Di Balik Layar: Proses Kerjasama Sekolah-Menulis Online dengan Oxford Course Indonesia


“Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.” (Andrea Hirata pada novel Sang Pemimpi)

Saat ini, saya merasa Tuhan tidak memeluk mimpi-mimpi saya. Namun Ia sedang menuntunnya menuju gerbang sukses.

Sejak kecil, saya sudah sangat cinta pada dunia penulisan. Cita-cita terbesar saya adalah ingin menjadi penulis sukses. Setelah lulus kuliah, cita-cita saya hanya satu: bekerja di mana saja asalkan masih di bidang penulisan. Titik. Tak ada tawar-menawar!

kursus menulis

Alhamdulillah, tercapai! Selama 7 tahun saya bekerja di perusahaan Internet Service Provider, sebagai content editor, alias mengelola konten (tulisan) pada website perusahaan.

Bekerja di perusahaan internet pun saya manfaatkan untuk belajar teknologi informasi secara serius. Saya juga mendirikan beberapa website, termasuk ajangkita.com, penulislepas.com, belajarmenulis.com, dan beberapa web lainnya. Hampir semuanya bertemakan dunia penulisan.

Tahun 2007, ketika memutuskan untuk berhenti bekerja dan merintis karir sebagai entrepreneur, bisnis yang saya geluti pun masih seputar dunia penulisan. Saya mendirikan Sekolah-Menulis Online (SMO). Pokoknya all about dunia penulisan. Titik. Tak ada tawar-menawar!

Sebagai seorang manusia juga penulis, tentu sudah banyak mimpi saya yang tercetus. Salah satunya, saya sangat berharap suatu saat nanti, bisa bertemu dengan seorang:

  1. pengusaha kaya,
  2. dia hobi menulis, atau setidaknya tertarik pada dunia penulisan,
  3. dan bersedia serta mau bersungguh-sungguh untuk berinvestasi di bisnis kepenulisan.

Setelah bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA), saya bertemu dan kenal dekat dengan banyak sekali pengusaha kaya. Namun mereka umumnya hanya memenuhi kriteria nomor 1 dan/atau 2. Belum ada yang memenuhi ketiga kriteria tersebut sekaligus. Singkat cerita, saya merasa SANGAT SULIT untuk bertemu pengusaha kaya yang hobi menulis dan bersedia serta bersungguh-sungguh untuk berinvestasi di bisnis kepenulisan. Saya bahkan sempat berpikir, mungkin orang yang seperti itu tak pernah ada di muka bumi ini.

Tapi Tuhan sering menunjukkan kuasaNya dengan cara yang benar-benar tak terduga!

Di penghujung Ramadhan 1413 H lalu (September 2010), dalam acara launching buku Lovely Ramadhan Indie-Publishing.com, saya berkenalan dengan seorang teman bernama Budi Gunawan. Dia orang Solo, mengelola sebuah toko boneka milik keluarganya. Dari adiknya, dia mendapat cerita mengenai saya yang seorang penulis. Sepertinya dia tertarik. Kami pun menjadi akrab dalam waktu singkat.

“Saya kenal dekat dengan pemilik Oxford Course Indonesia,” katanya. “Mereka punya banyak ruangan yang siap dipakai kalau Pak Jonru mau menyelenggarakan kursus menulis.”

Mendengar ucapannya itu, sikap saya biasa-biasa saja. Sebab sejak dulu, sebenarnya tawaran serupa sudah sangat sering saya dengar. Namun semuanya tanpa follow up yang menggembirakan.

Sekitar sebulan setelah lebaran, secara tak terduga Pak Budi menelepon saya. Katanya, “Saya sudah bercerita ke pihak Oxford mengenai Pak Jonru. Mereka tertarik untuk bekerja sama. Pak Jonru sendiri gimana? Tertarik enggak?”

Walau tak begitu tertarik, tapi saya terbiasa untuk bersikap positif terhadap tawaran seperti apapun. Walau belum paham kerjasama seperti apa yang ditawarkan, saya selalu membiasakan diri untuk berkata YA, menghadiri pertemuan tatap muka dengan si calon mitra. Kalaupun nanti tak jadi kerjasama, siapa tahu pertemuan tersebut bisa menjadi awal silaturahmi sebagai sesama manusia. Bahkan, dalam pertemuan seperti itu, saya seringkali mendapat banyak tambahan ilmu baru.

