Ternyata Teknologi Tidak Selamanya Mempermudah Pekerjaan Kita


Saya kenal seorang kakek yang lebih suka antri berjam-jam di teller bank, hanya untuk mengambil uang Rp 1 juta. Padahal dia punya kartu ATM yang tentu jauh lebih praktis.

Teknologi memang memudahkan pekerjaan manusia. Namun ternyata, tidak semua orang siap menerima teknologi terbaru. Sebab kebiasaan dan mindset mereka masih “terpenjara” di teknologi lama.

Saya pun sejujurnya masih termasuk orang yang “terpenjara” seperti itu. Walau sudah ada Handphone Android yang sangat canggih, hingga hari ini saya masih merasa lebih nyaman menggunakan laptop untuk ngetweet, update status facebook, ngeblog, menulis email, dan menulis naskah.

Saya mengikuti sejumlah group diskusi di WhatsApp dan Blackberry Messenger. Tapi entah kenapa, saya masih merasa kagok dalam berpartisipasi di sana. Rasanya lebih asyik kalau diskusi di Facebook Group atau mailing list menggunakan laptop.

Ya, saya memang pernah ngetweet, update status Facebook, menulis email dan menulis naskah pakai handphone. Tapi biasanya yang isinya singkat, ringan dan santai saja. Bahkan di dalam hati saya berkata, “Andai sikon memungkinkan, saya akan lebih senang melakukan hal ini di layar laptop.”

Ada teman yang menyarankan saya menggunakan aplikasi canggih di Android yang memungkinkan kita bisa mengetik jauh lebih cepat dan lebih mudah. Saya tak begitu tertarik. Sebab yang saya rasakan, ini bukan soal mudah tidaknya menggunakan handphone. Tapi lebih kepada soal kebiasaan dan pola pikir yang tidak terlalu mudah untuk diubah.

Bagi saya, layar HP (bahkan pc tablet yang paling lebar pun), terasa kurang asyik digunakan. Lebih asyik pakai laptop yang layarnya lebar dan keyboardnya besar. Bekerja serius sambil duduk di depan laptop rasanya lebih nyaman ketimbang pakai HP atau PC Tablet sambil tiduran di atas kasur

Teknologi ternyata tidak selamanya bersahabat dengan kebiasaan, budaya dan pola pikir kita. Namun sebagai orang yang selalu ingin bersemangat dan optimis dalam meraih sukses, saya tentu saja akan terus berusaha agar menjadi semakin akrab dengan gaya hidup mobile yang sangat canggih tersebut.

Hm.. bagaimana dengan Anda? Apakah punya keunikan juga seperti yang saya alami?

Iklan

4 responses to “Ternyata Teknologi Tidak Selamanya Mempermudah Pekerjaan Kita

  1. Btw, kalau boleh tahu software apa yang mempercepat proses pengetikan di Android Pak Jonru ?

    Suka

  2. sama seperti saya pak jonru lebih nyaman menggunakan komputer/laptop dibandingkan dengan menggunakan smart phone, begitu juga dengan BBMan, walaupun saya sudah memakai smart phone yang bisa memakai aplikasi BBM tapi anehnya saya lebih nyaman facebookan dengan menggunakan laptop 😀

    Suka

  3. M. Dhinar Zulfiqar

    Saya setuju Yah.. Terkadang kedatangan aplikasi canggih sekalipun dimobile jarang atau samasekali tidak digunakan, hehee

    Bersyukurnya alhamdulillah, tombol yang banyak di BB memudahkan saya dalam menulis ide (naskah apapun) yang kebanyakan masuk draft dan siap disempurkan di Pc/laptop

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s