[Kiat Sukses] Jadilah Orang yang Menguntungkan!


Ide awal tulisan ini berasal dari ucapan Pak Mario Teguh dalam acara Business Art di O Channel beberapa waktu lalu. Pak Mario bilang, pribadi yang disukai oleh semua orang adalah pribadi yang menguntungkan. Sebuah penjelasan yang sangat singkat, padat, namun penuh makna. Lantas tadi malam (10 Juni 2008), saya berkunjung ke rumah seorang sahabat – pengusaha bernama Pak Arief. Ada ucapan dia yang membuat saya teringat lagi pada ceramah Pak Mario Teguh, dan menggerakkan saya untuk menulis artikel ini.

Bila Anda adalah seorang karyawan, maka perusahaan tempat Anda bekerja akan mati-matian mempertahankan Anda (bahkan mungkin menaikkan gaji Anda tiga kali dalam setahun – seperti yang pernah dialami Tung Desem Waringin), bila mereka menganggap Anda adalah karyawan yang menguntungkan. Kehadiran Anda di perusahaan tersebut mungkin membuat profit perusahaan meningkat tajam, atau membuat para staf lebih bersemangat dalam bekerja. Dalam versi Aa Gym, Anda adalah tipe “karyawan wajib”, yakni karyawan yang sangat dirindukan kehadirannya dan sangat disesali kepergiannya.

Namun makna “menguntungkan” di sini tidaklah selalu identik dengan materi. Sebagai contoh, coba renungkan persahabatan Anda dengan seseorang yang sangat dekat dengan Anda, bahkan sudah seperti saudara, padahal Anda berdua tak punya hubungan darah. Kenapa Anda berdua bisa demikian akrab? Mungkin Anda akan menjawab, “Karena dia sangat baik, dia selalu mau mendengarkan curhat saya, dia selalu mendukung dan membela saya, dia selalu bla… bla… bla….”.

Anda bisa saja menyebutkan 1001 alasan lainnya. Tapi inti dari semua itu adalah, “Dia orang yang menguntungkan bagi saya.”

Tadi malam, di rumah Pak Arief – seperti yang saya ceritakan di atas – terjadi sebuah percakapan antara saya dengan dia. Pak Arief ini sedang mempersiapkan penerbitan sebuah majalah, dan saya diminta menjadi pengasuh rubrik “Konsultasi Penulisan” di sana.

Semula, saya merasa amat bahagia karena mendapat peluang yang sangat berharga. Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup saya, ada tawaran yang sebagus ini. Saya berpikir, ini adalah kesempatan emas bagi saya untuk mensosialisasikan keberadaan Sekolah-Menulis Online kepada khalayak yang lebih luas. Singkat cerita, saya membayangkan hal-hal yang menguntungkan bagi diri saya sendiri.

Namun saya baru menyadari sesuatu yang saya lupakan, setelah mendengar ucapan Pak Arief. Dengan amat lugas dan tegas dia berkata, “Saya menyediakan jatah satu halaman buat Pak Jonru. Satu halaman ini bisa bernilai Rp 1 juta bila diisi iklan. Tapi saya biarkan halaman ini diisi dengan content yang tidak menghasilkan uang. Artinya, Pak Jonru harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Silahkan rubrik ini dikelola sebaik mungkin, sehingga rubrik ini nantinya bisa mendatangkan keuntungan yang signifikan bagi perusahaan saya. Keuntungan tersebut bisa berupa peningkatan oplah, banyaknya respons pembaca terhadap rubrik ini, atau hal-hal lain. Bila kehadiran Pak Jonru tidak bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan saya, lebih baik halaman ini saya isi dengan iklan saja.”

Ucapan ini sempat mengagetkan saya, tapi kemudian saya berpikir. Sebelumnya saya hanya memikirkan keuntungan dari “Rubrik Konsultasi Penulisan” tersebut bagi diri saya sendiri. Ucapan Pak Arief membuat saya sadar bahwa saya juga harus bisa memberi keuntungan bagi sang mitra kerja. “Saling menguntungkan”, inilah istilah yang sudah terlalu sering kita dengar (bahkan mungkin sudah bosan), tapi kita justru sering melupakannya.

