Startup Lokal dan Mimpi Menjadi “The Next Koprol”


StartUp Lokal Logo

Sumber foto: hadigunawan.net

Startup lokal. Saya belum lama mengenal istilah ini. Baru sekitar sebulan sebelum tulisan ini dibuat. Dan saya cukup tergelitik ketika melihat di Twitter banyak sekali orang yang memperbincangkannya. Maka, didorong oleh rasa penasaran, saya pun mencari info di Google. Apa sih, startup lokal itu, dan ada apa dengannya?

Dari hasil pencarian tersebut, saya bertemu tulisan berjudul “Pengertian Startup Lokal” yang ditulis oleh Firman Nugraha, dan “Pengertian Startup Lokal, Diskusi Bersama Pelakunya” oleh Arham Haryadi.

Dari kedua tulisan ini (juga tulisan-tulisan lain yang ikut saya temukan), terbentang sebuah fakta menarik. Ternyata, sampai saat ini belum ada KESEPAKATAN RESMI mengenai pengertian startup lokal yang sebenarnya. Bahkan masih banyak yang bingung ketika ditanya, apa itu startup lokal.

Karena belum ada kesepakatan resmi, boleh dong… saya bikin definisi sendiri? Enggak ada yang melarang, kan? Hehehe…..

Menurut saya (setelah membaca berbagai macam pendapat dari berbagai tulisan di internet), startup lokal adalah hal-hal yang memenuhi SEMUA kriteria berikut:

  1. Website. Saya tidak menggunakan istilah “perusahaan”. Menurut saya startup lokal tidak harus berupa perusahan. Memang, dia bisa saja sebuah perusahaan, atau web yang didirikan oleh perusahaan (seperti Koprol). Tapi dia bisa juga sebuah portal seperti www.sriti.com atau www.ilmukomputer.org (d/h www.ilmukomputer.com) yang didirikan oleh pribadi dan bersifat sosial alias nonprofit.
    .
  2. Didirikan oleh pribadi atau perusahaan UKM.
    .
  3. Sejak awal, website ini memang diniatkan sebagai layanan publik. Isinya bersifat visitors oriented. Jadi dia bukan blog yang bersifat personal.
    .
  4. Berpotensi untuk di-monotize. Jadi walau dia sebuah portal yang bersifat nonprofit dan dikelola sebagai hobi belaka misalnya, namun untuk jangka panjang dia berpotensi untuk dijadikan sebagai lahan penghasilan.
    .
    Atau, setidaknya dia bisa menjadi “pintu” untuk mendirikan bisnis. Misalnya yang dialami Romi Satrio Wahoho. IlmuKomputer.com yang dia dirikan, hingga saat ini masih sebagai portal nonprofit. Tapi kesuksesan portal ini telah membuka peluang baginya untuk mendirikan bisnis di brainmatic.com.
    .
    Tanpa bermaksud narsis, saya juga mengalami hal serupa. Portal nonprofit buatan saya – www.penulislepas.com – hingga saat ini masih menjadi portal nonprofit. Namun kesuksesan PenulisLepas.com alhamdulillah menjadi salah satu jalan untuk kesuksesan bisnis yang saya kelola di www.sekolahmenulisonline.com.
    .
  5. Berlokasi di Indonesia dan didirikan oleh warga Indonesia.

(Adapun kriteria “beroperasi di bawah 3 tahun, memiliki tidak lebih dari 30 pekerja, dan berpenghasilan kurang dari Rp 1 miliar pertahun”, menurut saya ini hanyalah “kriteria berbau bisnis”, yakni kriteria yang disyaratkan oleh para investor agar sebuah startup lokal bisa mereka beli. Adapun kriteria yang saya tulis di atas lebih bersifat umum saja).

