Pancasila, Apa Kabar?


pancasila apa kabar

Cover buku “Pancasila, Apa Kabar?”

Terkesima, ketika rekan dari Pusaka Indonesia meminta tim kami – Dapur Buku – menjadi panitia lomba menulis blog dan lomba tweet bertema Pancasila. Soal lombanya sih, insya Allah kami sangat siap. Sebab kami punya sejumlah pengalaman menjadi panitia lomba menulis, dan pengalaman mengelola blog serta akun social media. Justru temanya yang benar-benar tak terduga. Pancasila?

Rasanya, istilah Pancasila sudah lama terlupakan oleh kita semua, apalagi di era social media yang serba bebas saat ini. Sejak Orde Baru tumbang tahun 1997 lalu, Penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) ditiadakan. Sejak saat itu, Pancasila pun seolah-olah terkucilkan. Hampir tak ada lagi orang yang berbincang mengenai dasar negara kita ini.

Karena itulah, ketika Yayasan Pusaka Indonesia mengajukan tema Pancasila untuk lomba menulis blog dan lomba tweet tersebut, sebuah getaran halus singgah di hati saya. Terharu. Benar-benar tak menduga, karena ternyata masih ada orang yang peduli pada Pancasila di negeri tercinta ini.

Secara pribadi, saya berpendapat bahwa Pancasila mengandung nilai-nilai yang sangat baik, sangat positif. Jadi jika hal-hal pada dasar negara kita ini diterapkan secara tepat pada kehidupan bernegara di Indonesia, saya yakin hasilnya akan sangat baik pula.

Masalahnya, Pancasila sangat bagus dari segi teori, namun sangat memprihatinkan dari segi praktek. Berikut saya kutip sejumlah kalimat dari halaman “Tentang Kami” di website http://www.PusakaIndonesia.org.

Bahwa kita adalah bangsa besar, tak diragukan lagi. Dengan jumlah penduduk hampir seperempat milyar orang, Indonesia menduduki negara dengan populasi terbesar keempat, setelah China, India, dan Amerika.

Sumber daya alam kita, siapa yang tak iri? Ribuan pulau menandai aset maritim kita yang menyimpan kekayaan tak terkira. Beraneka bahan tambang tersimpan di perut bumi kita. Matahari bersinar sepanjang tahun di negeri ini. Iklim tropis telah menghadirkan sumber daya hayati kita paling beragam.

Tak heran, di masa pendudukan, banyak negara berebut tanah subur ini. Tak berlebihan, banyak yang mengatakan, negeri ini ibarat pecahan surga yang dilempar ke dunia.

Ironisnya, kekayaan sumber daya alam tak paralel dengan kualitas sumber daya manusia. Jumlah penduduk kita terbesar nomor empat, tetapi kualitas pendudukunya menduduki peringkat 124 dari 187 negara. Beragam persoalan pun tak kunjung reda mendera bangsa ini. Mulai dari sparatisme, terorisme, kepemimpinan, sampai korupsi. Jika kita simak pemberitaan media, hampir sepenuhnya berisi sisi gelap kehidupan berbangsa kita.

Apa yang salah dengan negeri kita?

Saya kira, yang salah bukan Pancasila, karena Pancasila mengandung nilai-nilai yang sangat baik. Yang salah adalah kita semua, karena melakukan perbuatan-perbuatan yang sangat jauh bahkan bertolak-belakang dari nilai-nilai Pancasila.

Harus ada orang yang berani berbuat untuk mengatasi kesemrawutan di negeri tercinta ini. Harus ada orang yang berani mengambil inisiatif untuk kembali memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila di Indonesia.

Karena itulah, saya merasa tak punya alasan untuk menolak ketika ditawari menjadi panitia lomba menulis blog dan lomba tweet bertema Pancasila. Kami dari Dapur Buku sangat menghargai itikad baik Pusaka Indonesia yang ingin kembali memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat Indonesia. Sebuah niat baik yang sangat layak untuk didukung.

Maka,  pertengahan Februari 2013 lalu, pekerjaan tersebut pun mulai digelar. Diawali dengan penyelenggaraan lomba menulis blog degan tema “Penguatan Identitas Bangsa dalam Komunitas Global dan Multikultural”. Lalu tanggal 18 hingga 24 Maret 2013, lomba tweet pun diselenggarakan di akun @Pusaka_ID.

Alhamdulillah, sambutan masyarakat cukup meriah. Untuk lomba tweet, jumlah peserta mencapai lebih dari 50 orang. Sedangkan lomba menulis blog diikuti oleh 174 peserta. Kami merasa sangat bahagia, karena ternyata masih banyak masyarakat kita yang peduli pada Pancasila, dan penuh semangat dalam mengikuti lomba yang diselenggarakan.

* * *

Pengalaman luar biasa benar-benar saya rasakan ketika membaca satu-persatu naskah para peserta. Lewat rangkaian kata, mereka menyatakan cinta kepada Pancasila dan Indonesia. Ada tulisan Ipul Gassing yang membandingkan keberagaman negeri kita dengan Afganistan. Ada Adlil Umarat yang menawarkan solusi lewat tindakan nyata, bukan wacana semata. Ada Widhawati yang menawarkan langkah-langkah praktis dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di social media. Dan masih banyak tulisan bagus lainnya. Selengkapnya bisa Anda baca pada lembaran-lembaran buku ini.

Tulisan para peserta lomba menulis blog ini terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Karena itulah, kami dari Dapur Buku mengambil inisiatif untuk menerbitkannya menjadi buku (padahal ini di bukan bagian dari kesepakatan dengan Yayasan Pusaka Indonesia).  Kami berharap, semoga pendokumentasian tulisan-tulisan seputar Pancasila ini bisa memberikan sedikit warna bagi perubahan bangsa kita ke arah yang lebih baik. Aamiin….

Mewakili panitia, saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Pusaka Indonesia atas idenya yang luar biasa. Terima kasih kepada para peserta lomba atas tulisan-tulisan Anda yang sangat keren. Terima kasih kepada para juri (Donny BU dan Amril Taufik Gobel) yang telah bekerja keras dalam memilih tulisan-tulisan terbaik yang layak menjadi pemenang.

Terima kasih dan salam sukses untuk kita semua!

Jonru
Direktur Dapur Buku
Salah Seorang Juri Lomba Menulis Blog Pusaka Indonesia 2013

Tulisan ini dimuat di buku “Pancasila, Apa Kabar?” (antologi tulisan para pemenang lomba menulis blog Pusaka Indonesia 2013)

Iklan

2 responses to “Pancasila, Apa Kabar?

  1. Nilai Pancasila dan prakteknya sudah hampir luntur di negeri kita tercinta ini padahal Pancasila adalah pandangan hidup kita dan identitas kita
    Semoga dengan adanya lomba sekaligus penerbitan buku ini bisa mengingatkan masyarakat luas dan sekaligus menggerakkan hati mereka untuk mulai mewujudkan Pancasila di tengah2 terpaan ideologi barat

    Suka

  2. Isidorus Lamatapo

    sepertinya pancasila saat ini sila-silanya sudah tersilat . Orang mengimplementasikan Pancasila semau gue. Semoga Buku tentang Pancasila menyadarkan pembaca untuk mewujudnyatakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata secara lebih baik.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s