Mengapa Semua Penulis WAJIB Belajar Jurnalistik?


Salah seorang penulis terkemuka Indonesia – Gola Gong – mengatakan:

“Jurnalistik adalah ilmu paling mendasar yang harus diketahui oleh semua penulis.”

Ya, kalau dipikir-pikir, benar juga. Sebab dengan jurnalistik, kita bisa menjadi:

  • terampil dalam membuat tulisan yang menarik;
    .
  • terlatih untuk melihat apakah suatu tema disukai oleh pembaca atau tidak, sehingga kita bisa membuat tulisan yang benar-benar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat;
    .
  • terampil dan terbiasa untuk membuat tulisan dengan sudut pandang atau angle yang unik;
    .
  • terbiasa untuk melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda, melihat sisi-sisi lain pada kehidupan yang tidak “dilihat” oleh orang lain, sehingga kita bisa menghasilkan tulisan yang BERBEDA dan mungkin “mencengangkan”;
    .
  • terlatih untuk mengembangkan ide sederhana menjadi tulisan yang lengkap (ingat prinsip 5W + 1H pada jurnalistik yang sangat terkenal itu);
    .
  • dan masih banyak lagi!

NB: Ketika saya melontarkan topik ini di Facebook, salah seorang rekan bernama Muhammad Nur Riko Putra menjawab:

Saya setuju pak, apalagi ketajaman seorang wartawan dalam melihat sesuatu bisa jadi berita atau tidak. Kemudian wartawan bisa menjadikan sebuah kejadian yang biasa jadi luar biasa karena mereka mendalami kasusnya dan mencoba melihat dengan sudut yang berbeda.

Intinya:
Walau Anda bukan wartawan, dan tidak punya cita-cita menjadi wartawan, maka BELAJAR JURNALISTIK itu HARUS, bila Anda memang ingin menjadi penulis yang ANDAL.

Lagipula, sekarang sedang tren citizen journalism. Semua orang bisa jadi wartawan. Banyak website yang memberikan kesempatan kepada para penulis untuk menjadi “wartawan” mereka. Kita bisa menjadi kolumnis di sana, atau kontributor, menuliskan tema-tema yang paling kita sukai, dan seterusnya.

Nah, bila kita sudah menguasai jurnalistik, maka kesempatan seperti ini akan lebih mudah untuk diraih.

Lantas bagi Anda yang ingin mendirikan dan mengelola majalah internal, buletin, newsletter…
Atau Anda yang ingin menjadi penulis biografi tokoh-tokoh terkenal…
Apalagi bagi Anda yang memang ingin menjadi jurnalis profesional…
Anda benar-benar perlu belajar jurnalistik. Sebab ilmu jurnalistik merupakan salah satu landasan penting bila Anda ingin sukses di bidang tersebut.

* * *

Berita baiknya…
Kini di Sekolah-Menulis Online (SMO) tersedia Kelas Jurnalistik 🙂

Pengajarnya: Edi Santoso (Kolumnis Majalah Tarbawi dan Dosen Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto)

Materinya:
– Dasar-dasar jurnalistik
– Teknik wawancara
– Kiat menulis berita
– Etika jurnalistik
– Tatacara mendirikan penerbitan dan organisasi penerbitan
– Kiat mempengaruhi opini publik lewat bahasa jurnalistik’
– Kiat menulis straight news dan feature news
– Dan masih banyak lagi.

Bonus Menarik:

Menjadi Kolumnis dan Wartawan Freelance di website PenulisLepas.com.

Batas Akhir Pendaftaran dan Mulai Belajar:
10 Agustus 2009

Untuk pertanyaan, masukan dst, Silahkan Hubungi Kami 🙂

Info selengkapnya mengenai Kelas Jurnalistik SMO, silahkan KLIK DI SINI.

Terima kasih dan salam sukses!
Jonru
Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
http://www.sekolahmenulisonline.com/
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat!

Iklan

29 responses to “Mengapa Semua Penulis WAJIB Belajar Jurnalistik?

  1. jadi bingung neh, pengen belajar yang mana. pertama sih saya tertarik di kelas smart writer. tapi seteah membaca ini kok saya jadi bingung.

    Suka

  2. @Muji: Smart Writer itu bisa disebut kelas gado-gado Pak. Semua ada. Tapi dengan belajar jurnalistik, maka insya Allah materi penulisan lain pun lebih mudah dipelajari. Oh ya, investasi kelas jurnalistik pun lebih murah dibanding kelas smart writer.

    Suka

  3. maaf pak,apa redaksi selalu melihat latar elakangpendidikan si penulis,..saya 23 tahun,bekerja diperusahaan otomotif di NTB,saya juga tercatat sebagi mahasiswa jurusan Managemen Informatika,…saya sering mngirimkan tulisan saya yang kebanyakan bertema sosial dan budaya,kadang – kadang tentang teknologi,tapai ndak pernah tembus…mohon saranya pak,..

    Suka

  4. waduh, bang. semua pelatihan sangat menarik. tp blum ada bugdet untuk ikut pelatihan nih. rancangan dana masih untuk keperluan yang lain. terima kasih banyak untuk undangannya..:)

    Suka

  5. insyaallah, ikutan di SMO Jurnalistik
    berbagi ilmu dan menambah wawasan 🙂
    see you there ^_^ !

