Kehidupan Sex di Surga (dan Standar Ganda Orang-orang Liberal Mengenai Sex)


bidadari_surga

Catatan:
Tulisan saya kali ini – maaf sebesar-besarnya karena – membahas sesuatu yang berbau dewasa, dan disampaikan dengan bahasa yang agak “vulgar”.

Tulisan ini merupakan rangkuman dari diskusi dengan orang-orang liberal di Twitter tanggal 5 Januari 2013. Saya berusaha menyampaikan “kehidupan sex di surga” dengan bahasa yang selugas mungkin, karena tujuannya adalah untuk mengimbangi pola pikir orang-orang liberal yang selalu bersikap nyinyir dan mencela ketika kita bicara tentang bidadari surga.

Tentu saja, kenikmatan di surga bukan hanya sex. Saya menulis ini pun bukan karena tujuan saya mencari surga semata-mata karena ingin berhubungan sex dengan bidadari. Tentunya, masih banyak kenikmatan lain di surga yang bisa dinikmati oleh para penghuninya. Kebetulan saja, yang kita bahas kali ini adalah sex.

Untuk teman-teman yang BUKAN MUSLIM:
Saran saya, sebaiknya Anda tak perlu ikut diskusi pada tulisan ini. Kalaupun ikut, mohon agar bisa saling menghargai keyakinan. Sebab sepengetahuan saya, ada agama seperti Kristen yang meyakini bahwa aktivitas di surga adalah “beribadah kepada Tuhan dengan sukacita, tak ada kegiatan sex dan seterusnya” (ada beberapa teman Kristen yang menjelaskan hal itu pada saya. Maaf jika keliru).

Sedangkan pada ajaran Islam, surga berisi segala macam kenikmatan yang bisa kita nikmati sepuas-puasnya, sebagai balasan bagi orang-orang beriman yang bertaqwa. Di surga, kita bisa istirahat, santai-santai sesuka kita, menikmati semua fasilitas, kemewahan dan kenikmatan yang disedikan oleh Allah. Dan kehidupan sex merupakan SALAH SATU di antaranya (saya tekankan pada kata “salah satu”, yang berarti bukan hanya itu, masih banyak yang lain).

* * *

standar_ganda_sex

Orang-orang beriman, para aktivs dakwah, para ustadz, ulama, mereka juga manusia biasa yang pasti menyukai sex. Orang-orang liberal pun manusia biasa, mereka pun pasti suka sex.

BEDANYA:
Orang beriman hanya mau melakukan sex yang halal di dunia, dan sex bersama para bidadari di surga (jika mereka masuk surga)

Sedangkan orang-orang liberal menyukai sex bebas dan pornografi di dunia. Orang-orang yang menentang pornografi dan sex bebas mereka sebut sok suci dan munafik.

Anehnya, mereka tiba-tiba menjadi “sok suci” dan “sok munafik”, pura-pura tidak doyan sex ketika diberikan fakta mengenai bidadari atau kehidupan sex di dalam surga.

Mereka bilang, “Surga itu suci, tentu tidak pantas dikotori oleh kegiatan sex. Emang di surga ada acara ML? Kayak lokalisasi aja!”

Begitulah. Dalam pandangan orang-orang liberal, sex merupakan kegiatan yang kotor dan hina. Sehingga mereka merasa KAGOK ketika dihadapkan pada fakta bahwa di surga nanti para penghuninya boleh melakukan hubungan sex.

Ya, tentu saja sex itu kotor dan hina jika dilakukan secara bebas di dunia ini. Jika dilakukan bersama pasangan yang sah dan halal, tentunya sex merupakan salah satu ibadah suci dan bernilai pahala besar dari Allah.

Adapun kegiatan sex bersama para bidadari di surga, itu merupakan balasan atau imbalan bagi orang-orang beriman yang di dunia ini sudah dengan penuh kesabaran menahan diri dari perbuatan-perubatan maksiat, termasuk sex bebas.

sex di surga

Beberapa contoh dalil dari Al Quran mengenai hubungan sex dengan bidadari di surga. Masih mau membantah? Masih mau meledek dan mencela?

“Berzinah itu kan haram. Kenapa ente malah berkata bebas berzinah dengan bidadari di surga?”

Nah, itu pertanyaan menggelikan.

SATU:
Ketika bicara tentang kehidupan sex bersama bidadari surga, tiba-tiba para liberalis jadi sadar bahwa sex bebas itu zinah. Padahal selama ini, mereka membela sex bebas, membela pornografi, membela pembagian kondom gratis. Kok tiba-tiba jadi “taubat” dan mengatakan sex bebas itu zinah? Aneh banget mereka itu!