Dari definisi di atas, jelaslah bahwa startup lokal sebenarnya bukan hal baru di muka bumi ini. Sejak adanya internet, startup lokal telah banyak bermunculan. Hanya saja, ada di antara “startup lokal jadul” tersebut yang tetap eksis hingga kini (seperti Kaskus, PenulisLepas.com, Ajangkita.com dan Kemudian.com), namun banyak pula yang “tewas secara mengenaskan”, tak ada lagi kabar beritanya. Mungkin mereka kekurangan sumber daya, pengelolanya sudah bosan, atau mungkin masih banyak faktor lainnya.

Kok Ramenya Baru Sekarang?

StartUpLokal3_Panggung

Pertemuan, kopdar sampai seminar mengenai startup lokal pun mulai marak. Sumber foto: hadigunawan.net

Saya tidak tahu sejak kapan ada istilah startup lokal. Tapi yang jelas, di Indonesia istilah ini mulai ramai sejak awal 2010, tepatnya ketika Yahoo! Mengakuisisi Koprol. Di satu sisi, ada sebagian orang yang menyayangkan peristiwa ini. Sebab Koprol yang aslinya milik warga Indonesia (apalagi mereka adalah social media pertama di dunia yang berbasiskan lokasi), kini tidak “murni pribumi” lagi, karena sahamnya telah dikuasai pihak asing.

Namun di sisi lain, banyak juga orang yang bangga, termasuk saya (pernah ditulis di Kompasiana). Mengapa? Karena baru kali inilah dalam sejarah Indonesia, ada website Tanah Air yang diakuisisi oleh perusahaan besar berskala internasional. Ini tentu peristiwa besar yang sangat bersejarah bagi bangsa kita, bukan?

Karena peristiwa besar dan bersejarah itulah, saya tidak heran bila kemudian banyak orang yang “ngiler”, ingin bernasib seperti Koprol juga. Para investor Tanah Air yang selama ini tidak punya perhatian terhadap startup lokal (seperti yang ditulis Firman Nugraha di sini), kini mulai sadar. Ternyata anak bangsa kita punya potensi yang luar biasa. Ke mana saja para investor tersebut selama ini?

Dan yang mencengangkan saya: Secara mendadak komunitas-komunitas startup lokal pun bermunculan (saya pun akhirnya bergabung dengan milis Startup Lokal karena benar-benar penasaran dengan tren yang satu ini).

Hm, sebegitu cepatkah virus startup lokal menjalar di negeri ini?

Mohon maaf beribu maaf 🙂

Saya jadi ingat karakter bangsa kita yang sejak dulu memang suka latah. Bila ada orang yang sukses di bidang A, maka banyak orang yang mengekornya, dengan harapan bisa sukses di bidang A juga.

Saya khawatir bila “tren startup lokal” hanyalah satu gejala lain dari sifat latah bangsa kita tersebut. Jangan-jangan, banyak orang yang tiba-tiba secara antusias mendirikan startup lokal, dengan harapan suatu saat nanti mereka menjadi “The Next Koprol”.

Tapi semoga kekhawatiran ini tidak terbukti. Sebab berdasarkan pengamatan saya, banyak juga startup lokal yang memang sudah berdiri jauh sebelum peristiwa akuisisi Koprol. Beberapa contoh yang saya ingat adalah AsiaBlogging.com, Twitwit, Dailysosial.net, dan tentu saja website buatan saya, PenulisLepas.com, BelajarMenulis.com dan Ajangkita.com (boleh dong mempromosikan punya sendiri, hehehe…).

Tentu masih banyak startup lokal lainnya yang berdiri jauh sebelum akuisisi Koprol. Maaf, mohon tidak tersinggung atau merasa disepelekan bila tidak saya tulis di sini. Saya manusia biasa yang punya keterbatasan pengetahuan dan ingatan. Jika berkenan, Anda bisa mencantumkan nama dan alamat startup lokal Anda pada fitur comment di tulisan ini.

Banyak di antara startup lokal tersebut yang didirikan oleh orang-orang kreatif, berjiwa muda, dan berdedikasi luar biasa. Kurangnya modal dan sumber daya membuat perkembangan mereka masih begitu-begitu saja (ini juga yang saya alami di PenulisLepas.com dan Ajangkita.com, hehehe….). Dan munculnya tren startup lokal memberikan harapan baru (termasuk bagi saya). Ini adalah peluang besar untuk mengembangkan website yang selama ini dikelola. Kesempatan besar terbuka lebar di depan mata!

