“Tuhan Melindungiku Justru dengan Kelemahanku”


Jika Anda seorang istri, pasti bangga punya suami yang pintar ilmu bela diri. Dia akan mampu melindungi Anda jika ada yang mengganggu atau menyerang. Dia akan tampil sebagai Superman bagi Anda.

Kekuatan memang bisa jadi pelindung yang andal bagi siapa saja. Itulah sebabnya, seorang pemuda – sebut saja namanya Syarif – merasa minder karena punya satu kelemahan. Dia tak pernah berani menyatakan cinta pada gadis yang dia taksir. Akibatnya, hingga usia 20 tahun dia belum pernah pacaran.

“Bagaimana mungkin saya pacaran lalu menikah, jika tak pernah berani menyatakan cinta?” ia mengeluh dengan galau. Rasanya tersiksa sekali karena punya kelemahan seperti itu.

Di usia 21 tahun, Syarif mulai rajin ikut pengajian. Dia berguru pada seorang ustadz yang ilmu agamanya sangat baik. Dari sang guru itulah, Syarif mendapat pengetahuan bahwa pacaran itu lebih banyak mudharatnya. Isinya hanya zinah, maksiat. Dan tak ada jaminan bahwa orang pacaran akan menikah. Sudah demikian banyak bukti, orang yang pacaran dengan A, tapi menikahnya dengan B. Bahkan banyak yang tak berani ketika diajak menikah. Intinya, pacaran hanya jadi ajang menumpuk dosa.

“Itulah sebabnya, Islam melarang pacaran. Hukumnya haram,” ujar sang ustadz.

“Lho, kalau tidak pacaran, gimana bisa menikah?” Syarif keheranan.

“Tentu bisa, dong. Dalam Islam, ada cara bagus untuk mencari jodoh, yakni ta’aruf. Dengan ta’aruf, kamu tak perlu takut karena punya kelemahan tak berani menyatakan cinta. Jika naksir seorang gadis, kamu bisa minta tolong pada saya untuk menyampaikan isi hati kamu padanya. Jika dia juga suka padamu, maka kamu bisa langsung melamarnya. Asyik, kan?

Ta’aruf itu simpel, bebas dari resiko patah hati dan zinah. Cocok bagi pria yang berani menyatakan cinta, cocok juga bagi pria yang tak berani menyatakan cinta.”

Syarif manggut-manggut. Dia seketika sadar, bahwa ketidakmampuannya menyatakan cinta memang sebuah kelemahan. Tapi justru karena kelemahan itulah, dia terbebas dari gaya hidup berpacaran yang banyak mudharatnya. Tuhan melindungi Syarif justru melalui kelemahan yang dia miliki.

Jadi, ketika kita punya kelemahan, dan itu seringkali membuat kita menyesali diri, menyesali nasib, menyesali takdir, bahkan sering menyalahkan Tuhan… coba mulai sekarang kita berpikir sebaliknya. Justru, kelemahan itu merupakan bukti cinta Tuhan pada kita. Justru dengan kelemahan itu, Tuhan melindungi kita dari berbagai macam perbuatan maksiat.

“Aku memang buta, tak bisa melihat. Tapi justru dengan keadaan seperti ini, aku terhindar dari dosa melihat aurat wanita. Alhamdulillah, seperti inilah cara Allah melindungiku,” ujar seorang tunanetra pada sinetron Para Pencari Tuhan.

NB: Syarif adalah salah satu karakter tokoh utama pada novel saya yang insya Allah segera terbit 🙂

Iklan

One response to ““Tuhan Melindungiku Justru dengan Kelemahanku”

  1. betul banget pak…. apa pun yang terjadi atas kehendakNYA. terkadang kita mengeluh kepada tuhan padahal tuhan telah merencanakkan yang paling terbaik untuk kita

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s