[Polisi Gorontalo Menggila] Saya Setuju Briptu Norman Diberi Sanksi


polisi gorontalo menggilaSeminggu terakhir ini, dunia maya dihebohkan oleh sebuah video di Youtube yang berjudul “Polisi Gorontalo Menggila.” Lihat videonya di sini.

Sebenarnya, video ini biasa-biasa saja: Seorang netter di Detik.com bahkan berkomentar, “Seandainya orang ini beraksi dengan baju biasa dan di dalam rumahnya, maka tak ada yang istimewa dengan video ini.

Yang membuat video tersebut lucu adalah:

  • SSi “penyanyi” lypsinc tersebut seorang polisi, pakai seragam, dan sedang bertugas pula.
    .
  • Teman di sampingnya cuek saja dengan aksi gilanya itu, seolah-olah tak terjadi apa-apa di sebelahnya.

Maka tak heran, video lucu ini segera menarik perhatian banyak orang. Ketika saya menulis artikel ini, jumlah penontonnya sudah mencapai 510.748 orang. Ini belum termasuk penonton untuk video serupa yang di-upload di halaman-halaman yang berbeda.

Video ini lucu dan menarik perhatian banyak orang, karena selama ini masyarakat kita terlanjur punya persepsi bahwa polisi itu kaku dan tidak manusiawi. Video “Polisi Gorontalo Menggila” telah mengubah persepsi tersebut, membuat masyarakat terhibur dan berkata, “Ternyata polisi juga manusia.”

Belakangan ketahuan, petugas polisi pada video tersebut bernama Briptu Norman Kamaru. Menurut berita yang saya baca di sejumlah media, sebenarnya ini video lama dan sudah jadi “rahasia umum” di Gorontalo. Namun ia menjadi heboh sejak di-upload di Youtube dan menjadi pembicaraan panas di dunia maya.

Sepanjang pengetahuan saya, hampir tak ada masyarakat kita yang tidak suka pada video ini. Semua komentar yang masuk mengatakan ini lucu, unik, serta sangat menghibur.

Karena itulah, ketika muncul berita bahwa Briptu Norman diberi sanksi, masyarakat kita pun sangat menyayangkan. Tadi pagi saya lihat di televisi, banyak artis yang juga mengkritik pemberian sanksi tersebut. Di Facebook, saya menemukan Fan Page bernama Gerakan Dukung Briptu Norman Kamaru. Baru sehari (kalau tak salah), jumlah anggotanya sudah mencapai lebih dari 5.000 orang. Luar biasa!

Intinya, pendukung Briptu Norman sangat banyak, dan hampir tak ada masyarakat (kecuali pihak kepolisian barangkali) yang setuju pada pemberian sanksi terhadap Norman.

Lantas, pendapat saya sendiri bagaimana?

  1. Dari segi kreativitas dan keberanian untuk “tampil beda”, saya jelas mendukung Briptu Norman. Apa yang telah dia lakukan, sedikit banyaknya telah mengubah citra kepolisian di mata masyarakat. Seharusnya pihak kepolisian bisa memahami hal ini sebagai sesuatu yang positif.
    .
  2. Namun dari segi “bersenang-senang ketika sedang bertugas”, menurut saya ini memang perlu diberi sanksi. Walau bukan anggota polisi, saya tahu bahwa urusan disiplin di kepolisian itu sangat ketat. Briptu Norman bisa dikatakan tidak disiplin.

Menurut saya, pihak kepolisian seharusnya bisa melihat masalah ini secara lebih objektif dan bijaksana. Jangan bersikap dan bertindak kaku, sebagaimana citra polisi yang selama ini dikenal oleh masyarakat.

Untuk masalah kreativitas dan keberanian Briptu Norman, seharusnya pihak kepolisian memberikan apresiasi dan penghargaan khusus kepada beliau.

Namun untuk ketidakdisiplinannya, bolehlah dia diberi sanksi. Saya setuju 🙂

Lho, kok setuju? Bukankah hampir semua orang tidak setuju?

Hehehe…
Apa tidak boleh kalau saya berbeda pendapat?

Lagipula, Briptu Norman hanya diberi sanksi teguran. Cuma ditegur. Bukan dihukum, apalagi disiksa atau dipecat 😀

Cuma diberi sanksi teguran aja, kok protes kita seheboh itu sih?

