[PenulisLepas.com] Cerita Tentang “Anak Hilang” yang “Kembali ke Jalan yang Benar”


gathering02_penulislepas

Salah satu suasana ceria yang terekam pada momen gathering pertama PenulisLepas.com tahun 2005 lalu

Hati saya bergetar ketika menambahkan rubrik “Etalase Karya” di website PenulisLepas.com. Saya ucapkan dua kata tersebut dengan segenap perasaan. Sebuah kebahagiaan yang tak ternilai harganya, saya rasakan dan nikmati dengan penuh syukur.

Bagi Anda, ETALASE KARYA mungkin hanya kata biasa. Namun bagi saya, itu  adalah dua belas huruf yang penuh makna. Ia seperti “kunci rahasia” yang ikut membuka jalan saya menuju gerbang sukses.

Anda belum paham? Baiklah, akan saya CERITAKAN:

Seperti yang bisa Anda baca di sini, PenulisLepas.com pertama kali dibangun pada tahun 2000, sebagai sebuah web biasa yang berisi iklan penawaran jasa penulisan. Karena “tidak laku” dan tim kami saat itu keteteran mengelolanya, maka web ini pun diistirahatkan.

Tahun 2003, saya mengaktifkan lagi PenulisLepas.com, menjadikannya sebagai “Portal Komunitas Penulis”. Waktu itu saya berpikir:

“Untuk tahap awal web ini dibuat jadi portal saja dulu, agar ramai. Setelah ramai, baru deh aspek bisnisnya digarap.”

Maka, PenulisLepas.com pun dibangun sebagai sarana para penulis untuk memajang hasil karya mereka. Bila Anda seorang penulis, punya tulisan bertema apapun, baik yang sudah pernah dimuat di media lain maupun belum pernah dimuat, silahkan dipajang di PenulisLepas.com. Intinya, website ini adalah ETALASE KARYA para penulis. Waktu itu, tagline yang saya buat adalah “Kiprah & Komunitas Penulis Lepas di Internet”.

gathering01_penulislepas

Kenangan dari acara kopdar pertama PenulisLepas.com tahun 2005 lalu

Alhamdulillah, konsep ini sangat jitu ketika itu. PenulisLepas.com langsung diserbu kiriman puluhan naskah perhari. Saya pun kerepotan menanganinya. Tapi saya senang saja, karena pada dasarnya itu hobi.

Konsep seperti ini bertahan selama tujuh tahun. Bahkan ketika blog dan social media mulai menggejala di dunia maya, konsep ini masih terus bertahan.

Perkembangan zaman- khususnya sejak tahun 2005 – membuat banyak orang bisa dengan mudah memajang tulisan di blog pribadi. Mereka tak perlu lagi repot-repot mengirim tulisan ke media online manapun. Toh mereka sudah punya media online masing-masing.

Kondisi ini tentu saja membuat PenulisLepas.com makin sepi dari kiriman naskah. Semakin hari, jumlah tulisan yang masuk semakin sedikit. Di akhir tahun 2010 lalu, boleh dikatakan dalam seminggu hanya sekitar satu atau dua naskah yang kami terima.

Intinya, konsep PenulisLepas.com sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

seminar_penulislepas2006

Inilah seminar pertama yang diadakan oleh PenulisLepas.com. Alhamdulillah acaranya sukses!

Namun saya tetap bertahan pada konsep yang dibangun sejak tahun 2003 tersebut. Bukan karena saya ngotot atau antiperubahan. Sama sekali bukan! Faktanya, saya justru dilanda kebingungan:

“Oke, konsep PenulisLepas.com kita ubah. Silahkan. Tapi mau diubah seperti apa? Konsep apa yang cocok dengan situasi dan kondisi saat ini? Konsep apa yang cocok dengan era Facebook dan Twitter?”

Pertanyaan seperti inilah yang belum berhasil saya jawab. Bahkan ketika berdiskusi dengan Yons Achmad (teman yang saya beri amanah sebagai content editor di PenulisLepas.com sejak beberapa tahun lalu), pun belum ada ide cemerlang yang kami dapatkan.

Bahkan ketika PenulisLepas.com bekerja sama dengan teman-teman dari Edunusa, dan saya berdiksusi juga dengan mereka soal konsep tersebut, tetap tak ada ide brilian yang didapatkan.

Akhirnya, kami membiarkan website ini apa adanya. Saya pun (karena kesibukan dan sebagainya), tak sempat lagi mengurus PenulisLepas.com. Pengelolaannya saya serahkan sepenuhnya kepada Yons Achmad.