    Suka

  6. wah,,,
    lagi-lagi info yang sangat bermanfaat,,,
    awal saya mulai mengikuti blog ini saya mulai start action,,
    terima kasih atas bantuan menumbuhkan kepercayaan diri saya,,
    tidak hanya dalam hal menulis,seluruh kegiatan pun saya lakukan dengan optimis,,,
    mohon doanya agar dapat menyaingi idola dan motivator saya,andrea hirata,,,
    yang paling penting doakan agar selau keep writing

    Suka

  7. Assalamualaikum,
    Hmm… Tulisan di atas bikin saya kepengen daftar saja… Tapi sayang sekali,, sekarang saya masih sibuk mikirin UMPN dan biayanya juga belum ada…
    Tapi semua tulisan yang ada di blog ini sudah sangat menginspirasi dan memotivasi diri saya…
    Semoga blog ini dan juga Sekolah Menulis Online (SMO) bisa lebih maju dan bermanfaat bagi saya dan orang lain…

    Selamat Sore Pak Jonru…

    Wassalamualaikum

    Suka

  8. wah…gimana ya….saya mulai dari trik Start Action aja dulu ya….

    pengen nulis trus dikoreksi mas JONRU

    makasih banget atas semuanya….

    Suka

  9. Pak Jonru, event ini gak terjadwal ya? Soalnya kalau dadakan gini jadi berat di biaya sekolahnya… Gimana kalau 3-6 bulan sebelumnya ada pemberitahuan, jadi bisa nabung dulu. Namanya juga ibu RT yang tak berpenghasilan sendiri jadi harus pintar-pintar hemat uang belanja…T_T…

    Suka

  10. aduh Om Jonru,bingung ni,yang belajar menulis ni belom bisa di dalamin bener bener,tapi ngga ada salhnya untuk mencoba,semangat tyus yah!

    Suka

  11. makasih infonya bung jonru..

    aku newbie nich,masih bingung soal menulis.baru belajar nich…

    Suka

  12. Wah… syukran nih infonya…, tapi blum ada budget sih.., moga2 nanti ada kesempatan lagi..

    Suka

  13. Terima kasih infonya, baru tau deh, kalau jurnalis itu penting untuk penulis. Apakah semua penulis yang sukses juga belajar jurnalistik ya?
    kayaknya sih setiap ada pelatihan pengen ikut, tetapi jadwalnya sering gak memungkinkan, apalagi kalau dadakan. kalau bisa di rancang untuk 2 atau 3 bulan kedepan bagaimana ?

    Suka

  14. saya ingin ikut. tapi melihat materinya kok saya jadi bingung, seperti teknik wawancara dan tata cara mendirikan organisasi penerbitan,kayaknya saya ga kesitu deh. apa hasilnya benar-benar seperti yang saya inginkan, yaitu menjadi penulis. khawatirnya justru ke materi yang kita butuhin malah sedikit. jangan-jangan sesudahnya, nanti saya harus ikut kelas lain lagi. Kalau seandainya saja pak jonru membuat semacam tes bagi yang ingin daftar. jadi nantinya bisa menyarankan kita cocoknya kita masuk kelas mana?

    Suka

  15. Bang jonru …ketika saya membaca berita tersebut di atas saya click citizenjurnalish kemudian masuk di http://www.wikipedia.com kemudian setelah saya baca bahasanya menggunakan bahasa inggris wach saya tidak dong mengenai jurnalis bahasa inggris seterusnya saya click bahasa saya yaitu bahasa indonesia ha..ha.. mengenai bahasa sepertinya bahasa indonesia itu bahasa yg paling mudah di pelajari dari pada bahasa bangsa lainnya,misalnya saya ini orang eropa atau america atau arab bahasa indoneasia bahasa paling mudah di pelajari karena susunan bahasanya tidak banyak neko neko ha,,ha,, begitu juga bahasa daerah dari suku suku kami yang ada di indonesia ini ha..ha.. karena negara kita seharusnya tidak sampai berpecah belah kalau saja tidak ada pengaruh dari tokoh pemimpin yg tidak tau sejarah pendiri bangsa indonesia ini ha..ha.. mengenai alasan lain mengenai siapa siapa pendiri sejarah bangsa indonesia ini saya kurang waham tetapi misalnya bang jonru ingin tau lebih lanjut tanya saja kepaca bang revo aragiri beliiau adalah karyawan http://www.wikipedia.com selamat buat bang jonru dan sampaikan salam saya dari jogjakarta ha..ha..hartono selalu aktif di warnet kalau ada uang dari kawan kerja ha..ha…

    Suka

  16. Ignas Iwan Waning

    Bang, terima kasih ya atas infonya. Amat asik rupanya kalau sudah mulai bergelut dalam dunia jurnalistik. Proficiat dan sukses selalu

    Suka

  17. padahal aku ingin sekali sekolah jurnalistik, tapi sikon tidak memungkinkan…

    Suka

  18. “Jurnalistik adalah ilmu paling mendasar yang harus diketahui oleh semua penulis.”

