[Kiat Sukses] The Power of KONSISTEN


konsisten menulisAlkisah di tahun 1990-an, saya adalah seorang penulis pemula. Untuk belajar menulis dan organisasi, saya bergabung dengan dua pers kampus sekaligus. Seperti pers kampus pada umumnya, di dalamnya kita bisa menemukan banyak orang yang jago menulis. Para senior saya ketika itu, adalah orang-orang yang saya kagumi. Saya banyak belajar tentang dunia penulisan dari mereka.

Masih di tahun 1990-an, saya juga mulai rajin mengirim cerpen ke sejumlah media cetak, terutama majalah Anita Cemerlang. Saat itu, saya terus terang merasa sangat minder terhadap para penulis yang sudah sangat produktif dan nama mereka SERING menghiasi halaman cerpen majalah-majalah ternama. Bagaimana tidak minder: Saya masih sangat pemula, sedangkan mereka sudah jagoan semua.

Kini, tahun 2009, teknologi internet memungkinkan saya bertemu lagi dengan para senior saya di pers kampus dulu. Sejak Februari 2009 lalu, secara tak terduga saya juga bertemu dengan banyak teman yang dulu menjadi penulis produktif dan ngetop di Anita Cemerlang.

Benar-benar di luar dugaan, karena kini para senior tersebutlah yang mengaku minder terhadap saya.

Ada seorang teman penulis Anita Cemerlang yang sampai curhat pada saya, menyatakan penyesalannya kenapa dia berhenti menulis selama bertahun-tahun.

Ada kakak senior saya di pers kampus – dia sekarang menjadi reporter di sebuah stasiun televisi – yang menyatakan ingin belajar menulis dengan saya. Entah dia serius atau bercanda, yang jelas saya merasa aneh dengan permintaannya itu.

“Masa senior belajar sama junior?” ujar saya.

“Emang tidak boleh?” dia bertanya ulang.

Mohon maaf, insya Allah saya tidak sedang sombong. Saya juga sebenarnya pernah meninggalkan dunia penulisan selama delapan tahun, tepatnya tahun 1996 hingga 2004.

Tapi yang jelas, selama “mati suri” tersebut pun saya tetap menulis. Memang saya berhenti mengirim naskah ke media cetak. Tapi saya menulis di internet; forum diskusi, milis, blog, dan sebagainya.

Bahkan, ketika “mati suri” itulah saya mendirikan situs PenulisLepas.com beserta milisnya.

Bahkan ketika mencari pekerjaan, yang saya lamar selalu pekerjaan yang ada kaitannya dengan dunia penulisan.

Dan alhamdulillah, saya dua kali diterima bekerja di perusahaan internet, dan jabatan saya di sana masih berkaitan dengan dunia penulisan (content editor).

Pokoknya all about dunia penulisan. Titik.

Sekali lagi, insya Allah saya tidak sedang sombong lewat tulisan ini. Saya hanya hendak mengutarakan sebuah fakta:

KONSISTENSI adalah salah satu faktor yang akan membawa Anda ke gerbang sukses!

Anda menyukai sesuatu? Anda ingin meraih suatu cita-cita? Maka konsistenlah padanya. FOKUSLAH DI SANA. Jangan “selingkuh” ke tempat lain.

Mungkin Anda berkata, “Ya, saya juga ingin konsisten. Tapi apa boleh buat, perut dan dapur menanti. Saya harus realistis. Bila konsistensi membuat saya dan keluarga mati kelaparan, Anda mau bertanggung jawab?”

Oke, saya maklum. Selama hampir tujuh tahun saya pun harus “mengalah pada realita”. Saya harus menjadi pekerja kantoran, sebuah status yang sangat saya benci. Ini disebabkan saya merasa belum punya bekal yang cukup untuk menjadi seorang full time writer.

Tapi walau harus mengalah seperti itu, Anda seharusnya tetap ingat pada tujuan awal.

Ada dua hal yang bisa Anda lakukan:

1. Jangan terlena pada kemapanan

Dulu saya pernah seperti ini. Gaji tinggi, fasilitas serba wah, semua biaya pengobatan ditanggung perusahaan, bonus tahunan yang nilainya menggiurkan, dan seterusnya dan seterusnya. Saya juga sempat terlena. Tapi alhamdulillah, saya segera sadar dan “kembali ke jalan yang benar”.

2. Ciptakan dan pelihara terus kegelisahan pada diri Anda

Anda tak akan pernah bisa berubah bila Anda tak pernah gelisah. Bila Anda terlena dan merasa nyaman dengan kemapanan dan rutinitas yang selama ini Anda jalani, maka hidup Anda akan begitu-begitu saja.

Saya kagum pada A, seorang teman saya sesama penulis Anita Cemerlang, yang beberapa bulan lalu curhat pada saya. Dia sekarang boleh dibilang sudah cukup mapan dari segi materi dan karir. Tapi dia gelisah. Dia ingin menulis lagi seperti dulu. Dia ingin mewujudkan impiannya yang sudah lama tertunda.

Saya yakin, suatu saat nanti si A ini akan bisa meraih impiannya itu, dengan izin Allah tentu saja.

Kenapa?
Karena dia gelisah!

Saya Akan Beberkan DUA Rahasia:

1. APAPUN (Ya apapun itu!) yang dikerjakan secara serius, tekun, KONSISTEN, dan fokus, maka suatu saat nanti akan bisa menjadi penopang hidup Anda dari segi materi. Percayalah! Alhamdulillah saya sudah membuktikannya (Silahkan baca artikel terkait di sini).

2. Anda punya tujuan A, tapi realitas hidup memaksa Anda menuju B. Lalu Anda merasa nyaman di B tersebut. Lalu Anda lupa pada A. Dan ketika Anda ingin kembali ke A, sebenarnya yang perlu Anda lakukan hanyalah MEMUTAR ARAH. Tapi Anda merasa tidak bisa. Padahal ANDA SEBENARNYA BISA. Yang membuat Anda MERASA TIDAK BISA sebenarnya hanyalah karena Anda sudah terlanjur merasa nyaman dan tenteram di B, lantas merasa berat untuk meninggalkannya.

Itu saja. Tak lebih dan tak kurang.

Semoga bermanfaat, semoga terinspirasi.

Salam Sukses!

Jonru

NB:
Tulisan terkait:
Ingin Menemukan Lentera Jiwa? Ini Kiatnya!
Kiat Menemukan Bisnis yang Gue Banget

Foto dari Gettyimages.com

Iklan

53 responses to “[Kiat Sukses] The Power of KONSISTEN

  1. Ping-balik: Mengapa Banyak Orang yang Membenci Hari Senin? | Jonru Ginting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s