Mengapa Banyak Orang yang Membenci Hari Senin?


we-love-mondays

Ketika hari Senin tiba, banyak orang yang berkata (walau cuma di dalam hati), “I hate Monday!” (Tulisan di Detik.com ini menjadi salah satu bukti kuatnya).

Dan ketika hari Jumat tiba, mereka ramai-ramai berteriak dengan sukacita, “Thanks God, It’s Friday!”

Mungkin selama ini kita menganggap hal seperti ini biasa-biasa saja. Tapi cobalah kita renungkan:

Kenapa kita benci pada hari Senin? Sebab hari Senin adalah awal dari hari kerja, setelah dua hari bersenang-senang menikmati week end.

Kenapa kita sangat mencintai hari Jumat? Karena besoknya adalah dua hari weekend yang sangat menyenangkan.

Dari dua pertanyaan dan jawabannya di atas, jelaslah bahwa para pekerja kantoran PADA UMUMNYA tidak menyukai hari kerja. Senin hingga Jumat bagi mereka adalah sebuah beban yang berat. Mereka harus mencari nafkah, bekerja di perusahaan milik orang lain. Mereka mengerjakan hal-hal yang sebenarnya tidak mereka sukai.

Satu-satunya alasan mereka untuk bertahan adalah UANG atau NAFKAH.

Ya, bagi banyak orang, mencari nafkah adalah sebuah urusan yang sangat berat. Dan karena uang adalah satu-satunya alasan, tak heran bila banyak orang yang suka mencari lowongan kerja baru hanya dengan tujuan “agar mendapat gaji dan fasilitas yang lebih baik.”

Ya, gaji dan fasilitas yang lebih baik tersebut memang bisa mereka dapatkan. Tapi yang TIDAK mereka dapatkan adalah KEBAHAGIAAN. Mereka tetap membenci hari Senin dan bersuka cita ketika hari Jumat tiba.

Karena itulah, kenapa kita tidak mencoba untuk berubah?

Salah satu CARA JITU agar kita bisa mencintai hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu adalah dengan mencari nafkah dari hal-hal yang paling kita sukai.

Anda yang hobi fotografi, bisa mencari nafkah dengan menjadi seorang fotografer profesional.
Anda yang hobi menjaga kendaraan orang lain, bisa mencari nafkah sebagai tukang parkir.
Anda yang hobi menulis, bisa menjadi seorang penulis profesional.

Ketika hobi sudah menjadi sumber penghasilan utama Anda, maka uang bukan lagi menjadi faktor utama yang membuat Anda bahagia. Anda mencintai pekerjaan tersebut bukan karena penghasilannya besar, tapi karena Anda suka. Itu saja. Titik.

“Lho, tapi kalau penghasilan dari hobi saya tersebut tidak cukup untuk menafkahi hidup saya, bagaimana dong?”

Ya, ini memang bisa terjadi. Tapi ada satu hal yang mungkin Anda lupakan:

APAPUN yang Anda tekuni secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten, maka suatu saat nanti Insya Allah itu akan bisa menjadi penopang hidup Anda dari segi finansial.

Kenapa bisa begitu?
Karena begitu Anda menekuni sesuatu secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten, maka secara perlahan dan meyakinkan Anda akan menjadi orang yang ahli di bidang tersebut. Masyarakat akan mengakui keahlian dan kepakaran Anda. Dan bila pengakuan seperti ini sudah ada, maka masyarakat akan bersedia membayar jasa Anda dengan harga yang sangat layak.

Sementara bila Anda menekuni hobi Anda secara iseng-iseng belaka, maka yang Anda dapatkan pun hanya iseng-iseng juga. Dengan kata lain, hasilnya tak akan cukup untuk menafkahi hidup Anda. Dengan kata lain, Anda terus-terusan masih harus membenci hari Senin dan mencintai hari Jumat.

Karena itulah, bila Anda ingin hidup berbahagia dengan cara mencari sumber penghasilan utama dari hal-hal yang paling Anda sukai, maka saya yakin Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan:

MULAI SEKARANG, tekunilah hobi Anda secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten.

“Tekunilah pekerjaan yang paling kamu sukai, maka kamu tak akan pernah bekerja keras.” (Bob Sadino)

Artikel berikut ini semoga bisa menjadi inspirasi tambahan bagi Anda:

The Power of Konsisten
Ingin Menemukan Lentera Jiwa? Ini Kiatnya!

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru

Iklan

31 responses to “Mengapa Banyak Orang yang Membenci Hari Senin?

  1. tapi pak bukankah kalau kita mengerjakan yang kita sukai juga tetap bisa muncul rasa bosan?gimana itu?

    Suka

  2. Kalau saya senang semua, senin-jum’at banyak hal yang baru yang kita pelajari dalam bekerja. Sabtu dan Minggu lebih berbagi kasih sayang dan kegembiraan bersama keluarga.

