Salahkah Bila Saya Ingin Jadi Penulis Terkenal?


penulis terkena - jk rowlingHampir semua penulis pemula ingin menjadi terkenal. Menjadi penulis terkenal adalah tujuan utama mereka dalam menulis. Hampir semua penulis pemula merasa sangat iri melihat para penulis terkenal. “Kapan ya, aku bisa terkenal seperti dia?”

Eits… jangan protes dulu, karena:

  1. Saya menggunakan istilah “hampir semua”. Artinya ada juga yang tidak, lho. Saya mengenal beberapa penulis yang justru tidak ingin terkenal. Ada juga penulis yang dulu mulai merintis karir sebagai penulis karena dorongan ekonomi belaka. Karena mereka benar-benar butuh uang untuk menyambung hidup.
  2. Kalimat di atas saya tulis dengan penuh percaya diri, setelah melakukan sejumlah pengamatan kepada sejumlah penulis pemula yang saya kenal.

Salahkah bila kita ingin menjadi penulis terkenal? Atau tidak boleh? Atau gimana?

Baiklah. Untuk menjawab pertanyaan di atas, akan saya bahas berdasarkan pengalaman pribadi.

Sejujurnya, dulu pun saya menulis dengan tujuan seperti itu. Ketika pertama kali merintis karir sebagai penulis, tahun 1990 lalu, saya ngefans berat pada Goenawan Muhamad dan Putu Wijaya, dan ingin menjadi seorang sastrawan besar seperti mereka. Saya juga iri luar biasa pada penulis-penulis remaja yang saat itu sangat ngetop: Hilman Hariwijaya, Gola Gong, Zara Zettira ZR, dan beberapa nama lainnya. Saya bahkan sering membayangkan nama saya muncul pada rubrik bergengsi di sejumlah majalah ibukota yang sangat terkenal. Ada liputan khusus mengenai diri saya di sana. Hehehe… 😀

Rasa iri terhadap para penulis terkenal tersebut, memicu motivasi dan semangat saya untuk produktif menulis. Dan hingga tahun 1995, boleh dikatakan saya berhasil. Maksudnya bukan berhasil menjadi penulis terkenal, tapi berhasil menjadi penulis produktif. Ini dua hal yang berbeda, lho 😀

penulis terkenal andrea hirataTahun 1996 saya berhenti menulis dan “mati suri” selama 8 tahun. Penyebabnya? Terlalu panjang bila diceritakan di sini. Yang jelas, semua sudah saya tulis di buku “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat”. Intinya, selama delapan tahun itu saya merasa gagal sebagai penulis. Saya frustasi dan mencoba melupakan mimpi besar untuk menjadi penulis terkenal.

Alhamdulillah, sejak tahun 2004 saya berhasil bangkit lagi. Saya kembali rajin menulis. Tapi pada saat itu, saya tak punya mimpi lagi untuk menjadi penulis terkenal. Saat itu, saya menulis hanya untuk menyalurkan salah satu kegemaran saya, yakni BERBAGI. Bila saya mengetahui sesuatu, mendapat ilmu atau info baru, maka segera saya sebarluaskan lewat tulisan, khususnya di internet. Saya juga rajin membuat artikel tentang kiat-kiat menulis. Tujuan saya untuk membantu teman-teman yang mungkin belum tahu bagaimana cara menulis.

Di luar dugaan, keajaiban itu pun terjadi! Ketika saya sudah tak peduli pada mimpi untuk menjadi penulis terkenal, justru pada saat itulah popularitas datang! Walau belum seterkenal Raditya Dika atau Andrea Hirata, yang jelas orang yang mengenal saya – alhamdulillah – sangat banyak:

(Data di atas adalah untuk tanggal 10 Maret 2011)

Setelah menjadi terkenal seperti sekarang, apakah saya puas dan merasa sangat bahagia? Atau dengan kalimat lain, bagaimana rasanya menjadi orang terkenal?

Ternyata eh ternyata…. Sejujurnya nih, teman-teman sekalian:
Saya merasa biasa-biasa saja! Nyaris tak ada yang istimewa. Tapi karena banyak orang yang memperlakukan saya sebagai orang terkenal, maka saya pun menyesuaikan diri dalam hal sikap, perbuatan, dan seterusnya.

Justru, saya merasa bahwa perjuangan, suka duka dan pengorbanan untuk mewujudkan impian sebagai penulis sukses, yang sudah saya lewati, itu semua terasa jauh lebih indah bila dikenang.

Dari pengalaman di atas, saya kini sadar bahwa kita tak perlu SECAR KHUSUS berjuang untuk menjadi penulis terkenal. Kesadaran ini makin kuat, ketika sekitar tahun 2005 lalu saya mendengar langsung Helvy Tiana Rosa melontarkan kalimat yang tetap saya ingat hingga hari ini:

“Uang dan popularitas hanya efek samping dari kerja keras kita.”

