“Maaf, Saya Sibuk. Tak Sempat Menulis!”


sibuk belajar menulisEmpat hari belakangan ini, saya berhadapan dengan empat hal yang berkaitan dengan ucapan “Saya sibuk”.

Yang pertama:
Saya sedang menyiapkan sebuah buku tentang motivasi menulis. Di dalam buku tersebut, saya menulis sebuah bab tentang mitos “kesibukan”. Mohon doanya, semoga buku ini cepat kelar dan terbit di pasaran, ya 🙂

Yang kedua:
Tulisan Agung “Mbot” di blognya yang berjudul “Gue Terlalu Sibuk Buat Nulis”.

Yang Ketiga:
Tulisan Lalu Abdul Fatah berjudul “Jamal Terselip di Tulisan Ini. Mohon Selamatkan Dia!”, yang merupakan RESPONS terhadap tulisan Agung Mbot di atas.

Yang keempat:
Barus saja ada teman yang menyapa saya lewat Yahoo! Messenger. Dia berkata, “Saya ingin jadi penulis sukses, tapi kesibukan di kantor menghambat saya.”

Saya tersenyum geli, lalu dengan spontan saya jawab, “Yang menghambat itu bukan pekerjaan anda, tapi pola pikir anda sendiri. Sekarang saya ingin tanya, apakah bagi anda menjadi penulis sukses itu penting atau tidak?”

“Sangat penting,” sahutnya

Kalau anda menganggap itu sangat penting, lantas kenapa anda tidak mau meluangkan sedikit saja waktu anda SETIAP HARI untuk menulis?”

Ya, kita selalu berkata bahwa ini penting, itu sangat penting, dan seterusnya. Tapi sayangnya, itu baru sebatas gombal belaka.

Kita tidak merealisasikannya menjadi TINDAKAN NYATA.

* * *

sibuk belajar menulisBaiklah, di bawah ini saya kutipkan sedikit dari tulisan pada buku terbaru saya yang saat ini sedang dalam proses penulisan.

Pertanyaan #01: Apakah Anda serius ingin menjadi penulis sukses?

Kalau jawaban Anda TIDAK, maka saya justru heran. Anda tidak serius untuk menjadi penulis sukses, tapi Anda dengan sangat serius membaca buku ini. Hei, mungkin ada yang salah di pikiran Anda. Coba cek dulu ke dokter 🙂

Sementara bila jawaban Anda YA, maka pertanyaan selanjutnya:

Pertanyaan #02: Tadi Anda berkata “Jadwal saya padat”. Ini artinya Anda punya banyak aktivitas, bukan? Kita sebut saja, salah satu aktivitas Anda tersebut bernama “Kegiatan A”.

The question is: “Mana yang lebih penting bagi ANDA, “Kegiatan A atau menulis?”

Kalau Anda bingung harus menjawab apa (dengan kata lain Anda ragu), maka wajar bila Anda selama ini belum mulai menulis juga. Anda tak ubahnya seperti seorang pemuda yang menyetop taksi di jalan raya. Lalu ketika si sopir taksi bertanya “Mau ke mana”, anda menjawab, “Hm, ke mana ya?”

Kalau Anda menganggap “Kegiatan A lebih penting,” maka wajar bila Anda rela mengorbankan kegiatan menulis demi Kegiatan A. Saran saya, berhentilah membaca buku ini. Anda tidak membutuhkannya. Selama ini Anda sebenarnya hanya SEOLAH-OLAH ingin menjadi penulis sukses, padahal sebenarnya tidak!

Kalau Anda menjawab “Keduanya sama-sama penting”, maka selama ini Anda telah bersikap tidak adil. Anda seperti seorang ayah yang punya dua anak, tapi Anda lebih menyayangi anak yang satu dibanding anak yang lain.

Anda mengatakan “Kegiatan A dan menulis sama-sama penting.” Tapi Anda meluangkan banyak waktu untuk kegiatan A, sementara untuk kegiatan menulis Anda selalu beralasan “Tidak ada waktu.”

