Terima Kasih (Dari Launching Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”)


launching menerbitkan buku itu gampangBahagia. Itulah yang saya rasakan setelah launcing buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” (MBIG) berlangsung dengan sukses. Banyak sahabat saya yang hadir, dan tidak mudah untuk menyebutkan nama mereka satu-persatu. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kehadiran sahabat-sahabat semua sungguh sangat berarti bagi saya.

Bahkan, kehadiran para sahabat tersebut terasa lebih membahagiakan ketimbang kehadiran para undangan pada pesta pernikahan saya dulu. Saat pesta pernikahan, banyak undangan yang datang karena mereka adalah teman/kolega orang tua saya, mertua saya, atau istri saya. Tapi tanggal 15 November 2008 lalu, panggung utama Indonesia Book Fair (IBF) di JCC Senayan penuh oleh orang-orang yang datang sebagai sahabat-sahabat saya.

Sahabat-sahabat yang tak bisa hadir pun meminta maaf lewat SMS. Ada Ela, penulis novel sekaligus adik kelas saya di Undip, yang menyatakan ingin sekali hadir tapi ia sedang sendirian di rumah dan tak bisa ke mana-mana. Ada Tri W, salah seorang sahabat terbaik saya, yang terjebak macet dan terpaksa tiba di lokasi acara ketika launching buku MBIG telah usai  (dan saya sudah berada di dalam kereta api menuju Purwokerto). Ada Wilson Arafat, teman di komunitas PenulisLepas.com yang berjanji untuk datang, tapi dia terkejut ketika menyadari satu hal, “Saya sedang di Bali. Saya kira acaranya bukan hari ini.” Bahkan ada Iwan Setiawan, teman satu angkatan & jurusan di Undip yang membalas SMS saya dengan berita yang di luar dugaan, “Maaf Jonru, saya sedang naik haji.” Subhanallah…. Saya langsung memintanya berdoa agar saya segera menyusul 🙂

launching menerbitkan buku itu gampangSelama tiga kali menerbitkan buku, baru kali inilah buku saya dilaunching secara besar-besaran. Karena bertempat di Panggung Utama, kegiatan ini tercatat sebagai salah satu agenda resmi Indonesia Book Fair 2008. Di stand Tiga Serangkai, buku saya malah dipromosikan dengan cara memajang tiga banner berukuran besar. Salah satu banner ditempatkan di dinding, bersebelahan dengan banner buku Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi (LKH) yang best seller itu. Wajah saya dan wajah LKH hadir berdampingan di kedua banner tersebut. Di meja kasir dan di dalam stand, sejumlah pramuniaga sibuk membagi-bagikan tiga brosur kepada para pengunjung. Satu di antara brosur tersebut SECARA KHUSUS berisi promo buku MBIG. Bahkan, pihak Tiga Serangkai memajang buku saya pada rak khusus di beberapa lokasi strategis. Singkat cerita, stand Tiga Serangkai saat itu benar-benar kental oleh nuansa MBIG 🙂

Tentu saja, rasa bahagia yang amat luar biasa pun saya rasakan ketika melihat situasi tersebut. Saya sudah menerbitkan tiga buku, tapi baru kali ini buku saya dipromosikan dengan cara yang amat istimewa seperti itu. Dua buku saya sebelumnya boleh dikatakan gagal di pasaran. Dari penerbitnya, saya tidak melihat adanya upaya serius mereka untuk mempromosikan buku saya. Lagipula, saya saat itu masih sangat lugu dalam hal promosi buku. Karena itu, sangat wajar jika kedua buku tersebut gagal total di pasaran.

Kini, pengalaman di atas dan sejumlah pengalaman lain membuat saya bertekad untuk secara total dan sungguh-sungguh untuk mempromosikan buku MBIG. Berita baiknya, pihak Tiga Serangkai selaku penerbit sudah berjanji untuk mendukung tekad saya ini secara serius. Dan launching besar-besaran di Panggung Utama IBF tanggal 15 November 2008 lalu merupakan bukti yang sangat nyata.