Saya jadi sadar bahwa kesempatan yang diberikan oleh Pak Arief tersebut bukan sekadar ekspresi kebaikan seorang sahabat, melainkan juga didasarkan oleh sebuah perhitungan bisnis yang cermat. Karena itulah, ucapan beliau saya jadikan sebagai pelecut semangat, agar nantinya saya bisa benar-benar serius dalam mengelola rubrik Konsultasi Penulisan tersebut.

* * *

Bila Anda bisa menangkap inti dari cerita di atas, alhamdulillah. Bila belum, akan saya sampaikan secara verbal:

Setiap kali Anda melamar pekerjaan, melamar beasiswa, melamar seorang gadis, menawarkan proyek bisnis, menawarkan persahabatan, dan entah apa lagi, yakinkan diri Anda bahwa orang atau pihak yang Anda “bidik” akan berpikir bahwa Anda adalah orang yang menguntungkan bagi mereka. Anda bisa saja menceritakan kelebihan dan prestasi-prestasi yang telah Anda raih. Ya, itu bagus. Tapi bila kelebihan atau prestasi itu tidak membuat mereka berpikir bahwa Anda adalah orang yang menguntungkan bagi mereka, saya yakin mereka tak akan tertarik pada Anda.

Saya sebutkan sebuah contoh:

Misalkan Anda adalah seorang salesman asuransi. Anda menawarkan produk asuransi kepada seorang pria berdasi. Anda menceritakan keunggulan dan kelebihan produk asuransi tersebut dibanding produk-produk pesaing.

Apakah si pria berdasi akan tertarik pada penawaran Anda? Belum tentu! Sebagus apapun produk yang Anda tawarkan, itu tak akan ada artinya bila si pria berdasi tidak melihat unsur apapun pada asuransi tersebut yang menguntungkan bagi dirinya!

Karena itu, daripada sibuk menceritakan keunggulan dan kehebatan produk asuransi, lebih baik Anda menjelaskan “keuntungan apa yang akan Bapak nikmati bila bergabung dengan program asuransi ini.”

Demikian pula bila Anda sedang berniat mengajukan beasiswa untuk mengikuti Sekolah-Menulis Online secara gratis misalnya. Anda bisa saja menceritakan pengalaman dalam menulis, prestasi di bidang penulisan yang telah Anda raih, dan sebagainya. Anda juga bisa bercerita tentang manfaat apa saja yang akan Anda raih bila beasiswa tersebut diberikan pada Anda.

“Saya akan sangat berbahagia bila diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa ini. Saya berjanji untuk belajar menulis dengan sungguh-sungguh.” Ya, Anda bahkan bisa melengkapi cerita Anda dengan janji seperti ini.

Sekadar info, seperti itulah isi dari sebagian besar tulisan yang masuk kepada kami dalam rangka pengajuan beasiswa SMO. Ya, itu bagus. Tapi apakah cerita-cerita seperti itu membuat kami berpikir bahwa Anda adalah orang yang menguntungkan bagi SMO? Apakah cerita seperti ini membuat kami “tergoda” untuk memberikan beasiswa kepada Anda?

Ternyata tidak! Terus terang, kami dari penyelenggara sama sekali tidak melihat sisi-sisi yang menguntungkan dari cerita seperti itu, sebab itu hanya terdengar seperti sebuah curahan hati yang narsis dan agak berbau “egois”.

Tahukah Anda? Banyak orang yang gagal melamar pekerjaan, melamar gadis, menawarkan kerjasama bisnis, melamar beasiswa, menawarkan bisnis MLM (Multi Level Marketing), dan seterusnya, karena mereka memiliki pola pikir yang “egois” seperti itu. Mereka hanya membayangkan hal-hal yang menguntungkan bagi diri mereka sendiri. Mereka lupa menyampaikan “Apa saja keuntungan yang akan Anda dapatkan bila Anda menerima penawaran saya ini.”