Tentu saja, ini adalah hal yang sangat positif. Terutama bila website startup lokal tersebut berisi konten-konten yang bermanfaat bagi publik. Ini merupakan kontribusi yang positif dan sangat luar biasa bagi perkembangan bangsa kita.

Namun saya hendak mempertanyakan satu hal:
Apakah “dibeli oleh investor besar” merupakan satu-satunya jalan bagi para startup lokal untuk meraih sukses?

Menurut saya: TIDAK!

startup_lokal_kaskus

Kaskus, mantan startup lokal yg sukses menjadi komunitas terbesar di Indonesia, tanpa harus dibeli oleh investor besar.

Lihatlah Kaskus. Mereka juga awalnya hanya sebuah startup lokal berskala sangat kecil, dan dikelola sebagai hobi belaka. Namun mereka bisa terus berkembang dan akhirnya menjadi besar seperti sekarang, menjadi komunitas terbesar di Indonesia, tanpa harus dibeli oleh investor besar.

Lihat pula IlmuKomputer.com dan PenulisLepas.com (seperti yang sudah saya bahas di atas). Keduanya sama-sama portal sosial alias nonprofit. Sejak awal didirikan hingga saat ini masih seperti itu. Namun kesuksesan keduanya alhamdulillah bisa mendukung kesuksesan bisnis si foundernya. Keduanya pun tidak dibeli oleh investor besar.

Jadi MENURUT SAYA:
Tak usahlah terlalu berharap – bahkan bermimpi besar – terhadap ramainya tren dan perbincangan mengenai startup lokal belakangan ini. Jika ternyata nanti website Anda menjadi The Next Koprol, bersyukurlah. Ini merupakan prestasi luar biasa, dan mungkin inilah jalan sukses Anda yang sebenarnya.

Namun bila ternyata tak ada satu investor besar pun yang tertarik untuk melirik website Anda, jangan berkecil hati. Jangan kecewa bahkan berhenti mengelola website startup lokal Anda.

Seperti yang pernah saya tulis di sini, setiap orang punya jalur sukses masing-masing.
Artinya,  “dibeli oleh investor besar” bukan satu-satunya jalan bagi para startup lokal untuk meraih sukses.

Terbukti, Kaskus dan IlmuKomputer.com bisa sukses tanpa harus seperti itu, kan?

Memang, tren saat ini bisa membawa perkembangan positif dan membuka banyak peluang besar bagi para pelaku startup lokal. Tapi ada atau tidak adanya tren seperti ini, menurut saya kita tetap harus konsisten dalam mengelola website masing-masing. Tentu sangat disayangkan bila ada orang yang mendirikan startup lokal hanya dengan harapan agar dibeli oleh investor asing. Lalu ketika harapan ini tak terwujud, mereka segera patah arang dan berhenti berjuang.

Sangat disayangkan. Saya yakin, dan semoga kita semua tidak seperti itu.

* * *

Oh ya, berikut adalah beberapa tulisan bagus mengenai startup lokal yang patut kita simak:

Website yang banyak membahas startup lokal:

Tulisan-tulisan mengenai perjuangan saya dalam mendirikan dan mengelola startup lokal PenulisLepas.com:

Simak Juga:

(Mohon maaf bagi yang belum disebutkan. Ini karena keterbatasan pengetahuan dan ingatan saya belaka)

* * *

Semoga Bermanfaat.

Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda!