Alhamdulillah, saya berharap semoga ini menjadi awal yang baik kesuksesan MBIG di pasaran. Saya ingin sekali buku ini menjadi best seller. Bukan supaya saya mendapat royalti yang banyak, bukan supaya nama saya menjadi terkenal. Tapi, saya ingin agar semakin banyak penulis di Indonesia yang jadi paham tentang cara dan langkah-langkah dalam menulis & menerbitkan buku.

launching menerbitkan buku itu gampangBila keinginan ini tercapai, maka insya Allah saya akan sangat bahagia. Adapun masalah royalti dan nama yang menjadi populer, itu adalah sekadar efek samping atau bonus dari Allah. Saya kira, alangkah naifnya bila kita terlalu serius memikirkan dan memperjuangkan efek samping. Sebab tanpa dipikirkan dan diperjuangkan pun, ia akan bisa datang dengan sendirinya, bahkan ketika kita tidak menghendakinya sama sekali 🙂

* * *

Saat launching berlangsung, tentu kehadiran para sahabat dan hadirin membahagiakan saya. Tapi saya sedikit sedih karena anak dan istri saya tak bisa hadir. Situasi dan kondisi tidak memungkinkan.

Terlepas dari hal tersebut, kehadiran Mas Rama selaku salah seorang pembicara pun mendatangkan makna tersendiri. Awalnya, Pak Erfan dari Tiga Serangkai meminta pendapat saya, penulis terkenal mana yang akan diundang untuk mendampingi. Agak sulit juga bagi saya untuk memilih nama yang tepat. Awalnya, saya punya ide untuk mengundang mas Gola Gong, berhubung dia juga pernah menerbitkan buku di Tiga Serangkai. Tapi ketika melihat nama Mas Rama online di Yahoo! Messenger, ide itu pun seketika hadir.

“Ya, kenapa tidak dia saja?” pikir saya. Selain namanya sedang naik daun dan makin sering tampil di media massa, saya berpikir bahwa kehadiran Mas Rama akan bisa memperkuat tema buku saya: “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” Lewat kehadiran Mas Rama yang nonabene seorang tunanetra, saya ingin menunjukkan pada hadirin sebuah bukti bahwa menerbitkan buku itu memang sangat gampang. Bahkan seorang tunanetra pun bisa melakukannya!

launching menerbitkan buku itu gampangSekadar info, keesokan harinya, 16 November, Mas Rama juga me-launching buku pertamanya – Blind Power – di tempat yang sama. Alhamdulillah, Mas Rama setuju. Saya pun bahagia karena banyak sahabat dan hadirin yang mengaku mendapat inspirasi oleh kehadiran Mas Rama pada launching buku saya tersebut.

* * *

Tepat jam 8 malam, acara launching pun “terpaksa” diakhiri. Saya menaruh tanda kutip pada kata “terpaksa”, sebab pihak panitia sebenarnya bisa mengulur acara ini hingga jam 20.30, karena pameran baru akan ditutup jam 9 malam, dan tak ada acara lain di Panggung Utama setelah itu. Sehari sebelumnya, saya juga tampil di tempat dan jam yang sama bersama mas Ahmad Syakip (penulis buku “Gue Gak Takut Mati”) dan Pak Siswanto dari penerbit Tiga Serangkai. Acara yang kami bawakan ketika itu adalah “Temu Penulis & Penerbit, Saatnya Menerbitkan Buku!”. Kehadiran saya saat itu BUKAN sebagai penulis, tapi sebagai founder PenulisLepas.com. Saat itu, kami dapat mengulur acara hingga sekitar pukul 20.30, dan tidak ada masalah sama sekali.

Namun tragisnya, pada tanggal 15 November 2008 tersebut, hari yang sebenarnya sangat istimewa bagi saya – karena itulah untuk pertama kalinya buku saya dilauncing secara besar-besaran dan dengan cara yang sangat istimewa – saya harus bertoleransi terhadap sebuah kondisi yang tak terelakkan.

Sejak sekitar enam bulan lalu, teman-teman dari Unsoed sudah menyatakan niat untuk mengundang saya sebagai pembicara untuk acara Seminar Internet Marketing di Purwokerto. Awalnya, mereka menetapkan jadwal bulan Oktober 2008. Tapi karena pertimbangan tertentu, acara pun diundur menjadi 16 November 2008. Singkat cerita, kegiatan saya di Purwokerto tersebut sudah dijadwalkan sejak lama.

