Ini Dia: Penerbit yang Menerima Naskah dari Penulis Pemula!


Maaf bila Anda “tertipu” oleh judul tulisan ini. Tapi saya memang sengaja, sebab selama ini banyak sekali teman penulis pemula yang rajin bertanya, “Penerbit mana yang mau menerima naskah dari penulis pemula seperti saya?”

Sebenarnya, ini adalah pertanyaan yang salah kaprah. Sebab penerbit pada umumnya tidak menjadikan “nama penulis” sebagai faktor utama untuk menentukan suatu naskah layak terbit atau tidak.

Penerbit pada dasarnya adalah perusahaan, dan setiap perusahaan pasti mencari uang atau profit.

Sebagai perusahaan yang mencari profit, maka yang PERTAMA KALI dipikirkan oleh sebuah penerbit ketika menerima naskah bukanlah “siapa nama penulisnya”.

Yang PERTAMA KALI mereka pikirkan adalah, “Bila menerbitkan buku ini, apakah kami nanti mendapat profit atau tidak?” (*)

“Bukankah nama penulis yang terkenal punya nilai jual yang tinggi? Sedangkan naskah dari penulis pemula tak punya nilai jual. Benar begitu, bukan?”

Jawabannya: TIDAK JUGA!

Memang, secara objektif kita harus mengakui, bahwa bila si pengirim naskah adalah Andrea Hirata atau Dewi Lestari atau Helvy Tiana Rosa atau Seno Gumira Ajidarma, tentu si penerbit langsung berpikir, “Nama mereka sudah memiliki nilai jual yang tinggi. Buku seperti apapun yang mereka tulis, kami yakin akan bisa laku keras. Karena itu, kami tak perlu mikir terlalu lama untuk menerima naskah mereka.”

Ya, secara objektif, saya mengakui bahwa pemikiran seperti ini pun PASTI ADA di kalangan penerbit.

Tapi satu hal yang perlu kita sadari:
Nama penulis hanyalah SATU di antara faktor yang menentukan nilai jual suatu naskah.

Artinya:
Bila Anda masih pemula, dan nama Anda belum punya nilai jual sama sekali, bukan berarti Anda tak punya harapan. Masih banyak unsur pada naskah Anda yang bisa digunakan sebagai faktor untuk meningkatkan nilai jual.

Misalnya:

  • Tema buku Anda ternyata sangat menarik dan sedang diminati oleh sebagian besar masyarakat.
  • Anda menulis buku mengenai kesehatan, sedangkan Anda adalah seorang ahli kesehatan. Anda punya kompetensi di bidang kesehatan, dan ini adalah salah satu nilai jual atas buku Anda.
  • Anda bisa meminta kata pengantar dari seorang tokoh terkenal. Maka tulisan singkat si tokoh ini bisa meningkatkan nilai jual buku Anda.
  • Anda dan penerbit mendesain cover buku Anda sebagus mungkin, memilih judul yang semenarik mungkin. Maka kedua unsur ini bisa menjadi faktor yang sangat efektif untuk meningkatkan nilai jual buku Anda.
  • Anda adalah seorang trainer. Penerbit akan berpikir bahwa Anda bisa menjual buku anda lewat acara-acara training yang Anda isi. Karena itu, mereka akan berpikir bahwa status sebagai trainer merupakan salah satu faktor yang membuat Anda dan buku Anda memiliki nilai jual yang tinggi.
  • Dan masih banyak contoh lainnya.

* * *

Singkat cerita:
Anda masih pemula atau tidak, itu bukan masalah sama sekali. Selama naskah Anda punya nilai jual yang tinggi, dan isi naskah Anda sesuai dengan visi/misi si penerbit, maka kemungkinan besar mereka akan SANGAT TERTARIK untuk menerbitkan buku Anda.

Jadi, mulai sekarang, jangan bertanya lagi “Penerbit mana yang mau menerima naskah dari penulis pemula seperti saya?”

Tapi bertanyalah, “Apakah naskah saya ini punya nilai jual atau tidak? Bila tidak, bagaimana cara meningkatkan nilai jualnya?”

Lagipula, SECARA LOGIKA:

Semua penulis ngetop dulunya juga pemula. Jadi ketika buku pertama mereka terbit, saat itu mereka juga pemula seperti Anda.

Ada teman yang sempat tidak percaya ketika saya menceritakan analisis di atas. Dia bilang, “Ah, mana mungkin!”

Lalu saya bercerita tentang Andrea Hirata. “Ketika menerbitkan buku Laskar Pelangi, dia juga masih sangat pemula. Benar, kan?”