Boleh dibilang, selama lima tahun lebih saya menelantarkan PenulisLepas.com!!!

Tapi ajaibnya, walau ditelantarkan dia tetap ngetop dan makin disukai oleh banyak orang. Hehehe…. Alhamduliallah 🙂

kopdar_penulislepas_metrotv

Suasana syuting kopdar PenulisLepas.com yang ditayangkan Metro TV tanggal 8 Februari 2008 lalu.

* * *

Keadaan mulai berubah sejak 12 Juni 2010 lalu. Secara tak terduga, saya mendapat email dari sebuah perusahaan di luar negeri. Bunyinya:

Dear penulislepas.com Team

It appears that your website http://penulislepas.com  has been hacked by a fraudster. It is now hosting a phishing attack against Nedbank.
Please remove the fraudulent folders/files as soon as possible and secure your website as it has been compromised.
Please note that it is possible that the fraudulent content is embedded in your website’s legitimate files.

XXXXXX <<<=== Mereka mencantumkan alamat URL yang berisi fraudulent folders/files tersebut.

In addition, please send us any source files of the attack.
Please let us know if you have any questions or need further assistance. We appreciate your cooperation.

Best Regards,

RSA Anti-Fraud Command Center
RSA, The Security Division of EMC
xxxxxx
For more information about RSA’s AFCC
http://www.rsa.com/node.aspx?id=3348

Bagi Anda yang tidak paham isi pesan di atas, begini saya jelaskan:
Intinya ada hacker jahat yang menaruh file tertentu di server PenulisLepas.com. Lalu file ini secara rutin dan otomatis mengirim konten berbahaya ke sebuah perusahaan bernama Netbank.

Tentu saja, ini merupakan keadaan yang sangat genting. Ulah si hacker telah membuat PenulisLepas.com sebagai sumber penyebaran konten berbahaya!

Begitu mengetahui kondisi tersebut, perusahaan webhosting kami pun segera menonaktifkan PenulisLepas.com. Seingat saya, ini terjadi sejak bulan Agustus 2010. Situs ini tak bisa diakses lagi. PenulisLepas.com hilang dari peredaran!

Ketika itulah saya berpikir:

“Mumpung web ini sedang ‘mati’, bagaimana kalau konsep PenulisLepas.com saya ubah sekarang?”

penulislepascom_new

Tampilan dan konsep baru PenulisLepas.com sejak Januari 2011

Pada saat itulah, alhamdulillah sebuah ide cemerlang pun muncul. Maka  PenulisLepas.com saya bangun kembali dengan konsep yang benar-benar baru, seperti tertulis di sini.

Salah satu KEBERANIAN TERBESAR SAYA ketika mengubah konsep ini adalah keputusan untuk menutup diri terhadap kiriman naskah dari luar (kecuali untuk rubrik tertentu yang sangat terbatas). Hampir semua tulisan di PenulisLepas.com kini hanya diisi oleh para kontributor tetap yang jumlahnya beberapa orang saja.

Maka selama beberapa hari sejak 25 Januari 2011, saya sibuk membangun kembali PenulisLepas.com.

Ketika proses pembangunan inilah saya teringat masa lalu; Tahun 2003 lalu ketika saya pertama kali membangun website ini. Saat itu, saya begitu bersemangat, membangun PenulisLepas.com dengan sepenuh hati dan cinta. Saya sama sekali tidak berpikir soal keuntungan finansial dan sebagainya. Yang saya pikirkan hanya menyalurkan hobi dan menyediakan media yang menyenangkan bagi teman-teman penulis.

Perjalanan waktu pun membuktikan bahwa PenulisLepas.com akhirnya tampil sebagai website penulis terbesar di dunia maya Indonesia. Alhamdulillah, portal ini pun menjadi intangible asset saya, memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kesuksesan saya selama ini. Saya sukses mendirikan dan mengelola Sekolah-Menulis Online (kini menjadi Writers Academy). Saya sering diundang menjadi pembicara pada pelatihan penulisan di berbagai kota di Indonesia. Dan masih banyak kesuksesan saya yang berawal dari PenulisLepas.com.

Tapi ironisnya, selama bertahun-tahun saya justru menelantarkan PenulisLepas.com. Selama bertahun-tahun saya malas mengelolanya. Saya seperti “anak yang tak tahu membalas budi,” atau “lupa kacang pada kulitnya”. Tapi faktanya bukan seperti itu. Konsep PenulisLepas.com yang “makin tak jelas”-lah yang membuat saya nyaris kehabisan motivasi dan tujuan dalam mengelolanya.

