Monthly Archives: April 2012

Program XL Edusolutions Membuat Saya Ingin Kembali ke Masa Lalu


xl_visit_schoolSebagai manusia biasa, tentu saya pun pernah tergoda untuk menyesali masa lalu. Ya, banyak hal pada sejarah hidup saya yang berpotensi untuk ditangisi.

“Mengapa dulu saya seperti itu? Coba kalau tidak! Pasti sekarang saya sudah sangat sukses!”

Sekadar iseng, berikut beberapa hal pada masa lalu saya yang sangat berpotensi untuk disesali: Baca lebih lanjut

Iklan

9 Peluang Utama di Dunia Penulisan


cara menjadi penulis

Muhammad Sholich Mubarok dengan bangga mengenakan kaos "I'm Proud to be Penulis"

Banyak orang yang suka menyamaratakan penulis. Mereka kira semua penulis itu sama saja. “Semua penulis pasti bisa membuat cerpen, pasti semuanya bisa menulis skenario sinetron. Pasti semuanya bisa menulis skripsi dengan mudah.”

Duhai! Penulis juga manusia. Setiap manusia pasti berbeda. Jadi tiap penulis pun pasti berbeda, bukan?

Agar lebih jelas, berikut adalah hasil pengamatan saya selama ini terhadap kecenderungan teman-teman penulis. Memang semuanya beda, tak ada yang sama. Tapi secara umum, saya melihat ada 9 (sembilan) jenis penulis yang paling menonjol dari segi orientasi seksual eh… orientasi hidupnya 😀

Sekaligus, tulisan ini juga menjelaskan beragam peluang yang sangat menjanjikan di dunia penulisan. Baca lebih lanjut

Online di Handphone Pakai XL, agar Makin Terbiasa dengan Gaya Hidup Mobile


gaya hidup mobileSaya termasuk orang yang hampir selalu online sepanjang hari. Namun satu hal yang mungkin belum teman-teman ketahui; dalam hal tertentu mindset saya masih sangat jadul.

Contohnya begini:
Beberapa waktu lalu saya menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh Google. Tempatnya di sebuah hotel mewah di Jakarta Pusat. Saya merasa beruntung karena di depan kursi ada meja. Maka saya manfaatkan untuk bermain laptop, tak ubahnya seperti sedang online di kantor.

Ketika online itulah ada email masuk, berisi pesan yang sangat penting untuk dijawab sesegera mungkin. Tapi anehnya, saya justru berkata di dalam hati, “Nanti saja di-reply, kalau saya sudah online dari kantor atau rumah.” Baca lebih lanjut