Lantas, beberapa hari sebelum Indonesia Book Fair 2008 berlangsung, Pak Erfan dari Tiga Serangkai mengabari bahwa launching buku saya akan diselenggarakan tanggal 15 November 2008. Saya percaya, mereka telah memilih tanggal, tempat dan momen yang sangat PAS untuk kegiatan yang sangat istimewa bagi saya ini. Jarang-jarangnya ada penulis yang bukunya dilaunching pada arena Indonesia Book Fair. Tempatnya di panggung utama pula, bukan di stand penerbit. Tentu saja, menolak untuk hadir pada acara yang sangat penting dan istimewa ini bisa merugikan reputasi saya sebagai penulis buku MBIG.

Karena itu, tak ada pilihan lain, saya harus mengiyakan tawaran dari Tiga Serangkai. Tapi karena esok paginya saya harus sudah berada di Purwokerto, maka DENGAN AMAT TERPAKSA saya mengorbankan beberapa hal pada acara launching tersebut. Biasanya, acara launching buku akan diakhiri dengan foto bersama, ngobrol santai antara penulis dengan para hadirin, plus book signing yang sangat dinantikan oleh para pembeli buku. Saya harus meninggalkan semua itu, karena buru-buru mengejar kereta ke Gambir yang berangkat pukul 20.45 WIB. Ada rasa sesal, merasa bersalah terhadap teman-teman semua, tapi apa boleh buat. Keadaan mengharuskan saya melakukan hal itu.

Saat ini, saya sebenarnya BELUM termasuk kategori orang sibuk. Masih banyak waktu luang yang saya miliki. Jadwal acara saya belum padat. Jadi, adanya acara beruntun pada dua hari yang berurutan di dua kota yang saling berjauhan tersebut sebenarnya hanya KEBETULAN belaka. Kebetulan saat itu jadwal saya sedang padat. Itu saja. Latar belakang situasinya telah saya jelaskan di atas.

launching menerbitkan buku itu gampangSetelah launching selesai, saya langsung buru-buru berangkat ke Gambir. Ada beberapa teman yang sempat saya ladeni ketika meminta saya menandatangani buku yang mereka beli. Saya pun memenuhi permintaan itu dengan buru-buru. Saya hanya membubuhkan nama dan tanda tangan, tidak ada “wise word” atau kalimat penyemangat seperti biasa. Mohon maaf saya ucapkan karena hal ini.

Awalnya, saya hendak naik ojek ke Gambir, dengan asumsi akan bisa lebih cepat dan ngebut. Tapi tukang ojek yang di samping JCC tidak mau ke Gambir. Akhirnya, dia hanya mengantar saya hingga Pintu 1. Saya disarankan untuk naik bus way. Tapi saya menolak karena untuk naik bus way biasanya dibutuhkan banyak “basa-basi” yang menghabiskan banyak waktu; Harus naik tangga dulu, antri dulu, menunggu beberapa lama hingga bus datang, berhenti di tiap halte…. hm…. Ini sama sekali tidak cocok bagi orang yang sedang diburu waktu. Maka, tak ada pilihan lain, saya harus naik taksi.

Alhamdulillah, perjalanan lancar, tidak macet, dan saya bisa tiba di Gambir sekitar pukul 20.30 WIB. Begitu menginjakkan kaki ke dalam gerbong kereta, saya menarik nafas lega dan mengucapkan syukur karena “masalah utama” yang membuat saya berdebar-debar sejak pagi pun berakhir dengan happy ending. Saya sempat membayangkan bila saya ketinggalan kereta, tentu banyak sekali kerepotan yang terjadi setelah itu. Bahkan, saya bisa batal hadir sebagai pembicara di Purwokerto.

launching menerbitkan buku itu gampangSaya pun duduk di bangku yang telah saya pesan beberapa hari sebelumnya. Yang pertama kali saya lakukan adalah mengisi pulsa telepon yang nomor serinya dikirim istri saya lewat SMS. Sekadar info, beberapa jam sebelum launching buku, saya baru sadar bahwa pulsa di HP saya sudah habis, sementara di JCC tidak ada orang yang menjual voucher. Saya tak bisa menelepon ke mana-mana, tak bisa membalas semua SMS yang masuk. Maka, saya terpaksa minta tolong seorang teman untuk mengirim SMS ke istri saya. Isinya, “Tolong kirim pulsa ke nomor Pak Jonru. Penting.”

