[17 Agustus] Memerdekakan Diri dari Lomba Makan Kerupuk


lomba makan kerupukNB: Tulisan ini merupakan revisi dari tulisan ini, yang saya tulis dua tahun lalu dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI.

Pernahkah Anda berpikir, dari mana asal muasal lomba makan kerupuk, lomba balap karung, lomba panjat pinang, dan lomba-lomba lain yang bernuansa 17 Agustusan? Kalaupun pernah, saya yakin Anda akan sulit menemukan jawabannya.

Lagipula Anda mungkin berkata:

“Apa pentingnya membahas hal-hal seperti ini? Bukankah lebih baik kita bergembira ria setahun sekali, menikmati kebersamaan dengan para tetangga yang jarang terjadi di luar bulan Agustus? Tidak penting dari mana asal muasal lomba makan kerupuk, dan apa relevansinya dengan kemerdekaan. Yang penting, kegiatan seperti ini bisa mempererat tali persaudaraan dan keakraban, yang sudah sangat langka di zaman serba modern sekarang ini.”

Ya, alasan yang masuk akal. Namun ketidakpedulian kita terhadap hal-hal tertentu justru seringkali membuat kita terjebak pada hal-hal yang tidak efektif.

Saya berikan sebuah contoh: Prewedding.
Ini adalah sesi potret memotret bagi sepasang calon pengantin menjelang Hari H pernikahan. Tradisi seperti ini sebenarnya baru berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Artinya, ini bukan bagian dari syarat atau aturan yang harus diberlakukan bagi setiap calon pengantin. Tapi coba perhatikan: Hampir semua calon pengantin masa kini dengan penuh kesadaran menjadikan “upacara prewedding” ke dalam jadwal persiapan pernikahan mereka. Seolah-olah tanpa kegiatan seperti ini, pernikahan mereka belum afdol.

Saya pernah masuk ke sebuah warnet di daerah Cipayung, Jakarta Timur. Di situ saya melihat sebuah kertas yang ditempel di dinding dan bertuliskan:

Dari pikiran lahirlah perbuatan. Dari perbuatan lahirlah kebiasaan. Dari kebiasaan lahirlah gaya hidup. Dari gaya hidup lahirlah kepercayaan.

Sebuah tulisan yang sangat bagus, membuat saya terkagum-kagum hingga hari ini!

Kini saya pun sadar, bahwa lomba-lomba dalam rangka 17 Agustusan, juga tradisi-tradisi lain seperti prewedding dan sebagainya, ternyata lahir dari sebuah kebiasaan yang terus diulang-ulang, hingga akhirnya menjadi gaya hidup. Dan yang lebih tragis lagi, gaya hidup ini akhirnya berubah menjadi kepercayaan!

Ketika sudah sampai pada tahap kepercayaan, maka inilah yang dalam istilah agama disebut bid’ah 😀

Jika sudah menjadi bid’ah, tentu saja kesalahkaprahan pola pikir pun terjadi. Bayangkan bila suatu saat nanti, masyarakat kita punya keyakinan bahwa upacara pernikahan belum sah bila tak ada acara prewedding. Perayaan 17 Agustusan belum sah bila tak ada lomba makan kerupuk! Hehehe…. 🙂

“Ah, mana mungkin ini terjadi?”

Kenapa tidak? Semuanya sangat mungkin!

Dulu di zaman Rasulullah dan Para Sahabat, sama sekali tidak ada perayaan Maulid. Bahkan peringatan ulang tahun (termasuk ulang tahun Rasulullah sendiri) tidak ada ajarannya di dalam Islam. Tapi kini? Banyak orang yang berkata bahwa merayakan Maulid itu wajib. Bahkan ketika ada orang yang mengatakan Maulid itu bid’ah, maka jutaan orang akan segera protes. Bahkan permusuhan antara pembela dan penentang Maulid pun tak terhindarkan.

Kenapa sampai ada fenomena seperti ini? Tak lain dan tak bukan karena sebuah kebiasaan (dalam hal ini perayaan Maulid, sudah berubah menjadi gaya hidup, dan kini berubah lagi menjadi kepercayaan).

Mohon maaf 🙂

Konteks atau poin utama dari tulisan saya ini sebenarnya BUKAN mengajak teman-teman semua untuk MENENTANG lomba makan kerupuk, lomba balap karung, prewedding, Maulid, dan seterusnya. Kalau Anda setuju pada pendapat saya, lalu menentang kegiatan-kegiatan tersebut, ya… itu hak Anda. Kalau Anda tetap berpendapat bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini masih perlu dilestarikan, itu juga hak Anda.

Tulisan ini saya buat dalam rangka menyambut HUT Proklamasi Ri tanggal 17 Agustus (Ini juga bid’ah sebenarnya, hehehe…). Dan tema utama setiap perayaan 17 Agustus di Indonesia adalah KEMERDEKAAN.

