Menulis Naskah dengan Microsoft Office Bajakan?


microsoft_office_bajakanSaya tergelitik membaca tweet salah seorang teman beberapa waktu lalu di Twitter:

“Kamu marah ketika naskahku dibajak. Padahal kamu mengetik naskah itu dengan software bajakan.”

Ya, hampir semua orang yang sudah mengenal komputer tentu tahu Microsoft Word (MS Word). Terlebih para penulis yang pekerjaan utamanya adalah mengetik naskah. Pasti MS Word menjadi software andalan di komputernya.

Tapi kita juga sama-sama tahu; Banyak orang – termasuk penulis – yang menggunakan software Microsoft Office bajakan. Kalau ditanya alasannya, tentu jawabannya sudah bisa ditebak dengan sangat mudah, “Soalnya yang original mahal banget, sih.”

Ya, ini memang salah satu dilema terbesar bagi para pengguna komputer. Bukan hanya yang berkantong tipis. Orang yang tergolong kaya raya pun umumnya lebih suka pakai software bajakan. Rasanya kok berat banget untuk membeli software asli yang harganya jutaan rupiah.

Sejujurnya, tanpa bermaksud menutup-nutupi, di laptop saya pun masih banyak software bajakan. Tapi berita baiknya, saya mengetik naskah ini tidak menggunakan MS Word, tapi Open Office yang gratis. Hati pun lebih tentram saat menulis, hehehe… 😀

Nah, saya merasa sangat lega ketika membaca informasi Layanan Komputasi Awan XCloud dari PT XL Axiata yang diluncurkan tanggal 10 Mei 2012 lalu. Secara umum, XCloud ini bisa disebut sebagai salah satu solusi penyimpanan data secara online dan terintegrasi yang dilakukan XL untuk kebutuhan penyimpanan data secara real time. Penyimpanan data bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Untuk mengaksesnya pun cukup mudah.

Komputasi Awan XCloud

Suasana launching Layanan Komputasi Awan XCloud

Sebenarnya, layanan XCloud ini lebih cocok untuk pelanggan corporate. Tapi ada salah satu layanannya yang cocok untuk para penulis.

“Apaan tuh?”

Sebelum menjawabnya, saya coba jelaskan dulu ya.

Layanan XCloud bisa kita analogikan seperti sebuah pusat kegubaran. Kalau kita punya fitness center sendiri, tentu sangat asyik. Tapi yang bisa seperti itu kan hanya orang yang berkantong tebal. Sedangkan kita yang hidup pas-pasan, boleh cukup puas dengan menjadi anggota tetap sebuah fitness center.

Nah, XCloud lebih kurang seperti itu. Bedanya, kita tinggal mengubah fitness center menjadi server, penyimpanan data online, hosting, atau penyewaan software tertentu. Artinya, kita tak perlu memiliki – misalnya – server sendiri, tapi cukup menyewanya dari XL Axiata, atau yang biasa disebut hosting.

Menurut Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, XL ingin menjadi salah satu penyedia jasa solusi komputasi awan yang terdepan di Indonesia. “Meski saat ini sudah cukup banyak para pelaku bisnis komputasi awan, namun XL siap untuk terjun ke bisnis ini dengan membawa suatu visi yang dapat dikatakan berbeda,” ujarnya.

Ucapan pak Hasnul Husaini ini pun diwujudkan lewat jalinan kerjasama dengan para pemimpin teknologi di bidang information technology (IT). Saat ini, yang sudah tergabung menjadi mitra adalah Huawei, Fujitsu, IBM, Intratech, Mandawani, dan Microsoft.

Untuk bekerja sama dengan para mitra tersebut, XL menyiapkan data center di Singapura dengan standar kualitas Singapura Data Center, tempat di mana perusahaan-perusahaan raksasa seperti Amazon mempercayakan data mereka untuk disimpan. Hm, keren banget, kan?

* * *

Komputasi Awan XCloud

Suasana launching Layanan Komputasi Awan XCloud

Ada tiga produk yang disediakan pada Layanan Komputasi Awan “XCloud” ini, yakni:

  1. Infrastruktur as a Services (IaaS), yakni layanan penyewaan media penyimpanan maupun processor komputer.
  2. Platform as a Services (PaaS). Di sini, para pengembang piranti lunak atau perusahaan yang memiliki fokus untuk mengembangkan piranti lunak dapat memanfaatkan plaform piranti lunak untuk bersama-sama bekerja dalam membangun piranti lunak yang diinginkan.
  3. Software as a Services (SaaS). Para pengguna dapat dengan mudah mengakses perangkat lunak yang tersedia tanpa perlu khawatir tentang biaya lisensi dari perangkat lunak tersebut yang biasanya harus dibayarkan di muka.

Nah, nomor 3 di ataslah yang saya ceritakan pada bagian awal tulisan ini. Intinya, layanan Software as a Services (SaaS) memunginkan kita menggunakan software-software original seperti Microsoft Office dengan biaya yang sangat terjangkau. Tak perlu risau lagi oleh harga software asli yang mahal, atau software bajakan yang membuat hati kurang tenteram.