Halo? Anda sudah paham prinsip keadilan, bukan?

Kalau Anda menjawab “Kegiatan menulis lebih penting daripada kegiatan A”, maka Anda bukan hanya tidak adil, tapi juga aneh bin ajaib. Anda seperti seorang ayah yang lebih menyayangi anak tetangga daripada anak kandung Anda sendiri!

* * *

Oke, sekarang kita asumsikan bahwa jawaban Anda untuk pertanyaan kedua di atas adalah “sama-sama penting” atau “menulis lebih penting”. Artinya, Anda memang menganggap bahwa kegiatan menulis itu penting bagi diri Anda.

Pertanyaan #03:
Kalau Anda menganggap bahwa menulis itu penting, lantas kenapa Anda selama ini selalu menggunakan alasan “sibuk” untuk menghindarinya? Sementara untuk kegiatan lain yang Anda anggap sama atau agak sama pentingnya, Anda selalu MENYEDIAKAN waktu khusus?

sibuk belajar menulisHm, saya yakin Anda mulai mikir-mikir 🙂

Inti dari masalah ini sebenarnya HANYALAH tentang kemauan dan komitmen Anda untuk MENYEDIAKAN WAKTU. Itu saja. Tak lebih dan tak kurang.

Jadi saudara-saudara sekalian,
Masalah yang sebenarnya di sini bukan soal sibuk atau tidak, bukan soal ada waktu atau tidak ada waktu.

Yang perlu Anda lakukan adalah mengubah POLA PIKIR, seperti di bawah ini.

(1) Kalau Anda menganggap bahwa menjadi penulis sukses itu penting, maka Anda juga harus menganggap bahwa kegiatan menulis itu penting.

(2) Kalau Anda menganggap bahwa kegiatan menulis itu penting, maka Anda harus punya komitmen untuk menyediakan waktu khusus bagi kegiatan menulis.

(3) Kalau Anda masih berkata, “Saya sibuk, tak ada waktu,” maka saya akan bertanya lagi, “Anda masih ingin menjadi penulis sukses atau tidak?”

Jika Anda menjawab, “Ya, saya masih ingin menjadi penulis sukses,” maka tak ada jalan lain: Ayo sediakan waktu khusus untuk menulis. Jangan pakai alasan apapun lagi. Oke?

* * *

Bicara soal kesibukan, sebenarnya Anda tidak sendirian. Hampir semua orang pasti sibuk. Tantowi Yahya sangat sibuk. Agnes Monica juga sibuk. Stephen King sama saja. Bill Gates apalagi.

Tapi kenapa mereka bisa menjadi orang sukses? Kenapa mereka bisa menangani demikian banyak pekerjaan dan masalah? Padahal waktu yang tersedia untuk Bill Gates dan Anda sama-sama 24 jam sehari. Tak ada bedanya!

Orang-orang yang jadwalnya padat adalah orang-orang yang punya waktu luang sangat sedikit, bahkan mungkin tidak ada. Karena itulah mereka sangat menghargai waktu. Mereka tak ingin melewatkan sedetik pun untuk hal-hal yang tidak produktif. Mereka tidak suka menunda-nunda. Sebab bila menunda, mereka akan kehilangan kesempatan. Dii depan sudah banyak menunggu aktivitas-aktivitas lain.

Jadi bila Anda termasuk orang yang sangat sibuk, jadwal sangat padat, maka yang perlu Anda lakukan adalah:

1. Menghargai waktu, tidak suka menunda-nunda

2. Disiplin dalam mengelola waktu

3. Sediakan waktu khusus untuk menulis. Demi Tuhan, sediakan waktu khusus untuk menulis!

Salah satu rahasia orang sukses adalah kemampuan mereka dalam mengelola waktu. Bagaimana caranya agar dengan waktu yang tersedia, mereka bisa melaksanakan semua tugas secara efektif dan efisien.