DUA:
Kehidupan sex di surga tentu saja bukan zinah. Itu bukan maksiat. Dan tentu saja itu bukan lokalisasi (kalau tak salah, ada dalil yang mengatakan bahwa para bidadari itu harus dinikahi sebelum digauli. Jika ini benar, tentu namanya bukan zinah, bukan?). Sebab Allah memperbolehkannya, mengizinkannya, meridhoinya. Sebab itu merupakan SALAH SATU balasan dariNya untuk orang-orang beriman yang dengan penuh kesabaran menahan diri di dunia ini dari perbuatan-perbuatan maksiat (termasuk sex bebas).

“Kalau ada suami yang bercinta dengan bidadari di surga, apakah istrinya tidak cemburu?”

Duhai teman!
Surga itu isinya hanya kesenangan, kenikmatan, hal-hal positif. Jangan bayangkan surga itu seperti dunia. SANGAT JAUH BEDA. Di surga nanti, tak ada lagi yang namanya cemburu, sakit hati, jengkel, marah, dengki, balas dendam, ingin membunuh, dan hal-hal negatif lainnya. Yang ada di surga hanyalah hal-hal positif yang menyenangkan dan penuh kenikmatan.

Kamu merasa kagok ketika bicara tentang kehidupan sex di surga, karena di pikiran kamu masih tersisa pola pikir bahwa sex itu kotor, hina, memalukan untuk dibicarakan dan sebagainya. Padahal di dalam kamar, kamu melakukannya dengan istri atau suami kamu. Padahal bagi yang bermoral bejat, mereka melakukan hubungan sex dengan sembarangan orang.

Kalau kamu tetap menganggap sex itu hina dan kotor, berarti kamu mengakui bahwa dirimu lahir dari sebuah perbuatan hina dan kotor yang dulu dilakukan oleh kedua orang tua kamu. Hehehehe… 😀

DAN SEKALI LAGI:

Orang-orang beriman, para aktivs dakwah, para ustadz, ulama, mereka juga manusia biasa yang pasti menyukai sex. Orang-orang liberal pun manusia biasa, mereka pun pasti suka sex.

BEDANYA:
Orang beriman hanya mau melakukan sex yang halal di dunia, dan sex bersama para bidadari di surga (jika mereka masuk surga)

Sedangkan orang-orang liberal menyukai sex bebas dan pornografi di dunia. Orang-orang yang menentang pornografi dan sex bebas mereka sebut sok suci dan munafik.

Anehnya, mereka tiba-tiba menjadi “sok suci” dan “sok munafik”, pura-pura tidak doyan sex ketika diberikan fakta mengenai bidadari atau kehidupan sex di dalam surga.

Mereka bilang, “Surga itu suci, tentu tidak pantas dikotori oleh kegiatan sex. Emang di surga ada acara ML? Kayak lokalisasi aja!”

Begitulah.

Itulah standar ganda orang-orang liberal mengenai sex.

LAGIPULA:
Saat bicara tentang bidadari surga, kita membahasnya dengan bahasa yang baik dan sopan. Tapi coba lihat orang-orang liberal itu. Mereka membahasnya dengan bahasa dan istilah yang jorok, vulgar dan ngeres. Jadi otak siapa yang sebenarnya jorok?

Jonru

Iklan

40 responses to “Kehidupan Sex di Surga (dan Standar Ganda Orang-orang Liberal Mengenai Sex)

  1. Dunia dan akherat tak bisa disamakan. Sudah jelas dalam firman-Nya kesenangan dan kenikmatan di surga tak bisa disamakan (bahkan tak pernah bisa diangankan) oleh akal manusia. Karena belum pernah dirasakan dan terbetik dalam benak manusia. Hanya orang beriman yang meyakini janji Allah ini. Saran saya buat pak Jonru, tidak usah diladeni argumen orang kafir (liberal) sebab mereka tidak pernah mengenal Allah. Tidak beriman! Jadi tak ada guna berdebat dengan mereka. Sebaiknya kita perkuat saudara-saudara seiman agar mereka tidak terpengaruh dengan paham liberalisme dan pluralisme agama beserta turunannya. Tetap istiqomah pak!

    Suka

    • @ekohartono: Thanks masukannya. Insya Allah tulisan seperti ini merupakan salah satu upaya saya untuk memperkuat iman saudara2 kita. Semoga tulisan ini bisa mereka jadikan acuan ketika berhadapan dengan nyinyiran orang2 liberal mengenai bidadari surga dst.

      Suka

  2. Om jonru. D surga tu bukan melakukan sex bebas. Tp sebelumnya ada akat nikah dulu dan bukan melakukan rame2. Kan ada namanya kamar2. Seperti yg d lakukan nabi beliau menggilir istri beliau satu persatu. .1000 bidadari d gilir dlm satu hari, masih banyak waktu sisa buat kegiatan lain. 1 hari d surga lebih panjang dari 1 hari dunia

    Suka

    • @andy: maaf jika keliru. Tapi bisakan disebutkan dalilnya yang menyebutkan sex di surga harus ada akad nikah dulu?

      Suka

    • Istilah digilir, dipakai oleh Allah melalui lisan Nabi nya yang mulia shalallahu ‘alaihi wasallam.

