[Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian III)


SMO Angkatan I

Saat itu, namanya masih “Pelatihan menulis secara online”. Saya pertama kali mengumumkan informasi pendaftaran pada tanggal 22 Juli 2008. Alhamdulillah, yang mendaftar sekitar 60 orang.

Sistem yang diterapkan pada SMO angkatan I tersebut masih sangat manual. Para peminat dipersilahkan mendaftar dulu ke Milis BelajarMenulis. Setelah itu, mereka diminta untuk membayar biayanya yang sangat murah. Perbulan hanya Rp 95.000. Kelas berlangsung selama enam bulan. Pembayaran dapat dilakukan secara mencicil setiap bulan. Intinya, saya menerapkan aturan yang sangat mudah. Banting harga deh, ceritanya. Ini tak lain dan tak bukan karena saya sedang kepepet dari segi finansial, ingin mendapatkan fresh money dalam jangka waktu yang sangat singkat 🙂

Ketika membuka SMO I, saya mengajak seorang teman – Hasyim – untuk membantu. Pekerjaan sebagai operator warnet di Bekasi memungkinkan Hasyim bekerja dari jarak jauh. Dia menjadi moderator untuk kegiatan-kegiatan konference online di SMO.

Di luar dugaan, masalah pertama pun muncul. Dari 60-an orang yang mendaftar SMO, yang membayar hanya separuhnya, sekitar 30-orang! Tapi tak mengapa. Itu pun sudah cukup untuk mengatasi masalah keuangan saya. Proses belajar pun dimulai pada tanggal 10 Agustus 2007. Pengiriman modul, komunikasi dengan siswa, dan kegiatan belajar lainnya, semua dilakukan lewat Milis BelajarMenulis. Benar-benar modal nekat dan modal dengkul 🙂

Di bulan kedua, masalah berikutnya pun muncul. Dari 30-an siswa yang terdaftar, lebih separuh di antaranya mengundurkan diri. Mereka tidak membayar biaya bulan berikutnya. Saat itulah saya sadar bahwa sistem pembayaran bulanan untuk bisnis seperti ini ternyata sangat riskan. “Rencana Anggaran” yang saya tetapkan sejak awal pun berantakan. Sebab pemasukan uang pun jadi menurun drastis.

Singkat cerita, fakta ini menyebabkan saya kembali harus menghadapi masalah keuangan yang cukup pelik. Hidup kembali pas-pasan. Untungnya, ada beberapa sumber penghasilan lain yang bisa menyambung “nafas kehidupan” keluarga kami. Memang jumlahnya tidak seberapa. Tapi lumayan deh, untuk kelangsungan hidup. Alhamdulillah 🙂

Sekadar catatan: Masalah “kesulitan keuangan jilid 2” inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa saya akhirnya memutuskan untuk menjadi orang kantoran lagi selama dua bulan.

Boleh dikatakan, yang menyebabkan saya bertahan pada bisnis “pelatihan menulis secara online” tersebut hanyalah upaya untuk mempertahankan reputasi diri. Walau rugi dari segi finansial, saya tetap harus memberikan yang terbaik bagi para siswa. Sebab bila saya bertindak salah sedikit saja, maka masa depan bisnis ini bisa berantakan. Saya berpikir, biarlah saya rugi dari segi finansial, tapi untung dari segi kredibilitas dan reputasi.

Sekadar catatan, ada dua kelemahan utama pada SMO angkatan I tersebut:

  • Jangka waktu pelatihan selama 6 bulan ternyata terlalu lama. Proses belajar sangat tidak efektif. Di bulan-bulan terakhir, para siswa mulai bosan dan malas dalam mengikuti kegiatan belajar.
  • Belum ada pembagian kelas fiksi dan nonfiksi. Ketika membawakan materi fiksi misalnya, saya merasa “sungkan” terhadap Mbak Tati yang lebih tertarik pada nonfiksi. Akibatnya, saya sering mengajar dalam keadaan yang kurang percaya diri. Saya khawatir bila hal-hal yang saya ajarkan tidak menarik bagi para siswa. Selain itu, saya yakin bahwa para siswa pun merasakan bahwa materi yang mereka dapatkan belum maksimal, karena masih campur aduk antara fiksi dengan nonfiksi.