Semoga terinspirasi, semoga bermanfaat.

Salam sukses!

Cilangkap, 11 Juni 2008

Jonru
…masih perlu belajar banyak untuk menjadi orang yang selalu menguntungkan bagi orang lain dan lingkungan

Iklan

20 responses to “[Kiat Sukses] Jadilah Orang yang Menguntungkan!

  1. Setuju Bang Jonru, jadilah orang yang menguntungkan diri sendiri dan orang lain.

    Sukses selalu,

    Ikhwan Sopa
    Trainer E.D.A.N.
    http://milis-bicara.blogspot.com

    Suka

  2. Saya juga setuju, Bang. Saya siap jadi teman yang sama-sama belajar untuk menjadi orang yang menguntungkan itu.

    Btw, saya jadi nggak berani menawarkan diri sebagai penerima beasiswa SMO nih! Hahaha!

    Salam sukses selalu, Bang!

    Fajar S Pramono

    Wah Kalau Pak Fajar kayaknya gak perlu beasiswa deh
    hehehe…

    Jonru

    Suka

  3. ” artikel ini bagus Bang Jonru, penecerahan bagi saya, salam kenal ya”.

    Suka

  4. Ass.

    artikel bagus pak JOnru…sip..
    salam kenal pak

    Suka

  5. sy lik ya pak

    Suka

  6. aslm. pencerahan tentang bagaimana berfikir dengan baik…

    Suka

  7. Rakhmat Satrio Wibowo

    betul sekali pak jornu

    hal itu akan saya terapkan dalam berorganisasi

    Suka

  8. Bagus sekali artikelnya mas Jonru. Terkadang kita seringkali kalo ga mau dibilang selalu memikirkan keuntungan buat diri sendiri. orang lain mah belakangan yang penting kita untung duluan
    Manusia pada dasarnya memang seperti itu ya.
    Salam kenal mas Jonru

    Suka

  9. Saya Cuma Meralat. sedikit, Ke egoisan itu Penting, Bila pada saatnya. Saya juga menyampaikan bahwa pada pekerjaan Asuransi tidak ada yg namanya Salesman Asuransi. Ada pun Marketing Asuransi. Disini Pun anda sebagai penulis masih kurang mengetahui perbedaan antara Salesman dan Marketing ataupun Pemasaran “ingat itu tidak menguntungkan bagi Karyawan Asuransi”. Pada intinya Ngga smua sempurna. anda pun masih Perlu Belajar. Saya sama sekali Tertarik Dengan rubrik ini, tetapi saya tidak mengharapkan sama sekali masalah beasiswa di rubrik ini. Bila Anda Memang Seseorang yang Tidak Egois Tolong Submit Comment ini.

    Terima kasih

    Abing Marlyn, SE

    Suka

  10. Ping-balik: Pengumuman Pemenang - Beasiswa Sekolah-Menulis Online angkatan ke-2 | BelajarMenulis.com

  11. Berbicara kata “untung” kesannya kita terlalu materialistis ya !, jadi saya lebih senang memakai kata “bermanfaat”, sebagai manusia, pertanyaan mendasar yang selalu saya tanyakan pada diri saya adalah seberapa bermanfaatnya saya bagi diri saya sendiri, bagi keluarga, teman, lingkungan dan negara saya, dan pertanyaan seberapa bermanfaat itu pulalah yang harus selalu kita lemparkan dalam setiap kegiatan atau hal apapun yang hendak kita kerjakan agar kita tidak terjebak dalam suatu situasi dimana kita merasa tidak berdaya, tidak berguna dan putus asa.