Jonru

Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com

Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com

Penulis Buku “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat!”
Buku Pertama di Indonesia yang Tidak Sekadar Berisi Kiat Jitu di Bidang Penulisan,
Tapi Juga MOTIVASI TERBAIK untuk Memandu Anda Mewujudkan Impian sebagai Penulis Sukses!
Klik http://www.PenulisHebat.com

Iklan

25 responses to “Startup Lokal dan Mimpi Menjadi “The Next Koprol”

  1. Artikel yang bagus membahasa tentang startup lokal: )

    Mengenai sifat latah bangsa kita, saya setuju dan beberapa orang juga khawatir jika ini hanya menjadi hype belaka. Oleh karena itu dibentuklah komunitas-komunitas seputar startup lokal agar ini tidak hanya menjadi hype, tapi menjadi passion.

    Dan mengenai mengenai apakah dibeli investor besar merupakan satu-satunya jalan menuju sukses, yak saya setuju itu bukan satu-satunya opsi. Malah saya sebetulnya agak tidak suka jika ada startup yang ngebangun produk mereka dengan harapan nantinya bakal dibeli oleh investor besar. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran investor-investor ini dapat memberi opsi tambahan untuk para penggiat startup.

    Jika hype yang terjadi saat ini bisa diolah dengan baik, saya yakin bisa membuat suasana yang kondusif untuk para penggiat startup dalam membangun produk.

    Suka

  2. Ping-balik: Tweets that mention Startup Lokal dan Mimpi Menjadi "The Next Koprol" | Jonru on the Web -- Topsy.com

  3. Kegiatan gathering #startuplokal setiap bulannya sebetulnya bagus. Yang terinspirasi akan “kesuksesan” Koprol, jadi tertarik untuk membuat. Pastinya akan ada banyak ide2 pengembangan bisnis berbau digital (portal, mobile, apapun) yang akan muncul. Kegiatan bulanan #statuplokal ini membantu mengarahkan mereka, supaya mereka lebih aware dengan kondisi nyata yang ada. Kegiatan bulanannya justru lebih banyak membahas topik yang bersifat soft skill, seperti finance, managerial, SDM, wawasan, dll. Kegiatannya juga memberikan kesempatan para pemilik startup untuk latihan pitching dan networking. Idealis tinggi sih boleh, tapi kalau idealisnya menampikkan kondisi nyata pasar, pemasaran, dll, situs yang dibangun para startup juga nggak akan jadi apa2. Tentunya kita juga gak ingin kondisi saat era dotcomers booming 10 tahun lalu, kemudian mati, terulang lagi dengan para startup lokal baru.

    Suka

  4. @Firman: Thanks atas komentarnya. Intinya kita sependapat ya 🙂

    @Pitra: Betul sekali. Komentar Anda membuat saya termotivasi untuk bergabung dengan gathering #startuplokal. Thanks ya 🙂

    Suka

  5. saya berharap tentunya harus punya ide yang kreatif

    Suka

  6. Great writings as usual ! 🙂

    Tidak bisa dipungkiri fenomena yahoo-koprol memang memberikan extra-fuel bagi kehidupan teknopreneur di Indonesia. Tapi menurut saya ada hal yang lebih besar daripada tujuan untuk “acquired by [enter_big_corp_name_here]”, karena memang -saat meetup pertama akuisisi itu belum “terjadi” , 1st meetup report here -> http://nuniek.com/2010/05/07/172/

    Kebetulan saya pernah merasakan jadi ‘ronin’ di era dotcombubble, saat itu juga ada meetup2 para dotcomers, ada 2 yang saya tahu (JDF, Jakara dotcomers forum & hackers night), cuma 1 yang saya pernah saya hadiri, hackers night.

    Spiritnya saya rasa agak ‘beda’, pada era dotcomers hype-nya adalah IPO, sedangkan sekarang lebih ke ‘how to build a great products’. Sharingnya juga sekarang lebih all-out, saya bahkan sampai bisa compare screen-to-screen produk yang saya miliki dengan produk sejenis langsung dengan ownernya, setelah ketemu di startuplokal, sesuatu yang saya rasa tidak ada/kurang di jaman dotcom bubble.