Karena itulah, dalam pembukaan SMO angkatan berikutnya, saya mulai memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada.

SMO Angkatan II

Ketika mendirikan “pelatihan menulis secara online” bulan Juli 2007 lalu, saya sama sekali belum merencanakan untuk mengadakan kegiatan seperti ini secara rutin. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, alasan utama mengadakan pelatihan tersebut lebih disebabkan oleh kondisi kepepet. Saya waktu itu berpikir, “Setelah ini saya akan mencari bisnis lain yang lebih bagus.”

Memang, dari segi finansial, penyelengaraan pelatihan menulis secara online tersebut membuat saya rugi. Namun di luar dugaan, saya justru “untung” dari segi lain. Nama saya mulai dikenal sebagai pendiri sekolah-menulis online. Banyak orang yang bertanya, “Kapan nih, dibuka pendaftaran baru?” Teman-teman di TDA, termasuk Pak Roni Yuzirman, pun berulang kali bertanya dengan penuh antusias mengenai perkembangan SMO. Intinya, sambutan masyarakat ternyata sangat luar biasa.

Karena itulah, tanggal 4 Desember 2007, pelatihan menulis online angkatan ke-2 pun dibuka secara resmi. Pembukaan kelas pada tanggal 1 Februari 2008.

Tanggal 14 Januari 2008, dengan sangat percaya diri saya menyatakan bahwa Sekolah-Menulis Online adalah bisnis resmi saya! Saya benar-benar merasakan bahwa SMO ini ternyat bisa diandalkan dari segi finansial. Insya Allah prospek ke depannya sangat baik. Bahkan, saya akhirnya berkesimpulan bahwa SMO ini ternyata merupakan bisnis yang gue banget, alias bisnis yang sangat cocok dengan pribadi, hobi, minat, ambisi, dan wealth profile saya. Sepertinya Allah memang sudah sejak lama mempersiapkan bisnis ini untuk saya. Alhamdulillah….

Pada angkatan ke-2 ini, banyak perbaikan yang dilakukan, banyak kemajuan yang terjadi. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Secara resmi, saya mulai menggunakan brand Sekolah-Menulis Online, disingkat SMO.
  2. Untuk pertama kalinya, saya merekrut seorang staf , walau baru part timer (masuk 3 hari seminggu). Tentu saja, ini tidak terlepas dari optimisme saya bahwa bisnis SMO ini sangat prospektif dari segi materi. Saya bahkan mulai berani menggaji seorang teman (walau hanya freelance) untuk mengelola situs PenulisLepas.com.
  3. Masih untuk pertama kalinya, saya mengubah garasi (lebih tepatnya sih, gudang) di sebelah rumah menjadi kantor.
  4. Saya pun membeli nama domain SekolahMenulisOnline.com tanggal 7 Januari 2008 lalu.
  5. Info dan promosi SMO yang selama ini dipusatkan di BelajarMenulis.com, mulai pertengahan Februari 2008 dipusatkan pada website tersendiri, yakni http://smo.belajarmenulis.com (bisa di-redirect dari www.SekolahMenulisOnline.com, agar lebih mudah dihafal).
  6. Jadwal belajar yang semula 6 bulan, dipersingkat menjadi 3 bulan saja.
  7. Para siswa mulai dipisah menjadi kelas fiksi dan nonfiksi.
  8. Yang SANGAT PENTING: Sistem pembayarannya yang semula “dicicil perbulan”, diubah menjadi “dibayar di muka”. Ini tentu lebih aman dari segi kelangsungan bisnis. Siswa pun diharapkan belajar lebih serius, karena mereka sudah membayar di depan.
  9. Sarana belajar yang semula dilakukan melalui Milis BelajarMenulis, kini dialihkan ke sebuah sistem newsletter. Scriptnya saya beli seharga $ 38 USD. Milis BelajarMenulis pun dialihkan fungsinya. Semula, milis ini menjadi salah satu sarana resmi dalam kegiatan belajar di SMO. Kini, milis ini hanya sebagai media komunikasi informal antara siswa, mentor, dan alumni.
  10. Penerapan sistem newsletter yang baru pun memungkinkan siswa mendaftar lewat sebuah formulir online yang lebih canggih (tidak lagi melalui pendaftaran milis Yahoo! Groups seperti pada SMO angkatan pertama).
  11. Karena sudah terbukti laku, maka dengan percaya diri saya menaikkan biaya, dari Rp 95.000 perbulan menjadi Rp 145.000 perbulan. Dari segi “hitung-hitungan bisnis”, tarif baru ini menurut saya lebih masuk akal. Tapi terlepas dari apapun, saya telah bertekad untuk menetapkan tarif yang semurah mungkin, agar semua kalangan dapat bergabung dengan SMO ini.

