[Self Publishing] Cara Mendapatkan Nomor ISBN


cara menerbitkan bukuUpdate 27 April 2012:
Karena sudah banyak perubahan aturan mengenai pengurusan ISBN, maka tulisan ini pun saya revisi.

Mengapa saya menempatkan teks “self publishing” di bagian depan judul tulisan ini? Karena tulisan ini memang diperuntukkan bagi Anda yang ingin menerbitkan sendiri buku Anda. Bila menawarkan naskah pada penerbit tertentu, maka Anda tak perlu repot-repot mengurus ISBN. Si penerbit yang akan mengurusnya!

Apa sih ISBN itu?
ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number, berfungsi sebagai pemberi identifikasi UNIK terhadap SATU judul buku yang diterbitkan.

ISBN tidak ada hubungannya dengan masalah perizinan!
Ya, selama ini banyak orang yang salah persepsi terhadap ISBN. Mereka mengira bahwa pemberian nomor ISBN terhadap judul buku tertentu menandakan bahwa buku tersebut telah MENDAPAT IZIN untuk diterbitkan.

Ini adalah pandangan yang keliru! Sebab seperti yang pernah saya tulis di sini dan di sini, TIDAK ADA satu aturan hukum pun di Indonesia yang mengharuskan adanya izin untuk menerbitkan buku dan media cetak (koran, majalah, tabloid). Jadi bila Anda ingin menerbitkan buku, koran, majalah, tabloid, newsletter, bulletin, dan sebagainya, ya silahkan langsung terbitkan saja. Tak perlu mengurus izin apapun!

“Kalau bukan untuk perizinan, lantas apa dong fungsi ISBN itu?”

Secara umum, fungsi ISBN adalah untuk memberikan identitas yang unik terhadap satu judul buku tertentu. Kita bisa menganalogikan ISBN seperti sidik jari yang berbeda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Kita bisa berkata, “ISBN adalah sidik jari buku.”

Karena fungsinya untuk memberikan identitas yang unik, maka hal ini bisa bermanfaat untuk banyak hal. Misalnya dalam proses pendistribusian buku, proses penjualan buku di kasir, proses pengklasifikasian rak buku, dan sebagainya.

Intinya, fungsi ISBN ini berkaitan dengan hal-hal yang bersifat administratif, BUKAN perizinan!

Satu hal lagi:
Bila sebuah buku sudah mendapat nomor ISBN, maka datanya akan tercatat di arsip nasional selama 50 tahun.

Nah, hanya demikianlah fungsi ISBN.

Jadi, sebenarnya TAK ADA ATURAN yang mensyaratkan setiap buku harus punya ISBN. Anda bebas untuk menerbitkan buku tanpa nomor ISBN. Terserah Anda! Tapi karena ISBN itu banyak manfaatnya, terlebih karena mengurusnya sangat gampang, ya tentu tak ada salahnya bila kita semua mengurus ISBN untuk buku-buku kita, bukan?

“Mengurus ISBN Itu SANGAT gampang? Beneran, nih?”

Sangat benar! Yang harus Anda lakukan hanyalah menyiapkan dokumen-dokumen berikut (saya copy paste dari website Perpustakaan Nasional).

A. Anggota Baru:
1. Mengisi formulir surat pernyataan disertai dengan stempel penerbit dengan menunjukkan bukti legalitas penerbit atau lembaga yang bertanggung jawab (akta notaris).
2. Membuat surat permohonan atas nama penerbit (berstempel) untuk buku yang akan diterbitkan.
3. Mengirimkan fotokopi :
a. Halaman judul
b. Balik halaman judul
c. Daftar isi
d. Kata pengantar

B. Anggota Lama :
Hanya butir 2 dan 3 saja yang perlu dikirimkan kepada Tim ISBN/KDT.

Maksud dari “anggota baru” adalah penerbit yang belum pernah mengurus nomor ISBN di Perpustakaan Nasional. Sedangkan “anggota lama” adalah penerbit yang sudah pernah mengurus nomor ISBN di Perpustakaan Nasional.

