Ini Dia, Tiga Cara untuk Menerbitkan Buku


cara menerbitkan bukuTahun 2008 lalu, saya menerbitkan sebuah buku berjudul “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” (MBIG). Isinya adalah panduan lengkap dan detil mengenai cara menerbitkan buku. Tujuan utama saya ketika menulis buku ini adalah untuk memberikan informasi bermanfaat kepada teman-teman yang ingin menerbitkan buku, tapi belum tahu CARANYA.

Alhamdulillah, banyak sekali teman penulis yang sukses menerbitkan buku setelah membaca buku ini.

Kini di tahun 2011, ternyata saya masih sering menemukan teman penulis yang belum tahu bagaimana cara menerbitkan buku. Mungkin mereka belum baca MBIG. Atau belum tahu kalau buku MBIG ternyata ada 😀

Selain itu, dalam dua tahun belakangan ini saya melihat sebuah perkembangan baru di dunia penerbitan kita. Makin banyak penulis yang menerbitkan buku secara self publishing. Sementara itu, layanan publishing service pun mulai menjamur, membuat urusan menerbitkan buku menjadi semakin gampang.

Nah, didorong oleh fakta pada paragraf ke-3 dan ke-4 di atas, maka tulisan ini pun saya buat. Oke, kita mulai, ya 🙂

Sesuai judul tulisan ini, saya akan menjelaskan tiga cara yang dapat ditempuh untuk menerbitkan buku(*).

Cara I: Menawarkan Naskah ke Penerbit yang Ada

Ini adalah cara yang paling konvensional, paling umum, dan paling banyak dipilih oleh para penulis sejak zaman dahulu. Anda punya naskah, lalu ditawarkan ke penerbit tertentu, lalu mereka menerbitkannya (bila memang dianggap layak terbit).

Sebagai bahan referensi untuk cara I ini, silahkan baca dua artikel berikut:

Keunggulan Cara I:

  1. Tidak repot. Sebagai penulis, kita cukup mengirim naskah ke penerbit yang ada. Setelah itu, kita cukup menunggu. Bila naskah kita dinyatakan layak terbit, maka urusan editing, desain, pembuatan cover, percetakan, distrubusi dan sebagainya ditangani langsung oleh penerbit. Untuk marketing/promosi, biasanya penerbit juga menangani, tapi penulis diharapkan juga aktif berpromosi. Setelah buku terbit, penulis biasanya menerima royalti 6 hingga 12 persen dari harga jual buku (tapi ada juga sistem jual putus, di mana penulis menjual bukunya senilai tentu, lalu penerbit membayar satu kali saja di depan).
    .
    Intinya, tugas kita sebagai penulis hanya mengirim naskah, lalu menunggu bukunya terbit, lalu menerima royalti (yang jumlahnya berdasarkan hasil penjualan). Kalau ingin buku Anda laris manis, maka Anda juga bisa secara aktif dan gencar mempromosikannya.
    .
  2. Tak perlu modal. Anda tidak perlu mengeluarkan dana khusus untuk mencetak buku (yang jumlahnya bisa jutaan – bahkan puluhan juta – rupiah). Semuanya ditanggung oleh penerbit. Kalaupun ada biaya yang harus Anda keluarkan, paling cuma biaya nge-print naskah, ongkos kirim naskah, dan sebagainya yang masih tergolong “uang receh”.
    .
  3. Mendapat passive income. Secara berkala, penulis akan mendapat kiriman royalti atas penjualan bukunya. Misalnya tiga bulan sekali, empat bulan sekali, atau enam bulan sekali. Jadi bayangkan saja: Anda sudah tak perlu mengurus buku yang sudah terbit, tapi royalti akan terus berdatangan selama penjualan buku Anda masih ada. Bahkan bila Anda sudah meninggal dunia, royalti bisa diwariskan kepada keluarga.
    .
  4. Dukungan penerbit. Bila Anda menerbitkan buku di penerbit besar, mereka biasanya sudah punya jaringan distribusi yang kuat, percetakan yang hasilnya berkualitas, sistem pemasaran yang baik, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini tentu sangat menguntungkan bagi para penulis.
    .
  5. Adanya quality control. Penerbit biasanya punya standar kualitas naskah yang baku, punya sistem seleksi naskah yang ketat, punya tim desain yang profesional, dan sebagainya. Karena itu, kualitas buku-buku yang mereka terbitkan pun biasanya lebih terjamin. Naskah Anda yang mungkin biasa-biasa saja, oleh penerbit bisa diubah menjadi sebuah buku yang luar biasa!