    Suka

  3. @Eka: Kalau kita benar-benar menyukai sesuatu, rasa bosan tak akan pernah ada. Kalaupun ada, kadarnya sangat kecil dan sangat mudah diatasi. Sebab pada dasarnya kita sangat menyukai hal tersebut. Sedangkan bila mengerjakan hal2 yang tidak kita sukai, maka potensi dan kadar kebosanannya sangat besar.

    Suka

  4. thanks maZ….
    g’ nyesel jd fans_ny mas jonru… 🙂
    berawal dr blog, plurk, langusng k fb
    mmm,, tnpa b’pikir panjang jd fans fbny maz jonru.. (dance)

    selalu memberi semangat & inspirasi dalam hidup Q..

    u/ semuanya thanks maz…

    bermanfaat bgd..

    tp, bagi rIe g’ senin, g’ selasa, g’ rabu,, kamis, jumat sabtu bahkan pd saat week end biasa** aj maz…
    tetep kerja, kerja dan kerja…
    mmm,,, tp yg musti rIe tanyain kpn rasa jenuh itu datang?? pa selamany RIe seperti ini???

    Suka

  5. mmm,,, almost forget…

    🙂 ^salam sukses^ 🙂

    Suka

  6. setahun terakhir ini, hari Senin jadi sangat menyenangkan juga krn dapat melakukan ibadah sunah.hari kamis ditunggu juga.hari jumat ditunggu juga,krn bisa nitip bekal akherat..eh, sabtu-minggu bisa nyantai di rumah2, selasa ama rabu… ya, senang juga,apalagi kalau bisa membahagiakan orang lain…jadi semua hari adalah menyenangkan dan membahagiakan..selama kita berkenan mengisinya dengan hal2 kebaikan (tidak melulu soal pekerjaan rutinitas -duniawi)…dengan penuh ikhlas pengabdian untuk Tuhan kita… dan tidak melulu harus melakukan hobi kita… the key words: belajar ikhlas menjalani hari Senin-Minggu back to again,again till death… (he,he,he)maaf kepanjangan yaaa..cuman mau share ajha di sini… salam kenal dan hangat tuk fans2 mas jonru…tetappp semangaaatttttt..what ever it is..when ever it is… monday-sunday always happy…hidupp happy…

    Suka

  7. saya setuju dengan anda pak..
    “APAPUN yang Anda tekuni secara serius, fokus, penuh komitmen dan konsisten, maka suatu saat nanti Insya Allah itu akan bisa menjadi penopang hidup Anda dari segi finansial.”….. tips nya ok……

    Suka

  8. Om… gimana kita mau meluangkan waktu untuk menekuni bidang yang kita sukai? Bukankah kita juga harus terus bekerja untuk nafkah walaupun kita tidak suka? Apakah kita harus hang out dari kerja lama agar bisa tekun?

    Suka

  9. Ya itulah, sebagai pegawai yang punya hari cuma 2 hari yaitu sabtu dan minggu, sementara hari senin sampai jumat! punya siapa ya?… kalau buat saya sih sama saja karena hampir tiap hari di rumah, tidak punya kerjaan.
    Terima kasih, atas tulisannya

    Suka

  10. yea..bener tuh bang!!!saya memang lebih suka pernyataan “Tekunilah pekerjaan yang paling kamu sukai, maka kamu tak akan pernah bekerja keras”.Dari pada, “cintailah pekerjaan apa pun yg sedang kamu kerjakan sekarang”.

    Suka

  11. Betul Bang Jonru, saya setuju satu-satunya cara agar tidak membenci hari yang Allah ciptakan ya kita harus bekerja sesuai hobi kita tanpa tergantung hari dan waktu dan semua harus kita yang atur, nah ini yang sedang saya perjuangkan. sayapun insya Allah akan bergabung dengan SMO,namun setelah selesai saya belajar di Asianbrain bersama Anne Ahira. Oke bang Jonru, Terima kasih atas artikel-artikelnya semua sangat berguna buat saya.
    salam

    Hendi Suhendi

    Suka

  12. bagi saya tiap hari hari libur. apalagi ketika di bangku kuliah tekanannya gak seperti waktu masih kelas 3 sma

    Suka

  13. tanks god every day is fantastic

    alangkah senangnya jika setiap hari menjadi hari yang menyenangkan,
    jika kita bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini dan terus berusaha untuk memperbaikinya maka hari-hari akan terus terasa menyenangkan…

    cara pikir untuk bersyukur : lihatlah kebawah
    ( bandingkan apa yang telah kita miliki dan apakah orang lain telah memilikinya juga? )

    dan cara pikir untuk memotivasi diri agar menjadi lebih baik : lihat apa yang belum anda berikan kepada orang-orang yang anda sayangi ( Ortu, Istri, Anak dll ) dan teruslah berusaha untuk mencapainya dan memberi kepada mereka karena hidup akan lebih indah jika kita tumbuh lebih berguna bagi orang lain. bagaikan pohon yang rindang yang memberikan kesegaran pada buahnya. ^^

    Salam sukses

    feed back ke >>> m_rustam_as@yahoo.co.id
    Terimakasih

    Suka

  14. salam bahagia, Tentu senang jadi pohon rindang, semua tentu melalui proses

    Suka

  15. iqbal oLdschooL

    benar2 tema yang bagus…smua orang paling bosan mendengarkan kata senin…tapi senin juga bisa jadi penyemangat apabila kita menerima gaji tepat pada hari senin…
    semangat untuk menulis….