    Saya baru terhitung 3 kali hadir meetup #startuplokal (di V2,V3 &V5).Startuplokal banyak berperan di membuka peluang untuk membuat ‘a great product’ dan ‘how to run a company/business’. Dari V2: saya (hanya) dapat knowledge tentang mobile traffic (karena telat datang), dari V3: Mobile business (bb-app) dan insight dari Nexian, dari V5:Investor view & financial.

    Jadi Menurut Saya:
    Berharap jadi koprol (or tepatnya belajar dari koprol) itu harus! ‘acquired by yahoo’ itu hanya SIDE EFFECT; Karena achievement mereka sebenarnya adalah the GREAT PRODUCT and the GREAT TEAM itself.

    Suka

  7. @Adithya: Thanks atas sharingnya yang luar biasa. Saya makin tahu banyak nih 🙂
    Kalimat terakhir Anda juga sangat hebat, saya setuju 100%.

    Suka

  8. Untuk bahwa startup lokal bukan sekedar hype memang memerlukan waktu. Jadi, kita lihat saja startup mana saja yang bisa bertahan sampai beberapa tahun ke depan. Terima kasih kritik dan sarannya untuk komunitas startup lokal, sangat membantu kami-kami yang bergerak di startup untuk bertambah semangat 🙂

    Suka

    • @Bhazz: Betul setuju sekali. Waktu yang akan membuktikan, mana startup lokal yang hanya ikut tren dan mana yang bisa bertahan lama. Thanks ya atas komentarnya 🙂

      Suka

  9. Boss Saya gak setuju dengan judulnya, bukan kontra sama koprol, kok kayanya judulnya menggambarkan bahwa startup lokal dibangun untuk diakuisisi oleh pihak asing, any comment?

    Suka

  10. waw.. jdi bnyak bnget situs socmess

    Suka

  11. selamat dan sukses ya…

    Suka

  12. Sebuah konsep yang menarik dan sangat bagus untuk dikembangkan kedepannya…

    Suka

  13. dahsyat menginspirasi pak.. terus berkarya!

    Suka

  14. perjuangan untuk menjadi the next koprol memang agak susah butuh perjuangan

    Suka

  15. waahhh… mudah2n startup lokal sukses kayak Koprol ya… ^_^

    Suka

  16. Ping-balik: [Blogger Sejati Minggu Ini] Firman Nugraha | Jonru on the Web

  17. saya berharap tentunya harus punya ide yang kreatif

    Suka

  18. ugg boots are a new fashion this fall from ugg womens boot , you will discover by now signs that they could turn out to be some of the most popular boots within the women’s cheap uggs sale Classics assortment. They genuinely have a enjoyable, exceptional and romantic appear and would be a great addition to any woman’s fall and winter wardrobe. Porcello Uggs complement in to the optimal option when it comes to maintaining ft thermal insulated versus the elements. If you also desire to be in fashion, new additions to 2010 UGG lineup are here to stay.

    Suka

  19. Semuanya bisa saja terjadi, yang terpenting niatnya dulu, kalau memang nantinya menjadi besar itulah Karunia Tuhan, 😀

    Suka

  20. semuanya wajib di coba,klau tuhan berkehendak pasti ada jalan

    Suka

  21. Untuk bahwa startup lokal bukan sekedar hype memang memerlukan waktu. Jadi, kita lihat saja startup mana saja yang bisa bertahan sampai beberapa tahun ke depan. Terima kasih kritik dan sarannya untuk komunitas startup lokal, sangat membantu kami-kami yang bergerak di startup untuk bertambah semangat

    Suka

  22. sekarang internet di indoensia makin berkembang, salah satunya dengan adanya investor yang makin melirik startup lokal
    semoga kedepannya makin sukses Pak..

    Suka

  23. memang dunia internet semakin maju, bahkan orang mencari kebutuhan atau hal baru tidak lantas pergi ke toko atau mall terdekat, melainkan mencarinya dahulu di internet.
    apalagi dengan banyaknya handphone berbasis android dan tersebarnya paket internet yang murah. semakin membuat bisnis dalam blog semakin menguntungkan dan menjanjikan jika kita mampu mengolah secara maksimal
    bener kan gan??

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s