Apalagi ketika saya baca di sini, “hukuman” yang diberikan padanya justru sangat menghibur 🙂

Baca pula berita Detik.com berikut ini:

Kapolri: Briptu Norman Diberikan Sanksi yang Mendidik

Ayolah, mari kita objektif dalam menanggapi masalah ini. Mari dukung kreativitas dan keberanian Briptu Norman, tapi kita dukung sanksi atas ketidakdisiplinannya.

Yang penting sanksi tersebut tidak berat, tidak mengarah ke fisik, bersifat mendidik, dan Briptu Norman tetap dapat bertugas serta bergoyang India secara lebih leluasa, di luar jam kerja tentu saja 😀

Dan soal tindik lidahnya:
Hm… terus terang saya paling jijik sama orang yang badannya ditindik di mana-mana. Siapapun tanpa kecuali.

Terima kasih

Jonru

Iklan

18 responses to “[Polisi Gorontalo Menggila] Saya Setuju Briptu Norman Diberi Sanksi

  1. yup, sepakat dengan pendapat mas jonru, begitu juga dengan pendapat tentang tindikan, yaaa bolehlah di kasih sanksi..

    btw, salam kenal mas, sekarang saya mo jalan-jalan ke link tentang hukuman buat briptu Norman itu 😀

    Suka

  2. Nice artikel.
    Konsep penulisannya oke. Hahaha..
    Saya jg berpendapat sama lah. m/

    Suka

  3. hehe..saya setuju lagi kalo ISEBEYE PRESIDEN UNDONESIO juga diberi teguran .. cman teguran koq. .. sapa taw bisa tampil di indonesio idol

    Suka

  4. Ditegur habis itu ditonjok. Hehehehehe.

    Suka

  5. Sekali lagi, fenomena online mampu menyita perhatian banyak orang. Ternyata, eksis di dunia maya bisa menghasilkan banyak hal yang tak terduga, dari pujian atau celaan dari banyak orang, uang, dan lain-lain.
    Terbukti pula, youtube kembali menghentak, setelah fenomenta sinta-jojo. Siapapun sekarang rasanya harus memberi perhatian lebih terhadap dunia online. Di Timur Tengah saja, revolusi dimulai dari social media semacam facebook. Luar biasa.

    Tentang Briptu Norman, terserahlah…

    Suka

  6. setuju…
    saya juga jijik sama orang yang ditindik-tindik

    Suka

  7. lucu aiii…. ya saya ga setuju, selama ini kan polisi kesannya serem tuh.. nah kapan lagi ada polisi yang lucu n buat ketawa semua orang yang nonton.. anda sekalian juga ketawa kan kalo nonton video nya… ngaku ngaku….

    jasa website murah

    Suka

  8. haha…benar mas harus objektif dalam menilai – sisi positif dari aksi Norman justru mengangkat nilai manusiawi kepolisian tapi dilain sisi Briptu Norman juga melanggar disiplin dalam bertugas serta nilai estetika dengan tindik dilidahnya, jadi wajar apabila mendapat apresiasi positif sekaligus sanksi

    Suka

  9. Memang pada dasarnya Briptu tersebut hobi menyanyikan lagu India.

    Suka

  10. Pak jonru jago juga mencari topik postingan di blog ya. Baru aja kasus itu mencuat udah ada aja postingannya.. salut dah pak.

    Masalah dihukum apa tidak, yang penting sama legowo. jangan sampai gara2 masalah gituan aja jadi pertengkaran.

    Sip Sip Sip..

    Suka

  11. Gitu aja kok repot…dari pada stress biar aja yg penting tetap menjalankan tugas dengan baik.
    Masih banyak yang lebih penting dan urgent yang harus dikerjakan Kapolri dan jajarannya,belajarlah selalu berpikir yang positif agar jadi sehat jasmani dan rochani.

    Suka

  12. Positif itu lebih baik dari pada negatif Mas…

    Suka

  13. Salut untuk Briptu Norman Kamaru dan Bang Jonru

    Suka

  14. Memang banyak blogger yang kagum sama bang jonru 😀

    Suka

  15. kirain sanksi apaan?hahahhaha

    Suka

  16. hehe biasa aja sih pak videonya orang indo aja yang kadang suka berlebihan 😀 tapi akhirnya katanya polisi itu malah diberi hadiah bahkan belakangan ini jalan2 terus dr stasiun tv satu ke stasiun tv lainnya

    Suka

  17. Briptu Norman kendiz.a Chaemm….
    🙂

    Suka

  18. briptu norman adalah fenomena kita saat ini. tetap saja harus diambil pelajarannya, dan di beri pelajaran… saya juga g setuju sama briptu norman yang lebih memilih jadi artis…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s