cara menerbitkan bukuKelemahan Cara I:

  1. Kemungkinan naskah ditolak. Karena penerbit sudah punya kriteria yang ketat dalam menerbitkan buku, dan banyaknya jumlah naskah yang masuk, maka tentu saja tidak semua naskah yang masuk bisa diterbitkan. Karena itu, bila Anda menempuh cara I ini, siapkan mental Anda bila penolakan naskah tersebut datang.
    .
  2. Masa tunggu yang relatif lama. Sejak Anda mengirim naskah hingga ada kabar mengenai lolos tidaknya naskah tersebut, dibutuhkan waktu paling cepat satu bulan (tergantung jumlah antrian naskah di penerbit tersebut). Dan ketika naskah Anda sudah dinyatakan layak terbit pun, Anda masih harus menunggu sekitar 3 bulan (bahkan bisa lebih) hingga buku tersebut benar-benar bisa terbit.
    .
  3. Hasilnya sering tidak sesuai harapan. Karena penerbitan buku Anda dikerjakan oleh pihak lain, tentu hasilnya tidak bisa 100% sesuai harapan Anda. Mungkin saja hasil editingnya membuat Anda kecewa, covernya tidak sesuai dengan selera Anda, dan masih banyak “masalah tak terduga” yang mungkin timbul.
    .
  4. Penghasilan lebih sedikit. Memang besarnya royalti bisa bervariasi, tergantung banyak hal. Tapi secara umum adalah 10%. Katakanlah harga jual buku Anda Rp 30.000. Maka Anda hanya mendapat royalti Rp 3.000 untuk satu eksemplar buku yang terjual. Kecil sekali, bukan?

Cara II: Menerbitkan Sendiri dengan Modal dan Usaha Sendiri (Self Publishing)

Pada cara II ini (yang biasa disebut self publishing), penulis tidak menawarkan naskahnya ke penerbit manapun, tapi dia sendiri yang bertindak sebagai penerbit. Karena itu, semua urusan yang berkaitan dengan penerbitan buku (mulai dari menulis, editing, desain, pembuatan cover, penyediaan biaya cetak lalu mengurus percetakannya, distribusi, marketing, dan sebagainya), ditangani sepenuhnya oleh Anda sebagai penulis.

Sebagai bahan referensi untuk cara II ini, silahkan baca dua artikel berikut:

Keunggulan Cara II:

  1. Bebas dari penolakan naskah. Anda adalah penulis sekaligus penerbit. Anda bebas menerbitkan buku apa saja semau-mau Anda, dengan cara apapun yang Anda kehendaki, sebebas apapun yang Anda inginkan.
    .
  2. Bebas antri. Karena Anda sendiri yang mengurus semuanya, maka lama tidaknya proses penerbitan buku tergantung dari usaha Anda sendiri. Mau cepat atau lama, semua tergantung Anda. Kalau Anda mencetak di percetakan tertentu dan ternyata kerja mereka lama, maka Anda bisa dengan mudah pindah ke percetakan lain.
    .
  3. Hasilnya bisa 100% sesuai keinginan Anda. Namanya juga self publishing. Semuanya terserah Anda. Anda bebas untuk membuat konsep, format dan bentuk buku yang benar-benar sesuai keinginan Anda.
    .
  4. Penghasilan lebih besar. Karena Anda sendiri yang jadi penerbitnya, maka tak ada istilah royalti. Yang ada adalah profit dari hasil penjualan buku. Sama seperti pabrik tempe yang mendapatkan profit dari hasil pembuatan dan penjualan tempe. Jumlah profit ini tentu saja jauh lebih besar ketimbang jumlah royalti dari penerbit.

