Kilas Balik: Dapur Buku Genap Berusia 1 Tahun (Bagian I)


cara menerbitkan bukuTanggal 16 Februari 2013, Dapur Buku genap berusia satu tahun. Dalam rangka itulah, saya menulis artikel kilas balik ini. Semoga pengalaman yang saya tuturkan di sini bermanfaat dan mendatangkan hikmah yang positif bagi teman-teman semua.

* * *

Awal Februari 2012 lalu, tiba-tiba sebuah pertanyaan terlintas di pikiran saya, “Apakah masih layak jika saya tetap bertahan mengelola Sekolah-Menulis Online?” Sebuah pertanyaan yang berangkat dari akumulasi berbagai perasaan GALAU yang saya alami selama beberapa tahun.

Ya, publik memang telah mengenal saya sebagai founder Sekolah-Menulis Online (SMO). Saya adalah pelopor kursus menulis lewat internet di Indonesia. Sebuah “gelar” yang LANGKA tentu sangat membanggakan!(*)

SMO yang saya dirikan sejak Juli 2007 memang sukses di tahun-tahun pertama. Siswa yang mendaftar sangat banyak. Laris-manis, hingga akhirnya banyak kursus serupa yang berdiri di mana-mana, karena mereka mungkin mengikuti kesuksesan SMO.

Banyak orang yang kagum pada kesuksesan SMO. Saya tentu sangat bangga, dan dengan penuh percaya diri memproklamirkan SMO sebagai “bisnis yang gue banget.”

Tapi kesuksesan tersebut tak bertahan lama. Sejak tahun 2010, kejayaan SMO mulai redup. Bahkan ketika SMO akhirnya merger dengan Oxford Course Indonesia dan ganti nama menjadi Writers Academy, kondisi tak juga berubah. Bahkan ketika tim kami sudah mencoba berbagai macam inovasi, tetap tak ada perubahan. Bahkan secara pribadi, saya merasa MAKIN TIDAK ENJOY dalam mengelola SMO. Sering stress, bosan, dan merasa tak sanggup lagi mengelola bisnis yang satu ini.

* * *

Dan titik balik itu pun terjadi di bulan Januari 2012. Saat itu – ketika sedang galau-galaunya akibat memikirkan nasib SMO yang makin terpuruk – tiba-tiba sebuah ide terlintas di pikiran saya, “Saya harus mencari bisnis lain. Tapi apa, ya?”

Saya termasuk orang yang sangat passion oriented. Saya selama ini hanya berbisnis di bidang yang sesuai passion saya, yakni menulis. Maka saya pun berpikir, “Bisnis apa yang prospeknya lebih bagus, masih di dunia penulisan, dan saya juga menyukainya?”

Setelah berpikir beberapa jam, alhamdulillah ide itu pun muncul: PENERBITAN BUKU. Ya, inilah bisnis yang sesuai dengan semua kriteria tersebut:

1. Penerbitan buku insya Allah memiliki prospek yang jauh lebih baik ketimbang kursus menulis. Pangsa pasarnya jauh lebih luas.

2. Penerbitan buku tentu saja masih berkaitan erat dengan dunia penulisan.

3. Saya sejak dulu memang sangat menyukai dunia penerbitan buku. Itulah sebabnya saya menulis buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”

4. Tentu saja, bisnis penerbitan buku sangat sesuai dengan passion saya. Bahkan setelah satu tahun mengelola Dapur Buku, saya makin sadar bahwa bisnis yang sebenarnya paling sesuai dengan passion saya adalah penerbitan buku, bukan kursus menulis.

Berikut alasan kuatnya:

1. Jenis pekerjaan yang selama ini paling saya sukai adalah yang bersifat proyek. Dan penerbitan buku memang sifatnya proyek. Satu judul buku yang kita garap adalah satu proyek tersendiri.

2. Sejak dulu saya paling tidak suka pada pekerjaan yang bersifat rutinitas. Cepat bosan. Di penerbitan buku, tidak ada pekerjaan yang bersifat rutinitas. Kalaupun ada, semuanya bisa saya alihtugaskan kepada staf.

Maka pertengahan Februari 2012 lalu, saya merasa MANTAP untuk beralih ke bisnis penerbitan buku. Maka Dapur Buku pun lahir tanggal 16 Februari 2012.

* * *

Sungguh ajaib! Setelah banting stir dari kursus menulis ke penerbitan buku, saya merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan dengan kata-kata. Sebuah kebahagiaan yang belum pernah saya temukan dalam berbisnis apapun.

Saya juga seketika sadar, bahwa banyak sekali pertolongan Allah yang saya dapatkan dalam mengelola bisnis penerbitan buku. Banyak masalah atau pekerjaan yang awalnya saya anggap berat, tapi SECARA AJAIB bisa diselesaikan atau dilakukan dengan cara yang sangat mudah.

Apa sajakah keajaiban atau pertolongan Allah tersebut? Silahkan dibaca pada Bagian II ya.

Terima Kasih dan Salam Sukses Selalu!

Keterangan:
(*) Kini, saya sudah tidak mengelola Sekolah-Menulis Online. Pengelolaannya sekarang ditangani oleh salah seorang sahabat saya, Ari Kinoysan Wulandari. Update terbaru mengenai pembukaan kelas dan sebagainya, bisa dipantau di Fan Page SMO.

Jonru
Follow me: @jonru

Iklan

7 responses to “Kilas Balik: Dapur Buku Genap Berusia 1 Tahun (Bagian I)

  1. Ping-balik: Ketika Bekerja Sesuai Passion, Pertolongan Allah pun Datang | Jonru Ginting

  2. Sangat sulit untuk kembali bangkit dari sebuah keterpurukan dalam hal apapun. Perlu energi ekstra untuk bisa kembali berkarya dan berjuang mewujudkan mimpi-mimpi indah kita.

    Saya kira Pak Jonru sudah menunjukkan hal itu kepada kita semua. Bagaimana seorang entrepreuner menciptakan peluang-peluang baru.

    Saya hanya berpikir begini. Menmbangun sebuah usaha dan fokus di dalamnya tentu sangat ideal dan saya yakin sebagian orang akan setuju dengan yang satu ini. Akan tetapi ketika kita mempertimbangkan resiko, maka akan lebih ‘safe’ apabila kita membangun lebih dari satu jenis bisnis saja.

    Bagaimana menurut Pak Jonru?

    Suka

  3. Wuih, syukurlah pak kalau sudah cocok dengan bisnis yang ini. Semoga bisa terus berkembang, amin… 🙂

    Kalau Pak Jonru sedang mengelola bisnis penerbitan buku, saya sedang mengelola toko buku, Pak. Hehe….

    Ada di http://revista-shop.com

    Suka

  4. Tak terasa sudah genap satu tahun ya bisnis dapur buku yang anda jalankan..
    kedepannya makin sukses Pak 🙂

    Suka

  5. Ping-balik: Ketika Saya (akhirnya) Mendirikan Penerbitan Buku | Jonru Ginting

  6. Saya sedang menyusun sebuah buku berisi kumpulan puisi, semoga buku ini bisa segera saya terbitkan di dapurbuku.com
    rencana buku ini hanya saya tulis selama 4 malam, dan sekarang adalah malam ke-2.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s