Orang sukses bukanlah orang yang punya banyak waktu luang. Orang sukses adalah orang yang pintar dan disiplin dalam mengelola waktu.

* * *

“Oke, sekarang saya SUDAH SADAR bahwa saya harus menyediakan waktu khusus untuk menulis. Pertanyaan selanjutnya, Bagaimana caranya?

kiat sukses menulisYa, ini sebenarnya hal yang sangat teknis. Karena itu, saya akan berikan jawaban teknis pula.

Dulu, ketika masih menjadi pekerja kantoran, saya juga sangat sibuk. Saya harus berangkat ke kantor sekitar jam 6.30 pagi, lalu malamnya tiba di rumah sekitar jam 19.00 atau 20.30 dalam keadaan lelah dan mengantuk berat.

Anda mungkin berpikir bahwa saya tidak punya waktu untuk menulis.

Tapi silahkan kecewa karena Anda keliru! Justru pada kondisi seperti itulah saya berhasil menyelesaikan penulisan novel “Cinta Tak Terlerai”.

Saya selalu berusaha untuk mandi, sarapan dan berpakaian lebih pagi, sehingga tepat pukul 06.00 saya sudah siap untuk berangkat. Berdasarkan pengalaman, saya biasanya masih bisa sampai di kantor secara tepat waktu bila saya berangkat dari rumah pukul 06.30. Itu artinya saya punya waktu luang selama setengah jam.

Maka waktu setengah jam inilah saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk menulis. Setelah jam 06.30 tiba, saya segera berhenti menulis. Walau sedang asyik-asyiknya, walau ide sedang lancar-lancarnya, walau nulisnya lagi nanggung, saya tidak peduli. Saya harus segera berhenti menulis atau saya akan terlambat tiba di kantor dan ditegur oleh atasan.

Sekarang coba Anda bayangkan:
Anda secara rutin dan konsisten menulis satu halaman sehari. Bila kegiatan ini Anda lakukan secara rutin, berarti dalam setahun Anda sudah berhasil menulis naskah setebal 365 halaman. Hm… bahkan 100 atau 50 halaman naskah pun sudah bisa menjadi sebuah buku. Apalagi 365 halaman, tentu lebih bisa lagi!

Catatan:
Tidak ada rumus baku mengenai “kapan waktu yang tepat untuk menulis”. Masing-masing orang punya preferensi yang berbeda-beda. Silahkan cari sendiri waktu yang paling tepat dan paling menyenangkan untuk diri Anda sendiri.

Terima Kasih dan Salam Sukses!

Jonru
– Founder BelajarMenulis.com & PenulisLepas.com
– Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
– Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”

Iklan

85 responses to ““Maaf, Saya Sibuk. Tak Sempat Menulis!”

  1. Menarik, jadi ingin menulis tentang usaha ku nih

    Suka

  2. yah. kemarin sempat pengen nanya ke Pipiet Senja. gimana caranya bisa mikir padahal sakit thalasemia. juga gimana bisa mikir ketika capek banget habis ngurus rumah tangga. juga ketika anak sedang tidur dan pengen nulis, tapi ditunda karena mikirnya pasti gak bisa nulis tuntas. pasti nanggung. percuma. ternyata nulis nanggung bisa saja disambung terus ya. sampai di rumah pasti langsung saya coba. suwon mas jonru

    Suka

  3. Makasih banget mas Jonru yang sudah menyadarkan saya dan bener memang selama ini saya merasa sibuk sebenernya adalah males kalo mau ditilik lebih dalam lagi. Saya pernah mencoba tetapi terlalu lama mencari judul atau masalah apa yang dapat ku tulis, saya terlalu banyak membaca buku tetapi koq tidak jadi penulis sungguh sangat riskan.