Ya, saya seratus persen setuju! Bila kita bekerja keras, maka uang dan popularitas bisa datang dengan sendirinya tanpa perlu kita cari. Sebab itu hanya efek samping.

Tentu aneh dan konyol bila kita mengejar-ngejar efek samping, bukan?

Lagipula seperti yang sudah saya alami:
Setelah status sebagai penulis terkenal tercapai, ternyata rasanya biasa-biasa saja.

habiburrahman-el-shirazySejujurnya, status seperti itu hanya terasa SANGAT INDAH bagi para penulis pemula yang ingin menjadi terkenal tapi belum kesampaian juga. Maksudnya indah ketika dibayangkan. Kita melihat sosok orang lain yang sudah sukses, kaya dan terkenal, lalu membayangkan BETAPA INDAHNYA bila kita bernasib seperti mereka. Sementara bagi mereka yang sudah mencapai sukses, percayalah bahwa rasanya biasa-biasa saja!

“Hm… masa sih? Masa tak ada enaknya menjadi penulis terkenal? Saya tak percaya!” mungkin begitu ucapan Anda.

Memang sih, menjadi penulis terkenal pasti ada enaknya. Saya tak mau munafik.

Saya jujur saja mengakui; Memang ada beberapa “hal asyik” yang bisa didapatkan secara khusus dan istimewa oleh penulis terkenal. Misalnya, para penerbit suka mengejar-ngejar dan meminta kita untuk mengirim naskah pada mereka (walau – seperti yang saya tulis di sini – nama penulis yang terkenal bukanlah pertimbangan utama ketika si penerbit menerima atau menolak sebuah naskah).

Saya juga ingat salah satu lontaran K.H. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym beberapa tahun lalu:

“Dengan menjadi orang terkenal, nasehat atau pemikiran-pemikiran kita akan lebih luas jangkauannya, sehingga peluang kita untuk berbuat baik kepada banyak orang pun semakin besar.”

* * *

Ya, ucapan Helvy Tiana Rosa dan Aa Gym di ataslah yang akhirnya mengubah pandangan saya mengenai “penulis terkenal”. Dengan pemahaman baru seperti itu, SECARA JUJUR saya sampaikan bahwa saya kembali ingin menjadi penulis terkenal, yang jauh lebih terkenal dibanding saat ini.

menjadi penulis terkenal

Sekarang saya ingin menjadi penulis yang jauh lebih terkenal, agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan saya.

(1) Dulu saya ingin terkenal HANYA karena iri pada penulis-penulis lain yang sudah sangat terkenal dan ingin menyamai popularitas mereka.

(2) Kini, saya ingin lebih terkenal lagi, agar pemikiran-pemikiran saya diterima dan bermanfaat bagi lebih banyak orang.

“Apa beda keduanya?”

Jelas beda! Untuk nomor (1), NIAT-nya untuk diri sendiri. Bila tidak tercapai, kita bisa kecewa bahkan putus asa. Sedangkan bila tercapai, ternyata rasanya biasa-biasa saja (seperti yang saya jelaskan di atas). Apa asyiknya seperti itu? Sama sekali tidak asyik!

Sedangkan pada nomor (2), kita punya NIAT yang berorientasi pada orang lain, bukan pada diri sendiri. Maka apapun yang terjadi pada DIRI KITA, apakah kita terkenal atau tidak, apakah kaya atau tidak, itu semua tidak masalah. Kita tak akan peduli. Sebab yang kita pikirkan orang lain, bukan diri sendiri. Kita akan terus berjuang untuk menjadi orang yang lebih terkenal dari sebelumnya, karena kita ingin berbuat baik kepada lebih banyak orang.

Dengan NIAT seperti nomor (2) di atas, maka Insya Allah kita tak akan pernah kecewa bila popularitas tersebut tak tercapai. Kita pun insya Allah tak akan sombong melainkan tetap rendah hati, bila popularitas tersebut telah tercapai.

Semoga Bermanfaat dan Salam Sukses!

Jonru
Founder, Mentor & CEO Writers Academy

Iklan

37 responses to “Salahkah Bila Saya Ingin Jadi Penulis Terkenal?

  1. lengkap banget kisah abang nih… dari memulai, menghilang, muncul lagi dan sukses…
    saya salut banget.. kapan2 ketemu di kantor rawamangun ya bang hehehe… nanti saya kabarin.