Bagi penerbit baru (yang belum pernah mengurus nomor ISBN), persyaratan di atas memang terasa berat, karena Anda harus melampirkan bukti legalitas penerbit atau akte notaris. Berita baiknya, ada sejumlah layanan self publishing yang bersedia membantu Anda mengurus ISBN tanpa harus melampirkan bukti legalitas penerbit atau akte notaris. Salah satunya adalah DapurBuku.com. Silahkan baca info selengkapnya di sini.

cara menerbitkan buku* * *

Setelah semua berkasnya lengkap, silahkan diantar ke Gedung Perpustakaan Nasional RI (lantai 2), Jalan Salemba Raya 28-A, Jakarta.

“Berapa lama prosesnya, dan berapa biayanya?”

Bila tak ada antrian, proses pengurusan ISBN (sejak Anda datang hingga si petugas memberikan nomor ISBN kepada Anda) hanya sekitar 10 menit! Sangat gampang dan cepat. Si petugas tak akan mempersulit Anda. Mereka akan membuat Anda bahagia. Percayalah!

Biayanya pun sangat murah, yakni Rp 0 alias GRATIS 🙂

“Wah, asyik, dong!”

Memang! 🙂

“Tapi bagaimana cara mengurus ISBN bila saya berada di luar Jakarta?”

Setahu saya, untuk teman-teman di luar Jakarta bisa mengirim berkas-berkas di atas lewat faksimili ke nomor (021) 3927919 atau (021) 31908479.

Atau bila tak mau repot-repot, coba minta bantuan saja pada DapurBuku.com untuk mengurus nomor ISBN Anda. Info lengkap bisa dibaca di sini).

SANGAT PENTING:
Demi kepentingan Anda sendiri, silahkan konfirmasikan dahulu nomor fax di atas ke pihak Perpustakaan Nasional (Anda bisa menelepon langsung kepada mereka). Siapa tahu sudah ada perubahan data dan sebagainya.

Atau, Anda bisa berkunjung dahulu ke website Perpustakaan Nasional RI di www.pnri.go.id.

Silahkan baca pula INFO RESMI dari Perpustakaan Nasional RI mengenai tatacara pengurusan ISBN. Klik di sini.

* * *

cara menerbitkan bukuInfo lebih lengkap mengenai panduan dan langkah-langkah penulisan & penerbitan buku untuk pemula, dapat Anda baca pada buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” karya Jonru. Tersedia di toko buku kesayangan Anda 🙂

* * *

Semoga Bermanfaat.

Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda!

Jonru
Follow me: @jonru

Iklan

125 responses to “[Self Publishing] Cara Mendapatkan Nomor ISBN

  1. salam. makasih mas Jonru.
    Smoga Anda termasuk khoirun nas anfauhum li nas.
    orang yg banyak manfaatnya bagi orang lain,
    itulah orang baik.

    Suka

  2. salut deh Pak Jonru yang tidak menutupi informasi apapun dalam lalu-lintas meulis hingga produksi. termasuk ISBN ini yang bagi banyak orang, terutama para guru/dosen masih merupakan misteri dalam mencari ISBN.

    semoga makin sukses, karen dengan “memberi” kita “menerima”

    salam,

    Suka

  3. info yang bagus…sangat bermanfaat karena saya sedang mengurus isbn

    Suka

  4. Informasi yang sangat berharga. Thanks sdh share.

    Suka

  5. bapak., saya ijin copas yaa..trimakasih

    Suka

  6. bang mhn petunjuknya…saya ini penerbit baru dan ingin sekali menerbitkan buku-buku luar, nah bagaimana caranya untuk bisa menerbitkan buku-buku luar tersebut dan cara mendapatkan ijin untuk menterjemahkannya..agar tidak ilegal, apakah hrs minta ijin sama penerbit luar sementara saya tidak tahu alamat penerbitan luar..mohon infonya bang

    Suka

  7. thanks infonya gan mhn petunjuknya lebih lanjut ya

    Suka

  8. Terima kasih untuk pencerahan memotivasi untuk segera terbitkan buku saya GBU Pak Jonru

    Suka

  9. makasih mas atas infonya. saya ingin tahu apakah ada jumlah buku minimal untuk mengurus isbn dengan datang ke perpustakaan nasional? atau mereka juga melayani jika kita datang hanya untuk mengurus izin untuk satu (1) buku saja? terima kasih.