      Perhatikan hadits Bukhari dan Muslim berikut

      Kemah-Kemah, Taman-Taman, dan Debu-Debu Surga.
      عن أبي موسى الأشعري – رضي الله عنه – : أن رسولَ الله – صلى الله عليه وآله وسلم – قال : ((إنَّ للمؤمنِ في الجنةِ لخَيمةً من لؤلؤةٍ واحدةٍ مُجوفةٍ، طولها ستون ميلاً، للمؤمنِ فيها أهلونَ يطوفُ عليهم المؤمنُ فلا يرى بعضُهُمْ بعضاً)).
      Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya bagi seorang mukmin diberikan satu kemah di surga yang terbuat dari mutiara yang berongga. Panjangnya enam puluh mil. Dan bagi seorang mukmin disediakan beberapa orang istri yang selalu digilirnya, dimana masing-masing (istri itu) tidak bisa melihat satu dengan yang lainnya”.(HR Bukhari Muslim)

      https://abuabdurrohmanmanado.org/tag/kedudukan-penduduk-surga-paling-rendah-dan-paling-tinggi/

      Semoga Allah memberi taufik

      Suka

  3. Seperti Allah telah menjelaskan bagaimana sakitnya siksaan didalam neraka, sebegitu juga kenikmatan yang akan diperoleh oleh para umat-Nya. Dan memang tidak bisa dibandingkan antara kenikmatan didunia dengan diakhirat krn sifatnya kekal. Semoga kita mendapat satu tempat di surga, Insya Allah. Amin Ya Rabb… 🙂

    Suka

  4. Membacanya saja mupeng 🙂 mengimbangi JIL dan antek – anteknya memang perlu Bang Jonru, biar masyarakat juga bisa “memilah’ wawasan mana yang akan mempengaruhi pemikirannya ..Sex Bebas di Dunia No ..

    Suka

  5. pemahaman loberalis seperi itu yang cukup meracuni umat islam, agar tidak terpengaruhi maka harus memperkuat keimaan. dan masyarakat harus faham dan bisa membedakan antara didunia dan diakhirat. didunia sebagai ladang amal juga ada larangan2 untuk berbuat dosa, dan diakhirat adalah sebagai tempat imbalan terhadap perbuatan yang dilakukan selama dialam dunia,
    tujuan didunia harus karena allah dan berbuat sesuai apa yang diridoinya di dunia sex bebas itu adalah haram hukumnya (tidak diridhai allah)…
    begitu juga diakhirat segala sesuatunya pasti atas dasar ridha allah, dan allah sudah meridhoi bidadari itu untuk orang-orang yang beramal shaleh

    Suka

  6. Kalo perempuan apa dapet bidadari juga om jonru?

    Suka

    • @rere: Masa perempuan dapat bidadari? Emangnya lesbi? Hehehe… 😀

      Suka

      • Mohon pencerahan, jadi kalau perempuan yg masuk surga dapat bidadara (bidadari cowok) dong ? Kalau dia memutuskan utk merasakan nikmat sex di surga yg diberikan oleh Allah, artinya dia harus rela digilir oleh para bidadara surga ?

        Suka

      • Menurut saya istilah “digilir” ini kurang layak ya. Di Surga nanti tidak ada lagi hal2 yang negatif, sedih, kecewa, cemburu, dst. Yang ada hanya kesenangan demi kesenangan. Jadi walau misalnya seorang suami bercinta dengan banyak bidadari di surga, istrinya tak akan cemburu. Wallahualam.

        Suka

      • Maksudnya apakah perempuan di surga mendapatkan hak seksual yang sama dengan (kita asosiasikan: bidadara) bidadara? Misalnya cewek muslimah yg masuk surga juga mendapatkan bidadari yang siap melayani hubungan seksual kapanpun si.cewek mau

        Suka

    • Adapun para wanita dunia…apakah mereka jika masuk surga akan mendapatkan bidadara sebagaimana para lelaki surga mendapatkan para bidadari??

      Berikut beberapa perkara yang berkaitan dengan pertanyaan di atas:

      Pertama : Jika para wanita dunia beriman dan beramal sholeh maka mereka juga akan mendapatkan kenikmatan para bidadara sebagaimana ditunjukan oleh keumuman ayat-ayat yang menegaskan bahwasanya bagi para penduduk surga segala apa yang mereka inginkan dan hasratkan.