    Suka

  2. Hilman Hariwijaya, Gola Gong, Zara Zettira ZR,
    Hmm….. Idola saya juga tuh… Waktu muda dulu. Dan saya ingin juga berkarya seperti mereka. Walau akhirnya kandas 😀

    Tapi setelah kenal internet sekarang, Saya berusaha untuk menulis lagi. Walau niatnya beda sekarang mah.
    Ingin menghasilkan uang untuk biaya hidup. hehehe….

    Tapi dulu Saya hanya ingin karya Saya doang yang dikenl tuh Bang….!!
    Sayanya mah ga mau dikenal.

    Suka

  3. Sangat inspiratif. Apalagi kesimpulan yang diberikan, sangat mengena. Menjadi terkenal adalah agar bisa lebih banyak berbagi kepada lebih banyak orang, bukan untuk sombong-sombongan.

    Sukses terus Pak Jonru.

    Suka

  4. Saya minta izin untuk menjadikan blog ini sebagai blog referensi. gak apa-apa toh minta izin segala?heheheee….sukses!!!

    Suka

  5. Blog ini bener2 menginspirasi para penulis pemula untuk menjadi lebih baik, Makasih Pak Jonru 🙂

    Suka

  6. Saya termasuk pengagum Pak Jonru karena tulisan2nya betul2 menginspirasi untuk menulis.
    Tapi kenapa ya Pak, keinginan menulis itu sering hilang dan muncul ketika rasanya tak punya bakat menulis. Tidak bisa tetap konsisten terus menulis.

    Suka

  7. saya bahagia penuh syukur, menjadi murid Jonru.

    Semua berjalan dengan sendirinya ketika kita kommit untuk bertindak productive.

    Makin menulis, makin sehat, makin terstimulasi untuk menjadikan hidup lebih bermakna.
    Berbagi pemikiran kepada banyak orang dengan tulus mempunyai efek yang luar biasa kepada bathin, dibanding sekedar upaya mengejar efek samping.

    salam sukses selalu.

    Suka

  8. Jadi intinya semangat untuk berbagi lebih menghasilkan kebahagiaan dibanding ambisi untuk menjadi penulis terkenal ya, Bang…. Sip lah…. 🙂

    Suka

  9. Wah,,,,salut motivasi yg luar biasa
    Smkin mndorong saya mnjdi pnulis….

    Sya juga hobby mnulis sjak smp…tp dlu hnya iseng” menuangkan semua gejolak dan prasaan yg ada….krna sya lebih baik bnyak menulis dri pd bnyak bicra…hehe

    Tp saya jg pnya problem….kdang sya merasa tulisan sya hanya sebuah curhatan belaka….gak ada unsur mnfaatnya bahkan gak bsa menempatakan kata”….
    Minder ada, smpe skrng aja saya blm brni mnunjukan kpda orng lain….(Tkt di anggap hnya tulisan biasa/di pndng hnya sprti anak SD yg curcol di diari_nya saja)

    Saya butuh masukan ni bang,,,gmna mnulis yg baik….

    Thx….:)

    Suka

    • @Wulan: Salah satu peraturan utama di dunia penulisan: Dilarang memvonis tulisan sendiri, sebab hasilnya pasti sangat subjektif. Terus saja menulis, dan biarkan pembaca yang memberikan penilaian. Salam sukses ya!

      Suka

  10. thx ya atas sarannya….

    smga smangatnya gak akan pudar,,,,,,,amin

    sukses sllu ya bang jonru

    Suka

  11. semangat yang menginspirasi..,
    menjadikan saya bercita-cita menjadi penulis..,
    ku mulai dengan mengikuti kursus gratis pintar menulis dalam 9 minggu..,
    setelah membaca email yang pertama, semangatku menulis menjadi tumbuh..,
    tetapi terkadang semangat itu kembali kembali menurun lagi..,
    mudah naik tapi terkadang kok mudah turun lagi..,
    mungkin karena kurangnya komitmen dalam diri..,
    bagaimana caranya mengantisipasi supaya semangat menulis itu tidak menurun ?

    Suka

  12. Alhamdulillah…

    Terima kasih Pak,atas artikel yg mengInspirasi dan meNyemangati.

    Membaca itulah yg mendorong sy ingin meNulis,meski masih untuk konsumsi sendiri.

    Membaca tulisan Bpk semakin mendorong keMauan tuk menulis.

    Terima kasih..

    Belajar-menulis-menyenangkan.com.

    Suka

  13. sangat inspiratif. terima kasih..

    Suka

  14. Saya kembali intens menulis karena menemukan website penulislepas.com dan membuka jonru.net. Terima kasih mas Jonru. sekarang saya punya blog yang aktif diisi dengan tulisan-tulisan saya.

