah, sekarang giliran Anda yang bertugas untuk menemukan bisnis apa yang paling GUE BANGET bagi Anda.

Kalau sudah ketemu, cobalah untuk mulai FOKUS dan BEKERJA KERAS. Persiapkan diri sebaik-baiknya (modal uang, jaringan, keahlian, dan sebagainya), agar suatu saat nanti Anda bisa menjadikan hobi dan kesenangan tersebut sebagai sumber penghasilan utama.

Bila hal ini terwujud, percayalah! Itu akan menjadi salah satu sumber kebahagiaan dalam hidup Anda!

Cilangkap, 22 Februari 2008

Jonru

NB:

1. (*) Sebenarnya, bagi saya menulis bukan hobi. Menulis adalah bagian dari gaya dan pilihan hidup saya. Saya menyebut “hobi” di sini hanya untuk kepentingan praktis saja.

2. Anda mungkin perlu membaca artikel lain karya Pak Roni Yuzirman, yang temanya lebih kurang sama dengan tulisan ini. Klik di sini.

 

Iklan

19 responses to “Kiat Menemukan Bisnis yang GUE BANGET

  1. Hi Bung Jonru…
    Saya setuju dengan pendapat bung (hehehe…kok rasanya aneh pake bung-bung segala).
    Saya ini Sarjana Ekonomi tapi entah mengapa, selalu merasa bahwa menulis adalah panggilan saya. Bahkan, waktu kuliah, saya mendapatkan penghasilan yang lumayan dari menulis karya tulis ilmiah jadi saya pikir, setelah saya lulus (saya lulus desember), saya akan memberi waktu bagi diri saya selama setahun untuk mencoba menghidupi diri sendiri dengan menulis. Mulanya beraaaaat sekali,bung. Rasanya mau menyerah saja dan segera bekerja di kantor karena karya-karya saya banyak ditolak sampe kadang-kadang saya merasa kalo saya nggak berbakat menulis. Tapi, bagaimanapun juga, saya harus mencoba karena di saat saya tua nanti, saya tak mau menyesali diri terus-terusan karena saya meninggalkan dunia menulis.Jadi, tolong doakan saya ya,bung.Mudah-mudahan saya bisa segera menjadi penulis

    Mbak Ivana.. salut atas semangat anda
    memang seharusnya seperti itu
    untuk jadi penulis, langsung saja mulai menulis, khususnya blog
    tak perlu menunggu apapun

    semoga sukses ya!

    Suka

  2. Assmlkm.wr.wb – Pak Jonru yth. Jujur saya katakan bahwa saya termasuk kriteria dari orang yang bapak sebutkan di atas.
    ——————————————————–
    Saya yakin, banyak orang yang berstatus pekerja kantoran, berpenampilan keren, dan berkantor di gedung-gedung bertingkat di kawasan Segitiga Emas Jakarta, pun merasakan hal yang sama. Hampir semua mereka TERPAKSA melakukan pekerjaan yang tidak mereka sukai. Satu-satunya alasan mereka bertahan adalah UANG.
    ——————————————————–
    Saya ingin sekali untuk sharing banyak hal terutama yang berkaitan dengan dunia menulis. Pak Jonru, cita-cita saya yang belum kesampaian saat ini, adalah menjadi PENULIS, serta memiliki bisnis sendiri seputar BUKU dan hal-hal yang berkaitan dgn transfer knowledge.
    Alhamdulillah tanpa disengaja beberapa minggu yang lalu saya menemukan situs pak Jonru, yang kebetulan memang pakarnya di dunia tulis-menulis.
    Kembali pada cita-cita yang belum terealisir di atas. Bahwasanya keinginan saya untuk menjadi penulis tidak semata-semata untuk mendapatkan materi (paling tidak idealisme untuk saat ini),tetapi pada keinginan untuk mencurahkan sebuah karya intelektual yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Entah kenapa setiap kali membaca buku karya orang lain, atau melihat tulisan-tulisan orang yang bagus seperti tulisan-tulisan pak Jonru misalnya, saya selalu membatin seharus saya bisa menuangkan gagasan seperti mereka.
    Telah banyak upaya saya untuk menstimulus ke arah sana. Pertama saya suka membaca & mengkoleksi buku,artikel, buletin dan terkadang menuturkan kembali kepada orang lain. Kedua; sudah memiliki beberapa buku kiat menulis sebagai penuntun, Ketiga; sudah pernah mengikuti semacam workshop jurnalistik, tetapi pertanyaannya…
    MENGAPA KEGIATAN MENULIS BELUM JUGA TERWUJUD? serta BISNIS APA YANG COCOK Saya lakoni.
    Membaca tulisan bapak di atas saya kembali tergugah untuk bangkit dari tidur panjang saya selama ini. Paling tidak 3 poin dari contoh kasus pak Jonru, saya memiliki dua di antaranya. yaitu :
    ——————————————————–
    1. Saya senang berbagi. Setiap kali saya mendapatkan ilmu baru, saya langsung tidak sabaran untuk segera membagi-bagikannya kepada orang lain.