Maka, lewat tulisan ini saya hanya ingin mengajak kita semua – termasuk saya – untuk memerdekakan pikiran kita:

Saat kita mengikuti sebuah kegiatan yang berbau tradisi atau kebiasaan, alangkah baiknya bila kita sudah punya bekal ilmu yang memadai mengenai kegiatan tersebut. Janganlah kita sekadar ikut-ikutan dengan alasan, “Sudah tradisi.”

Bila bersikap seperti itu, artinya kita selama ini hanya mengikuti tradisi tanpa pernah memikirkan dan mengkritisi dari mana asal muasalnya, apa tujuannya, dan sebagainya.

Tanpa sadar, kita telah telah membiarkan tradisi-tradisi seperti itu menjajah kita. Dan tragisnya, kita tidak pernah berusaha memerdekakan diri darinya!

Padahal kalau kita mau MEMERDEKAKAN DIRI  dari tradisi-tradisi seperti itu, yang perlu kita lakukan hanya tiga hal berikut:

1. MENGUBAH MINDSET

2. OPEN MIND terhadap masukan apapun dari luar

3. MAU MEMPELAJARI HAL-HAL BARU, yang selama ini mungkin belum pernah kita pelajari

Nah, bila Anda marah atau kecewa pada saya setelah membaca tulisan ini, lalu menentang pendapat saya dengan alasan:

“Apa salahnya lomba makan kerupuk? Apa salahnya prewedding? Apa salahnya Maulid? Ini kan kegiatan yang baik, bla… bla… bla…”

Artinya, Anda mungkin perlu berlatih lagi untuk menerapkan ketiga hal di atas. Sebab saya khawatir penentangan Anda hanya karena dipicu oleh emosi semata 🙂

Tapi bila Anda menentang pendapat saya dengan alasan yang kuat, logis, dan tidak emosi, bahkan disertai data atau referensi penguat yang meyakinkan, maka saya percaya bahwa Anda telah berhasil memerdekakan diri sendiri dari tradisi dan pola pikir yang selama ini membelenggu.

Selamat HUT Proklamasi RI ke-65. MERDEKA!!!

NB: Sumber foto: http://www.panyingkul.com/gambar/19agustus2007a

* * *

Semoga Bermanfaat.

Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda!

Jonru

Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com

Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com

Penulis Buku “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat!”
Buku Pertama di Indonesia yang Tidak Sekadar Berisi Kiat Jitu di Bidang Penulisan,
Tapi Juga MOTIVASI TERBAIK untuk Memandu Anda Mewujudkan Impian sebagai Penulis Sukses!
Klik http://www.PenulisHebat.com

Iklan

10 responses to “[17 Agustus] Memerdekakan Diri dari Lomba Makan Kerupuk

  1. bang, bid’ah yang dimaksud Nabi itu adalah bidah di bidang agama..kalo bid’ah di bidang duniawi mah malah dianjurkan, hehe..makanya Nabi bilang “kamu lebih tahu urusan duniamu”..

    🙂

    Suka

  2. Ping-balik: Tweets that mention [17 Agustus] Memerdekakan Diri dari Lomba Makan Kerupuk | Jonru on the Web -- Topsy.com

  3. bidah jg dong klw menulis harus ikut kursus hehe

    Suka

  4. @Wahyu: Kalau dalam pengertian luas, setahu saya bid’ah itu mencakup semua hal. Wallahualam 🙂

    @bid’ah masa sih: Emang yang mengharuskan siapa? Kita cuma mengajak. Terserah ente mau ikut atau tidak, hehehe… 😀

    Suka

  5. Assalamualaykum…

    Segala sesuatu tergantung daripada niatnya :-), bukan begitu?
    Yang saya ambil semoga yang terbaik untuk semua, dan yang kita hindari semoga memang yg kurang baik untuk kita….

    Yang pasti saya mau mempelajari hal-hal baru…
    🙂 makasih ya….

    Suka

  6. @Okti: Waalaikumsalam. Betul sekali. Niat yang lurus, tidak sekadar ikut-ikutan 🙂

    Suka

  7. Ikut komentar juga mas,..
    Pengertian bid’ah sebenarnya ada 2..
    Bid’ah secara bahasa, adalah segala sesuatu yang baru yang tidak ada pada zaman nabi seperti komputer, mobil, motor dsb.
    Bid’ah secara istilah/syariat adalah segala sesuatu yang baru dalam masalah agama yang tidak ada pada zaman nabi/tidak pernah dilakukan oleh nabi.
    contohnya perayaan maulid.
    Adapun bid’ah yang dilarang adalah pengertian bid’ah yg kedua (bid’ah dalam masalah agama). Adapun bid’ah dalam pengertian yang pertama diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat. Wallahu a’lam.

    Salam kenal mas Jonru..

    Suka

  8. Kalau perayaan seperti 17 Agustus setahu adalah tasabuh, yaitu mengikuti perbuatan orang-orang non Islam. Tindakan ikut-ikutan ini juga dilarang.

    Suka

  9. I likeCheap supra shose Really good website,let people find it intertesing,discount Cheap supra footwearMade it very interesting, really great content site,Thank you for sharing such a good website.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s