Di dalam kereta, saya membaca SMS balasan dari istri saya. Katanya, pulsa elektrik sedang kosong, sehingga dia terpaksa membeli voucher fisik. Dia mengirim nomor serinya via SMS. Alhamdulillah, singkat cerita pulsa di HP saya kembali terisi. Maka saya segera membalas SMS-SMS yang masuk, terutama SMS dari teman-teman yang berkomentar atau meminta maaf karena tak bisa hadir ke acara launching buku saya.

Setelah itu, saya merasa tenang. Alhamdulillah, acara di Purwokerto keesokan harinya pun berjalan dengan lancar.

Terima kasih kembali saya ucapkan kepada semua pihak yang mendukung launching buku MBIG tanggal 15 November 2008 lalu:
Tiga Serangkai selaku penerbit, Mas Rama sekali pembicara, sahabat-sahabat yang hadir dan dengan tulus hadir dan memberikan dukungan, teman-teman yang tidak bisa hadir tapi memberikan dukungan yang tak kalah besar, dan nama-nama lain yang tak bisa saya tulis satu persatu.

Sekadar info: Saya mengirim banyak undangan lewat SMS, tapi banyak yang tidak terkirim karena masalah kehabisan pulsa seperti yang saya ceritakan di atas. Mohon maaf karena hal ini.

Terima Kasih dan Salam Sukses!

Purwokerto, 17 November 2008

Jonru

NB:

(1) Foto-foto diambil dari Facebook-nya Ahmad Syakip dan Mbak Wirda
(Inilah akibatnya kalau belum punya kamera lagi) 🙂

(2) Pada acara tanggal 14 November, tak sengaja saya bertemu Pak Syafii Antonio. Saya memberikan satu eksemplar MBIG padanya, dan foto bareng deh 🙂

Iklan

30 responses to “Terima Kasih (Dari Launching Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”)

  1. Salam

    Selamat bang
    smoga sebagai muridmu di SMO
    mengikuti langkahmu dlm mencerdaskan bangsa
    lewat dunia kepenulisan dan perbukuan

    amin

    wassalam

    Suka

  2. Selamat!

    Alhamdulillah, dengan sedikit ‘perjuangan’ (kehujanan waktu berangkat ke acara), saya bisa hadir, dan sempat mendapatkan tanda tangan Bang Jonru di buku MBIG.
    Waktu acara berlangsung, saya bertekad, suatu saat saya harus bisa duduk di depan sebagai penulis.
    Do’akan kami (siswa-siswa SMO), agar bisa mengikuti langkah-langkah Abang!

    Wassalam

    Saif

    Suka

  3. sukses selalu bang Jonru… maaf waktu itu gak bisa hadiri Launchingnya, coz adik udah ngajak pulang… btw top bgt..

    Suka

  4. Ya saya melihat sendiri keburu-buruan mas jonru pada waktu itu sampai saya sendiri tidak sempat kebagian minta tanda tangan di buku MBIG yg baru dibeli. kira- kira kapan ya mas jonru sempat menandatangani buku milik saya? heheh.

    Komentar saya tentang bukunya: sangat inspiratif dan banyak sekali informasi yg terkandung didalamnya buat orang awam yg baru saja terjun ke dunia literatur indonesia.

    saya berharap ingin berdiskusi banyak dengan mas jonru di lain kesempatan, salam sukses terus dalam menulis.

    wassalam

    Suka

  5. Selamat Bang Jonru
    Semoga buku tersebut bisa menginspirasi banyak orang, khususnya siswa dan alumni SMO.
    Saya juga mohon maaf karena tidak bisa hadir.

    Salam Sukses.