    atas pernyataan itu, saya setuju banget. karena setiap tulisan gak lebih adalah menjelaskan tentang: apa; siapa; kapan; dimana; mengapa; bagaimana ( 5W+1H ). suatu topik misalnya, kita gali semaksimal mungkin 5W+1H-nya. dari penggalian, kita telah dapat data dan infonya. kemudian, kita tinggal membuat kesimpulan-kesimpulan atas data dan info yang telah kita dapat. dengan kesimpulan-kesimpulan tersebut, berarti kita sudah punya bahan untuk membuat pikiran-pikiran utama untuk paragraf-paragraf tulisan yang akan kita buat. so, kita buat lagi satu kesimpulan yang merangkul semua kesimpulan-kesimpulan tadi, dan inilah pokok pikiran/ tesis/ gagasan/ ide tulisan kita. apalagi? kita tinggal merangkai sebaik mungkin, bukankah data & info telah ada, ide juga, dan pikiran-pikiran utama untuk paragaraf-paragraf juga sudah?

    itulah cara saya menulis, yakni dengan metode journalistik.

    salam buat mas Johru dan kawan-kawan semua

    http://www.satriagemini.blogspot.com

    Suka

  19. wah, kami juga mau mengarah ke tulis menulis untuk melengkapi seo web site 2 yang sedang kami tangani …makasi infonya

    Suka

  20. trimakasih banyak pak atas info,saran dan ilmunya dan maaf saya baru bisa memberikan komen sebab saya tidak bisa kemana-mana sedangkan untuk bisa konek dg internet saya cuma bisa menggunakan ponsel dan agar ponsel saya bisa buat ngenet saya mesti isi pulsa dulu donk padahal dana untuk isi pulsa tidak lancar he, jadi baru kali ini saya bisa, sekali lagi maaf dan terimakasih.

    Suka

  21. salam kenal bang jonru. setuju sekali dengan topik postingan ini. saya sudah lama ikut milis penulis lepas, dan bincang2 tentang anda dengan budi hutasuhut, tapi baru kali ini berkesempatan kontak.
    http://dettifebrina.blogspot.com

    Suka

  22. Dedi hariyono

    Salam kenal Mas Jonru, sebenarnya saya kepingin sekali mengikuti kursus ini, tapi saat ini masih sibuk, saya bekerja di refinary oil company di Riau, dan sdg konsen nyusun skripsi, kalau kelar semester ini selesai. Mungkin kedepannya saya akan mendalami dunia tulis menulis, karena saya sangat tertarik tuk jadi penulis. Sukses buat mas Jonru.

    Suka

  23. Teman2 semua
    terima kasih atas komentar Anda
    Maaf belum sempat balas satu persatu 🙂

    Suka

  24. Trimakasih atas infonya pak, tapi saya jd bingung karena saya adl benar2 pemula banget. Keinginan saya sih utk saat ini sederhana saya ingin menuliskan atau menceritakan sesuatu kejadian dg kalimat yg pas, menarik dg susunan yg benar. Jadi blm kepikir mau jadi jurnalis/wartawan. Nah, kelas apa yg pas buat saya ? Karena saya sangat ingin belajar di SMO ini. Mohon jawabannya, Pak. Trimakasih.

    Suka

  25. jurnalistik dan sastra bedanya tipis..

    tapi keduanya menarik untuk dipelajari

    Suka

  26. Mm… Iya bang, Ana juga pengen ikutan kelasnya… tapi waktunya bisa g dikasi info dulu beberapa bulan sebelumnya… biar g gelagapan githu… Hehe. biar bisa nabung juga…

    Suka

  27. saia ingin belajar menulis yang baik seperti anda

    Suka

  28. setuju pak sebab menurut saya seorang penulis itu harus bisa menyuarakan rasa dan pikirnya dari sudut manapun ia berada. ia bebas mengungkapkan tulisannya tanpa dibatasi oleh dinding tertentu

    Suka

  29. Agung Lindu Nagara

    Salam hangat dan jabat erat selalu Bang Jonru, maaf saya belum bisa mengikuti Sekolah Menulis Online karena kesibukan menjadi wartawan sangat menyita waktu. Berangkat pagi pulang malam.

    Menulis berita berbeda dari menulis sebuah cerita, berita diolah berdasarkan fakta maupun investigasi. Sedangkan cerita kebanyakan ditulis berbasis imajinasi, meski ada juga beberapa novel best seller seperti Laskar Pelangi maupun Ayat-Ayat Cinta, ide awalnya dari pengalaman pribadi sang penulis.

    Berbekal ilmu jurnalistik yang murni, seorang wartawan diharap lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya serta menyajikan persoalan tersebut ke hadapan pembaca dari sudut pandang yang senatural mungkin.

    Jadi ada benarnya seorang penulis mempelajari ilmu jurnalistik dan lebih baik lagi jika belajar ilmu-ilmu yang ada di dunia ini, sehingga tulisannya menarik, berbobot dan kaya.

    Salam Hormat

    Agung Lindu Nagara
    Jurnalis, tinggal di Cilacap.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s