* * *

Tapi sejak akhir Januari 2011 lalu, keadaan berubah seratus delapan puluh derajat. Saya membangun kembali PenulisLepas.com dengan konsep yang benar-benar baru. Kini, PenulisLepas.com hanya berisi artikel-artikel dan info-info seputar dunia penulisan. Apapun yang ditulis di website ini, harus masih berkaitan dengan dunia penulisan.

penulislepas_jonru

Salah satu dampak kesuksesan PenulisLepas.com: Saya sering diundang menjadi pembicara di berbagai kota. Alhamdulillah 🙂

penulislepascom jonru

Saya ketika mengisi pelatihan penulisan bersama penerbit Tiga Serangkai di Yogyakarta

Keputusan ini makin bulat setelah saya mendapat banyak pengetahuan baru seputar Search Engine Optimization (SEO). Saya jadi paham bahwa website yang disukai oleh mesin pencari seperti Google adalah yang isinya spesifik dan unik. Saya jadi paham bahwa dari segi SEO, PenulisLepas.com lebih baik diisi oleh konten-konten bertema penulisan saja, ketimbang berbagai macam konten dengan tema apa saja.

Setelah konsep baru tersebut diterapkan, alhamdulillah saya kembali bersemangat dalam mengelola PenulisLepas.com. Saya kembali membangunnya dengan segenap hati dan cinta.

Dan di akhir Januari 2011 itulah, ketika saya menambahkan rubrik ETALASE KARYA di PenulisLepas.com, saya langsung terkenang masa lalu.

penulislepas.com

Tampilan penulislepas.com di masa lalu. Benar-benar kenangan indah!

Saya ingat betul:
Di tahun 2003 itu, saya pernah membuat rubrik ETALASE KARYA di PenulisLepas.com. Kini delapan tahun kemudian, rubrik ini muncul kembali, namun dalam suasana dan konsep yang sudah banyak berubah.

Hari ini saya merasa bahwa PenulisLepas.com seperti seorang anak hilang yang telah kembali. Selama bertahun-tahun dia “tersesat” entah ke mana. Kini website kesayangan saya ini telah “kembali ke jalan yang benar.”

Alhamdulillah.

Saya berharap, semoga kehadiran PenulisLepas.com konsep baru ini bermanfaat bagi para penulis di Indonesia. Itulah harapan terbesar saya, dan itulah yang akan membuat saya bahagia.

Amiin ya rabbal alamiin…. 🙂

NB: Silahkan baca artikel terkait:
–  Mengelola website/blog: from hobby to making money

Terima Kasih dan Salam Sukses!

Jonru
Founder PenulisLepas.com

Artikel terkait

Iklan

10 responses to “[PenulisLepas.com] Cerita Tentang “Anak Hilang” yang “Kembali ke Jalan yang Benar”

  1. Ping-balik: [PenulisLepas.com] Cerita Tentang "Anak Hilang" yang "Kembali ke … - Website Kumpulan Dongeng

  2. keren ahahha anak yg hilang hehehe

    Suka

  3. Memang, justru jalan hidup lika-liku menawarkan banyak ilmu. Maka menebar gerutu bukan jawaban. Syukuri dan terus berinovasi demi kemajuan.
    🙂

    Suka

  4. Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses selalu.

    Suka

  5. saya suka baca blog ini, menjadi inspirasi

    Suka

  6. Saya cari dibeberapa website dan dapat tipsnya di website ini, terima kasih, mau dicoba oleh saya.

    Suka

  7. info yang menarik,..
    thanks,.

    Suka

  8. syukurlah anak hilang telah kembali tulisan bang jonru ini cukup menarik dan sangat inspiratif

    Suka

  9. menarik sekali ceritanya pak jonru,
    memang begitulah liku2 hidup ini,
    tapi sudah menjadi kodrat alam bahwa segala sesuatu itu ada hikmahnya,
    segala sesuatu musibah jika kita terima dengan lapang dada,
    niscaya Tuhan akan membalas dengan yang lenih baik.

    salam.

    Suka

  10. subhanalloh, apa yang anda tulis ternyata semua’a apa yang ada dalam pkiran saya… ko bisa sama gitu ya. tapi di samping itu saya bisa mengambil dar pengalaman bapak yang sungguh menarik ini.. terima kasih tulisan’a karena telah menciptakan inspirasi dalam diri saya.. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s