    Suka

  6. Sekali lagi Selamat yah pak …

    Saya yakin bukunya memberikan inspirasi bagi orang.
    “perjuangan” saya n anak saya menembus kemacetan Jakarta yang luar biasa menuju book fair ini tidaklah sia-sia, apalagi masih “sempat” menghadiri acara launching buku MBIG ( :

    Salam sukses selalu,
    dells

    Suka

  7. Selamat Jonru..
    Semoga bukunya laku keras.. 🙂

    Suka

  8. Lisman Suryanegara

    Turut berbahagia dan mengucapkan selamat kepada Mas Jonru. Semoga sukses selalu!

    salam,
    Lisman

    Suka

  9. Selamat untuk pencapaiannya. Sukses selalu.

    Suka

  10. Sukses Bang Jonru. Saya masih menyimpan MBIG versi copy yang saya beli saat kita ketemuan di acara ESKA Kuningan.

    Suka

  11. Salam

    sesama abers juga neh, tapi saya masih junior 🙂 mau ngucapin selamat atas terbitnya buku MBIG.
    dan Sukses Selalu, sering sering main ke forum abers lagi donk mas … postingan-2 mas jonru oke oke banget lho

    regrads
    Hendra

    Suka

  12. Alhamdulillah. selamat atas terbitnya buku MBIG. Sangat bermanfaat sekali untuk yang ingin menerbitkan buku termasuk saya:)

    Suka

  13. saya bisa gak ya menerbitkan buku ????

    Suka

  14. Baik bang, membaca reviewnya saja membuat diri ini ikut membayangkan bagaimana senangnya buku yang telah kita tulis dengan susah payah akhirnya ada juga yang menghargai, mengenai “menerbitkan buku itu gampang” merupakan buku yang bagus kelihatannya soalnya saya sendiri belum membacanya, namun kesan yang bisa ditangkap adalah tidak semua orang mampu mengejawantahkan apa yang ada didalam pikirannya sehingga orang itu dapat menuangkan pikirannya dalam sebuah tulisan. [Belum tulisan yang bagus lho bang !!]. Itu untuk orang yang menyadari kelemahannya tersebut, sehingga hal ini menjadikan kadang penghalang bagi dirinya untuk menulis dikelanjutan hari apalagi menerbitkannya dalam sebuah buku,
    btw, nice semoga ilmu abang bisa meluas kepada yang lain, termasuk kepada saya.
    [ada buku gratisannya kah ??, wekekeke]

    Suka

  15. Yenny Natadipraja

    Selamat ya, pak Jonru!
    Semoga buku MBIG-nya bisa menjadi bible bagi para penulis pemula di Indonesia.
    Saya bersyukur banget datengnya hari Jumat (tgl 14 Nov’08) sehingga bisa minta tanda tangan bapak yang disertai dgn “Wise word”-nya. 😀 hehehe..
    Good luck ya?!

    Suka

  16. Ping-balik: Terima Kasih (Dari Launching Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”) | News Writer

  17. oooo saya kira judul bukunya “Tuku Ampang” hueheuehue

    niceeee…..

    Suka

  18. taufik ali murtaldlo

    Assalamu’alaikum bang Jonru.
    Membaca profil Anda, saya cuma bisa kasih komentar, “ruaaaaaaarrrrrrrrrrrrr biasa”.
    Selamat bang. Semoga Allah SWT selalu memberi kesuksesan dan kebahagian dunia dan akhirat yang tiada henti. Amin.
    Salam kenal dari taufik am, penulis buku masak.

    wassalam

    Suka

  19. silakan mampir ke blog saya, dan memberikan komentar tentang karya2 kecil saya, terima kasih…^^

    Suka

  20. tadi googling akhirnya mampir kesini juga
    mudahan laku keras bukunya bang 🙂
    saya dah lama nggak ngempi
    bang jonru punya banyak web bisa terupdate semua
    wah salut dehh 🙂

    Suka

  21. oh ya sorry ntar dibilang sok kenal :p
    id saya dulu lelakisemesta biasa di MP di panggil fahrul 🙂