    Suka

  10. pernah saya coba krim via fax tapi belum ada konfirmasi dari pihak sana. apa pengurusannya emmakan waktu berminggu-mingu ya pak jonru?

    Suka

  11. Ajari aku…Terima kasih!

    Suka

  12. Ping-balik: Ini Dia, Tiga Cara untuk Menerbitkan Buku | Jonru on the Web

  13. Thanks for info. Saya menerbitkan buku, tp sama sekali tdk tahu tentang ISBN. Thanks again…

    Suka

  14. Cara mendapatkan isbn yang paling cepat adalah datang sendiri dengan membawa dokumen2 yang diperlukan. Soalnya kalau lewat email ataupun fax dianggap tidak serius spam junk bahkan diabaikan. Pertanyaan saja tak dijawab apalagi pengajuan isbn lewat email atau fax (bagi penerbit yg belum menjadi anggota).

    Suka

  15. Pak Jonru, saya mau tanya. Apakah betul jika akan mengurus ISBN untuk saat ini penerbitnya harus menjadi CV lebih dahulu? Itu info yang saya dapat. Terima kasih penjelasannya.

    Suka

  16. adi nugraha, M.Pd

    Saya perlu bantuannya untuk mendapatkan ISBN untuk bulettin Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran *(FMGMP) Kab Batang

    Suka

  17. mas, kalau mau nerbitin e-book di amazon apakah isbn & copyright yg diurus dalam negeri berlaku juga secara internasional?
    aku juga masih kagok ga ngerti ngurus hak cipta itu kurang jelas.. saya mau buka halamannya tapi link nya error. mohon penjelasan ya , thx u

    Suka

  18. Pak Jonru,

    Tadi pagi saya telp ke Perpusnas, bertanya tentang ISBN.
    Petugasnya bilang, syarat untuk medapatkan ISBN, mesti penerbit yang memiliki surat notaris. Bukankah berarti harus sebuah badan hukum?

    Mohon info-nya Pak?

    salam

    Suka

    • @Rahmad: Iya betul. Memang ada perkembangan baru. Untuk penerbit baru diharuskan menyertakan surat resmi yang menyatakan legalitas penerbit tersebut.

      Suka

  19. waduuh…. per hari ini ga bisa self publishing lagi dong,kalo untuk punya isbn harus ada badan hukum penerbit, hiks…hiks… apa nih solusinya bang?

    Suka

  20. Kalo mengurus surat notaris untuk penerbitan itu seperti apa? & Bagaiaman untuk self publishing sendiri, karena setahu saya untuk mengikuti self publishing seperti di Leutikaprio.com / indie-publishing.com itu butuh biaya mahal dan kalau sudah bisa sendiri kan mending self publishing. Apalagi biaya cetak buku sudah tahu.

    Suka

  21. Thanks buat semua infonya. Kalau misalnya yg menerbitkan kampus atau sekolah, kira-kira perlu badan hukum penerbit atau tidak ya? Trus gimana caranya nih?

    Suka

  22. Kalo majalah semesteran berarti harus ngurus isbn setiap semester jg ya?

    Suka

  23. Hananto Pribadi Wahyu

    Wahh terimakasih Bang… saya ingin berkenalan dan menimbu ilmu dari Abang lebih lanjut…. Sukses selalu

    Suka

  24. Sudah saatnya orang2 Indonesia menjadi penulis hebat berkelas. Buku2 mas Jonru tsb turut berperan mwujudkannya. Sukses mas!

    Suka

  25. saya mau tanya apakah satu no ISBN itu untuk satu buku ?
    berarti kalau saya akan menerbitkan sebuah buku, saya harus terus mengurusi no ISBN ke perpustakaan indonesia ?

