Mengapa Ucapan “Selamat Natal” Bisa Mengganggu Iman Seorang Muslim?


Katakanlah Si A hanya rakyat biasa. Tapi karena ada kesalahpahaman, masyarakat mengira dia raja, lalu dinobatkan jadi raja.

Anda termasuk orang yang tahu bahwa A hanya rakyat biasa. Anda merasa aneh, “Kok tiba-tiba dia jadi raja?”

Jika kondisinya demikian, bersediakah Anda mendatangi A dan berkata padanya, “Selamat ya, atas terpilihnya Anda menjadi raja.”

Saya yakin, Anda pasti tidak mau. Kalaupun mau, pasti karena terpaksa, karena ada KEPENTINGAN tertentu, atau karena alasan-alasan lain. Yang jelas, pasti itu bukan ucapan tulus.

Jika Anda mengucapkan itu dengan tulus, maka itu berarti Anda memang mengakui bahwa A benar-benar seorang raja. Bukan rakyat biasa.

Sekarang mari kita bicara tentang HARI NATAL:

Bagi umat Islam, Yesus atau Isa adalah Nabi, bukan Tuhan. Lantas ada umat agama lain yang mempertuhankannya. Bagi umat Islam, mempertuhankan Yesus adalah kekeliruan. Sebab itu sama saja seperti cerita tentang si A di atas, yang hanya rakyat biasa tapi dinobatkan jadi raja.

Berita baiknya, Islam mengajarkan toleransi. Walau kita tidak menyetujui keyakinan mereka, walau kita menganggap itu salah, tapi kita menghormati mereka. Kita biarkan mereka merayakan keyakinan mereka. Sebab keyakinan adalah salah satu bagian dari hak asasi manusia.

Inilah makna toleransi yang sebenarnya.

Namun jika kita mengucapkan, “Selamat Hari Natal,” kepada umat Kristiani, itu sama saja dengan ucapan, “Selamat atas terpilihnya Anda menjadi raja,” pada cerita di atas.

Banyak orang yang bertanya, “Apakah hanya ucapan selamat Natal bisa membuat seseorang menjadi kafir? Apakah ucapan selamat Natal bisa mengganggu iman seseorang?”

Jika memahami cerita dan analogi di atas, saya yakin Anda kini sudah tahu jawabannya.

Toleransi adalah membiarkan, menghargai, menghormati. BUKAN MENGIKUTI.

NB: Kalau Anda tidak setuju dengan artikel ini, silahkan bantah dengan argumen yang cerdas dan sikap bijaksana. Jika Anda marah setelah membaca artikel ini, berarti justru Anda yang tidak toleran karena tidak menghargai keyakinan si penulis artikel ini, hehehe… 😀

Iklan

3 responses to “Mengapa Ucapan “Selamat Natal” Bisa Mengganggu Iman Seorang Muslim?

  1. Ping-balik: Tiga Fenomena Aneh Seputar Hari Natal | Jonru Ginting

  2. Horas, mejuah2!
    Terima kasih untuk artikelnya bung Jonru.
    Tapi sepertinya analogi bung Jonru sedikit keliru.

    Harusnya ada seseorang X yang mendatangi orang lain, Y. Lalu X mengucapkan selamat, karena saat ini Y sudah mempunyai raja baru, yaitu A. Walaupun X tau, A itu dulunya adalah rakyat biasa.
    🙂
    Jadi menurut pandangan pribadi saya, X tidak salah karena :
    1. X tidak dipaksa oleh Y untuk mengucapkan selamat
    2. X tidak meyakini, kalau A itu adalah raja dia.

    Mungkin bung Jonru bisa lihat analogi ini juga:

    Selamat ya, atas terpilihnya presiden negara Dagelan. Ucapan dari rakyat rakyat negara Dongeng. Lalu apakah ucapan ini berarti rakyat negara Dongeng mengakui bahwa presiden yang baru saja terpilih tersebut adalah presiden mereka juga?

    Kira2 begitu analogi nya bung Jonru.

    Suka

  3. permisi untuk tuan bootstrap, mungkin di sini saya akan meluruskan maksud bung jonru dalam perumpamaan yang ia buat.
    Dalam perumpamaan tsb si A adalah rakyat biasa yang sudah memiliki raja. Dan apabila si Y mengangkat A menjadi raja di dalam wilayah kekuasaan raja sebelumnya sedangkan raja tersebut masih hidup.
    Sedangkan si X adalah rakyat dari raja sebelumnya. Dan apabila raja sebelumnya melarang seluruh rakyatnya untuk mengucapkan “selamat” kepada si Y yang sudah mengakat A sebagai rajanya.
    Si Y berhak mendapatkan ucapan “selamat” bila raja A memiliki wilayah kekuasaan sendiri dan bukan menjadi raja di dalam wilayah raja lain.
    Terima kasih atas kesempatannya, mohon maaf bila ada salah perkataan atau menyinggung seseorang. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s