[Kiat Menulis] Tentang Kerangka Karangan dan Aliran Sesat


sisir - alat bantuKenapa banyak di antara kita yang suka mandeg dalam menulis? Salah satu alasannya, karena kita selama ini dikuasai oleh sebuah “aliran sesat” yang berjudul “perlunya membuat kerangka karangan dalam menulis”.

“Aliran sesat” ini diajarkan di sekolah-sekolah, dan kita pun mungkin sudah hafal bagaimana doktrinnya. Seorang guru Bahasa Indonesia yang berdiskusi dengan saya beberapa waktu lalu, mengatakan, “Kerangka karangan itu wajib dibuat sebelum mulai menulis. Sebab dengan kerangka karangan, siswa akan lebih mudah dan terarah dalam mengembangkan tulisannya.”

Oke, itulah aliran sesat tersebut!

Sekarang, mari kita bermain-main dengan analogi.

Sisir adalah ALAT BANTU untuk merapikan rambut. Anda setuju? Saya yakin YA!

Lantas, coba perhatikan foto Ilham Anas, si Obama Palsu berikut ini, yang rambutnya super cepak.

obama palsu

Apakah dia butuh sisir untuk merapikan rambutnya?
Saya yakin, jawaban Anda adalah TIDAK.
Dia mungkin hanya butuh bantuan jari-jari tangannya untuk merapikan rambut, dan sedikit air barangkali 🙂

* * *

Nah, demikianlah analogi yang pas untuk kerangka karangan!

Kerangka Karangan Itu Alat Bantu!

Sebagai alat bantu, tentu kita membutuhkannya bila dia MEMBANTU mempermudah pekerjaan kita. Namun bila alat bantu justru mempersulit pekerjaan kita, masihkah kita membutuhkannya? Dan masihkah ia layak disebut alat bantu?

Kerangka karangan itu alat bantu dalam menulis. Tujuannya adalah untuk mempermudah kita dalam menulis.

Karena itu, bila Anda merasa dipermudah oleh kerangka karangan, maka silahkan pakai. Tapi bila kerangka karangan justru membuat Anda terkekang, sulit dalam menulis dan seterusnya, maka sebenarnya Anda tidak butuh kerangka karangan sama sekali!

Sama seperti Ilham Anas, si Obama Palsu, yang tidak butuh sisir untuk merapikan rambutnya!

* * *

Oke, berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawaban seputar kerangka karangan.

1. Siapakah yang butuh kerangka karangan?

Umumnya, para penulis pemula masih membutuhkan kerangka karangan dalam menulis. Sebabnya, rata-rata penulis pemula masih suka ngelantur ke mana-mana. Tulisan mereka belum bisa fokus. Mereka butuh kerangka karangan agar tulisan mereka menjadi fokus dan lebih terarah.

Sementara bagi penulis yang sudah berpengalaman, mereka biasanya sudah TERLATIH untuk membuat tulisan yang fokus dan terarah. Karena itu, mereka biasanya tidak butuh kerangka karangan.

Tapi tidak peduli apakah Anda masih pemula atau sudah sangat berpengalaman dalam menulis, Anda TETAP BUTUH kerangka karangan bila Anda memang merasa bahwa dia memang benar-benar bisa membantu mempermudah Anda dalam menulis.

Namun sebaliknya:
Tidak peduli apakah Anda masih sangat pemula atau sudah sangat berpengalaman dalam menulis, Anda TIDAK BUTUH kerangka karangan bila dia justru mempersulit proses penulisan Anda.

2. Bagaimana cara membuat kerangka karangan yang baik?

Tidak ada aturan atau rumus apapun yang perlu Anda pelajari. Silahkan buat kerangka karangan dengan cara dan format apapun, terserah Anda! Yang penting cara dan format tersebut membuat Anda merasa nyaman dan lebih mudah dalam menulis. Itu saja. Titik. Tak usah memikirkan hal-hal yang sebenarnya tak perlu Anda pikirkan. Tak perlu mempersulit hal-hal yang sebenarnya mudah.

Jangan sampai terjadi:
Proses penulisan Anda justru mandeg gara-gara Anda kesulitan dalam membuat kerangka karangan. Hehehehe.. ini sebuah ironi yang memalukan!

INGAT! Kerangka karangan itu alat bantu. Tentu aneh dan ironis bila alat bantu justru membebani pekerjaan Anda. Alat bantu itu tujuannya untuk mempermudah Anda, bukan sebaliknya. Oke?

