Seorang Teman Bertanya, “Bolehkah Saya Bercita-cita Menjadi Penulis Puisi?”


Beberapa bulan lalu, seorang teman – sebut saja namanya Dewi, usia 24 tahun – menyapa saya dan langsung bertanya, “Pak Jonru, kalau kita nulis puisi, ada aturan bakunya, gak?”

Belum sempat saya menjawab, dia sudah mengajukan pertanyaan kedua, “Apa terlalu remeh kalau kita bermimpi menjadi seorang penulis puisi?”

Hm… pertanyaan kedua inilah yang bagi saya sangat menarik, dan akhirnya menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini.

Maka saya segera menjawab, “Saya sebenarnya tak berkompeten di bidang puisi. Saya orang awam di bidang ini. Tapi saya kira, penulis puisi bukan pekerjaan remeh. Apapun yang kita kerjakan secara fokus dan konsisten, Insya Allah suatu saat nanti akan bisa membuat kita sukses.

Si Dewi ini berterima kasih, lalu melanjutkan ucapannya, “Saya bertanya seperti itu tadi, karena saya terlalu sering mendengar orang berkata bahwa puisi itu karangan yang tanpa aturan sama sekali. Semua orang pasti bisa. Jadi percuma kalau hanya bermimpi menjadi seorang penulis pusi. Statement ini terus bersemayam di otak saya, sehingga saya kehilangan semangat menulis puisi lagi.”

Saya tersenyum geli di dalam hati, dan segera berkata, “Almarhum WS Rendra itu penulis puisi. Taufik Ismail juga. Orang yang berpendapat seperti itu, pasti karena pikiran dan wawasannya sempit. Saya memang awam soal puisi, tapi saya tahu bahwa menulis puisi pun perlu kecerdasan tersendiri. Untuk membuat puisi yang bagus, dibutuhkan kreativitas dan kecerdasan tingkat tinggi.

Jangan terpengaruh oleh ucapan orang picik seperti itu. Sebab mereka tak akan pernah bisa menentukan nasib kamu. Hanya kamulah – dan Tuhan – yang bisa menentukan nasib kamu sendiri. Jadi buat apa terpengaruh oleh ucapan orang seperti itu? Kalau suatu saat nanti kamu kesusahan, apa mereka bisa bantu? Tak bisa, kan?”

Saya kira, alangkah bodohnya bila kita terpengaruh oleh ucapan orang lain yang sama sekali tidak bisa menentukan masa depan kita.

Bila kita sukses, maka kita sendirilah orang yang paling merasakan betapa indahnya.

Bila kita gagal, kita sendiri pulalah orang yang paling merasakan betapa sakitnya.

Ketika kita gagal, frustasi, butuh pertolongan yang sangat urgen, bisakah orang yang melemahkan motivasi kita tersebut hadir sebagai penolong?

Jawabannya sangat pasti. TIDAK BISA!

Kalau demikian faktanya, lantas buat apa kita terpengaruh oleh orang-orang seperti itu?

Masa depan dan kesuksesan kita berada di tangan kita sendiri, atas izin Tuhan tentu saja.

Karena itu, selama kita merasa benar, maka yakinlah pada jalan yang kita pilih, dan teruslah berjuang tanpa kenal menyerah!

* * *

Nah, kembali ke pertanyaan semula, “Apa terlalu remeh kalau kita bermimpi menjadi seorang penulis puisi?”

Jawaban saya: SANGAT TIDAK REMEH!

Seperti yang pernah saya bahas di sini, APAPUN yang kita tekuni secara serius, konsisten, fokus, penuh komitmen, maka insya Allah ia akan bisa membawa kita ke gerbang sukses. Ia akan bisa menjadi penopang utama kehidupan kita dari segi finansial.

Ya, APAPUN itu. Termasuk pekerjaan yang oleh sebagian besar masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang sangat sepele, bahkan sama sekali TIDAK MENJANJIKAN dari segi materi. Termasuk MENJADI PENULIS PUISI!

Karena itu, bila Anda ingin serius menjadi seorang penulis puisi, atau profesi APAPUN itu, maka saran saya: Tekunilah ia secara serius, konsisten, fokus, dan penuh komitmen. Setelah itu, silahkan tunggu apa yang terjadi 🙂

Sudah demikian banyak orang yang berhasil membuktikan “formula” ini! Termasuk saya. Alhamdulillah 🙂

* * *

Semoga Bermanfaat.

Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda!

Jonru

Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com

Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com

Penulis Buku “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat!”
Buku Pertama di Indonesia yang Tidak Sekadar Berisi Kiat Jitu di Bidang Penulisan,
Tapi Juga MOTIVASI TERBAIK untuk Memandu Anda Mewujudkan Impian sebagai Penulis Sukses!
Klik http://www.PenulisHebat.com

Iklan

40 responses to “Seorang Teman Bertanya, “Bolehkah Saya Bercita-cita Menjadi Penulis Puisi?”

  1. hai pak jonru
    saya kira mau pesan buku pakeg 11,tapi saya tak tau berapa harganya.maksud saya harga mengikut ringgit malaysia.kalau tak keberatan boleh beritahu harga buku tersebut dalam ringgit malaysia.kalau wang rupia tu saya tak faham la.

    Suka

  2. Pak Jonru, saya setuju, apapun yg dilakukan secara konsisten dan sepenuh hati akan mendapat kesuksesan di masa mendatang, termasuk menjadi penulis puisi. Saya juga senang sekali menulis puisi sejak dulu, namun ketika saya menyadari puisi itu artinya sangat subyektif sehingga tidak mudah dipahami dan diminati sebanyak orang meminati tulisan jenis lain, maka saya mengganti fokus tulisan ke bentuk lain seperti bentuk fiksi (cerpen) atau artikel pribadi (blog, atau tema sesuai expertise saya).

    Bagaimana pendapat anda mengenai pemikiran saya, bahwa puisi itu bersifat subyektif, terutama hubungannya dengan publikasi?

    Terima kasih.

    Salam saya,
    Ella

    Suka

  3. Wah pas banget nih topiknya, sejak awal tahun ini saya tiba2 sering bikin puisi, dan berkesimpulan bahwa bikin puisi can be a refreshing moment for me, malah saya kepikiran untuk mengumpulkannya dan menerbitkannya suatu hari, baca tulisan di atas jadi semangat deh, thanks Jonru untuk infonya

    Suka

  4. [Tekunilah ia secara serius, konsisten, fokus, dan penuh komitmen.]
    saya suka kata-kata ini…
    Pak Jonru main dunk ke blog saya.. 🙂

    Suka

  5. sartuju pisan, pak !!!

    Suka

  6. puisi itu indah kok…..walau tanpa aturan namun saya dapat melepaskan semua yang saya pikirkan kedalamnya…..takperlu harus ini tak perlu harus itu hanya tinggal tulis apa yang sedang terfikirkan maka akan sebuah puisi bagi saya adalah hal yang menyenangkan…….setuju PAAAAAKkkkkk

    Suka

  7. Yup.. setuju banget,,, selama kita yakin, konsistensi terjaga, apa pun yang kita lakukan, pasti sukses. Karena masa depan kita ada di tangan Tuhan dan diri kita sendiri. Apalagi dalam menuis puisi, apa yang kita lihat, kita perbuat, dan kita rasakan, semuanya bisa kita tuangkan ke dalam tulisan.

    Suka

  8. Soal puisi memang saya belum mendalami dan saya ingin mendalaminya. Tapi saya sudah menulis 9 buah naskah novel meski belum pernah diterbitkan. Bisakah Mas Jonru membantu mempromosikan naskah tersebut. Sealin itu juga saya telah menulis 10 judul buku, tapi buku teknis perikanan. Buku-buku tersebut telah diterbitkan oleh Penebar Swadayaa Jakarta.

    Suka

  9. Sepakat dg Jonru. Apa pun juga yg kita buat, hakekat bukan sesuatu yang remeh.

    Suka

  10. Hallo Pak Jonru,,salam sukses selalu ^_^

    Assalammu alaikum…

    Saya sebetulnya senang dengan puisi terutama karya Taufik Ismail dan Sapardi Djoko Damono. Namun kenapa yaa saya hanya bisa nulis puisi disaat saya sedang meluap2 penuh rasa emosi atau sedang sediiih banget? Tapi kalau dalam keadaan senang atau biasa2 saja malah sulit banget bisa nulis puisi. Apakah saya ditakdirkan hanya sekedar penikmat puisi saja bukan sebagai penulis?