      Seperti firman Allah :

      جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ كَذَلِكَ يَجْزِي اللَّهُ الْمُتَّقِينَ (٣١)

      “(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang bertakwa” (QS An-Nahl : 31)

      لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ خَالِدِينَ كَانَ عَلَى رَبِّكَ وَعْدًا مَسْئُولا (١٦)

      “Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya)” (QS Al-Furqoon : 16)

      لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ (٣٤)

      “Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah Balasan orang-orang yang berbuat baik” (QS Az-Zumar : 34)

      لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ (٣٥)

      “Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya” (QS Qoof : 35)

      نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (٣١)

      “Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta” (QS Fushshilat : 31)

      Dan diantara perkara yang sangat dihasratkan oleh manusia adalah kenikmatan berjimak. Dan kenikmatan surga bukanlah diciptakan dan disediakan oleh Allah hanya untuk para lelaki saja akan tetapi kepada seluruh orang-orang yang bertakwa baik dari kalangan lelaki maupun wanita. Allah berfirman

      وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ

      Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga.(QS An-Nisaa :124)

      وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ

      Dan Barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam Keadaan beriman, Maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. (QS Ghoofir : 40)

      Yang dimaksud dengan bidadara adalah dari kalangan lelaki dunia yang masuk surga (lihat Majmu’ Fatawa Syaikh al-‘Utsaimin 2/53). Dan tentunya seorang lelaki yang masuk surga akan dimodifikasi tubuh dan parasnya oleh Allah menjadi tampan dan elok sebagai bidadara (sebagaimana akan datang penjelasannya)

      Kedua : Para ulama menjelaskan bahwa ada beberapa sebab kenapa sama sekali tidak disebutkan tentang bidadara bagi para wanita, diantaranya:

      – Karena para wanita asalnya merekalah yang dicari dan dikejar-kejar, bukan sebaliknya. (lihat Majmu’ Fatawaa Syaikh al-‘Utsaimin 2/53) Jadi merupakan perkara yang kurang etis jika dikesankan bahwasanya para wanita mengejar-ngejar para bidadara.

      – Dalam dalil-dalil disebutkan tentang keindahan tubuh para bidadari dengan agak detail, tentunya hal ini sangatlah kurang pas jika disebutkan tentang body atau keindahan tubuh para bidadara dihadapan para wanita, karena asalnya para wanita memiliki sifat malu yang sangat tinggi… malu untuk membaca atau mendengar, apalagi membicarakan keindahan tubuh para bidadara

      Ketiga : Yang perlu diingat bahwasanya kenikmatan di surga sangatlah banyak dan tidak terbayangkan. Kenikmatan di surga bukanlah hanya kenikmatan jimak saja, akan tetapi masih terlalu banyak kenikmatan yang lain yang banyak dan bervariasi

      Keempat : Para ulama juga menyebutkan bahwsanya para wanita dunia jika beriman dan beramal sholeh hingga masuk surga maka mereka akan lebih mulia dan lebih cantik dari para bidadari surga.

      Hal ini dikarenakan karena para wanita dunia telah menjalankan kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan kepada mereka, mereka menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya dengan penuh kesabaran tatkala di dunia. Hal ini berbeda dengan para bidadari surga yang langsung diciptakan dewasa dan tanpa pembebanan tugas dari Allah, mereka diciptakan untuk disediakan bagi para lelaki penghuni surga. Ada beberapa hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan akan hal ini akan tetapi hadits-hadits tersebut lemah.

      Diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah radhiallahu ‘anhaa bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

      بَلْ نِسَاءُ الدُّنْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ

      “Bahkan wanita dunia lebih afdol dari pada para bidadari” (HR At-Thobrooni dalam Al-Mu’jam Al-Kabiir no 780. Hadits ini dilemahkan oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaaid 7/255 dan juga Syaikh Al-Albani dalam Dho’if 2230)

      Kelima : Para wanita dunia janganlah menyangka jika mereka masuk ke dalam surga lantas wajah mereka tidak berubah. Allah akan mempercantik wajah-wajah mereka dengan secantik-cantiknya sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits-hadits yang shahih bahwasanya tubuh para penghuni surga dimodifikasi oleh Allah sehingga menjadi lebih besar dan lebih tampan dan cantik. (Lihat penjelasan tentang jasad tatkala kebangkitan merupakan modifikasi dari jasad yang ada di dunia di Majmuu Fataawa Ibni Taimiyyah 17/252 dan Syarh al-‘Aqidah at-Thohawiyah li Ibni Abi al-‘Iz al-Hanafi hal 277). Tubuh dan rupa para penghuni surga menjadi muda dan besar serta tingginya 60 hasta, selain itu juga tubuh mereka bersih tidak ada kotorannya.

      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

      فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ آدَمَ

      “Semua yang masuk surga seperti bentuknya Nabi Adam” (HR Al-Bukhari no 3326)

      Dalam hadits yang lain

      إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ عَلَى صُوْرَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لاَ يَبُوْلُوْنَ وَلاَ يَتَغَوَّطُوْنَ وَلاَ يَتْفُلُوْنَ وَلاَ يَمْتَخِطُوْنَ … وَأَزْوَاجُهُمْ الْحُوْرُ الْعِيْنُ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُوْرَةِ أَبِيْهِمْ آدَمَ سِتُّوْنَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ

      “Sesungguhnya rombangan pertama yang masuk surga seperti rembulan yang bersinar di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ludah, tidak beringus….istri-istri mereka adalah para bidadari, mereka semua dalam satu perangai, rupa mereka semua seperti rupa ayah mereka Nabi Adam, yang tingginya 60 hasta menjulang ke langit” (HR Al-Bukhari 3327)