    Suka

  4. mikum, mas jonru. saya kesulitan mendownload ebook gratis yang mas berikan. selalu muncul halaman yang sama yaitu TDW, tak ada tanda2 bahwa saya akan mendownloadnya, tolong kasih tau ya mas caranya, ma’lum saya masih pemula. makasih banyak. wassalam

    Suka

  5. mas, kira2 web mana yang menampung tulisan untuk pemula dan dibayar walau sedikit

    Suka

  6. @emqie: Mulai hari ini, program download gratis memang sudah dihentikan, karena TDW University sudah resmi dibuka.

    Suka

  7. Wah..kebuka mata hati saya.
    Saya dulu punya teori yang seperti itu tapi nggak pernah dipraktekkan. Setelah baca yang ini, semoga, do’a-kan saya, bisa mempraktekkannya tiap saat.
    Makasih om jonru ,,,sukses selalu

    Suka

  8. Maaf selama ini saya sadar telah membuang waktu saya tuk tidak menyempatkan menulis, semoga untaian motivasi tersebut sapat menjadi tergugah dan bersemangat!! doakan saya,
    Terima kasih,,,

    Suka

  9. wow! hebat banget, makasaih ya, akan saya coba.makasih banget, akan saya coba

    Suka

  10. jadi malu hati. aku tuh mmg hobi nulis tp sjk pnya anak 3 aku btl2 sibuk. tp insyaAlloh aku akan mengikuti saran diatas. thx.

    Suka

  11. Waduh saya seperti kena tinju nih…. syukron banget bang Jonru, itulah potret saya… masih belum bisa adil,nulis kalau ada waktu aja dan dikejar deadline (kebetulan saya duduk di redaksi majalah kantor sih). Kalau nulis buku harian sih bisa berlembar-lembar (meski juga gak setiap hari, biasanya kalau lagi melow). Obsesi saya, pengin banget tulisan saya jadi buku dan mejeng di toko buku (berani mimpi sih) cuma kadang bingung mau nulis apa ya? BTW, nasehat abang jadi cambuk buat saya untuk lebih adil buat waktu menulis. jangan bosan-bosan melecut ya Bang.
    skali lagi syukron.

    Suka

  12. yap… setelah membaca artikel di atas, merupakan sindiran yang tajam buat saya. banyak waktu saya yang terbuang hanya untuk membayangkan naskah saya di muat apa tidak? akhirnya naskah itu tidak pernah selesai…thanks banget atas motivasinya.

    Suka

  13. thanks boss sarannya.
    saya pikir hanya belum memprioritaskan aja untuk menulis.
    ok aku janji aku harus menulis peristiwa terkesan setiap hari minimal satu lembar. brovo bung jonru…!!!
    jazakallah khoir
    wassalam

    Suka

  14. yeah may be emank tu yang batu yang sulit banget ku hindari, tapi setelah baca buku di atas akhirnya aku sadar, aku terlalu menelantarkan waktu luangku.
    okay. since now, q gak kan ;lagi ngebasahin ewaktu2 luangq wat hal2 yang g pentiniiiiiiiiiii………ng banget, termasuk ngebrozzzzzz n ngalamoen.hehehehe………………………… yeah minta doanya aja!!!!!!!!1

    Suka

  15. waduh-waduh…jadi banyak pikiran nih bung…
    http://ifearth.blogspot.com/

    Suka

  16. sudah ada desain covernya belum pak, mungkin saya bisa membantu kalau mau buat buku

    salam hangat

    Suka

  17. Subhanallah… saya beruntung membaca tulisan kakak.. smg Allah menambah keberkahan dalam hidup kak jonru. Mksh dah sharing ilmu yang menakjubkan. Alahmdulillah, saya smakin bersemangat!!! mksh yaaa

    Suka

  18. Ping-balik: KESIBUKAN YANG MENJADI ALASAN | avartara[dot]com

  19. IIN INDRAWATI

    salam sukses, after i read u’r article, now i know, how difficult to build our character, sorry my english is nat so good. Thanks a lot ya… mudah2an tulisan jonru bisa melecut diri ini untuk lebih menghargai waktu dan belajar mengatur waktu lebih efisien tidak hanya untuk menulis tapi juga untuk kegiatan lainnya.