    Sebenarnya saya ingin sekali ikut SMO sampai skrg namanya udah berubah jadi Writers Academy Indonesia, saya tidak jg kunjung mengikuti. Alasannya klise, masalah biaya (hehehe,..jadi malu buat curhat) tapi insyaallah, suatu saat saya pasti bergabung dengan Writers Academy Indonesia. ^_^

    Suka

  15. baiklah!! Saya juga akan menanamkan hal itu pada otak dan hati saya!!

    Saya pasti juga bisa seperti om Jonru 😀

    Suka

  16. wih mantep pak.. saya jadi terinspirasi nih..
    sedikit bercerita, dari dulu saya suka menulis dan dulu pas sekolah saya sempat menjuarai beberapa lomba menulis dan menang dengan juara. Karena waktu itu belum mengenal media internet seperti sekarang maka hilang semangat menulis tersebut. cape kalau harus menulis di kertas xixi..
    tapi dengan adanya media blog sekarang membuat saya kembali semangat menulis..memang ada sih keinginan menjadi penulis terkenal tp jujur saya setuju sekali dengan niat terkenal yang bapa sampaikan..saya juga ingin berbagi saja ya mungkin bisa jadi efek terkenal itu akan melekat pada kita kalau memang tulisan2 kita pada akhirnya menjadikan manfaat bagi orang lain dan banyak dibaca..
    makasih pa atas tulisannya..saya akan rajin nih mampir kemari
    salam kenal pak..

    Suka

  17. sebuah cerita yang sangat inspiratif pak! Perjuangan itu akan memetik hasilnya dikemudian hari. Ada kalanya kita runtuh dan masuk jurang namun kalo mau bangkit lagi insya Allah akan naik dan malah naik terus melebihi yang selama ini kita capai asal ada kemauan yang keras dan pantang menyerah

    Suka

  18. Salam Kenal Pak Jonru…
    Saya setuju dengan anda. Ada penulis yang tidak ingin terkenal, saya termasuk salah satunya sehingga saya menggunakan nama pena P B8. yang terpenting adalah ide kita bisa sampai ke para pembaca. salam sukses selalu 🙂 salam persahabatan …

    Suka

  19. Menjadi seorang penulis harus mempunyai ketulusan hati.

    Suka

  20. senang sekali bisa mengenal anda, pak jonru.. 🙂
    secara tidak sengaja, saya menemukan situs ini ketika browsing d google.
    dan saya merasa termotivasi untuk lebih giat manulis..
    terima kasih, pak.. 🙂

    Suka

  21. He He He Pak Jonru hebat, teliti sekali 🙂
    Satu kata saya tidak akan lolos dari Editing Pak Jonru 🙂
    Salam Persahabatan Pak Jonru.
    Semoga Sukses Selalu Pak

    Suka

  22. jadi semangat baca artikel ini….

    Suka

  23. menjadi penulis terkenal ternyata tidak mudah juga butuh proses

    Suka

  24. saya suka membaca pengalaman mas jonru.. semoga saya juga bisa jadi penulis terkenal seperti mas jonru, hehehe

    Suka

  25. Ping-balik: Cara Menjadi Penulis Terkenal SEBELUM Buku Pertama Anda Terbit! | Jonru on the Web

  26. saya ingin sekali menjadi penulis d’sela kegiatan kuliah saya yg s’abrek
    saya ingin sekali menjadi penulis, dimana karya2 saya d’minati dan d’sukai org, bhkan mnerima kritik saran dri mreka
    tp saya bngung, hrus kmna sajakah saya mmpromosikan karya tulis saya ini.?
    trkadan klau lgi suntuk, saya hoby skali mnulis puisi, dan saya tulis d’blog dan saya share d;fb
    tp saya ingin lebih dari itu, mnjadi penulis yg benar2 karya2 saya diminati org
    bgaimana caranya.?
    trims atas jawabnnya

    Suka

  27. kalau semua penulis, bisa berbagi (gratis) semua kayak abang akan makin banyak negeri ini melahirkan penulis-penulis baru.

    Suka

  28. pengalaman yang mencerahkan pak Jonru.
    saya harus terus belajar agar supaya tulisan saya bisa mencerahkan dan mencerdaskan diri saya dan orang lain.

    Suka

  29. terima kasih Mas Jonru
    atas tipsnya….

    Suka

  30. mr. jonru. saya mengucapkan banyak terima kasih , karena tadi saya melihat blog saya, dan ‘percaya diri’ jadi folowers twiter saya…terima kasih, mungkin itu kecil bagi mr.jonru, tapi bagu saya luar biasa senang…saya pengagum mr.jonru…..saya juga menjadi lebih gampang menulis setelah membaca buku cara dahsyat menjadi penulis hebat yang saya beli penulislepas.com…..(resmi) thx banget

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s