Tiba-tiba Saya Tergoda untuk Kembali Punya Blackberry!


blackberry xl bis bizzBagi teman-teman yang rajin membaca blog, Facebook dan Twitter saya, tentu tahu bahwa saya tak punya Blackberry. Saya bahkan sempat antiBB karena benda yang satu ini membuat saya stress.

Kok bisa? Begini ceritanya:

Awal tahun 2010 lalu saya jadi pemenang tahunan atau Super Blog pada ajang Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009. Hadiahnya sebuah Blackberry Gemini dari XL Axiata.

Tentu saya senang bukan kepalang, karena sejak lama saya ingin sekali punya Blackberry (BB). Saya iri pada teman-teman yang asyik ber-BB ria. Alhamdulillah, kemenangan pada ISBA 2009 berhasil mengobati rasa iri tersebut.

Namun rasa bahagia saya hanya bertahan beberapa hari. Setelah punya BB, saya malah stress hampir tiap hari. Saya bingung dengan banyaknya potongan pulsa “misterius”.

blackberry xl bis bizz

Kenangan ketika saya menjadi pemenang ISBA 2009 dan mendapat hadiah Blackberrry Gemini dari XL Axiata

Kejadian paling “parah” adalah ketika saya baru mengisi pulsa Rp 20.000 di malam hari. Esok paginya, secara ajaib pulsa itu semuanya ludes tak bersisa, padahal saya hanya menelepon singkat 1 kali dan mengirim 3 SMS. Bahkan saat itu, fitur Blackberry di kartu telepon saya belum diaktifkan. Ke mana larinya pulsa Rp 20.000 tersebut?

Masalah-masalah di atas pun saya curhatkan lewat Facebook dan Twitter. Banyak teman yang menyatakan heran. Sebab selama mereka pakai BB, semuanya baik-baik saja. Sepertinya kok hanya saya yang mengalami kasus seperti itu.

Ada teman yang menyarankan agar saya meng-update pengetahuan dan wawasan seputar BB. Sebab masalah-masalah di atas mungkin terjadi karena faktor ke-awam-an dan ke-gaptek-an saya semata.

Tapi saya tak tergoda untuk mengikuti saran si teman. Saya sudah terlanjur “benci” pada Blackberrry, dan merasa lebih sreg untuk menjual benda yang satu itu. Saya menggantinya dengan sebuah smartphone biasa, hingga hari ini.

* * *

Demikianlah “pengalaman buruk” saya di tahun 2010 lalu. Tapi kalau dibilang antiBlackberrry, sebenarnya tidaklah seratus persen benar.

Memang, ada beberapa hal pada handphone canggih ini yang membuat saya tidak suka:

  1. Kasus-kasus seperti yang saya ceritakan di atas. Hingga hari ini, saya masih suka emosi bila mengingat dan menceritakannya kembali (termasuk ketika menulis artikel ini, hehehe…).
  2. Saat mengalami kejadian di atas, tarif layanan BB sekitar Rp 150.000 perbulan. Padahal saya lebih banyak menggunakan internet di laptop. Online lewat ponsel hanya sesekali. Itupun lebih banyak untuk pekerjaan yang tak terlalu penting. Jadi kalau saya paksakan diri pakai BB, maka saya harus mengeluarkan biaya berinternet dua kali lipat dari yang seharusnya. Tentu ini sebuah pemborosan, bukan?
    (Ada teman yang menyarankan, “Layanan internet Blackberry-nya dinonaktifkan saja.” Hehehe… dia mungkin tidak tahu bahwa pulsa Rp 20.000 saya yang terpotong secara misterius di atas, justru terjadi ketika layanan internet BB di kartu telepon saya belum diaktifkan sama sekali!).
  3. Sejak dulu, saya termasuk orang yang sangat fungsional. Ketika memutuskan untuk membeli apapun, pertimbangan utama saya adalah, “Apa manfaat benda ini untuk saya?” Saya paling anti jika melakukan sesuatu hanya karena tren, gengsi, atau ikut-ikutan. Saya tidak rela mengeluarkan biaya internet Rp 150.000 perbulan hanya untuk membayar gengsi dan ikut tren. No way!

Tiga hal di ataslah yang membuat saya tidak suka pada Blackberry.

Tapi bila ada orang yang pakai BB karena alasan fungsional, misalnya untuk mendukung pekerjaan, tentu saya sangat setuju. Misalnya para wartawan yang dituntut untuk menulis dan memuat berita kapanpun dan di manapun, tentu pekerjaan mereka sangat terbantu oleh kehadiran Blackberry.

Dan fakta yang barusan saya temukan berikut ini, membuat saya makin setuju, bahkan kini tergoda lain untuk KEMBALI memiliki Blackberry.

Fakta yang saya maksud bernama XL Bis Bizz, sebuah layanan Blackberry dari XL Axiata. Hal pertama yang membuat saya tercengang adalah tarifnya yang super murah; hanya Rp 2.000 perhari, atau Rp 50.000 sebulan.

blackberry xl bis bizz

Memang sih, fasilitas pada layanan XL Bis Bizz ini hanya chatting dan push email. Layanan social media (Facebook, Twitter, dll) dan internet browser sama sekali tidak ada.