    Tapi sebenarnya sama saja ya Mas Jonru ! karena esensinya menurut saya adalah bagaimana kita selalu melihat segala sesuatunya dari kepentingan pihak – pihak di luar diri kita apabila kita berhubungan dengan mereka, dengan demikian kita akan mendapatkan penerimaan, perlawanan akan melunak dan kita akan berkelimpahan kawan yang selalu melihat kita sebagai bagian dari mereka, kita bukanlah duri dalam setiap langkah mereka, tapi kita bisa memberi nilai pada diri kita dengan terlebih dahulu mematok nilai tinggi pada orang lain.

    Kok jadinya ngelantur ya Mas ? maklum ni udah malam sih, senang bisa gabung ni.

    Walhamri Wahid (Papua Enterpreneurs Club)
    di Jayapura

    Suka

  12. Semua orang siapapun dia tentu ingin selalu ber”untung”, tidak juga terkecuali aku, dia, kamu, atau mereka.
    Apalagi zaman sekarang ini mencari kerja sangat sulit.
    apa pun itu, yang bisa menghasil kan UAng pasti dikejar semua orang (dalam “mencari yang haram aja sulit, apalagi yang HALal”). aku tidak mengadjust semua orang seperti itu, tetapi begitulah realitanya, kota kecil aja banyak,,! apalagi dikota kota besar..!!

    weleh weleh … ngomongnya napa kemana kemana yaa
    Berbisnis internet saat ini emang sedang menjamur, mudah dan hasilnya ada yang berhasil ada yg tidak juga sih (“berjuang dulu” gak pake sejata gitu lho,).
    Tapi aku sendiri kurang yakin untuk pemula yang baru, karena banyak step-step yang harus dilalui untuk dapat berhasil seperti yang terlihat di online. Banyak info info bikin duit cepat, itu kan hanya kalimat yang dibuat supaya menGIURkan si pembaca (“dalam artian si pembaca terkecoh untuk mencobanya”).

    Jadi bagi lo lo yang punya wang pas passan jangan gampang tertipu oleh iklan yang demikian, (wang HAbis nyawa melayang), tapi kalo lo lo punya duit cadangan berlebih silakan aja kalo lo mau nyobain, he 3x

    Suka

  13. Muhammad Azhari, SE

    Terimakasih Bang Jonru. Artikel ini Sangat bermanfaat bagi kita. Semoga Bang Jonru tetap semangat berkarya.

    Suka

  14. artikelnya sangat menarik Pak Jonru, memberikan sebuah pencerahan baru.

    Saya tunggu artikel berikutnya.

    Suka

  15. Hebat banget artileknya bang jonru , terus bimbing mansyarakat kita agar menjadi orang yang sukses.
    Kiat-kiat sukses yang islami:
    http://spiritualpreneurship.com/?id=dafiqazizi

    Suka

  16. Betul, Bang. Jangan khawatir bila kita dimanfaatkan oleh orang lain, bukankah “sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat untuk orang lain.”

    Mari saling memanfaatkan!

    Salam manfaat 😉

    Suka

  17. Mantab bang Jonru… Pengalaman saya pribadi, memang prinsip saling menguntungkan -sadar tidak sadar- sering saya lupakan ketika menjual satu produk.

    Saya setuju, kita memang masih harus terus belajar banyak untuk menjadi pribadi yang menguntungkan untuk orang lain dan lingkungan sekitar kita. Sukses bang Jonru.

    Suka

  18. Iyaah~
    bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi kehidupan sesama.^^

    mambahas mengenai “untung” biasanya tak terlepas dengan kata “rugi” atau bahkan ada yang menyebutkan sebuah keberuntungan, kerugian atau kesialan.
    Semua itu bisa menimpa diri kita, selalu merasa beruntung atau merugi.
    Hmm… Apa pun itu, semua didasarkan atas pandangan kita mengenai hidup.
    Saya pun selalu belajar dan terus belajar agar apa yang saya pahami dari yang dipelajari itu bisa bermanfaat bagi sesama.>.<

    Suka

  19. Ping-balik: DapurBuku.com - Mengapa di Dapur Buku Tak Ada Paket Gratis?

  20. jdlah seseorang yg berkelas agar tidak menjadi penonton org sukses,.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s