      Keenam : Meskipun dalam surga seorang lelaki bisa saja memiliki banyak bidadari, bahkan bisa jadi memiliki banyak istri yang dahulunya adalah istri-istrinya di dunia maka sama sekali tidak akan ada dalam hati-hati mereka rasa dengki dan rasa cemburu. Allah telah berfirman ;

      وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الأنْهَارُ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٤٣)

      Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki Kami kepada (surga) ini. dan Kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi Kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang Rasul-rasul Tuhan Kami, membawa kebenaran.” dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS Al-A’roof : 43)

      وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (٤٧)

      Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. (QS al-Hijr : 47)

      Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

      وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُ سَاقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ مِنَ الْحَسَنِ لاَ اخْتِلاَفَ بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ قُلُوْبُهُمْ قَلْبٌ وَاحِدٌ يُسَبِّحُوْنَ اللهَ بُكْرَةً وَعَشِيًّا

      “Bagi setiap penghuni surga dua orang istri, terlihat sum-sum betisnya dari balik dagingnya karena indahnya, tidak ada perselisihan diantara mereka serta tidak ada permusuhan. Hati-hati mereka hati yang satu, mereka bertasbih kepada Allah pagi dan petang” (HR Muslim no 2834)

      Oleh karenanya jelas bahwa yang berlaku di dunia tidak sama dengan yang berlaku di akhirat. Jika di dunia poligami menimbulkan kesedihan dan kecemburuan sertap permusuhan maka tidaklah demikian tatkala di akhirat. seseorang yang masuk surga tidak akan sedih dan khawatir.

      Ketujuh : Seorang wanita tidak keluar dari salah satu dari kondisi-kondisi berikut ini:

      Pertama : Ia meninggal sebelum menikah. Maka wanita ini bisa jadi dinikahkan dengan lelaki dunia yang masuk surga yang akan menyenangkan hatinya (lihat Majmu Fatawa Syaikh al-‘Utsaimin 2/53). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

      وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ

      “Tidak ada seorang yang membujang pun di surga” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1736 dan 2006)

      Kedua : Ia meninggal setelah bercerai dan belum sempat menikah lagi, maka kondisi wanita ini sama dengan kondisi wanita pertama

      Ketiga : Ia meninggal dalam keadaan bersuami, akan tetapi suaminya tidak masuk surga bersamanya. Kondisi wanita ini juga sama dengan kondisi wanita yang pertama dan yang kedua.

      Syaikh al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Seorang wanita jika masuk surga dan belum menikah atau suaminya tidak masuk surga, maka jika wanita ini masuk surga maka akan ada para lelaki dunia yang masuk surga yang belum menikah, maka bagi para lelaki tersebut para istri dari bidadari dan juga dari para wanita dunia –tentunya jika para lelaki tersebut berminat-” (Majmu’ Fatawa Syaikh al-‘Utsaimin 2/52)

      Yang penting bahwasanya para wanita yang masuk surga pasti bersuami.

      Keempat : Ia meninggal setelah menikah dengan suaminya. Maka di surga ia akan menjadi istri suaminya tersebut

      Kelima : Suaminya lebih dahulu meninggal dan setelah itu ia tidak menikah lagi hingga meninggal dunia. Maka wanita ini juga kondisinya sama dengan wanita yang keempat, ia akan menjadi istri suaminya tersebut.

      Keenam : Setelah suaminya meninggal iapun menikah lagi dengan lelaki lain, meskipun menikah berkali-kali, maka ia akan menjadi istri dari suaminya yang terakhir.

      Tatkala Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu melamar Ummu Dardaa’ maka Ummu Dardaa’pun menolak lamarannya dan berkata, “Aku mendengar Abu Darda’ (suaminya yang telah meninggal-pen) berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

      الْمَرْأَةُ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا

      “Seorang wanita bagi suaminya yang terakhir”.

      Dan aku tidak ingin pengganti bagi Abu Dardaa'” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1281)

      Hudzaifah radhiallahu ‘anhu juga pernah berkata kepada istrinya:

      إِنْ شِئْتِ أَنْ تَكُوْنِي زَوْجَتِي فِي الْجَنَّةِ فَلاَ تَزَوَّجِي بَعْدِي فَإِنَّ الْمَرْأَةَ فِي الْجَنَّةِ لِآخِرِ أَزْوَاجِهَا فِي الدُّنْيَا فَلِذَلِكَ حَرَّمَ اللهُ عَلَى أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَنْكِحْنَ بَعْدَهُ لِأَنَّهُنَّ أَزْوَاجَهُ فِي الْجَنَّةِ

      “Jika kau ingin menjadi istriku di surga maka janganlah engkau menikah lagi setelah aku meninggal, karena seorang wanita di surga akan menjadi istri bagi suaminya yang terakhir di dunia. Karenanya Allah mengharamkan istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menikah lagi setelah meninggalnya Nabi, karena mereka adalah istri-istri Nabi di surga” (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1281)