Tapi menurut saya tak masalah. Bukankah selama ini social media via ponsel lebih banyak digunakan untuk tujuan gaya hidup, bahkan cenderung membuat kita menjadi asosial karena asyik ber-BB-ria kapanpun dan di manapun, tak peduli lagi pada orang yang duduk di sebelah kita?

Lantas soal internet browser, juga tak masalah. Sebab kalau mau browsing sana browsing sini, bukankan lebih asyik lewat PC atau laptop?

Kalau kita tengok ke belakang, bukankah sejak awal Blackberry diciptakan sebagai layanan push email? Jadi menurut saya, XL Bis Bizz ini bisa disebut sebagai upaya untuk mengembalikan Blackberry ke fungsi awalnya. Hehehe… 😀

Push email merupakan layanan yang sangat fungsional. Sangat cocok bagi para profesional yang sibuk dan bergaya hidup mobile. Sedangkan chatting cocok untuk siapa saja, termasuk para profesional yang ingin berkomunikasi secara lebih mudah dengan para relasi bisnis, rekan kerja, dan seterusnya.

Jadi bila suatu saat nanti kondisi dan pekerjaan mengharuskan saya untuk lebih sering online dan bekerja lewat ponsel, dan layanan XL Bis Bizz ini masih tersedia, maka ada kemungkinan saya akan tergoda untuk membeli Blackberrry.

Info lengkap layanan XL Bis Bizz bisa Anda baca di http://www.xl.co.id/id-id/blackberry/paketlayanan/bisbizz.aspx.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya…. 🙂

Salam Sukses!

Jonru

Follow me: @jonru

Iklan

15 responses to “Tiba-tiba Saya Tergoda untuk Kembali Punya Blackberry!

  1. Ironis ya pak, jejaring sosial malah membuat orang jadi anti sosial. Terkadang BB malah membuat kita terpusatkan kehidupannya pada semua fasilitasnya.

    Sehingga, benar kata pak Jonru, BB yang hanya pakai push e-mail dan chatting saja cukup untuk menunjang kerja profesional, yang lain kan bisa pakai PC / Laptop

    Suka

  2. ya kenapa bisa seperti itu ya.untungnya belum pakai BB selama ini

    Suka

  3. Sama pak.saya juga antiBB, tapi kemungkinan beli BB kalo bisnis saya menuntut harus beli BB ..hehe..

    Suka

  4. Saya pegang aja belum sama yang namanya BB….

    Suka

  5. Hmmmm numpang tes , abang jonru, BB memang membantu pekerjaan kita, mauliate godang
    jazakalloh 🙂

    Suka

  6. Kalo saya malah memperhatikan dari segi kepenulisannya, ide dan topik yang sederhana tapi mampu dituangkan menjadi tulisan yang menarik :D.

    Kalo saya pribadi, punya blackberry ada dilemanya juga.
    Nice info bang…

    Suka

  7. Wah, hal yg sama terjadi sama saya sekarang, pulsa sy suka ngilang sendiri secara misterius, hanya saja bukan pake BB melainkan seri Android merek S yg lagi gencar2nya beriklan! Aduh! padahal lebih enak online di PC/Laptop n ga suka online FB di BB ato Android, jadi terganggu! maklum dech ibu RT, kalo terus2an ngelayanin update di BB ato Android, wah jadi repot ntar… hohohoho sekarang balik lg ke HP yg biasa2 aja, cukup bisa tlp ato sms. Selamat berpuasa bagi yg puasa juga….

    Suka

  8. Abu Usamah Rizki

    hehehe.. ini baru internet marketing.. bercerita pengalaman, lalu beriklan pesanan hehehe.. semangkok! oom jonru

    Suka

  9. wah wahh siapa oba yang gak trtarik sama BB…
    thanks bang nice info

    Suka

  10. Aneh.. Tapi dari cerita sampean keinginan saya untuk punya blackberry ga pernah padam. (Semangat ’45).. Tapi sayang sampai sekarang belum pernah kesampaian

    Suka

  11. mau nunggu tersedia paket unlimitednya 30rb/bulan baru pake atau pendapatan 10jt/bulan ahahahha

    Suka

  12. Pak Jonru,

    Saya sdh lama pakai paket BB Bizz XL itu. Dan saya kira itu yg paling worth buat saya krn sy hanya butuh push email plus ym+gtalk saja. 50 rb perbulan sangat sepadan dgn layanan yg didapat.

    Tapi, bulan ini saya coba paket sejenis, tapi dari tri. Biayanya 40rb/bulan. Sudah seminggu ini fine-fine saja. Malah dikasih akses ke aol+icq (yg kebetulan saya nggak pakai).

    Mungkin paket BB Bizz dari 3 ini bisa Anda tengok juga.

    Happy BB!

    Suka

  13. Hehe sama mas, saya juga sebenernya antiBB, tapi kemungkinan beli BB kalo bisnis saya menuntut harus beli BB..

    Suka

  14. Kalau saya anti BB karena pro Android. Tapi kalau dikasih BB gratis, saya nggak nolak. 😀

    Suka

  15. saya setuju pak. jika ingin membeli sesuatu ada baiknya dipikirkan terlebih dahulu kegunaannya bagi diri kita. kl dirasa masih belum begitu butuh kan bisa dipake untuk yang lebih penting lagi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s