Modus Penipuan: Pura-pura Sok Akrab. WASPADALAH!


Saya beberapa kali berhadapan dengan penipu yang pakai modus pura-pura sok akrab. Dulu awalnya saya belum sadar bahwa mereka penipu. Tapi setelah diberitahu oleh teman, barulah saya ngeh. Alhamdulillah, hingga hari ini saya masih selamat dari penipuan seperti itu.

Seperti apa sih, penipu yang pakai modus sok akrab itu? Berikut saya ceritakan saja pengalaman saya, sebagai contohnya.

Pengalaman pertama terjadi bertahun-tahun lalu, ketika Facebook bahkan Friendster belum ada. Saat itu, seseorang menyapa saya lewat Yahoo! Messenger.

“Halo, apa kabar?”
“Maaf ini siapa?”
“Teman lama kamu.”
“Teman yang mana, ya?”
“Masa kamu tak tahu?”
“Tidak. Siapa?”
“Kalau kamu penasaran pengen tahu siapa saya, temui saya di hotel X sore ini jam sekian.”

Walah! Saya tertawa ngakak membaca jawaban terakhirnya itu. Ngapain juga saya menemui dia? Emang saya penasaran? Sama sekali tidak! Saya tidak berkepentingan apapun. Maka dia pun segera saya cuekin.

Pengalaman kedua terjadi sekitar tahun 2005. Saat itu, saya sedang berjalan kaki menuju kantor seorang teman di Wisma Indocement. Cukup nekad juga saya ketika itu, karena berani melewati ruas jalan yang sedang sepi.

Seorang bapak berusia sekitar 45 tahun tiba-tiba mencegat saya.

“Halo, apa kabar?”
“Baik.”
“Masih ingat saya?”
“Tidak. Maaf, Bapak siapa, ya?”
“Kita dulu teman akrab.”
“Masa, sih? Teman di mana, Pak?”
“Coba kamu tebak, kita dulu ketemu di mana.”
“Hm…, mungkin di Slipi kali, ya?”
“Iya, di situ. Slipi.”
Lalu si Bapak ini minta izin untuk bercerita. Saya pun mempersilahkannya.

Dia pun berkata bahwa dirinya baru saja keluar dari penjara karena kasus pembunuhan. Lalu sekarang dia pengangguran, banyak hutang, dikejar-kejar orang, dan seterusnya.

Awalnya saya simpati mendengar ceritanya itu. Tapi karena makin lama makin membosankan dan makin mencurigakan, maka segera pembicaraannya saya potong. “Maaf Pak. Saya buru-buru. Pamit dulu ya.”

Saya pun segera pergi dari situ. Alhamdulillah, tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan terhadap saya.

Pengalaman ketika terjadi sekitar dua minggu lalu. Seseorang tak dikenal menelepon saya.

“Halo, apa kabar?”
“Maaf ini siapa?”
“Teman kamu.”
“Teman yang mana?”
“Coba tebak, kita dulu ketemu di mana.”
“Saya tak mau menebak-nebak. Sebutkan saja siapa kamu.”
Masa kamu tidak tahu siapa saya?”
“Ah, penipu lu!” ujar saya, lalu KLIK! Saya putus saja hubungan teleponnya.

Pengalaman keempat, terjadi barusan saja. Dan itulah yang menggerakkan saya menulis artikel ini.

Handphone saya berdering, dan segera saya angkat.

“Halo, akhirnya kita ketemu lagi,” ujarnya.
“Maaf, ini siapa?” tanya saya.
“Teman kamu.”
“Teman yang mana?”
“Masa gak tahu?”
“Tak tahu. Siapa?”
“Agus.”
“Agus siapa?”
“Emang kamu tak kenal Agus?”
“Agus itu banyak. Kamu Agus yang mana.”
“Coba tebak Agus yang mana.”
“Ah, penipu lu!”

Segera saya putus hubungan teleponnya. Dan sekitar satu menit kemudian dia mengirim SMS yang bunyinya, “Babi lu!”

Saya cuekin saja. Ngapain meladeni orang seperti itu?

* * *

Jika teman-teman menyimak keempat pengalaman saya di atas, maka ada persamaan yang sangat jelas di antara mereka:

1. Menyapa kita dengan sok akrab, pura-pura kenal. Sebab pada dasarnya, mereka sama sekali tak kenal kita, kok.

2. Begitu kita bertanya mengenai dirinya, yang dia lakukan adalah balik bertanya. “Coba tebak.” “Masa kamu gak tahu?” “Coba ingat-ingat, deh.” Dan seterusnya.

3. Begitu kita memberikan jawaban apapun, dia akan membenarkannya. Contohnya seperti pengalaman pertama di atas. Saya menyebut Slipi, maka dia pun berkata, “Betul. Di Slipi.” Kalau misalnya saya menjawab, “Grogol,” pasti dia pun akan berkata, “Betul, di Grogol.”