      Kedelapan : Jika perkaranya adalah sebaliknya, yaitu seorang wanita dunia bermaksiat dan membangkang kepada suaminya maka ia tentu akan kalah bersaing dengan para bidadari surga dan akan menyebabkannya terjerumus dalam neraka jahannam. Bahkan tatkala seorang wanita dunia menyakiti hati suaminya maka bidadari surga akan protes dengan perlakuannya sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

      لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا ؛ إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ قَاتَلَكِ اللهُ ؛ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

      “Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, “Janganlah engka mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya ia hanyalah tamu di sisimu, hampir-hampir lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami” (HR At-Thirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 173)

      Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, 20-10-1433 H / 07 September 2012 M

      Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja

      http://www.firanda.com

      *pesan dari teman saya Rizki Abdullah dan Ahmad Bazer*

      Suka

  7. @om jonru..hehe,soalnya kmaren sya menjumpai blog yg judul postingnya mengenai kehidupan lesbi di akhirat.mereka menulisnya berdasar pada ayat2 diatas om.pokoknya ngawur bgt deh 😀

    Suka

    • @rere: Mungkin para perempuan dapat bidadara, sebab semua orang di surga akan dapat pasangan. Wallahualam.

      Suka

      • para ulama meneliti dan membuat kesimpulan begini bang…
        1. Bagi wanita ( muslimah ) yg meninggal duluan ( dibanding suami ), dan suami ridho… jika ia masuk surga dan suami masuk surga maka “pasangan”nya di surga adalah suaminya sendiri
        .
        2. Bagi wanita ( muslimah ) yg suaminya meninggal duluan, dan ia tidak menikah lagi sampai ia meninggal dunia. maka jika suaminya masuk surga, mereka akan menjadi suami-istri di surga
        .
        3. Bagi wanita ( muslimah ) yg suaminya meninggal duluan, dan ia menikah lagi dengan muslim lain, maka di surga ia akan bersama dengan suaminya yg terakhir
        .
        4. Bagi wanita ( muslimah ) yg masih jomblo, meninggal dunia. maka Allah akan memilihkannya pasangan di akhirat
        ( atau ia akan memilih sendiri )
        .
        dalil / referensi :
        http://www.darussalaf.or.id/muslimah/wanita-shalihah-bersama-suami-terakhirnya-di-dalam-surga/

        Suka

  8. kalau perempuan mungkin akan mendapat pangeran2 tampan mungkin ya Pak Jonru? hehe..

    Suka

  9. Subhanallaah, artikel yang sangat bermanfaat

    Suka

  10. artikel yang mencerahkan Mas Jonru. orang orang yang sekuler ada yang bilang surganya orang Islam itu mirip tempat pelacuran karena menjanjikan bidadari yang bisa diapa apain. tetapi orang2 sekuler itu mendukung legalisasi prostitusi dan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dan penyakit kelamin. padahal pori2 kondom lebih besar daripada virus HIV, jadi cuma bisa mencegah kehamilan, klo virus HIV belum tentu. klo mereka mengatakan surganya orang Islam itu mirip tempat pelacuran, kenapa mereka dukung legalisasi prostitusi dan bilang gak pa2 zina asal pake pengaman? tapi saya juga bukan orang religius sih saya akui, jadi saya tertarik pada sex pada siapa saja yang menarik mata saya hehehehehe, tapi saya gak berani berzina

    Suka

  11. Nurjanto Sjafii

    Pemahaman saya, disurga nanti nggak ada orang-orang tua, semua penghuninya muda ya sekitar orang yg usiany 30 thnan gitu. Semua laki-laki ganteng (bidadara, mungkin ya), yg perempuan cantik-cantik (ini bidadarinya). Yg lebih bahagia adalah orang-orang yg bersama-sama keluarganya, suami, istri anak-anaknya, cucu-cucunya dstnya ketika masih di dunia, semua masuk surga karena ketaqwaan keluarga itu,merekabisa menjadi satu keluarga lagi di surga nanti. Jadi , para suami menjadi bidadara bagi para isteri, begitu pula isteri-isteri menjadi bidadarinya para suami. Tentu saja kehidupannya lebih sempurna,lbh menyenangkan dr pd ketika keluarga itu hidup di dunia. Jadi gak perlu nikahkarena memang mrk sdh sbg suami isteri sejak di dunia, dan krn ketaqwaannya kpd Allah, mrk tetap sbg suami isteri di surga nanti. Marilah kita berusaha agar anggota keluarga kita semuajadi orang-orang taqwa, lingkungan kita juga,, sehingga nanti di surga, kita bersama seluruh keluarga dan lingkungan kita ketika masih di dunia.
    Wa llaahu a’lam.