    Suka

    • @novie hyu: Satu nomor ISBN itu untuk satu judul buku 🙂
      Iya, kalau mau menerbitkan buku berikutnya, ISBN harus diurus lagi. Atau bisa lewat Dapurbuku.com

      Suka

  26. kalo prosiding dalam seminar nasionalitu gmana pak ya…???
    ISBN atau ISSN ya..??
    mhon infonya

    Suka

  27. salam kenal pak Jonru. topik topik yang di bahas menarik sekali. saya kebetulan punya keinginan untuk menerbitkan novel saya. namun empat kali masuk penerbit empat kali ditolak dengan alasan yang beragam. saya juga sudah secara kontinu melakukan penyempurnaan atas novel saya tersebut dan saya berencana untuk self publishing. kendalanya ada pada persyaratan untuk anggota baru utk mendapatkan isbn yg harus mencantumkan legalitas penerbit. lha namanya self publishing kok masih pake penerbit ya pak?

    Suka

  28. mas jonru…saya berniat untuk mengambil paket tapi yang ” suka – suka”…
    bisa kan mas??saya hubungi kenomer yang tersedia tapi tidak diangkat – angkat….
    saya mohon kerja sama untuk pre cetak dan ISBN mas..bagaimana??

    Suka

  29. Pak, Saya pesan buku Bapak
    dua-duanya.
    Jadi, Rp.100.000 nih?
    he

    Suka

  30. Info ini sangat bermanfaat bagi kami penulis yang ingin menerbitkan buku kami sendiri. Hanya info tentang Akte Notaris yang diperlukan untuk mendapatkan ISBN mungkin bisa lebih diperjelas? Saya mencoba menelpon dan mengemail PNRI namun tdk pernah diangkat/dijawab.

    DapurBuku.com pun sepengetahuan saya sekarang mewajibkan penggunaan Dapur Buku sebagai penerbit bila hendak mengurus ISBN via mereka. Jadi info di atas sudah tidak up to date lagi.

    Suka

    • @Kare: Akte notaris tsb sama saja dengan akte notaris pada umumnya. Itu adalah akte atau bukti legalitas perusahaan, dan bisa digunakan untuk berbagai macam tujuan, tidak hanya untuk mengurus ISBN.

      Tidak ada kewajiban seperti itu dari Dapurbuku. Tapi klien diberi kesempatan untuk memilih alternatif yang terbaik. Begitu Bos 🙂

      Suka

  31. mejuah – juah ma .aku mau nanya .kalo harga buku yg akan kita terbitkan itu yang nentukan siapa?

    Suka

  32. Saya ada pertanyaan buat Pak Jonru, jika saya menggunakan jasa Dapur Buku untuk mengurus ISBN, apa itu artinya nama penerbit yang dicantumkan pada buku adalah penerbit Dapur Buku? Adakah cara agar saya dapat menggunakan nama penerbit yang saya ajukan?

    Terima kasih.

    NB. Email Dapur Buku kurang nyaman untuk dihubungi karena menggunakan layanan boxbe.com.

    Suka

    • @awan: Sebelumnya perlu kami jelaskan, bahwa DapurBuku tak pernah pakai layanan boxbe.com. Sepengetahuan kami, boxbe.com itu berasal dari Yahoo! Mail. Dan berdasarkan pengalaman: Walau si pengirim mendapat pesan bahwa email mereka harus diverifikasi dulu via Boxbe. kami di DapurBuku.com tetap bisa menerima email Anda sebelum verifikasi dilakukan.

      Dan mengenai pertanyaan seputar ISBN, coba baca penjelasan lengkapnya di http://www.dapurbuku.com/layanan-kami/jasa-pengurusan-isbn

      Suka

  33. Mas, saya punya buku tulisan saya sendiri. Maklum pemula jadi tidak mengerti jadi saya bertanya-tanya. Hehe.
    Bukunya memang sudah saya jual sendiri dan ternyata lebih untung semuanya serba self. 🙂
    Tapi lama kelamaan, jenuh dan boring mas.
    1 Alasan lagi juga, biar nama saya bisa di kenal orang lain kayak mas jonru gitu.