3. Apakah ada alat bantu selain kerangka karangan?

Sampai hari ini, saya belum menemukan adanya alat bantu lain. Bila Anda menemukan ada alat bantu lain yang – MENURUT ANDA – jauh lebih bagus, lebih efektif, lebih membantu ketimbang kerangka karangan, ya silahkan Anda pakai.

Jangan merasa bahwa kerangka karangan itu KITAB SUCI yang tak terbantahkan. Demi Tuhan, kerangka karangan itu HANYA ALAT BANTU! Bila Anda menemukan alat bantu yang lebih baik, why not? Silahkan dipakai sesuka Anda 🙂

4. Apakah boleh bila hasil tulisan kita berbeda dari kerangka karangan yang telah kita buat sebelumnya?

SANGAT BOLEH. Apakah Anda akan masuk neraka atau masuk penjara hanya gara-gara membuat tulisan yang berbeda dengan kerangka karangan?

Come on guys, opeh your mind 🙂

Sekali lagi, kerangka karangan itu bukan kitab suci. Oke?

daftar belanjaAgar lebih jelas, coba bayangkan situasi berikut:
Ada seorang ibu yang pergi ke mall untuk berbelanja. Dari rumah, dia sudah membuat check list yang berisi barang-barang yan akan dia beli:

1. sabun mandi
2. odol
3. sayur bayam
4. daster warna pink
5. susu
6  roti tawar

Setiba di mall, dia langsung belanja. Check list yang dia bawa benar-benar membantu dia untuk mengingat barang apa saja yang harus dia beli. Dia pun bisa fokus untuk hanya membeli barang-barang yang terdapat di check list tersebut.

Tetapi ketika berbelanja, dia ingat bahwa dia juga sebenarnya perlu membeli handuk. Maka handuk pun dia beli.

Dia juga tiba-tiba berpikir bahwa daster yang bagus sebenarnya warna biru, bukan pink. Maka daster yang akhirnya dia beli berbeda warnanya dengan yang tercantum di check list.

Dia juga tiba-tiba berpikir bahwa sayur bayam tak perlu dibeli. Maka dia batal membeli sayur bayam.

Dan seterusnya.

Nah, Anda bisa menganalogikan kerangka karangan seperti check list belanjaan si ibu tersebut.

Dia membuat check list itu dengan cara dan format yang terserah dia. Yang penting check list itu membantu dia dalam berbelanja.

Dan dalam prakteknya, dia tidak perlu patuh 100% terhadap check list yang sudah dia buat. Artinya, fleksibel aja gitu loch 🙂

5. Ketika menulis, saya dibayang-bayangi oleh kerangka karangan. Saya khawatir bila isi tulisan saya tidak sesuai dengan kerangka karangan yang telah dibuat. Bagaimana, dong?

Hehehehe…
Ingatlah sekali lagi Sobat:
Kerangka karangan itu alat bantu. Dia seharusnya membuat Anda terbantu. Dia seharusnya mempermudah proses penulisan Anda.

Dari pertanyaan Anda di atas, yang terjadi justru sebaliknya, bukan?
Kerangka karangan justru mempersulit Anda.

Sekali lagi:
Hehehehe…. 🙂

Maka bila situasinya seperti ini, yang perlu Anda lakukan adalah:

1. Lupakan kerangka karangan. Anda mungkin tidak membutuhkannya. Mungkin Anda akan lebih lancar dan nyaman menulis tanpa kehadiran kerangka karangan. Anda mungkin sama seperti  Ilham Anas, si Obama Palsu, yang tidak butuh sisir untuk merapikan rambutnya.

ATAU:

2. Terapkan kiat yang jitu. Anda selama ini mungkin menggunakan sisir eh… kerangka karangan dengan cara yang belum tepat.

Berikut cara yang tepat:

(1) Dengan asumsi bahwa Anda memang butuh kerangka karangan, awali proses penulisan Anda dengan membuat kerangka karangan. Bagaimana format dan caranya? Di atas sudah dijelaskan. Oke?

(2) Setelah itu, mulailah menulis. Menulislah secara bebas, spontan, sesuka Anda. Hilangkan semua beban dari pikiran Anda. Lupakan dulu semua teori, kiat menulis, dan seterusnya. Pokoknya menulislah sesuka-suka Anda.

(Artikel tentang kiat menulis bebas bisa dibaca di sini)

Termasuk kerangka karangan yang telah Anda buat tadi, silahkan lupakan dulu. Jangan diingat-ingat. Jangan sampai Anda dibayang-bayangi oleh makhluk yang bernama kerangka karangan tersebut. LUPAKAN DIA UNTUK SEMENTARA. Oke?