“Oh, iya ya…,” si teman ini manggut-manggut, merasa mendapat sebuah pencerahan.

Jadi sekali lagi, walau Anda masih sangat pemula, Anda tetap punya peluang besar untuk menerbitkan buku!

cara menerbitkan bukuNah, bila Anda ingin tahu lebih mendalam soal penulisan dan penerbitan buku, silahkan baca buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” (MBIG) karya Jonru.

MBIG adalah panduan lengkap tentang tentang langkah-langkah penulisan dan penerbitan buku untuk pemula.

Sudah banyak penulis yang sukses menerbitkan buku setelah mereka membaca buku MBIG.

Anda ingin mengikuti jejak mereka?

Silahkan temukan MBIG di toko buku terdekat.

Bila tidak ketemu, Anda bisa memesan MBIG secara online.
Caranya:
Kirim email ke mbig @ naskahoke.com (hilangkan spasi di antara @). Cantumkan alamat lengkap dan nomor telepon Anda.

Setelah itu, kami akan me-reply dengan informasi berupa tatacara pembayaran, transfer ke rekening berapa, dan seterusnya.

Oh ya, harga buku MBIG adalah Rp 51.500 plus ongkos kirim.

Info lengkap tentang buku MBIG bisa disimak di sini.

Atau silahkan bergabung di Fan Page MBIG (Facebook). Klik di sini.

Thanks

Jonru
Penulis Buku MBIG

Keterangan:
(*) Memang, setiap penerbit tentu punya misi/visi. Mereka tak akan menerbitkan sebuah naskah bila isinya bertentangan dengan visi/misi mereka. Jadi walau suatu naskah punya nilai jual yan tinggi, mereka tak akan menerbitkannya bila isi naskah tersebut bertentangan dengan misi/visi mereka.

Ya, itu betul. Tapi terlepas dari masalah misi/visi ini, HAL UTAMA yang selalu dipikirkan oleh penerbit ketika menerima naskah adalah FAKTOR NILAI JUAL.

Iklan

107 responses to “Ini Dia: Penerbit yang Menerima Naskah dari Penulis Pemula!

  1. saya mau tanya, jika naskah diterima, apa yang akan terjadi!?
    Apa kita hanya akan dikirimi email pemberitahuan?
    Atau disuruh datang ke kantor penerbitan,via telp?
    Atau bagaimana?
    Mohon petunjuknya! Tlong di blas ke email saya! Thanks b4!

    Suka

    • Ini pengalaman bini saya: jadi setelah naskah diterima nanti kita ditawarin ttg pembagian profitnya, kemudian MoU jg dikirim via email. Setelah semua clear penerbit langsung mentransfer uang k rek bini saya sesuai jumlah yg tertera diMoU.
      Nah yg bikin nyesek itu nungguin bujuny terbit yg lumayan cukup lama hehe tp akhirnya terbit juga kok. By: http://www.yaolbrewok.com

      Suka

  2. @Maya: Tergantung masing2 penerbit. Mereka punya kebijakan yang berbeda2. Intinya: Setelah naskah diterima, kana komunikasi antara penerbit (editornya) dengan penulis akan menjadi intens, karena perlu banyak perbincangan dalam proses penerbitan buku tersebut.

    Suka

  3. Saya menyampaikan pesan saya dengan cara2 ngaco, apakah penerbit amau menerima yulisan orang seperti saya. berkenanlah pak Jonru mampir di blog saya
    http://superbois.blogspot.com/

    Suka

  4. aku harus bisa menjadi seorang penulis!!!!
    Om Jon, mau gak nerbitin novelku???
    aku punya satu novel karyaku sendiri…mksh,

    Suka

  5. Ping-balik: [Article Marketing] Cara Jitu Mendapatkan Penghasilan dari Tulisan di Blog Anda! | Jonru on the Web

  6. berarti intinya itu pada bagaimana bobot tulisan kita ya mas bukan mau apa gak penerbit menerima tulisan… paham saya…

    siapaun itu orangnya kalau contenta berbobot,…. maka penerbit tidak segan merespon

    Suka

  7. sy jg sangat trtarik skali mjd seorang penulis seperti om Jonru, tapi belum punya topik yang bisa dijadikan buku. Sementara ini masih menulis secara gado-gado aja di blog. Semoga kedepannya bisa segera menjadi penulis hebat seperti om.
    thx om atas inspirasinya,,,,

    Suka

  8. terima kasih…..

    Suka

  9. Ping-balik: Cara Mengirim Naskah Puisi | PenulisLepas.com

  10. Ping-balik: Jenis Naskah Apa yang Paling Dicari Penerbit? | PenulisLepas.com

  11. oh gitu,, jadi intinya harus sering2 nulis buku diary ea pak jonru…
    biar terbiasa menulis dengan metode ygn bapak ceritakan di atas..

