Mengapa Nonmuslim Seolah-olah Setuju dengan Konsep “Semua Agama Benar” ala JIL?


jil sesat

 

WARNING: Tema tulisan ini mungkin terasa “pedas” bagi sebagian orang. Karena itu, sebelum membacanya, ada baiknya Anda baca dulu tulisan saya lainnya yang berjudul “When Fanatik Meets Toleransi”, agar Anda paham bahwa tulisan ini sama sekali tidak mengandung arti saya anti toleransi 🙂

* * *

Jaringan Islam Liberal (JIL) adalah salah satu aliran sesat yang sangat berbahaya. Namun berita buruknya, banyak sekali masyarakat Indonesia yang sealiran dengan mereka. Karena itulah, izinkan pada edisi hari ini, saya secara khusus membahas salah satu bukti utama dari kesesatan JIL.

“Semua agama benar.” Inilah salah satu doktrin JIL yang sangat menyesatkan. Tanpa melibatkan dalil agama pun, doktrin ini sudah terbukti sangat CACAT dari segi LOGIKA.

Jika memang benar semua agama sama, seharusnya SECARA LOGIKA semua ajaran agama memiliki doktrin seperti itu, bukan? Seharusnya Kristen. Budha, Hindu dan agama-agama lain pun berpendapat bahwa semua agama benar.

Tapi mari kita lihat faktanya. Kita ambil contoh ajaran Kristen.

Ketika searching di Google, saya ketemu dengan artikel yang berjudul “Apakah Yesus Satu-satunya Jalan ke Surga?” Selengkapnya bisa dibaca di sini. Berikut cuplikannya:

Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan karena Dia adalah satu-satunya yang dapat membayar hutang dosa kita (Roma 3:23). Tidak ada agama lain yang mengajarkan dalamnya dan seriusnya dosa kita dan akibat-akibatnya. Tidak ada agama yang menawarkan pembayaran dosa seperti yang disediakan oleh Yesus.

Dari kutipan di atas, sangat jelas bahwa Kristen mengajarkan bahwa hanya agama mereka yang benar, hanya agama mereka yang bisa membawa manusia ke surga. Jadi Kristen termasuk agama yang TIDAK SETUJU dengan doktrin “semua agama benar” ala JIL.

Saya belum meneliti ajaran agama lain. Tapi saya yakin, agama-agama lain pun pasti punya doktrin yang sama, bahwa hanya agama mereka yang benar, sedangkan agama lain tidak benar.

Sedangkan Islam pun tentu saja termasuk agama yang mengajarkan hal serupa: Hanya Islam yang bisa membawa seseorang ke jalan keselamatan, hanya Islamlah ajaran yang lurus dan bisa membawa kita ke surga.

Intinya, yang berkata “semua agama benar” hanyalah JIL. Justru semua agama di dunia ini memiliki doktrin yang sangat bertolak belakang dengan ajaran JIL ini. Jelas sekali, ini merupakan hal yang sangat kontradiktif dan sangat tidak logis.

“Tapi saya sering mendengar teman-teman nonmuslim berkata, “Semua agama itu baik, semuanya mengajarkan kebaikan. Gimana, dong?”

Oke, begini teman:
Dalam hal ini kita harus memahami sebuah gejala psikologis ketika kaum minoritas berhadapan dengan kaum mayoritas. Jika kamu seorang Muslim dan keadaan mengharuskan kamu berada di lingkungan orang-orang Budha misalnya, dan hanya kamu seorang diri yang beragama Islam di tempat tersebut, maka pasti kamu tidak akan berani terlalu “vocal” dalam menyuarakan idealisme keislaman kamu. Pasti ada beberapa ucapan diplomatis yang harus kamu ucapkan, demi menjaga perasaan para mayoritas.

Seperti itulah gambarannya. Ketika ada teman nonmuslim berkata, “Semua agama itu baik, semuanya mengajarkan kebaikan,” saya percaya itu hanyalah ucapan diplomatis ketika mereka berposisi sebagai minoritas di depan kaum mayoritas. Padahal di dalam hati, mereka pasti berkata, “Hanya agama kami yang benar. Agama kamu tidak benar.” Bahkan ketika mereka berkumpul dengan teman-teman satu agama, dan tak ada umat agama lain di tempat itu, pasti ucapan mereka benar-benar berbeda.

Intinya, teman-teman nonmuslim sebenarnya hanya “seolah-olah setuju” dengan doktrin JIL mengenai “semua agama benar” tersebut. Padahal aslinya mereka pun sebenarnya sangat tidak setuju (kecuali jika ada di antara mereka yang pola pikirnya sudah seperti orang JIL juga).

Dalam konteks seperti ini pulalah, tidak heran jika kebanyakan nonmuslim di Indonesia sangat simpati bahkan mendukung JIL. Kenapa? Karena doktrin “semua agama benar” yang selalu digembar-gemborkan JIL itu merupakan “obat pelipur lara” di tengah “perasaan tak berdaya” kaum minoritas di depan kaum mayoritas (padahal aslinya, itu hanya perasaan mereka. Faktanya, tidak selamanya kaum mayoritas dengan sengaja membuat para minoritas menjadi tak berdaya). Terlebih lagi karena JIL selalu membela mereka, makin lengkaplah simpati dan dukungan mereka terhadap JIL.

(Aneh juga, karena orang-orang JIL yang mengaku beragama Islam, justru selalu membela agama lain dan menyerang agama mereka sendiri. Dan inilah salah satu keanehan dan ketidaklogisan JIL lainnya).