    Suka

  20. Semoga semangatini tetap terjaga Amin,..

    Suka

  21. maaf, saya sibuk, tidak sempat membaca postingan ini. 😉
    hehehe…
    jadi malu sendiri aku mas.
    nanti malam mulai menulis lagi ahhh…
    terima kasih semangatnya

    Suka

  22. he…he….he…..,bener-bener banget,tuh yang diomongin ama mas jonru.T.O.P.BGT.
    Kayaknya aku juga kudu lebih pinter ngatur waktu soalnya aku juga lagi buat planing.kalau novel yang aku kerjakan harus sudah selesai akhir bulan delapan ini.cayoooo…. maju terus pantang mundur

    Suka

  23. tntowi yahya,agnes monica, bill gates. mereka sukses bukan dari manulis.banyak jalan buat sukses,,hehehe,,ngeles aja

    aku ingin menulis, tapi terkadang aku takut untuk menulis
    takut keingetan masa lalu,jadi lebih milih mendem perasaan
    padahal salah satu cara untuk mengurangi beban mental adalah dengan menulis.gimana tuh???
    nulis enggak,curhat sama orang lain juga enggak

    seringnya,udah nulis sampe empat lembar terus mandeg ide ceritanya,,

    Suka

  24. salam. saya merasa malu katika bembaca tulisa bapak junro,dibandingkan bapak, sya adalah orang yang mempunyai waktu banyak, cuma tidak dupakai sebagai mana mesting, dan bahkan di buang begitu saja, dari tulisan bapak saya termotifasi untu jadi penulis, dan saya akan melowongkan waktu husus, untuk nulis. harapan saya buat bapak, kirimkan solisi dan motifasi, takutnya saya sewaktu-waktu lalai dalam belajar menulis, mungkin dengan membaca tilisan bapak yang sebelumnya males nulis bisa timbul keinginana lagi, dan bahkan tambah semangat. amin

    Suka

  25. bagaimana tuh daftrar kursus gratis? apakah daftarnya saja yg gratis tp kursusnya tidak?? n bagaimana cara belajarnya?? thax

    Suka

  26. @awhal: Mungkin yang anda maksud adalah “kursus gratis pintar menulis dalam 9 minggu”. Ya, ini benar2 gratis. Anda akan mendapat 1 materi perminggu (selama 9 minggu) yang berisi kiat2 jitu soal penulisan. Kalau mau bergabung, coba klik http://newsletter.belajarmenulis.com

    Suka

  27. Ping-balik: [Kiat Menulis] Berguru dari Penulis yang (justru) Merasa BUKAN Penulis | Jonru on the Web

  28. 😀 Saya jadi malu sendiri setelah mambaca artikel ini , jadi selama ini tekad saya kurang kuat atau commitment saya kurang.

    Thanks alot friend 🙂

    Suka

  29. Good article! Thank you so much for sharing this post.Your views truly open my mind.

    Suka

  30. hehehe begitu ya. aku paham.. makasih artikel nya.,, 😀

    Suka

  31. Ping-balik: Menulis di Waktu Senggang | Writers Academy Indonesia

  32. Ping-balik: Menulis di Waktu Senggang | PenulisLepas.com

  33. Ping-balik: Dulu Produktif Berkarya, tapi Kini Tak Pernah Menulis Lagi | PenulisLepas.com

  34. assalamu’alaikum wr.wb.

    terima kasih pak atas solusinya . insyaallah mulai sekarang saya akan mencoba dan melakukannya . seterusnya tinggal bagaimana cara-cara membuat tulisan yang bagus dan menarik perhatuan pembaca . mohon doanya yah pak moga berhasil 🙂

    Suka

  35. terima kasih bang John atas pencerahannya….
    kapan ke surabaya?
    masih sering pulang ke Tanah Tinggi bang…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s