Monthly Archives: Agustus 2008

Lentera Jiwa yang Telah Kutemukan (Catatan untuk acara Kick Andy)


Saya hanya sekilas menonton Kick Andy episode Lentera Jiwa, karena saat itu saya ngantuk berat dan segera tidur. Tapi saya sempat melihat adegan-adegan ketika Nugie menyanyikan lagu Lentera Jiwa. Di layar muncul sejumlah sosok yang awalnya bekerja atau kuliah di bidang yang tidak mereka sukai, namun kini  mereka bahagia karena telah menggeluti dunia yang benar-benar sesuai dengan “lentera jiwa” mereka. Baca lebih lanjut

Iklan

Dua Kali Menjadi Pembicara di Bank Indonesia


Tanggal 9 Februari 2006 lalu, saya menjadi pembicara pada kegiatan “Pelatihan Penulisan Artikel Populer Moneter dan Perbankan”, yang diadakan oleh Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat, Bank Indonesia Pusat. Selain saya, pembicara yang hadir pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Mayla Bandung ini adalah Hernowo dan seorang wartawan dari Harian Kompas. Saat itu, saya mewakili pribadi saja. Baca lebih lanjut

Pelatihan “Menjadi Penulis & Pembicara Produktif”


Bersama Ariyanto MB, saya hadir sebagai pembicara pada acara “Pelatihan Menjadi Penulis & Pembicara Produktif” di hotel Menara Peninsulla, Slipi, Jakarta, tanggal 13 Agustus 2008 lalu. Ada 12 peserta yang hadir, dua di antaranya adalah siswa saya di Sekolah-Menulis Online. Saya membawakan materi “Kiat Menulis dan Memasarkan Diri Lewat Internet”. Baca lebih lanjut

“Tamu Aneh” Muncul di Jonru.net


Tanggal 20 Agustus 2008 lalu, sebuah keperluan mengharuskan saya melihat “source code” atau kode HTML dari blog ini. Saat itulah saya kaget, karena di bagian bawah – tepatnya di antara tag </body> dan </html> terdapat banyak (ratusan barangkali) alamat URL dari situs S P A M dan sejenisnya. Saya tentu saja kaget. Dari mana datangnya tamu aneh yang tak diundang ini? Baca lebih lanjut

Buku Baruku, Dunia Baruku


“Kalau sudah menerbitkan buku pertama, biasanya penerbitan buku-buku berikutnya akan lebih mudah.”

Ini adalah ucapan yang sudah sering saya dengar dari para penulis senior. Masalahnya, “teori” ini ternyata tidak “manjur” buat saya.

Saya pertama kali menerbitkan buku pada tahun 2005 lalu. Tidak tanggung-tanggung; Dua buku sekaligus! Yang pertama, novel Cinta Tak Terlerai. Kedua, kumpulan cerpen Cowok di Seberang Jendela. Seperti penulis pada umumnya, saya tentu sangat gembira ketika itu. Apalagi, impian untuk menerbitkan buku telah ada sejak tahun 1991 lalu. Baru bisa terwujud 14 tahun kemudian. Hm, sebuah penantian yang SANGAT PANJANG! Baca lebih lanjut