Rahasia Hidup Bahagia: Perbanyak Maklum!


Pernahkah Anda stres karena memikirkan sikap, tindakan, perlakuan atau reaksi orang lain yang tidak sesuai harapan? Tidak sesuai yang Anda inginkan? Pernah? Atau sering?

Seorang ayah stres karena anaknya tak mau menuruti perintahnya. Seorang istri stres karena suaminya kurang romantis. Seorang pemuda stres karena sahabatnya berteman dengan orang yang dia benci. Seorang ketua RT stres karena warganya kurang menghormati dia.

Sering seperti itu?
Jika ya, mari saya tunjukkan sebuah RAHASIA HIDUP BAHAGIA.

Di dunia ini, ada hal-hal yang bisa kita kendalikan, namun ada pula yang tidak bisa kita kendalikan.

Yang bisa kita kendalikan adalah segala sesuatu yang berada pada DIRI KITA SENDIRI. Pikiran kita, tangan kita, mata kita, telinga kita, mulut kita, perasaan kita, nafsu kita, dan seterusnya.

Karena bisa kita kendalikan, maka kita bisa “menyuruh” mereka sesuka-suka kita, sekehendak kita. Pasti mereka menurut. Karena mereka semua ada di bawah kendali kita (tentu saja, semua itu pasti atas izin Allah).

Adapun yang tak bisa kita kendalikan adalah semua hal DI LUAR diri kita. Apapun itu. termasuk anak kita, istri kita, ibu kita, hewan piaraan kita, cuaca di sekitar kita, dan seterusnya.

Memang kita bisa membuat anak atau istri kita menuruti keinginan kita. Tapi TIDAK SELAMANYA bisa. Kadang-kadang mereka membantah, tidak menurut, bahkan mengecewakan kita. Artinya, kita tak mungkin bisa mengendalikan mereka 100% sesuai yang kita inginkan, walau mereka adalah orang-orang yang paling mencintai kita.

Kita tak bisa mengendalikan mereka 100%, dan itulah yang sering membuat kita kecewa, jengkel, stres, frustasi, dan sebagainya. Itulah – antara lain – yang membuat kita TIDAK BAHAGIA.

Maka KUNCI HIDUP BAHAGIA adalah:
Perbanyak maklum terhadap hal-hal yang berada di luar kendali kita. Jangan mengharapkan semua orang berbuat/bertindak sesuai yang kita harapkan/inginkan, sebab itu pasti sangat tidak mungkin.

Jika seseorang mengecewakanmu, maklumi saja. Berpikir positif saja. “Mungkin dia tidak bermaksud membuatku kecewa. Mungkin dia menganggap perbuatannya itu biasa-biasa saja, tidak sadar bahwa itu membuatku kecewa. Mungkin dia punya alasan tertentu ketika melakukan itu, yang belum kupahami. Mungkin dia sedang ada masalah besar dalam hidupnya, dan diriku yang jadi pelampiasannya. Mungkin karakter dia memang seperti itu, mau bilang apa lagi?”

Inti dari MAKLUM adalah berpikir positif, mencoba berempati dan memahami orang lain.

NB:

1. “Perbanyak maklum” ini adalah salah satu nasehat yang pernah diberikan oleh almarhum ayah saya. Semoga bermanfaat bagi kit semua.

2. Tentu saja, pada tahap tertentu kita juga bisa BERTINDAK TEGAS jika sikap/perlakuan/perbuatan orang lain sudah di luar batas kewajaran. Memarahinya, menegurnya, menasehatinya, menghukumnya, dan sebagainya.

Iklan

3 responses to “Rahasia Hidup Bahagia: Perbanyak Maklum!

  1. setuju sekali pak… hanya ingin menambahkan,, rahasia terpenting hidup bahagia ada dalam hati. hati kita harus dilatih untuk selalu mengingat tuhan, dan harus diniatkan dalam melakukan hal apapun hanya karena allah semata.karena tuhanlah yang memiliki alam semesta ini dan segala sesuatunya. jika hati selalu dzikir dan mengingat tuhan maka kita akan sadar segala sesuatunya itu terjadi karena tuhan diperuntukkan untuk kita sebagai lahan untuk beribadah kepadanya. maka kita pun akan selalu bahagia…

    Suka

  2. terimakasih pak atas artikelnya.. dlam hidup betul sekali kita harus selalu bahagia…

    Suka

  3. like, ijin share ya pak 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s