Kelemahan Cara II:

  1. Serba repot. Karena semua urusan harus ditangani sendiri, maka tentu saja Anda harus siap untuk serba repot. Bahkan, Anda juga diharapkan sudah paham seluk-beluk dunia penerbitan buku. Bila belum, maka Anda mungkin akan banyak menemukan kendala yang mengganggu – bahkan kebingungan dan stress – dalam proses penerbitannya.
    .
  2. Harus punya modal. Dari seluruh komponen biaya penerbitan buku, biaya cetak termasuk yang jumlahnya paling banyak, yakni sekitar 90 persen. Besarnya biaya cetak tentu tergantung banyak hal. Tapi sebagai gambaran umum, Anda mungkin harus menyediakan dana sekitar Rp 2 juta hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Kalau Anda tak bermodal, tentu hal ini akan jadi masalah tersendiri.
    .
  3. Quality Control sering tak terjaga. Karena si penulis bebas menerbitkan buku apa saja semau-mau dia, semua terserah dia, maka kualitas sering jadi masalah tersendiri. Banyak buku self publishing yang sangat payah dari segi kualitas. Bahkan karena si penulisnya kurang paham ilmu marketing dan promosi, penjualan bukunya pun jeblok di pasaran. Kebanyakan penulis yang menempuh cara self publishing hanya berpikir “yang penting buku saya terbit”. Ini adalah fenomena yang sangat memprihatinkan pada dunia self publishing.

Cara III: Menerbitkan Sendiri lewat Layanan Publishing Service

Di atas Anda bisa menyimak 3 kelemahan utama yang cukup mengganggu bila Anda memilih cara II. Berita baiknya, kini telah hadir sejumlah layanan Publishing Service yang siap membantu Anda menerbitkan buku dengan cara yang jauh lebih mudah.

Secara umum, publishing service bisa diartikan sebagai layanan yang akan membantu Anda menerbitkan buku secara self publishing. Mereka bisa mengatasi beberapa kelemahan pada cara II, yakni:

  1. Serba repot. Para penyedia layanan publishing service ini bisa membantu Anda mengurus editing, desain buku dan cover, percetakan, distribusi, marketing, dan sebagainya. Intinya, dari segi kemudahan, bisa dikatakan hampir sama mudahnya dengan cara I.
    .
  2. Harus punya modal. Pada layanan publishing service ini, biasanya Anda bisa memilih paket penerbitan yang sesuai anggaran Anda. Mulai dari Rp 500.000 hingga puluhan juta rupiah. Bahkan yang gratis pun ada (alias Anda tak perlu membayar biaya apapun).
    .
  3. Quality control? Kalau yang satu ini sih, relatif sama saja dengan cara II di atas. Si publisher service biasanya tidak ikut menangani quality control naskah Anda. Kalaupun ikut menangani, biasanya mereka mengerjakan yang sesuai pesanan (baca: bayaran) si penulis saja. Bahasa kasarnya, ada duit ada kerja. Anda mau dibantu untuk urusan editing, desain, pembuatan cover dan sebagainya, semua ada tarifnya 🙂

cara menerbitkan bukuSebagai referensi, salah satu layanan publishing service yang dapat Anda pilih adalah DapurBuku.com.

Bagi Anda yang ingin menerbitkan buku secara self publishing (baik yang menempuh cara II atau III di atas), silahkan baca artikel referensi berikut:

Ini Dia, Kiat Sukses Menerbitkan Buku Best Seller Melalui Self Publishing

Lantas bila Anda ingin mengetahui seluk-beluk penerbitan buku secara lebih mendalam, silahkan baca buku saya, “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” (MBIG). Bisa didapatkan di toko buku kesayangan Anda. Insya Allah penjualan online akan segera hadir.

Dan bila teman-teman tertarik untuk menerbitkan buku self publishing; Tidak sekadar menerbitkan, tapi ingin agar buku Anda bagus dari segi kualitas, konsep nilai jual dan marketing, serta laris manis di pasaran. Ingin seperti itukah?

Jika ya, teman-teman bisa bergabung dengan Dapur Buku.

Update 21 Maret 2012:
Dapur Buku adalah sebuah layanan self publishing yang saya dirikan sejak akhir Februari 2012. Berbeda dari layanan self publishing lain, Dapur Buku peduli pada kualitas dan nilai jual naskah Anda.

Info selengkapnya mengenai Dapur Buku bisa dibaca di www.dapurbuku.com.

cara menerbitkan buku

Semoga bermanfaat. Salam sukses ya 🙂

Jonru
Follow me: @jonru

Keterangan:
(*) Karena ini hanya tulisan singkat, saya memberikan penjelasan secara umum saja. Karena itu, mohon maaf bila banyak penjelasan detil yang tidak saya tulis di sini. Bila Anda ingin mendapatkan penjelasan detilnya, silahkan beli buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!” di toko buku terdekat.