Intinya, dia hanya mengikuti arus kita. Tapi tanpa sadar, kita yang terbawa arus olehnya.

Jika kita terpedaya dan gampang percaya pada orang sok akrab seperti itu, maka ujung-ujungnya mereka akan minta uang.

Banyak teman yang berkata, orang-orang seperti itu pakai hipnotis untuk menjebak si calon korban. Jadi kita benar-benar harus waspada.

Saran saya:

Jika Anda ketemu atau dihubungi oleh orang dengan gejala-gejala sebagai berikut:

1. Dia menyapa Anda tanpa pernah menyebutkan nama Anda

2. Setiap pertanyaan kita, dia jawab dengan bertanya balik. Kita disuruh menebak dan seterusnya

3. Apapun jawaban kita, langsung diiyakan olehnya.

Maka WASPADALAH! Itu pasti penipuan! Sebaiknya tak perlu diladeni.

Semoga bermanfaat, ya.

Jonru

Iklan

5 responses to “Modus Penipuan: Pura-pura Sok Akrab. WASPADALAH!

  1. hemmm bener bener pak, di telpon di online di kehidupan nyata pun ada saja modus penipuan. kita patut berhati hati tapi jangan berburuk sangka

    Suka

  2. Pengalaman Pribadi 3 bulan lalu:

    Sekitar jam 19.30-an, telp berdering sy mendpt telp
    di ponsel tertulis dilayar hape nama operator seluler nasional.
    operator: bla..bla..bla Selamat pa no telp bpk (disebutkan dg benar)
    menjd pemenang 15jt, pengumuman sdh disiarkan di tv nasional.
    saya: (ragu krn sdh sering dengar penipuan)
    Operator:Senang donk pak!, bla..bla..bla..kami mau kirimkan via rekening bank bpk skr
    bisa tlng sebutkan no rekening nya, silakahkan bp ke ATM utk melihat klo sdh km transfer
    Saya: (ragu knp dia tdk tau/sebutkan nama saya sbg pemenang)
    Operator:Untuk ke ATM bp butuh berapa lama?
    Saya: ATM agak jauh pak, krng lebih 1jam
    (telp terputus krn niat di speaker, malah pejet stop/reject)
    operator: telp lagi. Kenapa putus pak? tombolnya jangan dipencet-pencet pak
    saya : oo gitu ya pa
    Operator: (sambil tanya py kendaraan tdk) Tapi bp bisa ke ATM skr pake kendaraan kan?
    nanti telp nya tdk usah dimatikan ya pak. Kalo sdh sampai ATM bpk tinggal bicara HALO..HALO..HALO “kode”
    Saya: (makin curiga) Tunggu sebentar sy mau tanya,knp mesti buru2 pa? skr gini aja klo memang sy pemenang undian
    kirim saja ke rekening saya, besok sy cek di ATM.
    Operator: Ya sudah MANA NO REKENINGNYA, sebutkan (nama operator meninggi)
    Saya: Ya agak lama pak, saya kan belum nyari-nyari dulu taruh dimana buku bank saya.
    Operator:(nadanya makin kedengaran sewot) Bpk mau hadiahnya engga? kalo engga mau ya sudah!!!
    Operator: tut..tut..tut telpon dimatikan seketika.

    Intinya, Awas penipuan berkedok pemenang hadiah. pinter-pinter kita.
    Hal yg perlu diperhatikan dr kejadian diatas:
    1. Operator penipu ingin mengimingi kita, sehingga kita lengah
    2. operator penipu tdk memberikan kesempatan kita untuk menyelak pembicaraan, ngomong terusss
    3. operator penipu berharap kita melakukan tindakan SEKETIKA sprt yang di inginkannya.

    Keganjilan yg bisa diambil hikmahnya:
    1. Telpon pd saat itu jam 19.30-an, logikanya ga pantas diluar jam operasional bank mengumumkan pemenang bukan…
    2. Operator penipu tdk mampu menyebutkan nama kita. Aneh, krn saat mendftar perdana kita tulis nama kita utk registrasi.
    3. Hebatnya teknologi,adl saat awal perdana telpon berdering yg membuat sy percaya adl no panggilan masuk bertuliskan
    nama sebuah operator nasional indonesia. walaupun di phonebook saya tidak ada.
    4. Saat telepon antara dia dan saya, sempat terputus krn sy niat speaker phone salah pejet, malah saya pejet tombol stop
    operator telp lagi. Nah disinilah yg menguatkan NO TELP ASLINYA keluar. Nomor nya adalah nomor biasa tdk lagi memakai
    nama operator nasional.
    5. Saya adukan kasus penipuan ini ke kepolisian secara online, beserta no hapenya.

    Suka

  3. Si agus itu nomernya +6281262139333 bukan ? Gw juga ditelp2 dia tuh.

    Suka

  4. Dilaporkan saja kesini bila ada penipuan apapun bentuknya; http://www.laporpolisi.com/

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s