    Kalau dalam urusan tulis menulis yang lain Insya Allah saya mampu karena saya saat ini sebagai jurnalis dan sejak SMP sudah seringkali menyabet juara. Namun memang benar saya rada enggak klik untuk urusan nulis puisi tapi menikmati suka banget ^^

    Suka

  11. Saya sepakat mas Jonru, apapun profesi pilihan kita, jika di jalankan dengan serius, tekun, sabar dan penuh dengan komitment, insyaAllah bisa memberikan manfaat sekaligus memberikan kehidupan yg layak dan memuaskan.

    Suka

  12. Puisi adalah karya jiwa seseorang…tidak bisa mencapainya hanya dengan pikir..tapi lebih dari hati. Ia pun menjadi sarana berbagi..untuk diri ataupun orang lain. Kesuksesan awal adalah kepuasan batin…kesuksesan puncaknya ..benar kata Bang Jonru…fokus, komitmen dan konsistensi.

    Suka

  13. ya saya setuju dng kata pak Jonru , apapun yang kita lakukan dng sungguh2 akan mendapatkan hasil yang baik. saya juga suka menulis puisi untuk mencurahkan segala perasaan yang sedang saya alami baik itu susah,senang dan terkadang rasa bingung.

    Suka

  14. Saya setuju Bang Jonru, apa yang kita lakukan harus fokus dan konsisten sabar dan pantang menyerah, suatu saat pasti berhasil. salam…..

    Suka

  15. ok, its great, iam agreeeee…………………..be a writer

    Suka

  16. Alfinuro el 'Azmy

    terus terang sebelum membuka pesan lengkap dari pak jonru saya merasa “tersinggung” dengan statemen pada subject di email saya. tapi begitu saya membacanya secara lengkap, sungguh secara reflek saya tersenyum. Ada spirit baru dari situ. terima kasih atas pesan motivasinya. oya, pak apa dari puisi kita bisa profitable dalam hal ekonomi? jika ya, apa saya untuk saya dan apa yang seharusnya saya lakukan terhadap puisi-puisi yang sudah saya tulis? karena selama ini saya cenderung menulis puisi hanya sekedar menekuni hobi dan akhirnya cuma menjadi “karya kamar” dan hampir bisa dikatakan koleksi pribadi saja karena hanya sesekali bertukar puisi dengan teman akrab lewat sms or email.

    Suka

  17. @Alfinuro: Sebenarnya jawaban atas pertanyaan Anda sudah dijawab pada tulisan saya di atas. Bila kita menekuni sesuatu secara setengah2, maka hasilnya pun setengah2. Bila kita menekuni sesuatu secara maksimal, hasilnya pun insya Allah maksimal. Salam sukses ya!

    Suka

  18. yup bener banget pak jonru..gak semua orang bisa menulis puisi..sering saya mendengar bisa apa sih kata2 itu drangkai??bukannya mereka hanya benda mati??mereka salah..mereka gak pernah mengerti bahwa di balik kata2 itu terbersit dunia seisinya..bahkan kita bisa mengartikan sebuah kata menjadi banyak hal..dan disni lah aku bisa mengekspresikan semua hal yang mungkin mustahil di dunia nyata..tapi di dunia yang satu itu segala hal akan menjadi mungkin. karena kreasi itu tak pernah kenal batas, tak kenal dimensi ruang dan waktu..semua terasa sangat sempurna..apapun itu

    Suka

  19. Terimakasih bang jonru, saya pikir ini sebuah topik yang menarik untuk di bahas. saya juga seorang penulis puisi, dan ini sudah bagian dari hidup saya. saya sudah bertekad akan selalu menulis puisi, biarlah apa kata orang. yang jalani, kita sendiri, bikan orang lain.

