Monthly Archives: Januari 2014

Ciri-ciri Haters


ciri_ciri_hatersSaat ini, istilah haters menjadi ngetop di dunia maya. Tapi karena belum ada definisi yang jelas, orang sering dengan gampangnya memberikan gelar haters kepada orang lain.

Misalnya ketika kita rajin mengkritik seorang tokoh, atau sebuah parpol, maka kita langsung disebut haters. Padahal bisa saja kita mengkritik itu karena peduli pada si tokoh, peduli pada si parpol. Kita ingin mereka menjadi lebih baik di hari-hari mendatang. Kalau niatnya seperti ini, apakah masih layak disebut haters?

Kebanyakan masyarakat kita menganggap kritik sebagai pertanda kebencian. Padahal coba pikirkan deh:
Orang yang mengkritik kita adalah orang yang menyediakan banyak waktunya untuk memikirkan dan mengurus kita. Itu artinya, dia sebenarnya cinta pada kita. Dia ingin melihat kita menjadi orang yang lebih baik. Hanya saja, cara dia menyatakan cinta mungkin tidak romantis, hehehe 🙂

Tidak semua kritik itu pertanda benci atau permusuhan. Tidak semua pengkritik itu haters. Bisa saja, mereka adalah pencinta.

Lantas siapa yang layak disebut haters? Baca lebih lanjut

Iklan

Nasehat Bumerang, Nasehat yang Kontradiktif


Pantun-NasehatNasehat Bumerang, Nasehat yang Kontradiktif

“Halo A,
Menurut saya, apa yang kamu lakukan terhadap B itu sangat tidak sopan. Kamu pasti melakukan itu karena iri sama dia, kan? Kamu pasti ingin membuat dia celaka dan menderita, kan? Saran saya, kamu sebaiknya POSITIVE THINKING sajalah sama si B. Sebab saya yakin si B tidak seburuk yang kamu pikirkan.” Baca lebih lanjut

Mempertuhankan Tokoh?


Ketika dulu saya pertama kali ikut tarbiyah, salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah sebuah buku mengenai pemikiran Iman Hasan Al Banna. Beliau berkata, “Satu-satunya manusia yang boleh kita taqlid kepadanya hanyalah Rasulullah. Selain dia tidak boleh.” Baca lebih lanjut

Ketika Uang Rp 2,7 Juta Salah Transfer ke Rekening Orang Lain


transfer_uang_atmKemarin sore (15 Januari 2014), saya mentransfer uang sebesar Rp 2,7 juta untuk membayar biaya percetakan buku. Ternyata salah masuk ke rekening orang lain!

Tentunya saya langsung gusar. Terbayang betapa ruginya kehilangan uang yang jumlahnya tidak sedikit, masuk ke rekening orang yang tidak berhak. Dan saya tentu saja harus kembali mentransfer uang dengan jumlah yang sama ke percetakan. Rugi dua kali, dong! Baca lebih lanjut

Merasa Paling Benar?


“Kamu jangan merasa paling benar!” Begitulah ucapan yang sering kita dengar dalam debat atau diskusi.

Ada EMPAT HAL yang perlu kita cermati dari “tuduhan” seperti ini.

PERTAMA:
Sudah menjadi fitrah setiap manusia untuk merasa paling benar. Setiap orang pasti merasa dirinya paling benar. Bahkan orang minderan pun pasti merasa paling benar dengan keminderannya itu 🙂 Baca lebih lanjut