    Suka

  16. sebenarnya saya menyukai hal yang kukerjakan daLam pekerjaan saya, tapi saya tidak menyukai tekanan saat saya meLakukan pekerjaan itu…

    Suka

  17. nice sharing bang, semoga tidak ada lagi hari yang membuatku badmood again 🙂

    Suka

  18. Gunawan Suryadi

    Kalau hobby walau waktunya lebih dari jam kerja tetap menyenangkan.Dan lebih menyenangkan lagi jika kita bisa lebih mandiri tidak terikat jam kerja yang ditentukan orang lain. Semoga kita bisa.

    Trima kasih bang … izin saya copy ya,,,

    Suka

  19. Setuju bgt, disaat kita melakukan suatu pekerjaan dgn keterpaksaan tentu ketidaknyamanan yg kita dapatkan, begitupun sebaliknya… Salam

    Suka

  20. mungkin karena hari senin itu harus kerja
    bangun lebih pagi,,
    sebenarnya hal2 seperti ini bisa diatasi dengan pola pikir yg benar sehingga hari apapun bisa bahagia…

    kebetulan saya menulis tips dan motivasi agar selalu bahagia di blog saya.
    silahkan mampir dan kirim komennya hehe

    saya dah lama ga ngurusin blog karena belum ada waktu buat ngenet.
    jadi baru sekarang ini ngeblog

    Suka

  21. thanks mas kiat2nya selama ini. eh kapan2 sudilah kieranya anda mampir ke blog saya. Secara saya juga masih dalam proses belajar nulis n mas jonru adalah salah satu suhu dan moivator terbaik saya.

    Suka

  22. hahahaha, saya tertawa membaca kalimat ini : “Anda yang hobi menjaga kendaraan orang lain, bisa mencari nafkah sebagai tukang parkir.” …
    kalau saya justru merasa ‘membenci’ semua hari karena saya tidak tahu harus melakukan apa selain rutinitas perkuliahan. ada kiatnya?

    Suka

  23. @kanghanif: kenali diri dan potensi diri sendiri, itu kuncinya 🙂

    Suka

  24. Apapun harinya asal kita mencintai pekerjaan itu bukan sebagai beban enjoy saja Hari senin bukan momok tapi menjadi pendobrak membangunkan mimpi tuk bersemangat mencari/mengejar peluang. Memang mentalitas kemalsan kalo dituruti akhirnya jadi Mitos/gaya hidup. Untuk itu harus semangat rebut peluang

    Suka

  25. waduh…kok banyak yg benci senin sich…
    gini aja dech sekalian buat konfresni dunia untuk ilangin hari senin…langsung aja hari jumat…gimana gila khan…

    Suka

  26. Good format thesis close to this good post performed by thesis writing or dissertations writing service will be a proper step to the success.

    Suka

  27. Kalo saya meyakini semua aktivitas saya bernilai ibadah. Alloh menghargai seberapa lurus ikhtiar kita, bukan seberapa banyak hasilnya. Jadi ya gak terasa boring, Insya Alloh.

    Suka

  28. mungkin karena hari senin itu harus kerja
    bangun lebih pagi,,apa lg bwt ank skolah harus upacara,,,

    Suka

  29. saya salah satunya yang mengalami seperti apa yang bapak tuliskan di atas. Menjadikan pekerjaan itu sebagai hobi, itu cukup sulit, tetapi menjadikan hobi itu sebagai pekerjaan untuk menafkahi hidup adalah sangat berpotensi. Saya mengalami ini pada tahun 2004 lalu. Membuka usaha yang menjadi hobi saya, yaitu digital printing. Sungguh sangat luar biasa, dengan hasil yang cukup siginifikan. Saya menerima omzet hampir mencapai 1 juta perhari, dan kadang lebih. Dalam kurun waktu yang cukup singkat, saya sudah mampu membeli mobil pribadi, motor dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Tapi sayang Allah berkehendak lain, bisnis saya bangkrut total, dan saya menyadari salah satunya diakibatkan oleh manajemen yang amburadul. Karena saya tidak terjun langsung lagi seperti biasa.
    Tolong bpk berikan splusi, kira2 apa yang saya harus lakukan sekarang ini, apakah saya harus meninggalkan pekerjaan saya sebagai PNS ataukah saya tetap jd PNS tetapi hidup saya masih terus dibelit utang.?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s