    Suka

  12. Randy Heriyanto

    Bang Jonru, saya ingin menyimpulkan tentang tulisan abang diatas. bahwa logika berpikir tentang surga adalah sesuatu yang berbau kenikmatan. tentang aktivitas dunia adalah ganjaran akhirat kelak. jadi untuk memahami kondisi surga sesuai dengan dalil diatas saya sepakat bahwa nanti juga ada bidadari yang sebaya seperti dalam penjelasan al-quran surah an-naba; 33.

    Suka

  13. mo tanya aja bang; bgmna kita tahu ttg gambaran pasti surga sedangkan alif lam mim aja ulama2 kgk ada yg bisa definisikan. ada hadist yg menjelaskan bahwa kenikmatan surga tidak pernah terlintas dalam hati manusia; tapi ada ayat qur’an yg menjelaskan kenikmatan surga yg bisa saya pahami; bukan berarti saya tahu pasti tentang surga tp gambaran umumnya dapatlah.

    Suka

  14. salam,,sip,,setuju 100%,,iyaa mass,,golongan pembenci islam sok suci,,jorokk amatt yaahh,,hipokrit ganda,,;-)
    bagi mereka sex bebas,porno didunia suci bangantt,,sdgkn sex itu suci jika halal bernikah,,glongan pendusta emang udah habis modal nk burukkan islam,,hipokritt amat,,lucu lohh glongan musuh2 islam,,sokk suciiii aja,,,fiuu,,;-)

    Suka

  15. sdgkan Tuhan udah khabarkan,,nikmat syurga itu x pernah terbayang dek akal manusia kenikmatannya,,kurniaaan maha besar pada hamba2NYA yg beriman,, Allah hanya mmberi nikmat didunia 1 % aja,,99 % lagi disimpan utuk hamba2NYA di syurga(ngak terbayang),,
    waduhh,,ngak sabar nk masuk syurgaa,,moga Allah mmberi keampunanNYA pada kita semua,,aminn,,;-)..
    golongan musuh2 islam yg hipokrit ???apa masih keras ngak mahu bertobat???susah2 dulu di dunia,,bersenang2 kemudian(akhirat),,
    (dunia=syurga bagi mnusia yg jahil,kafir,munafik;;
    akhirat=syurga bagi mnusia yg menahan hawa nafsunya didunia(beriman)
    adill bangatt,,;-)

    Suka

  16. Sblumnya kenapa akun fb ana diblokir bang,jadinya sekarang ga bsa ikut berdiskusi di fp.nya antum bang……
    cuma saran kalau pengen umat islam bisa maju dari golongan2 yg anggap antum kafir liberal sesat dll…. mending bahas sejarah ulama2 umat islam yg dulu sempat berkontribusi banyak dlam banyak hal smisal ilmu pngetahuan, kalau ana jadi antum tahan dulu pmbahasan tentang surga neraka siapa yg pantas menempatinya, apa lagi soal esex2 sma bidadari….. jujur ana kasian sama umat muslim sekarang yg hanya bahas khilafiah mulu,tanamkan giat menuntut ilmu dari sumber/ulama terpercaya pada jamaah anda dan dibimbing bahwa harus iklhlas dan pasrah akan ketentuan Tuhan bahwa kita manusia diciptakan memang dalam bentuk dan jenis yang beraneka ragam…..

    Suka

  17. Surga bukanlah dunia dan dunia pun jauh beda dengan surga. Gambaran kenikmatan dunia itu hanyalah 1% dari kenikmatan surga yang 100% ; kenikmatan makan-minum, kenikmatan seksual, nikmatnya banyak uang dan harta, nikmatnya rasa senang dan gembira, itulah gambaran kenikmatan yang hanya 1% itu… bayangkan saja!

    Surga seluas langit dan bumi (seluas jagat raya kita). Kita semua sudah tahu planet bumi hanyalah setitik debu di jagat raya ini. Di dunia ini ada peran sebagai laki-laki, suami, ayah, perempuan, ibu, isteri… tapi di dunia ini pada dasarnya kita memiliki kesamaan JIWA yang sama. ya prinsipnya kita semua ini adalah SATU JIWA. hanya raga saja yang berbeda: laki-perempuan, tua-muda, suami-isteri, kaya-miskin, ningrat-jelata, orangtua-anak, adik-kakak, guru-murid, dlsb… di surga jelas peran2 itu tidak akan ada lagi. yang ada hanyalah jiwa-jiwa yang semuanya sama dan mendapatkan kenikmatan dan kesenangan yang sama pula. Bolehlah dibayangkan ada laki perempuan, ada bidadari ada bidadara… tapi, siapa yang tahu Allah punya perbendaharaan jenis kelamin yang tidak terbayangkan oleh kita sebelumnya… karena surga itu memang diciptakan dengan yang tidak terbayangkan oleh kita sebelumnya selain sedikit gambaran kehidupan yang dirasakan di dunia ini… kita sangat sedikit pengetahuan tentang itu (yang diterangkan dalam Al qur’an sekedar untuk memberikan sedikit gambaran tentang surga dan segala jenis kenikmatan di dalamnya yang bisa kita rasakan percis dengan kehidupan dunia ini. Dan itu memang nyata.. bukanlah khayaalan kan??