    2. Saya sudah kecanduan internet.
    ——————————————————–
    Lalu dengan modal dua hal di atas, saya mohon input dari Pak Jonru, apa yang terbaik saya lakukan saat ini dan bagaimana caranya untuk menumbuhkan keberanian untuk menulis tersebut. Saya mohon pencerahan dari Pak Jonru. Terimakasih sebelumnya.

    Suka

  3. Waalaikumsalam…
    Pak Rizqi.. salam kenal dari saya

    Ada sebuah pepatah bijak:
    “Take Action Miracle Happen
    No Action No Happen”

    Jadi intinya adalah ACTION

    Saya kira, untuk jadi penulis itu sangat gampang. Langsung saja menulis.

    Sekarang ada blog. Pak Rizqi bisa langsung ngeblog dan mulai praktek menulis dari sana.

    Dulu, saya juga mengawali semuanya dengan cara seperti itu.

    Saran saya, kerjakan saja hal2 yang sesuai dengan hobi dan keinginan Pak Rizqi. Tekuni dengan sungguh-sungguh, penuh dedikasi dan berkelanjutan.

    Insya Allah nanti jalannya akan ketemu sendiri kok. Saya sudah mengalaminya.

    Semoga sukses ya!

    Jonru

    Suka

  4. Terima kasih atas tanggapannya dan saran Abang akan saya coba. Perkembangan selanjutnya akan saya kabari kembali bang ya, selalu saya kata anda ACTION sekarang juga.
    sukses selalu untuk bang Jonru.
    Rizqi

    Suka

  5. Ping-balik: [Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian III) | Jonru on the Web

  6. Mas Jonru … salam kenal … saya suka sekali tulisan ini, bahkan banyak yang anda tuliskan juga terjadi dalam hidup saya … terus berkarya Mas … and keep on blogging … oh ya, ada foto kita nih sewaktu pesat blogger 2007 yang lalu … saya yang berdiri di tengah pakai jaket dengan kaos orange …

    Suka

  7. Assalamu’alaikum Mas Jonru. Salam kenal, baru sekali saya masuk di website ini *iseng googling dengan kaeyword kiat jadi pekerja sukses*, saya langsung suka dengan tulisan ini. Benar-benar memberi pencerahan :). Apalagi jika saya dapat membaginya pada rekan2 saya para pekerja freelance. saya ingin minta izin untuk menampilkan sebagian tulisan anda ini dalam blog kami tanpa merubah apapun dan kami akan sertakan link halaman website anda. sebelum anda menyetujuinya sebaiknya mampirlah ke blog kami, agar mas Jonru tahu alasan kenapa kami ingin memuat tulisan anda.
    Terimakasih sebelumnya. kami tunggu jawabannya mas Jonru.
    wassalamu’alaikum wr wb

    Suka

  8. salam kenal..

    jadi inti dari tulisan dan pertanyaan kepada diri sendiri tadi adalah tekun dan ulet.

    Suka

  9. Ping-balik: Ingin Menemukan Lentera Jiwa? Ini Kiatnya! | Jonru on the Web

  10. alo bangsat…
    penipu dan gila uang

    Suka

  11. @Riri: thanks ya atas fotonya

    @imadawwas: Silahkan, dengan senang hati. Semoga bermanfaat ya

    @kitong: salam kenal juga.

    Suka

  12. yang mengatakan saya bangsat dan penipu:
    Kalau berani, coba tunjukkan jadi diri Anda yang sebenarnya. Jangan bersikap banci dengan menggunakan nama samaran 🙂

    Kalau butuh klarifikasi, Anda bisa menghubungi saya. Nomor telepon & email saya tercantum di bagian kanan-atas halaman ini.

    Suka

  13. salam kenal abang… saya menemukan blog abang ini hari ini lewat TDA yahoogroup. saya salah satu yang ngantor karena uang… sukses selalu abang. saya sedang mencari apa sih maunya saya ini.. silakan mampir di blog Rika ya. nti kasi saran buat rika ya bang… thx, GBU

    Suka

  14. Ping-balik: Tentang Kemerdekaan, Kebahagiaan Sejati, dan Sebuah Website | Jonru on the Web

  15. Terima kasih banyak atas pencerahannya! Sepertinya saya sudah menemukan bisnis yg cocok… Hanya masih belum fokus, dan belum bekerja keras… Semoga ke depannya akan lebih baik 🙂

    Suka

  16. HUWAAA~
    saya tercerahkan >o<
    terima kasih Pak Jonru ^^

    Suka

  17. Ping-balik: [Pernyataan Resmi] Saya akan Berhenti Mengelola Writers Academy | Jonru Ginting

  18. Ping-balik: Kilas Balik: Dapur Buku Genap Berusia 1 Tahun (Bagian I) | Jonru Ginting

  19. ada ga pa pekerjaan jadi jasa pengetikan di interniet yang benar-benar menghasilkan,? kalo ada mungkin boleh saya minta alamatnya,.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s