Tentang Hari Natal, Sudahkah Kita Saling Menghormati Keyakinan?


Sudahkah kita benar-benar SALING MENGHORMATI KEYAKINAN? Mari kita cek:

Umat Kristen MEYAKINI bahwa Yesus itu Tuhan. Mereka juga yakin bahwa 25 Desember merupakan tanggal lahir Yesus. Lalu mereka merayakan Natal pada tanggal 25 Desember.

Umat Islam MEYAKINI bahwa Yesus atau Isa itu nabi, bukan Tuhan. Mereka juga meyakini bahwa 25 Desember bukan tanggal lahir Nabi Isa. Lalu mereka TIDAK mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristen, karena itu sama saja artinya dengan mengakui Nabi Isa sebagai Tuhan, dan mengakui bahwa 25 Desember merupakan tanggal lahir Nabi Isa.

Umat Islam MENGHORMATI KEYAKINAN UMAT KRISTEN dengan cara membiarkan dan memberi mereka kesempatan untuk merayakan Natal.

“Dipersilahkan. Kami tak akan mengganggu kalian, tak akan mempermasalahkan keyakinan kalian yang menurut kami tidak benar. Keyakinan adalah hak Anda sebagai manusia. Dipersilahkan merayakan keyakinan kalian. Walau kami menganggap keyakinan kalian itu aneh dan tidak masuk akal, tapi kami menghargai dan menghormatinya. Sebab keyakinan adalah hak Anda sebagai manusia.”

Umat Kristen MENGHORMATI KEYAKINAN UMAT ISLAM yang menganggap bahwa mengucapkan Natal itu hukumnya haram. Karena itu, mereka santai dan tenang saja ketika umat Islam tak mau mengucapkan natal. Mereka bersikap biasa-biasa saja, sebab mereka MENGHORMATI KEYAKINAN UMAT ISLAM.

“Dipersilahkan. Kami tak akan mempermasalahkan keyakinan kalian, tak akan tersinggung, tak akan marah oleh sikap kalian. Karena itu bagian dari keyakinan kalian. Walau kami menganggap alasan Anda tidak mengucapkan Natal itu aneh, naif, konyol, lucu, tidak masuk akal, tapi kami menghargai dan menghormatinya. Sebab keyakinan adalah hak Anda sebagai manusia.”

Seperti itulah caranya, saling menghormati keyakinan. Saling menghargai. Saling membiarkan.

Sudahkah kita seperti itu? Atau kita justru hanya menuntut umat agama lain untuk menghormati keyakinan kita, sedangkan kita sendiri tidak menghormati keyakinan mereka?

Mari sama-sama intropeksi diri  🙂

Iklan

2 responses to “Tentang Hari Natal, Sudahkah Kita Saling Menghormati Keyakinan?

  1. Ping-balik: Tiga Fenomena Aneh Seputar Hari Natal | Jonru Ginting

  2. Ping-balik: Empat Fenomena Aneh Seputar Hari Natal | Jonru Ginting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s