Monthly Archives: Februari 2013

Inilah Alasan Kenapa Umat Islam Harus Kaya


Rasyid NikazKalau bicara soal kekayaan, harta, cara menjadi kaya, entah kenapa banyak sekali orang yang berkomentar negatif.

“Buat apa kaya kalau tidak berkah?”

“Buat apa kaya kalau dari hasil korupsi?”

“Buat apa kaya kalau tidak menjamin masuk surga?”

“Lebih baik miskin tapi beriman daripada kaya tapi bejat.”

Baiklah. Kali ini saya tidak berminat untuk membantah ucapan-ucapan seperti itu. Saya akan mulai dari sebuah kisah menarik, yang beberapa hari ini banyak sekali di-share di Facebook. Baca lebih lanjut

Iklan

Ternyata Tujuan Hidup Semua Orang Itu SAMA


“Lho, kok sama? Bukankah tiap orang punya tujuan hidup yang berbeda-beda? Kenapa dibilang sama?”

Betul. Tujuan hidup setiap orang memang beda. Tapi kalau semuanya DIRANGKUM JADI SATU, maka akan mengarah pada satu hal saja, yakni KEBAHAGIAAN. Baca lebih lanjut

Ketika Bekerja Sesuai Passion, Pertolongan Allah pun Datang


cara menerbitkan bukuArtikel ini merupakan bagian II dari tulisan “Kilas Balik: Dapur Buku Genap Berusia 1 Tahun”.

Pada bagian I, saya sudah bercerita tentang latar belakang berdirinya Dapur Buku. Saya juga telah menceritakan bahwa penerbitan buku ternyata bisnis yang paling sesuai dengan passion atau lentera jiwa saya.

Setelah berada di “passion yang benar”, secara tak terduga berbagai keajaiban, kemudahan dan pertolongan Allah pun hadir. Ini membuat saya SANGAT YAKIN pada satu hal:

Jika kita sudah berkarir di bidang yang benar-benar sesuai dengan passion atau lentera jiwa kita, maka Allah pun akan memberikan banyak kemudahan bagi kita dalam menjalaninya.

Saya sudah membuktikan hal ini dalam mengelola Dapur Buku. Alhamdulillah. Keajaiban-keajaiban seperti itu, sama sekali belum pernah saya dapatkan ketika dulu mengelola Sekolah-Menulis Online (SMO).

Keajaiban, kemudahan dan pertolongan Allah seperti apa sajakah yang saya alami? Berikut cerita detilnya. Baca lebih lanjut

Kilas Balik: Dapur Buku Genap Berusia 1 Tahun (Bagian I)


cara menerbitkan bukuTanggal 16 Februari 2013, Dapur Buku genap berusia satu tahun. Dalam rangka itulah, saya menulis artikel kilas balik ini. Semoga pengalaman yang saya tuturkan di sini bermanfaat dan mendatangkan hikmah yang positif bagi teman-teman semua.

* * *

Awal Februari 2012 lalu, tiba-tiba sebuah pertanyaan terlintas di pikiran saya, “Apakah masih layak jika saya tetap bertahan mengelola Sekolah-Menulis Online?” Sebuah pertanyaan yang berangkat dari akumulasi berbagai perasaan GALAU yang saya alami selama beberapa tahun.

Ya, publik memang telah mengenal saya sebagai founder Sekolah-Menulis Online (SMO). Saya adalah pelopor kursus menulis lewat internet di Indonesia. Sebuah “gelar” yang LANGKA tentu sangat membanggakan!(*)

SMO yang saya dirikan sejak Juli 2007 memang sukses di tahun-tahun pertama. Siswa yang mendaftar sangat banyak. Laris-manis, hingga akhirnya banyak kursus serupa yang berdiri di mana-mana, karena mereka mungkin mengikuti kesuksesan SMO. Baca lebih lanjut