    Suka

  12. Ping-balik: Salahkah Bila Saya Ingin Jadi Penulis Terkenal? | Jonru on the Web

  13. Irawan Max Conf

    semangat gan…
    lanjutkan terus

    Suka

  14. saya sih cuman mau tau siapa sih penerbit buku yang dapat membantu saya untuk menerbitkan buku saya……………….

    Suka

  15. thank’s…………………

    Suka

  16. Ping-balik: Ini Dia, Tiga Cara untuk Menerbitkan Buku | Jonru on the Web

  17. apa penerbit menilai suatu naskah dari aspek latar belakang sang penulis?

    Suka

  18. umur saya msih 14 thun, apakah bisa jika saya menerbitkan buku kepenerbit ? Saya tkut krna umur saya msih kcil, buku saya tdk d trbitkan atau tdk diterima..

    Suka

  19. mkasih informasinya.. Saya ingin brtnya lagi.. Katanya klau ingin mngirimkan naskah ke penerbit harus ada fotocopy KTP, sdangkan saya tak punya.. Saya hnya pnya kartu plajar.. Apa bisa saya mngirimkan tanpa fcofy KTP ??

    Suka

  20. bagaimana jika saya orang bandung tapi saya menerbitkan novel saya ke jakarta.. Apa bisa?

    Suka

  21. Ping-balik: Cara Menjadi Penulis Terkenal SEBELUM Buku Pertama Anda Terbit! | Jonru on the Web

  22. setelah membaca tulisan bapak , gairah saya untuk menulis bertambah besar .saya akan memulai langkah-langkah seperti yang bapak sarankan .trimakasih bapak. Semoga mimpi-mimpi saya untuk bisa menulis terwujud.

    Suka

  23. menurut sYA ini sangat membantu,, saya dadan anak baru lulus sekolah smk,,, saya sudah bekerja tetapi saya juga hobi menulis,,mungkin pertanyaan tentang kemana saya harus memberikan karya asya itu sangat konyol bagi anda,,tetapi ketahuilah bagi saya hal ini membingungkan,karna saya benar” tidak tahu

    Suka

  24. maaf klau aku gnggu lg, kan kalau menulisnya diketik itu pkai krtas A4, kira2 brp lembar ya?

    Suka

  25. maaf om klau gnggu lg, kan klau tlisan’a d ktik pkai krtas A4, itu kra2 brpa lmbar ya?

    Suka

  26. Saya sekarang punya dua naskah non fiksi siap diterbitkan. apakah perlu minta surat pengantar dari para tokoh atau langsung dikirim begitu saja ke penerbit?
    terima kasih sebelumnya atas responnya.

    Suka

  27. @Kalman: Pengantar tokoh (tidak wajib, Anda bebas memilih) sebaiknya dicari sebelum naskah dibawa ke penerbit, agar nilai jual buku tersebut di mata penerbit menjadi lebih baik. Tapi dicari setelah naskah dikirim ke penerbit pun tak apa2. Semuanya sangat relatif, tergantung sikon 🙂

    Suka

  28. Betul Bung!, 100% betul krn saya telah mengalami hal demikian. Memulai debutan di sebuah penerbit besar ternyata langsung direspon & setaun bisa 3 x cetak. Sekarang alhamdulillah semakin lancar & tambah pede….tak lupa terus belajar & berbagi..!

    Suka

  29. hmmmmm, setelah membaca informasi dari bapak, hati saya merasa lega. kenapa demikia..? karena, saya pada awalnya bingung harus bagaimana cara penerbitan buku. intinya kita harus belajar dari orang yang tedahulu dari kita, jika demikian, kita bisa belajar banyak tentang apa yang kita inginkan. makasih pak salam super.

    Suka

  30. saya mau ngirim naskah kumpulan cerpen ….mau menerbitkan pak///

    Suka

  31. Saya jadi percaya diri Pak untuk menerbitkan karya saya menjadi buku, walaupun saya masih banyak belajar lagi dari Bapak tentang kepenulisan. Thank You Pak atas motivasinya.

    Suka

  32. saya punya banyak cerita tapi tidak percaya diri untuk mepublikasikannya, shngga blog saya, saya isi dengan tugas2 kuliah saja, bagiamana membangkitkan percaya diri itu ??

    Suka

  33. Saya ingin tahu cara-cara yg lebih simple pak, karena jujur saya tidak tahu bagaimana cara menerbitkan puisi + novel . dan akhirnya saya hanya bisa memampangkan sebagian karya saya di website saya. Lagian kalo seandainya saya menjadi penulis apa saya mendapat keutungan materialnya pak?