Maka, tanggal 26 Oktober 2010 lalu, saya pun datang ke kantor pusat Oxford Course Indonesia (OCI) di Jalan Pemuda, Jakarta. Di sanalah untuk pertama kalinya saya bertemu dengan Pak Bambang Marsono, si pendiri lembaga pendidikan tersebut. Juga, Pak Chandra Marsono, putra bungsu beliau yang menjabat sebagai Ketua Yayasan OCI.

Itulah pertemuan yang amat bersejarah bagi saya! Sebab ketika mendengar penuturan Pak Bambang mengenai kisah hidup dan cita-citanya, saya merasa telah menemukan orang yang saya cari selama ini! Orang yang memenuhi ketiga kriteria di atas!

Subhanallah!

Menurut cerita yang saya dengar dari Pak Budi, Pak Bambang adalah pengusaha yang konsisten berbisnis di bidang pendidikan. Semua bisnisnya adalah di bidang pendidikan. Saya merasa punya kesamaan karakter dengannya. Saya pun selama ini hanya mau berbisnis di bidang yang benar-benar sesuai passion saya, yakni penulisan.

Belakangan, dalam pertemuan kedua, saya juga menemukan satu kesamaan lainnya dengan Pak Bambang: Dia melontarkan sebuah pendapat yang ternyata gue banget:

“Saya termasuk orang yang tak terlalu suka hitung-hitungan soal uang. Kalau kita bekerja keras, maka uang akan datang dengan sendirinya.”

Subhanallah! Selama ini saya pun punya prinsip hidup yang persis sama seperti itu!

Dan lagi-lagi saya mendapat cerita, bahwa Pak Bambang ternyata sudah lama ingin mendirikan kursus menulis. Hanya saja belum kesampaian.

* * *

Dalam pertemuan pertama kami tanggal 26 Oktober 2010 lalu, Pak Bambang dengan penuh keyakinan langsung berkata pada saya, “Bagaimana kalau kita join? Kita bekerja sama mendirikan kursus menulis.”

Ya Allah! Saya benar-benar tertegun mendengar tawarannya itu! Sebab awalnya, gambaran saya hanya sebatas kerjasama peminjaman tempat untuk pelatihan penulisan. Tapi yang dia tawarkan benar-benar sesuatu yang luar biasa!

Maka, dengan mengucapkan bismillah dan tanpa ragu-ragu lagi, saya segera mengiyakan tawarannya itu. Saya pikir, kesempatan tidak datang dua kali. Lagipula, saya benar-benar yakin telah bertemu dengan orang yang memenuhi ketiga kriteria di atas!

Selain itu, saya punya dua alasan kuat lainnya:

  1. Bulan Maret 2010 lalu, rumah saya di Cilangkap (Jakarta Timur) terpaksa diberikan secara gratis ke sebuah perusahaan, karena suatu masalah yang tak perlu saya ceritakan di sini. Terlalu panjang bila diceritakan, hehehe…. 🙂
    .
    Yang jelas, kami yang sudah merasa tenang karena punya rumah sendiri, kini harus kembali ke Pondok Mertua Indah, persis seperti ketika masih pengantin baru dulu.
    .
    Hidup seperti mundur ke belakang! Rasanya cukup sakit. Ada kekecewaan. Tapi mau bilang apa? Itu sudah takdir, dan kami harus ikhlas menerima keadaan sepahit apapun.
    .
    Ada teman yang berkata, “Bila ada orang yang mengalami keterpurukan seperti ini, biasanya ini adalah pertanda bahwa sebentar lagi dia akan mengalami sebuah lompatan besar dalam hidupnya.”
    .
    Amiin…. Saya berharap seperti itu.
    .
    Dan saya mencoba percaya bahwa tawaran dari Oxford Course Indonesia tersebut… semoga menjadi jalan untuk menuju loncatan besar tersebut.
    Amiin Ya Allah 🙂
    .
  2. Saya sudah 3 tahun mengelola Sekolah-Menulis Online (SMO), dan selama 3 tahun tersebut perkembangannya biasa-biasa saja. Perkembangan terbesar SMO selama ini hanya sebatas namanya yang makin terkenal. Itu saja. Sementara dari segi profit, perkembangan bisnis dan seterusnya, semuanya masih biasa-biasa saja. Alhamdulillah, untuk menghidupi keluarga memang cukup. Tapi tentu setiap entrepreneur ingin bisnisnya terus dan terus berkembang, bukan?
    .
    Nah, saya berharap, semoga tawaran kerjasama dari Oxford ini bisa menjadi jalan untuk mengatasi masalah tersebut. Saya berharap, semoga kerjasama ini bisa menjadi awal dari perkembangan SMO yang luar biasa. Amiin 🙂