 

Iklan

44 responses to “Ini Dia, Tiga Cara untuk Menerbitkan Buku

  1. Naah artikel kali ini sangat membantu saya pak, semoga inspirasiku mulai muncul kembali dan segera punya buku yg udah bisa dibaca org banyak. aamin

    Suka

  2. Biar gak “Stress” kayaknya perlu ikut pelatihan ini ya mas jonru? 🙂 masih diskon gak mas?

    Suka

  3. Makasih artikel nya .. sangat menarik dan berbobot.. Top markotop ..

    Suka

  4. Ide yang kreatif sekali.
    BTW, kalau ada acara lagi “Bincang Kreatif . . .” tolong diumumkan
    jauh hari sebelumnya, saya pengin ikut 😀

    Suka

  5. Artikelnya bagus banget, bikin kita jadi tambah mengerti tentang cara-cara menerbitkan buku sendiri.

    Suka

  6. oke juga nie sangat bagus nie gan………….

    Suka

  7. Alhamdulillaaah banget ada artikel ini. Buat saya yg sangat awam dibidang penerbitan ini hal ini sangat penting. Saya jadi tahu sedikit tentang seluk beluk dunia penerbitan.
    Thank ya. SUKSES BUAT JONRU

    Suka

  8. Makasih atas infonya

    Suka

  9. bagus mas jonru,,, sperti yang sedang saya alami, saya sudah merasakan bagaimana repotnya self publising, sampai sekarang pun saya masih bingung untuk menerbitkanya, ISBN, cover, editing, layout, semua sudah siap, tinggal masalah modal, ada usulan ngga mas?

    Suka

  10. sepertinya publishservice bisa jadi pilihan bagi pemula terutama yg belum pnya “nama”…

    Suka

  11. saya punya Jasa percetakan dengan 2 armada cetak, karena semakin banyak saingan kini1 armada mesin saya menganggur, untuk menanggulangi hal tersebut saya ingin menerbitkan buku tk yang tdk terlalu banyak halaman dan relatif mudah dan murah biaya produksinya.MOHON SARANNYA

    Suka

  12. Nadifa Hasnasari

    Makasih ya om buat tipsnya sekarang aku jadi ga tralu bingung cara nge-publish buku…tapi kaya buku best seller ‘Dan hujan pun berhenti…’ atau ‘anak sejuta bintang’ itu mereka nge-publish pake cara apa ya? Soalnya aku mau bukuku (kalo jadi…) layout sama cover yg kayak gitu, terutama ‘dan hujan pun berhenti…’ bukannya niru tapi modelnya ya…mirip gitulah.

    Suka

  13. langsung bookmark kang jon

    Suka

  14. Tambah penetahuan dan wawsan tentang buku dan penerbitan. Makasih sharingnya

    Suka

  15. bujur melala ma.., enda erban buku ateku, berkaiten ras mikrokontroller ATmega8535,
    mbera jadi pagi

    Suka

  16. Ping-balik: DapurBuku.com - Cara Baru Menerbitkan Buku

  17. Thanks, anda telah banyak membantu dengan memberi jalan keluar dari lingkup yang sulit bagi penulis pemula untuk menulis dan menerbitkan buku

    Suka

  18. makasih pak atas informasi nya semoga dapat memberi manfaat bagi anda dan kita semua di dunia dan akhrat, dan membawakan kebahagiaan di dunia dan akhirat..,amiiiennn….

    Suka

  19. saya sedang menyusun naskah nih mas.
    bisa minta info dapurbuku.com

    rencana memang mau pake self publishing service karna lagi gak ada modal.
    jika bisa saya minta tolong kirim e-mail ke saya ya pak apa-apa yang harus saya lakukan untuk mengirim naskah kesana.

    jjoencl@gmail.com

    terimakasih.

    Suka

  20. Dengan segala upaya ingin berkarya dalam dunia tulis, meskipun banyak hal yang belum pas, tetapi aku selalu mengingat anjuran Mas Jonru, dan kini aku tetap ingin bimbingan Mas Jonru dan kini aku telah memberanikan diri ikut penerbitan buku di Dapur Buku di Web Merdeka Com, mohon bantuannya atas semua kekuranganku, wasalam.