    Suka

  20. tahu gak… orang yang menulis puisi itu kebanyakan orang yang bersih hatinya. Termasuk penulis. Tapi penulis yang baik-baik tulisannya. Kenapa? karena…. mereka berbicara dengan bahasa hati (asli) yang dituangkan kedalam bahasa tulisan. Kan… -kata Nabi- kalau pengen lihat seseorang baik dan buruknya dilihat dari hati, pengen tahu cara lihat hati baik? ya lihat lah dari luarnya. Karena apa yang ada didalam hati itu direspon oleh seluruh jasad lahir dan batinnya. Jika rusak hati, maka rusaklah semua… Jika bagus hati, maka baguslah semua.
    Jadi.. buat antum-antum penulis puisi -termasuk saya- teruslah berkarya dalam kebaikan. Latihlah hati Antum menjadi seorang yang bersih dengan bahasa tulisan….
    Fikri Habibullah Muharram, ikhie

    Suka

  21. Saya setuju sama anda.Jadi penulis emang banyak tantangan.Tetap semangat dan pantang menyerah.

    Suka

  22. stuju bgt dngn pendapat bpk. tp selain puisi, disis lain sy jg pgn bisa nulis cerpen, artikel dll. apa bisa sukses klo sy png menekuni smua tulisan? atau kita hrus fokus pd satu jenis tulisan saja? mksh.

    Suka

  23. @Jayanti: Tulislah apa saja yang sesuai dengan kata hati dan minat Anda. Tak usah fokus dulu, karena semua penulis pemula pasti tidak fokus di bidang tertentu. Nanti setelah berpengalaman, anda akan tahu sendiri, “O ternyata saya lebih cocok menulis di bidang ini, dst…”
    Salam sukses ya!

    Suka

  24. Finally…
    Memang ini yg sekian lama saya tunggu2 dr Bang jonru..

    ketika pembahasan mengenai tulisan fiksi dan nonfiksi yg masuk k email saya, muncullah pertanyaan, kenapa sangat jarang sekali atau bahkan mungkin tidak ada workshop untk penulisan puisi atau syair.

    Apa sebegitu mudahnya kah untk menghasilkan sbuah puisi?

    Atau bahkan memang bnar2 ta ada kiat2 khusus untk mjadi seorang penyair yg hebat, kna puisi tcipta secara naluriah, benar2 ungkapan hati yg jujur dan ta bs dpaksakan?

    Bberapa wkt lalu saya smpat tergabung pd penulislepas.com mencoba mempublish hasil karya saya yg sudah sejak SMP saya menulisnya.
    Namun, smakin kesini.. Saya merasa, knapa puisi begitu sempit, hanya terpaku pd cinta-cintaan dan kesedihan saja, terkadang saya ingin melebarkan sayap dgn mengambil tema yg lain, tp ternyata sulit memaksakan perasaan untk membuatnya merasakan apa yg ingin saya tampilkan..

    Terimakasih Bang Jonru kna telah mempublish newsletter ini.. Ada sedikit angin segar untk saya
    *meskipun smw puisi yg saya buat hny untk saya dan orng2 terdekat saya

    Suka

  25. Bang Jonru trimakasih ya utk saran&motivasinya. Saya pengen tau gimana cara nerbitin buku kumpulan puisi, karena kebetulan saya emang hoby bikin puisi tapi sampe sekarang ga’ada satupun yang saya kirim. Tolong kirim ke alamat E-mail saya. Trimakasih banyak ya Bang….

    Suka

  26. Saya SANGAT SETUJU dengan pernyataan pak Jonru. Perkataan-perkataan yang hanya membuat prestasi kita menjadi menurun, memang sebaiknya diabaikan saja. Btw, maunya kalau ada info lomba puisi diinformasikan gitu pak, ke kita-kita. Jadi, kalau ada dari kita-kita yang emang hobi banget nulis puisi bisa nemuin tempat untuk mencurahkan kreatifitasnya. n, kaya` nya bapak juga g pernah kasih ke kita-kita deh, artikel ‘Bagaimana agar naskah puisi kita diterima oleh redaksi’. Entah saya-nya memang yang ketinggalan artikel itu. Tapi kalau memang belum pernah pak Jonru membuat artikel seperti itu dan sudah punya ide untuk dibagi ke kita-kita, jangan lupa email ke saya juga ya, pak.
    Jazakallah jaza fi khair….

    Suka

  27. Terima kasih pak,saya sebenarnya ingin sekali ikut pelatihan2 yg Bpk adakan,tp nggak tau kapan ya…?;)

    Suka

  28. assalam….
    jazakowoh tas kiriman infonya…
    sebetulnya dulu ana jugsenang bikin puisi bahkan ada yang sempat menjadi pemenag ketika di sekolahan..
    tapi…seiring berjalannya waktu..minat itu tak berkembang malah kian mati….
    hingga sampai detik ini sulit unt memulainya lagi.