Alhamdulillah, pelaksanaan SMO angkatan II ini lebih lancar, lebih terarah, lebih fokus, lebih tertib.

Tapi jumlah siswa yang terdaftar memang belum terlalu banyak. Hanya 35 orang. Ini menyebabkan saya belum bisa mengajak penulis lain untuk bergabung sebagai mentor. Sebab dari hitung-hitungan anggaran, seorang mentor bisa menangani 20 hingga 30 siswa. Bila di bawah 20, tidak layak dari segi anggaran. Bila di atas 30, tidak layak dari segi efektivitas belajar.

Nah, jumlah 35 siswa itu ternyata sangat tanggung. Kalau dibagi menjadi dua kelas dengan mentor yang berbeda, jumlahnya tidak cukup. Karena itu, dengan terpaksa saya akhirnya tampil sendirian sebagai mentor. Saya menangani kelas fiksi dan nonfiksi sekaligus. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri, sebab pelaksanaan konferensi online masih campur aduk antara kelas fiksi dan nonfiksi. Banyak siswa yang mengeluh, “Saya ikut kelas fiksi, tapi kok belajarnya dicampur dengan kelas nonfiksi?”

Maka, untuk angkatan berikutnya, saya berjanji untuk melakukan perbaikan lagi terhadap sistem belajar SMO.

Bersambung ke Bagian IV (Selesai) >>

Cilangkap, 24 Juli 2008

Jonru

Artikel Sebelumnya:

[Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian I)

[Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian II)

Iklan

9 responses to “[Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian III)

  1. Wah, Bang Jonru..
    ternyata SMO I jadi kelinci percobaan nih!
    Untung ada Oma Ning yang semangatnya mengebu-gebu. Kalo ngga, saya juga jadi agak malas ikut kelas.
    Sukses selalu!

    Suka

  2. Ditunggu ya lanjutannya. Very Interesting!

    Suka

  3. membuka kemali locker masa lalu, terbukti menumbuhkan spirit dan semangat baru. maju terus mas jonru. semangat anda luar biasa. untuk introspeksi memang harus menengok kebelakang. bukan untuk kembali, melainkan mempersiapkan segara inovasi agar dapat maju lebih pesat lagi.

    Suka

  4. Hai…pak guru Jonru…begitu aku selalu menyebutmu.
    Mau sukses memang perlu waktu dan proses.Bila segala sesuatu yang terjadi belum sesuai dengan harapan kita ya anggaplah semuanya sedang berproses menuju sukses.

    Salut dengan semangat dan perjuanganmu. Maju terus dan kondisikan bisnismu layaknya kita sedang bermain-main. Sehingga hidup jadi indah penuh gairah. Salam dan doa sehat sukses bahagia.

    Aning Harmanto

    Suka

  5. terus maju bang jonru
    insya Allah, diantara satu kesulitan, pasti ada dua kemudahan
    nah tugas kitalah menjemput kemudahan2 itu

    muridmu

    udo yamin majdi

    Suka

  6. Ping-balik: [Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian II) | Jonru on the Web

  7. Bagi kamu-kamu yang ingin melanjutkan studi tapi bingung cari tempat kul atau kul kunjungi website : http://kliksekolah.com, yang akan menyajikan info lengkap dari info sekolah tk sampai dengan perguruan tinggi termasuk info beasiswa dalam dan luar negeri. Selain itu kamu dapat menjadi penulis dengan mengisi halaman artikel sehingga teman kamu saat mencari tugas dapat terbantu oleh kita semua melalui website Kliksekolah.com

    Suka

  8. Ping-balik: [Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian IV-Selesai) | Jonru on the Web

  9. Attention please! Chrismas Day is on the way! Are you still worried about where to import the cheapest but nice gifts? I am sure we will be your best supplier!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s