Memang, saat ini solusi yang ditawarkan oleh XCloud masih berfokus pada area Public Infrastructure as a Services (IaaS). Pada jenis layanan ini, XL menyiapkan layanan hosting, penyimpanan data, serta server melalui jaringan publik internet. Adapun PaaS dan SaaS masih dalam tahap persiapan. Jika nanti sudah tersedia, tentu sangat asyik karena kita tak perlu lagi mengalami dilema antara software original yang mahal versus software bajakan yang gratis tapi membuat hati kebat-kebit 🙂

Semoga deh, Layanan Komputasi Awan XCloud dari XL ini bisa membawa angin segar buat para penulis, para pekerja di perusahaan-perusahaan, juga siapa saja yang harus sering bekerja di depan komputer.

Informasi lengkap bisa dibaca di http://xcloud.xl.co.id.

Semoga bermanfaat, salam sukses selalu!

Jonru
Follow me: @jonru

Sumber foto atas: exempt.files.wordpress.com
Sumber foto tengah dan bawah: Release PT XL Axiata

Iklan

20 responses to “Menulis Naskah dengan Microsoft Office Bajakan?

  1. Wah cloud computing yang Bang..???!

    Mayantara memang sedang bergerak kearah sana. Mulai dari Microsoft, Adobe, dan juga Google. Bisa dibilang, saat ini mereka lah market leadernya. So, walau masih perlu diuji lebih dalam rasanya spektakuler jika XL sudah mulai bergerak kearah sana. Saran saya, sebaiknya mereka fokus pada security dan kemudahan aksesnya, mengingat Indonesia ada diperingkat terbawah sebagai negara dengan kecepatan internet paling lambat.

    Keep on Moving (diambil dari judul lagu Five)

    Suka

  2. inovasi yang bagus sekali

    Suka

  3. Semga saja cara ini semakin memanjakan penulis dan lebih bersemangat dalam pekerjaannya.

    Suka

  4. Setuju Mas, Open Office memang enak banget karena mirip Microsoft Office jadi nggak perlu belajar lagi. Tapi kalau buat layout program gratisannya apa ya yang kira2 setipe Pagemaker atau InDesign?

    Suka

  5. Hehe.. benar banget isi tweet teman kang Jonru itu. Kita terkadang marah kalau ada orang yg membajak atau mengkopi paste tulisan/postingan kita, tapi kita lupa kalau tulisan tersebut dibuat menggunakan software bajakan. 😀

    Suka

  6. Kalau saya sendiri mulai terbiasa menggunakan Libre Office di Linux. Ada juga kok versi Windowsnya. Libre Office juga bagus. Nggak kalah ama Open Office. Bahkan Libre Office sudah jadi aplikasi office default di banyak varian Linux.

    Suka

  7. Wah oke juga share ilmunya.bisa aku praktekkan untuk tulis naskahku.Thanks

    Suka

  8. wah ini kebiasaan ane nih hahah

    Suka

  9. sebuah program yang sangat baik semoga program tersebut bisa terlaksana dengan baik

    Suka

  10. yah,, memang mayoritas program berbayar telah disediakan dalam bentuk bajakan,, perlu tindakan tegas..

    Suka

  11. Perlu disebarluaskan. Kita juga ingin menggunakan produk2 yang resmi seperti itu. Akan tetapi harga yang tinggi tentu menjadi kendala yang sulit. Harapan saya tentu program semacam ini bisa diambil manfaatnya oleh masyarakat luas.

    Suka

  12. nice inovation,,,,sukses ya buat XL…

    Suka

  13. info menarik

    Suka

  14. sukses ya XL 😀

    Suka

  15. Saya justru merasa lebih nyaman dengan hal-hal yang berbau bajakan pak. Pasalnya, kalau berbayar saya merasa”eman” menggunakannya. Jadinya malah g kepake’ alias nganggur deh. Akhirnya menikmati yang bajakan aj hehehehe.

    Salut deh buat tulisan2 pak jonru.

    Suka

  16. semua tergantu dari pada kita masing2, semua pasti ada hikmahnya dan thanks ms jonru tulisanya menarik..

    Suka

  17. Bermanfaat banget… trims

    Suka

  18. Assalamu’alaykum… Alhamdulillaaah, nyasar ke blog ini, dan tergelitik juga dgn kalimat yg di biru-in. 🙂

    Alhamdulillaaah banget Saya bukan salah satunya, semua software di komputer dan laptopku adalah ori, pak :-), di wilayah sini pun memang gak ada jual software bajakan. jadi senang baca artikel ini, semoga tulisan2 kita lebih berkah dgn menggunakan basic dan tools yg berkah, niat yg lurus dan istiqomah dalam ridho-Nya, aamiin….
    Untuk game2 koleksi anak &suamiku pun, disini semua ori, tidak ada pakai2 “trik-trik” kayak d mangdu.

    Anyway, thanks infonya pak… selamat puasa!^^

    Suka

  19. lebih baik gunakan sw yang open source sepeti linux kalo di Indonesia memang sudha bisa bajak membajak 😀 kalo masalh bajak membajak sw orang indonesia dahsyat banget deh

    Suka

  20. info yang menarik pak jonru… memang benar, hampir semua dari kita memakai software bajakan tidak peduli seberapa mahal komputer yang kita pakai.

    North Sumatera Magazine

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s