    Suka

  29. rasanya selalu terinspirasi membaca tulisan pak jonru (Suka….banget).., selalu membuat aku bersemangat untuk menjadi seorang penulis. berkaitan dengan menulis puisi, sebenarnya susah jadi penulis itu, tapi kenapa hasrat dihati ini, terus aja memberontak, untuk terus menulis….??

    Suka

  30. sebenarnya saya sering mengikuti diskusi disini, tapi tanpa meninggalkan komentar apapun, tapi kali ini saya sangat tergelitik oleh judul yang ada,
    saya sejak kecil bercita-cita menjadi penyair karena saya kagum pada Chairil Anwar, taufiq Ismail, Rendra dan masih banyak lagi, memang secara finansial saya belum merasakan apa-apa, karena puisi-puisi saya lebih banyak saya publikasi di blog, setidaknya banyak teman-teman bloger yang mengapresiasi cukup positif
    Salam

    Suka

  31. waduh2 salah banget tuh org yang bilang bkin puisi gamapang atau pekerjaan yang remeh.saya aja mw bikin puisi 3 jam kertas masih kosong,kalo nulis cerpen mungkin udah 2-3 lembar.

    Suka

  32. Pertanyaan seperti di atas memang sering banget saya rasakan….”Ngapain jadi penulis puisi, nggak prospek” begitu orang-orang banyak mengatakan pada saya. beruntung sampai hari ini saya masih konsisten menulis puisi walau pertanyaan seperti itu selalu saja datang. Thanks buat mas Jonru yang membesarkan hati saya agar tidak patah arang untuk menjadi penulis puisi. Doakan saya agar tetap bisa konsisten berkarya sampai nanti…nanti….dan nanti….

    Suka

  33. Pertanyaan seperti di atas memang sering banget saya rasakan….”Ngapain jadi penulis puisi, nggak prospek” begitu orang-orang banyak mengatakan pada saya. beruntung sampai hari ini saya masih konsisten menulis puisi walau pertanyaan seperti itu selalu saja datang. Thanks buat mas Jonru yang membesarkan hati saya agar tidak patah arang untuk menjadi penulis puisi. Doakan saya agar tetap bisa konsisten berkarya sampai nanti…nanti….dan nanti…. terus berkarya mas….

    Suka

  34. Tulisn pak jonru ini bsa mnjd motivasi bg siapa sj to nulis. Pokok na bgs banged dah,, saya sndri jg suka nulis puisi tp utk diri sy sndri soalx kbanyakn temax ttg ‘kesedihan’ sy… Untuk sy puisi itu bkn cm barisan2 kalimat yg di ukir pena tp puisi itu adlh bhsa jiwa yg dh sampaikn jiwa sang pena.,, terus brkarya y pakkkk

    Suka

  35. saya bercita-cita menjadi seorang penyair wanita dan menerbitkan buku puisi. namun saya sempat pesimis ketika ada sebuah organisasi kepenulisan setempat yang akan membantu menerbitka sebuah buku antologi bersama. mereka mengatakan bahwa mereka menerima semua bentuk tulisan ‘asal jangan puisi’ karena kalau puisi tidak akan laku dipasaran jika diterbitkan.
    alhamdulillah dengan tulisan pak jonru ini semangat saya bangkit kembali.
    mohon do’a agar saya tetap komitmen dibidang kepenulisan terutama puisi. terimakasih

    Suka

  36. Pertanyaan seperti di atas memang sering banget saya rasakan….”Ngapain jadi penulis puisi, nggak prospek” begitu orang-orang banyak mengatakan pada saya. beruntung sampai hari ini saya masih konsisten menulis puisi walau pertanyaan seperti itu selalu saja datang. Thanks buat mas Jonru yang membesarkan hati saya agar tidak patah arang untuk menjadi penulis puisi. Doakan saya agar tetap bisa konsisten berkarya sampai nanti…nanti….dan nanti….

    Suka

  37. setiap orang berhal memiliki cita-cita tersebut

    Suka

  38. Kalau bisa cita-cita setinggi mungkin agar ketika jatuh atau belum bisa merealisasikan jatuhnya tidak jauh-jauh

    Suka

  39. Yang perlu diingat adalah setiap cita-cita harus dikonsistensi dengan action

    Suka

  40. Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses selalu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s