Mohon maaf sebesar-besarnya. Tulisan saya ini sama sekali tidak mengandung arti bahwa saya anti toleransi dan benci terhadap pemeluk agama lain. Silahkan baca tulisan saya lainnya yang berjudul  “When Fanatik Meets Toleransi” untuk mengetahui konsep fanatik dan toleransi yang sebenarnya.

Tulisan saya ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk “menyerang” agama lain. Tulisan ini hanyalah untuk mengcounter pandangan orang-orang JIL yang sangat menyesatkan dan sangat aneh dari segi logika.

Buat teman-teman yang belum kenal apa itu JIL, dan ingin menyelamatkan aqidah Anda dari bahaya virus sekularisme, liberalisme dan pluralisme yang diajarkan oleh JIL, saran saya belajarlah lebih banyak mengenai ajaran Islam yang sebenarnya. Anda bisa berkunjung ke website www.indonesiatanpajil.org, atau follow aku @tanpajil di Twitter. Jangan lupa, baca juga buku-buku yang isinya membahas kesesatan JIL dan antek-anteknya. Salah satunya adalah buku Sekuler Loe Gue End yang saya tulis bersama pendiri gerakan #IndonesiaTanpaJIL, Akmal Sjafril, dan Abdurrahman Abu Aisyah.

Semoga bermanfaat, salam sukses selalu!

Jonru
Follow me: @jonru

Iklan

11 responses to “Mengapa Nonmuslim Seolah-olah Setuju dengan Konsep “Semua Agama Benar” ala JIL?

  1. Ahmad Fajar Septian

    Mungkinkah ada Jaringan Kristen Liberal, Jaringan Buddha Liberal, Jaringan Hindu Liberal, dan lain-lain?

    #komen klise 😥

    Suka

  2. Kok aneh bahasa ulil menghujat al quran dg mengatakan perempuan islam tdk boleh menikah dg laki2 non muslim sdh tdk relevan. Brarti dia menghina al quran tdk relevan di masa kini. Pdhl dlm al quran sdh jls dikatakan budak muslim lbh baik utk dinikahi drpdp org kafir. Ulil go to hell

    Suka

  3. Ulil, pentolan kakap JIL “mengaku” beriman kepada Rasulullah tapi memprotes finalitas kenabiannya. Logika? Jelas JIL kaum munafik seperti yang telah diterangkan dalam Al Qur’an

    Suka

  4. Semoga kita dijauhkan dari pelencengan akidah, amin….

    Suka

  5. saya sangat senang membaca artikel anda pak jonru. saya memang sangat fokus mempelajari pemikiran JIL ini. dan saya sangat senang lagi jika pak jonru juga serng-sering menulis artikel yang anti terhadap paham JIL ini. saya pun sedang melakukan hal yang sama yaitu memperbanyak artikel2 untuk membantah pemikiran JIL. akan lebih baik jika kita mengajak teman2 untuk menulis artikel yang menangkal pemikiran mereka. mari kerjasama pak jonru.

    Suka

  6. sebenarnya tidak aneh sih jika kita sering mendengar jil melecehkan agama Islam .. kenapa? karena jil itu sendiri memang dirancang untuk menghancurkan agama Islam DARI DALAM.. Untuk itu sebaiknya kita doakan mereka segera taubat jika tidak ya tentu mudah2n segera ditimpa azab Allah.. Aamiin

    Suka

  7. Banyak orang yang mengaku menjunjung Pluralisme Agama namun kenyataan mempertahankan keegoisan yang ngawur karena melebur dengan keyakinan lain alias di wilayah ektern namun dirinya masih berpayung pada keyakinan intern. Pada akhirnya, bisa jatuh pada lembah ATEIS = KEIMANAN TANPA KEPASTIAN alias NIHILISME KEIMANAN/KEYAKINAN.

    Suka

  8. Bicara Islam maka hakekat kebenaran ketuhanan dan utusan adalah mempercayai bahwa hakekat Tuhan adalah Allah dan Nabi Mukhammad SAW adalah dasar arah jalan untuk kebenaran keyakinan ketuhanan dan utusan yang semua utusan memberikan khabar “dasar arah jalan kebenaran” Nabi Mukhammad SAW

    Suka

  9. dimas adilaksono

    islam mengajarkan kepada umatnya bahwa paham yang dibenarkan adalah pluralitas,bukan pluralisme,paham pluralisme yang digagas oleh jil ini sungguh menyesatkan n membahayakan akidah umat islam ahlussunah wal jamaah karena menentang syariat islam n menyatakan semua agama di dunia ini sama n mampu menjamin penganutnya masuk surga jannatul naim,padahal dalam surah al-imran ayat 19:sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah SWT ialah agama islam, dalam surah al-imran ayat 85:barang siapa yang mencari agama selain islam,maka agamanya tidak akan diterima n di akhirat mereka termasuk orang2 yang merugi

    Suka

  10. dimas adilaksono

    paham pluralitas yang dianjurkan dalam islam adalah kita cukup menghargai orang yang berbeda keyakinan dengan kita ketika mereka sedang beribadah,mempersilahkan mereka beribadah menurut keyakinan mereka dan tidak mencaci atau merusak sembahan2 mereka,agamaku agamaku,agamamu agamamu(qs. al-kafirun:6)

    Suka

  11. Yang berkomentar disini orang pandai semua. Nah, silahkan berfikir dengan logika masing-masing.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s