* * *

Dan tanggal 3 Januari 2011 lalu, penandatanganan MoU antara SMO dengan OCI pun telah dilakukan. Berita selengkapnya sudah saya tulis di sini.

Terima kasih banyak atas perhatian dan dukungan teman-teman sekalian. Mohon doanya semoga kerjasama ini langgeng, sukses selalu, diridhoi oleh Allah, dan bermanfaat bagi banyak orang.

Amiin…..

Jonru
Founder Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
www.sekolahmenulisonline.com

Iklan

14 responses to “Di Balik Layar: Proses Kerjasama Sekolah-Menulis Online dengan Oxford Course Indonesia

  1. Ping-balik: Tweets that mention Di Balik Layar: Proses Kerjasama Sekolah-Menulis Online dengan Oxford Course Indonesia | Jonru on the Web -- Topsy.com

  2. subhanAllah Bang Jonru.
    saya sangat terharu membaca kisah ini. dan saya salut dengan perjalanan Bang Jonru yang penuh perjuangan di dunia penulisan.

    saya menyimak banyak pelajaran dari kisah ini. Terima Kasih.
    semoga sukses Bang!

    Suka

  3. Alhamdulillah.. selamat buat pak Jonru, tulisannya sangat menginspirasi. Man jadda wa jadda. Thanks & sukses buat SMO, semoga melahirkan banyak penulis2 yang inspiring people 🙂

    Suka

  4. Ping-balik: Di Balik Layar: Proses Kerjasama Sekolah-Menulis Online dengan Oxford Course Indonesia | Finance Planet

  5. Subhanallah. Semoga sukses kerjasamanya Pak Jonru.
    Tulisan-tulisan pak Jonru seringkali memberikan inspirasi bagi saya. Kali ini saya belajar tentang passion dan kerja keras. Luar biasa… 🙂

    Suka

  6. Ping-balik: BelajarMenulis.com | Sekolah-Menulis Online Berubah Menjadi Writers Academy

  7. Subhanallah. Ceritanya sungguh menginspirasi akan kerja keras dan kreativitas dalam menghadapi tantangan hidup. Saya juga akan meniru jejak Pak Jonru untuk mendirikan lembaga kursus. Syukron…

    Suka

  8. Subhanallah…semoga makin maju pak!! kata mas Sakti “….tak usah malu memilih, meskipun banyak orang menertawai dan menganggapnya KEKALAHAN! Sebab, PEMENANG bukanlah siapa yang berlari PALING DEPAN, tetapi yang mampu tetap bertahan sampai AKHIR pertandingan” 🙂

    Suka

  9. Wah hebat mas jonru berani keluar dari zona aman, dan merintis karier yg baru. semoga sukses selalu dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang..amiin

    Suka

  10. Ping-balik: Habis SMO, Lahirlah Writers Academy! » PenulisLepas.com - Komunitas Penulis Terbesar di Dunia Maya Indonesia. Hadir Sejak Tahun 2000

  11. Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses selalu.

    Suka

  12. wah makin mantap nih sekolah menulisnya mas jonru

    Suka

  13. Saya sudah lama kenal dengan Mas Bambang (kalau teman-teman memanggilnya Pak Prof). Beliau memang orang yang baik, seorang intelek, shaleh, tapi juga sangat peduli dengan orang lain. Sampai sekarang saya masih sering ketemu beliau melalui beberapa kegiatan sosial dimana kami sama-sama terlibat.

    Semoga sukses.

    Suka

  14. Ping-balik: Sekolah-Menulis on line Berubah Menjadi Writers Academy | blogwalking.web.id - My blogwalking journey

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s