    Cara Mengajukan ke penerbit bagaimana ya mas.
    – Langsung datang membawa hard copy atau bagaimana?

    Saya masih takut ada nya penerbit nakal mas?
    Tolong pencerahannya mas.

    Genre : Arsitektur
    Tujuan : Tutorial
    Title : Sketchup buat gaya 3D lu !

    Suka

  34. Mas Jonru mau tanya nih..

    Mas apa menerbitkan buku sendiri harus punya CV atau PT atau legalisasi perusahaan…. ?

    tks

    Suka

    • @sofyan: Untuk menerbitkan buku sendiri, tak harus berbadan hukum. Perorangan pun bisa. Dan tak perlu mengurus izin apapun. Namun jika bukunya hendak diberi nomor ISBN, pihak perpustakaan nasional menetapkan harus melampirkan berkas bukti legalitas usaha seperti akte notaris dst.

      Jadi akte notaris tersebut hanya dibutuhkan untuk mengurus ISBN untuk pertama kalinya. Dan sebenarnya ISBN itu tidak wajib.

      Demikian mas. Semoga membantu ya 🙂

      Suka

  35. Isiddorruus Lamatapo

    Bang Jonru mat sore. Ni saya mau tanya; saya mau terbitkan majalah saya untuk wilayah Flores. Tapi belum punya ijin pedirian Lembaga pers. Kemana saya harus urus ijin pendiriannya dan apasyarat-syaratnya bang. Mksh. Salam. Isidorus

    Suka

  36. Pak Jonru,

    Tertark sekali membaca tentang ISBN yang bapak tulis
    Untuk Booklet termasuk buku atau majalah ya pak?
    Ukurannya kertas A5 dan isinya mirip majalah ada iklannya juga
    Lalu apakah mengurus ISBN juga harus ada NPWP ya?
    Terima kasih sebelumnya

    Suka

  37. halo, apa kabar sy sangat ingin sekali menerbitkan buku kumpulan doa doa islam tapi saya belum tau gimana caranya? kal bisa tolong kontak kami ke 083857041971. sy seorang guru sd muhamadiyah 18 surabaya. buku yang kami buat sangat bermanfaat bagi anak anak sd kelas 1- kleas kelas 6. mohon kami diberi informasinya. buku sudah siap di susun oleh bebera guru lulusan sarjana pendidikan dari berbagai perguruan tinggi demikian

    Suka

  38. Mengurus ISBN apakah harus atas nama perusahaan / lembaga?
    Kalau misalnya mau menerbitkan majalah atas nama saya pribadi apakah bisa pak?
    Terima kasih pak

    Suka

  39. jika sudah ada nomor ISBN, apakah akan muncul jika nomer tersebut
    di searching di google atau di website ISBN, sudah coba berkali-kali
    nomor yang sy ketik, tidak muncul judul bukunya,
    mohon informasinya jika ada cara lain untuk mencocokan nomor ISBN
    dengan judul buku terimakasih

    Suka

  40. mas mau nanya donk ..
    satu ISBN kan satu judul ?
    trus caranya bedain 2 buku dengan judul yang sama dan ISBN yang sama bagaimana ?
    untuk program perpustakaan mas
    terima kasih

    Suka

  41. keren, saya suka penjelasannya http://fastblogworld.com

    Suka

  42. saya mau nanya mas jonru, untuk ISBN kan nantinya akan dicantumkan di halaman buku, kalo kita menyerahkan yang ada di poin 3, apa berarti kita sudah harus mempunyai sampel bukunya terlebih dahulu?

    Suka

  43. akta notaris yang diminta itu apa harus cv atau pt gitu?
    maksud saya, apakah usaha perorangan berakta notaris bisa juga?

    Suka

  44. Di atas tertulis kalau mau menerbitkan buku tdk perlu perizinan, tapi di alinia lain kok hrs menggunakan stempel penerbit? Terus gimana kalau nggak punya penetbit?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s