    Suka

  21. maaf bang kalau bisa langsung aja dijelasin kirim ke mana kalo ada tulisan yang mau diterbitkan jd buku soalnya dr td aku cari2 tp gak dapatvtuh

    Suka

  22. estu sekar pertiwi

    terimakasih atas infonya yang sangat bermanfaat dan memberiku banyak manfaat. jadi pingin baca semua…bagaimana ya, aku ingin membuat beberapa buku dan mengirim untuk diterbitkan juga dapat dibaca orang banyak, tapi sayangnya, ada beberapa faktor tidak mendukung. salah satunya, komputer di rumah rusak dan aku hanya memiliki sedikit waktu luang. walaupun begitu, aku tidak akan pernah menyerah menjadi penulis hebat!semoga dapat tercapai impianku (amiin..)

    Suka

  23. Aswrb Pak Jonru
    Perkenalkan, nama saya Edmi.
    Saat ini saya sedang menempuh pendidikan bedah saraf, dan saya hendak menerbitkan buku tentang kehidupan dan peristiwa yang terjadi di kehidupan sehari-hari yang saya kemas dengan bahasa semi ilmiah dan bernuansa pop sehingga mudah dimengerti oleh khayalak umum.
    Berikut pertanyaan saya;
    1.Saya berdomisili di luar negeri. Apakah segala macam proses yang harus dilalui bisa melalui e-mail saja?
    2.Ke alamat manakah sebaiknya saya kirim naskah tersebut jika hendak diterbitkan melalui dapur buku?
    Terimakasih banyak atas informasinya Pak.
    Wswrb

    Suka

  24. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, setelah baca buku ini, masalah saya mulai teratasi.. Mengenai anjuran publising service saya ąЌąñ iukti anjuran mr. Jonru… Terimakasih mr. Jonru.

    Suka

  25. wah artikel yang sangat membantu,thanks mas Jonru. salam kenal

    Suka

  26. Selamat sore pak Jonru…mohon panduannya untuk menerbitkan buku melalui Dapur Buku…terimakasih sebelumnya pak Jonru.

    Suka

  27. leonardo taniel

    Kak aku lagy dalam proses penyusunan naskah…..aku mau minta tahu lebih lanjut infonya dong…cara untuk menerbitkan nya klo sya ud selesai naskahnya…bisa dikirim lewat email :perfect_print2000@yahoo.com
    Makasih yah 🙂

    Suka

  28. Jazakallah atas artikelnya, simpel dan mudah dimengerti. Semoga sy bisa melakukannya dengan mudah ..Do’anya aja dari semua…

    Suka

  29. siang….mau nanya dikit pak jonru , dalam menulis sebuah buku desainnya gimana……apa kita nulis polos dan desain dilakukan penerbit semua atau penerbit hanya desain covernya saja atau gimana…terimakasih

    Suka

  30. o gitu…..ywd makasih banyak yaatas infonya pak jonru semoga sukses selalu..!

    Suka

  31. M fauzan ali fikri

    as wr wb.. mau nanya pak jonru..
    saya msih duduk di bangku smp, jadi apakah mungkin saya bisa menerbitkan buku..dan juga karena dari segi ekonomi saya tergolong lemah..
    solusinya gimana..trimakasih

    Suka

    • @M fauzan ali fikri: Waalaikumsalam. Anak umur 8 tahun pun ada yang menerbitan buku kok. Coba cek buku2 KKPK di Mizan. Semua penulisnya masih anak2. Soal biaya, di Dapur Buku kan ada paket Pede yang tarifnya murah. Tetap semangat ya 🙂

      Suka

  32. Bagaimana cara untuk menerbitkan suatu artikel, dan gimana mengasah kemampuan untuk menulis sebuah artikel, artikel yang dapat menginspirasi orang lain, mohon penilaiannya dan sarannya pada artikel yang telah saya tulis di http://www.kingmotivation.blogspot.com

    Suka

  33. mantep banget ! jadi terinspirasi pengen bikin buku, mungkin pake publishing service. tapi blum ada pengalaman hehe, baru sekali bikin majalah kampus, ngurus isbn aja uda ribet, dan cetaknya tergolong mahal

    Suka

  34. apa dg cara selfpublising buku saya akan diterbitkan? aku masih sangatt pemula dlm membuat novel. mahal gk bayarnya klo diterbitkan dg cr selfpublising

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s