    Suka

    • @windah rahayu: Keuntungan material tentu bisa kamu dapatkan jika bukunya laku.
      Dipersilahkan, coba kirim saja naskahnya ke Dapur Buku ya 🙂

      Suka

  34. fitrah abrianti

    aku punya cerpen yang mau di jual .. ada yang tertarik 🙂
    butuh banget nich pembeli secepat nya ..

    Suka

  35. hafidz sunairi

    saya punya novel behalaman 60 lembar (legal) yang siap untuk diterbitin.., cpetan ya hubungin aya

    Suka

  36. ivan siswanto

    saya pinya 100 puisi dengan berbagai tema, mau saya ikutkan lomba yang diadakan kemdikbud tahun 212 tapi urung dikirimkan, saya bermaksud menerbitkan puisi itu lewat penerbit. mohon masukan. terimakasih sebelumnya.

    Suka

  37. semoga awal yang indah untuk pemula ini, om’ jonru ispiratif banget,semoga perencanaan awal bisa jadi pelangi terindah , , , .
    Amiin

    Suka

  38. Muhamad Jafar Sidiq

    pak ini saya ingin coba nerbitkan buku/karangan saya tetapi saya bingun ingin menerbitkan melalui apa saya tidak tahu penerbit mana karena kurang tau saya ingin meminta bantuan penrbit apa saya yang menerima karangan karangan dan cara untuk menerbitkannya itu bagaimana ? bisa secara online atau tidak ? butuh pencerahan

    Suka

  39. terima kasih atas pemberitaanya berkat anda saya lebih percaya lagi akan menerbitkan naskah saya karna saya sempat putus ditengah jalan dan bingung sebenarnya cerita saya menarik atau tidak untuk diperjual belikan 🙂

    Suka

  40. awalnya saya tertarik mengklik judul postingan ini karena memang saya pikir benar benar ada penerbit yang mau menerima naskah dari newbie writer, tapi semenjak membaca postingan ini sampai selesai.. ada benarnya juga, untuk apa buku kita diterbitkan jika kita tidak mempunyai nilai jual. yang ada malah naskah kita dimanfaatkan ( mungkin ). untuk buku MBIG! Sepertinya sangat bermanfaat sekali untuk newbie writer seperti saya ini, insya allah saya akan membelinya thank’s. http://chandstwn.blogspot.com #Cerkittt

    Suka

  41. zhafi'ra husna

    Kalau saya punya naaskah,dan ingin diterbitkan,dalam bentuk novel,kepada siapa kirim y

    Suka

  42. saya punya beberapa buku yang saya ciptakan sendiri, namun saya bingung mau nerbitinnya gimana. soalnya saya juga gak tau bagaimana cara pengiriman untuk ke penerbit. bisa dibantu gak bagaimana caranya ngirimin naskahnya. makasih.

    Suka

  43. Saya penulis pemula, sering ikut lomba2/event2 yang tersebar di fb, katanya kakak sya yg ngadain lomba trsbt adlh penerbit abal-abalan. dan ternyata benar. Ketika puisi saya dimuat, saya diwajibkan membeli bukunya. Kakak saya bilang kalau hal trsbt trmasuk mencuri naskah. Saya masih bingung bagaimana agar naskah saya tidak dicuri lagi. Lalu penerbit mana yang nggk nyuri naskah, mungkin yang mayor. tapi sya masih agak ragu, karena menurutku sulit menembus penerbit yang nggak abal-abalan. 😦
    Mohon bantuannya, pak. Syukron.

    Suka

  44. Saya penulis pemula, sering ikut lomba2/event2 yang tersebar di fb, katanya kakak sya yg ngadain lomba trsbt adlh penerbit abal-abalan. dan ternyata benar. Ketika puisi saya dimuat, saya diwajibkan membeli bukunya. Kakak saya bilang kalau hal trsbt trmasuk mencuri naskah. Saya masih bingung bagaimana agar naskah saya tidak dicuri lagi. Lalu penerbit mana yang nggk nyuri naskah, mungkin yang mayor. tapi sya masih agak ragu, karena menurutku sulit menembus penerbit yang nggak abal-abalan. 😦
    Mohon bantuannya, pak. Syukron.

    Suka

  45. Apa semua penerbit bicara soal nilai jual? Adakah penerbit yang mengambil langkah anti-mainstream dan ekstrim, penerbit yang idealis, yang tidak melulu bicara cinta, cinta cinta cinta cinta? Kalau ada tunjukkan pada saya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s