(3) Setelah semua ide berhasil dituangkan ke dalam tulisan, barulah kerangka karangan tadi dilirik lagi. Silahkan sekarang Anda mencocokkannya dengan tulisan yang telah dibuat.

Cara mencocokkannya lebih kurang sama seperti ibu-ibu yang mencocokkan check list daftar belanjaan dengan barang-barang yang telah dia beli di mall. Ingat contoh tentang ibu-ibu di atas. Begitulah caranya.

* * *

Nah, demikianlah kiat teknis seputar kerangka karangan. Semoga mulai saat ini, kita terbebas dari doktrin dan aliran sesat mengenai kerangka karangan.

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

NB:
Silahkan baca artikel terkait: “Bagaimana Cara Menjadi Penulis”

Jonru

Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com

Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com

Iklan

88 responses to “[Kiat Menulis] Tentang Kerangka Karangan dan Aliran Sesat

  1. kalo saya malah kebanjiran ide , malah tulisan melantur kemana2. jadi outline saya lihat setelah berakhir. dan jadi semnagt buat nge-cut tulisan sendiri,,,hehe

    Suka

  2. Memang benar adanya, kerangka karangan justru sering membelenggu penulis. Bukannya mengembang justru kadang membatasi. Kadang kalau ada ide sesaat justru malah repot, lho kok nggak ada dalam kerangka karangan.

    Akibatnya banyak orang seprti saya ini, keracunan ajaran sesat mulai dari SD. Celakanya sampai sekarang ini di SD, SMP, maupun SMA pakem penulisan ya belum berubah. Kalau ada soal ” Sebelum menulis sebuah karangan lebih dahulu membuat…. ” kalau dijawab selain kerngka karangan dijamin dapat nilai 0.

    Ok, trim bung Jonru. Semoga mendapat balasan yang lebih besar dari Allah SWT, atas amal kiat-kiatnya dalam menulis.

    Suka

  3. bravo bung jonru!
    sepakat dengan pendapat antum. tapi Allahamdulillah justru dengan kerangka karangan aku lebih fleksibel. sewaktu-waktu aku bisa meneruskan dan meninggalkan tulisan tanpa khawatir kehilangan arah. salah satu ciri smart work adalah bekerja dengan alat. kalau antum yang terbelenggu dengan alat, artinya kalian masih belum mahir menggunakan atau belum familiar aja dengan alat. coba berlatihlah menggunakan alat. kalau dah mahir anda akan luar biasa, karena alat adalah daya ungkit untuk memaksimalkan potensi diri.begitu bung jonru, sukses untuk anda. tabik bung!

    Suka

  4. ternyata yang saya pikirkan dulu salah ya.
    trims mas buat sharingnya. amat sangat berguna buat saya.

    Suka

  5. makin nambah perut mules nih!
    dulu aq pernah pake kerangka karangan, tapi hasilnya kerangka itu malah ngebuat semua kata dan kalimat yang mau q tulis terlalu terpacu pada kerangka tersebut , jadi bisa dibilang kalo nulis make kerangka karangan tuh tambah rumit n kesusahan{itu kalo bagi gw}
    tapi …………………Bagi lu lu yang kesulitan nulis kalo tanpa kerangka karangan, ya pake aja, gak ada yang salah kan?????????????
    tapi menurut gw, enakan langsung, karna kita bisa nulis bebas dan selalu bisa dapet inspirasi dan imajinasi buat nulis sebuah karangan………………:)

    Suka

  6. wah…telat ni eke

    Suka

  7. wah telat ni

    Suka

  8. hiks…
    makasih banyak ya jon…
    moga mulai dari skrang eke semangat lagi ni

    Suka

  9. wah analoginya tepat sasaran.
    sepertiya mas jonru memang pandai menulis.

    selamat yah..

    btw buku karangan mas jonru bisa didapatkan dimana

    salam kenal

    farhan

    http://www.uangsuper.com
    pelajari cara membedakan website penipu dan yg jujur
    di US

    GRATIS bonus

    Suka

  10. Rasanya Pak Jon,

    Cikgu di Malaysia yang mengajar bahasa pun risau anak murid tidak tahu menulis. Rasanya mungkin banyak sangat ajaran sesat dalam mengajar menulis.