    Suka

  22. Wah.. gampang yah ternyata..
    baru belajar nulis di Blog aja nich..:)

    Suka

  23. Mas Jonru,
    Selamat atas terbitnya buku ‘Menerbitkan Buku Itu Gampang’ (MBIG). Saya sudah baca. Covernya OK. Isinya menarik. Bahasanya pun mudah dimengerti dan tidak bertele-tele. Bab demi bab disusun runut. Banyak penjelasan praktis yang tidak ditemukan di buku-buku lain yang sejenis. Mudah-mudahan banyak calon penulis yang makin pandai menulis setelah membaca MBIG.
    Ada koreksi kecil: Kuadran Nilai Naskah. Coba Anda lihat lagi. Apakah kuadran 3 dan 4 tidak terbalik? Kalau saya tidak salah mengerti, Kuadran 3 seharusnya “Tema Populer, Penulis Tak Populer”. Sedangkan kuadran 4: “Tema Tak Populer, Penulis Tak Populer”.
    Semoga sukses dengan buku-buku Anda yang selanjutnya. Semangat terus, anak muda Indonesia!

    Suka

  24. jadi inspirasi saya untuk membuka universitas itu gampang nih mas…(tapi singkatannya BU, Blogger University)

    Suka

  25. assalamulaykum
    salam hormat saya kepada bang jonru
    senang rasanya keriduan menanti terbitnya bukua MBIG, yang lama saya tunggu akhirnya sudah ada di tangan saya sekarang.
    tepat 3 hari yang lalu 9 desember 2008 saya lihat buku bang jonru yang berjudul MBIG(menerbitkan buku itu gampang), lansung saya beli. dengan harga 41.000 dari harga awal 51.000 serta diskon 20%. di SAB(sosial agensi Book) jogjakata.
    setelah membaca buku tersebut sampe halaman ke 30, saya merasakan motivasi untuk menulis saya semakin saya pertahankan. dan tidak tanggung-tanggun artikel yang setiap malam seya buat, buku tersebut saya jadikan acuan. bukan hanya itu buku hangat yang saya baca yakni novel dari mbak pipit senja, asma nadia, yus R Ismail,Yusron Poran. menjadi santapan pagi saya bila usia terbagun. di pagi buta.

    demikian lah hal yang saya rasakan untuk tetap bersemangat untuk menulis.
    dan yang ingin saya tanyakan kepada bang jonru, ialah dalam buku MBIG di tulisan di cover depan bahwa ada bonus 150.000 untuk smo. tapi saya tidak menemukan kupon tesebut.
    dan saya tanyakan di bagian gudang penjualan buku saat itu juga tetap dengan jawaban yang sama. bahwa memang benar dibuku ini tidak ada kuponnya..
    minta tolong bisa dijelaskan,,
    kenapa tidak ada kupon pada buku MBIG yang saya beli.
    terimakasih.
    wassalam

    Suka

  26. jeweh: Formulir untuk voucher SMO ada kok di dalam buku tersebut. Coba diteliti lagi ya. Ada di halaman belakang. Atau lihat di daftar isi. Bila tidak ada juga, mungkin buku yang Anda beli kebetulan cacat atau salah cetak. Kembalikan saja ke toko bukunya untuk diganti.

    Thanks

    Jonru

    Suka

  27. Teman-teman semua, terima kasih atas testimoninya yang luar biasa

    Salam Sukses!

    Jonru

    Suka

  28. assalamualaykum
    bang bikin kaos or sticker buat kita anggota
    forum penulis lepas, jadi ada keterikatan secara
    patriotis sebagai penulis.
    juga sebagai ajang . . . menambah silaturahmi tidak saja di media tulisan, jadi adalasan seseorang jika ia ditanya kenapa anda bisa menjadi penulis. jadi tianggal dijawab.
    ” lihat ni identitasku ‘maniak penulis lepas.com’ ”
    ya. sekedar saran.
    wassalam wr wb

    Suka

  29. Ai ai,ni jonru di penulis lepas yahoo groups y? Ingt aq ga? Swisca,mau donk nerbitin buku,kira2 bwt aq yg pemula,kmn y nerbitinnya?

    Suka

  30. @jeweh: usulan bagus. Thanks ya. Akan kita pertimbangkan

    @swisca: Halo, apa kabar nih? Semoga tetap dan makin sukses ya 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s