    Fadzli

    Suka

  11. salam kenal pak. Kadang juga yang membuat kita lambat menulis karena kita suka menjadi juru bagi diri sendiri. Bagaimana ni pak cara mengatasinya. tks

    Suka

  12. Hahahaha, sisir.. ilustrasi yang bagus.

    Suka

  13. Saya tidak tahu persis apakah tulisan sy pake kerangka karangan atau tidak. Yang jelas diotak saya sudah kebayang poin2 penting yg harus saya tulis dan ujungnya bakal gimana. Makanya kalau sudah nulis, saya ga mau berhenti, takut gambaran2 di otak itu hilang. Kalau punya wkt sempit, sy cepet2 aja nulis poin2nya dulu. Mungkin itu kerangka karangan juga ya? Trus klo udah selesai nulis, bgtu di otak saya ada poin baru, cepet2 saya edit. Ga prnh bisa nunggu bbrp hari, krn rasanya pengen cepet2 menyempurnakan tulisan. Jadi suka kepikiran trs.

    Suka

  14. terima kasih,,,

    Suka

  15. trnyta slama ini dbayang-byangi olh ajaran itu yg sbtulnya mmbuat kt mandek….
    trims mas ats pnjelasnnya.

    Suka

  16. Bissmillah… Pak… Saya coba… Tulisan = kalam… sebelum sy coba menulis sy akan mencoba membaca = iqro’ dulu Tulisan-tulisan yg tersebar disekitar sy… Terimaksih atas ilmunya… semoga Allah menambah kekayan ilmu Bapak… Wsslm…

    Suka

  17. makasi banyak pak jamru atas kebikannya, semoga dibalas atas kebaikannya,,,

    Suka

  18. I do really like your famous text! Could you create the term papers for example? Because I know that a good essay writing service can write well researched research papers of supreme quality.

    Suka

  19. Wah… aku setuju banget.Karena ribet dan sulit banget.
    Lebih enak langsung ja..

    Suka

  20. SOK TAU LO JONRU! KAYA LAKU AJA BUKU2 LO!

    Suka

  21. @Vina: Jangan jadi pengecut. Tunjukkan dirimu dan bersuaralah dengan gagah berani!

    Suka

  22. Ping-balik: Blog Posting Management | AGunawaniKA.com

  23. Ping-balik: Kiat Menulis Itu Tidak Perlu, Jenderal! | Jonru on the Web

  24. kerangka karangan?aliran sesat?

    syukurlah,sy tdk pernah mengikutinya

    abiznya nyebelin,gara2 si alses alias aliran sesat itu kn tulisan diri q bs mandekkk

    makacy ea mas atas tulisannya!

    Suka

  25. wah.. slama ini.. saya kirain cuma saya sendri yang berpikiran untuk menulis tanpa kerangka.. eh, ternyata di luar sana msih bnyak yang mendukung cara menulis tanpa kerangka… jadi terus bersemangt d.. hahahaha thank’s pak jonru atas ilmu’ny, salam kenal.. julio andryanto.. SMK tingkat 2.. semoga sukses slalu^^

    Suka

  26. Jika ingin menulis, menulislah.
    Jika merasa kesulitan dalam menulis, gunakanlah alat bantu.
    Jika alat bantu yang digunakan malah tambah menyusahkan, buang saja alat bantu tersebut.
    Jika kebingungan dalam menulis, tulislah kebingungan tersebut.
    Jika sedang tak punya ide, menulislah, karena ide kadang muncul ketika kita sedang menulis… 😀

    Suka

  27. Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!

    Suka

  28. Kesuksesan dalam menulis itu berawal dari kemauan dan kerja keras pantang menyerah. tidak mudah putus asa,,,,

    Suka

  29. Kerangka karangan= alat bantu. Bisa dipakai bisa tidak, tergantung manfaatnya bagi person saja, begitu ya Bang? setuju banget deh.

    Suka

  30. Ping-balik: Agar Tulisan Tidak Melebar ke Mana-mana | PenulisLepas.com

  31. Ping-balik: Kiat Menulis Bebas: Kiat Paling Jitu agar Kita Selalu Lancar Menulis! « Wahyu Nobe

  32. Ping-balik: Kiat Menulis Bebas: Kiat Paling Jitu agar Kita Selalu Lancar Menulis! | Dewy90′s Blog

  33. salam kenal mas, wah saya jadi ngerti ini kalau saya tergolong pada aliran sesat…
    trimakasih mas ternyata aliran sesat ini juga ga salah untuk menhasilkan sesuatu yang ga sesat

    Suka

  34. Ping-balik: Kiat Menulis Bebas: Kiat Paling Jitu agar Kita Selalu Lancar Menulis! | LKP2 Quantum Remaja

  35. terima kasih tipsnya, sukses selalu pak jonru

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s