    Silakan perluas imajinasi Anda sendiri tentang surga dengan bebas dan lebih leluasa dari apa yang digambarkan oleh sdr. Jonru yang masih gamang dan bingung (sama dengan kita semua) karena kita semua memang diberi sedikit pengetahuan tentang alam ghaib surga dan neraka. Namun yang lebih penting lagi adalah imajinasi kita tentang surga itu semoga saja makin memperkuat keinginan kita untuk meraih surga dan ridho Allah… dan memandang dunia ini tidak dengan silau meeenn melainkan hanyalah sebagai sarana untuk mengumpulkan tiket ke surganya Allah. insyaAllah… Aamiin…

    *Tiket surga: Rukun Iman, Rukun Islam, Jihad (berjuang/ bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah yaitu Islam di muka bumi ini agar tercipta rahmatan lil ‘alamin

    Suka

  18. Untuk Koreksi.. Tidak ada bidadara untuk perempuan,.,, yang ada adalah mereka para perempuan akan dinikahkan dengan lelaki ahli syurga ( manusia ) sedangkan lelaki juga bersama bidarari bidadari yang memang diperuntukan untuk laki laki… mereka yang didunia tidak mendapatkan jodohnya di dunia akan mendapatkan jodohnya di akhirat… para isteri ( manusia ) akan lebih cantik dari bidadari bidadari … subhanallah

    Suka

  19. surga buat kamu perempuan gimana om…
    apakah wanita juga dapat perjaka di surga?

    makasih sebelumnya, salam

    Suka

  20. Untuk para wanita yang solehah, kelak akan menjadi ratu nya para bidadari syurga,
    Ada kah seorang ratu tidak lebih menarik dari para pelayan nya (bidadari) ?
    Wallahu alam

    Suka

  21. Untk pertanyaan yg ini

    apakah istri tidak cemburu disaat suaminya bercinta degan bidadari? Memang tidak ada lagi rasa sepert itu di surga
    tapi yg perlu kita tahu, di surga itu minimal istrinya 2 bagi para lelaki yg memasuki surga

    Wanita dunia akan menjadi penghulu (pemimpin) bagi para bidadari yg menjadi istri bagi suaminya

    contoh:
    ada laki laki mati syahid, nah dia di surga dinikahkan oleh 72 bidadari, bagaimana dgn istrinya dia yg di dunia?

    Nah.. keistimewaan orang syahid adalah bisa memberikan syafaat kepada 70anggota kluarganya (cat: tidak syirik)

    kalo istrinya ini beriman, insyaa Allah istrinya masuk surga, dan menjadi pemimpin dari 72 bidadari yg dinikahkan Allah untuk suaminya… dan istrinya yg dunia ini adalah wanita yg paling cantik

    karena apa, wanita dunia akan lebih cantik dan akan yg menjadi paling cantik melebihi kecantikan bidadari surga, karena wanita dunia yg beriman merasakan betapa beratnya menjaga kehormatan, melawan hawa nafsu, dll

    Suka

  22. MUDAHAN BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN

    Suka

  23. dan yang masih mengganjal di pikiran saya, kapan dan dengan alasan apa, penghuni surga berhenti berhubungan sek, apakah setelah capek ,tapi capek itu bukan kan tidak enak dan tidak berlaku di surga,atau setelah puas, puas = cukup = hampirsama dengan jenuh = hampir sama dengan bosan . dan bosan itu tidak enak , dan tidak berlaku di surga, jadi kapan mereka berhenti dengan alasan apa?

    Suka

  24. tak usah pusing2 ngurusi orang2 liberal pak jonru toh mereka ini orang2 yang tak beriman dan ga akan masuk surga juga.tempat mereka yang cocok adalah bersama dengan yahudi yang menciptakan sistem liberal tersebut itu adalah di neraka.bidadari2 mereka itu tar malaikat2 penyiksa yang sadis jadi biarkan saja mereka.beda dengan kita 2 muslim yang insya allah bisa meraih surga dapat bidadari2 yang lebih cantik dari model manapun di dunia ini.

    Suka

  25. Om Jonru, saya sangat suka dengan gaya tulisan anda.. Luar biasa enak dibaca tentunya, Apalagi isinya.. sangat bermanfaat bagi kita yg merindukan surga ..

    Suka

  26. Berdaskarkan pandangan logika saya.. sah sah saja kalau ada seks di surga… soalnya selaku orang2 beriman bukanlah perkara mudah menahan nafsu apalagi di dunia yg notabene sudah susah utk melihat aurat wanita… jikalau kenikamatan surga itu salah satunya seks ya wajar saja… kita suka melihat seks itu tabu, jorok, penuh nafsu…. tp intinya sebenarnya itu adalah kenikmatan lo… pikiran jorok itu sebenarnya orang2 yg suka nonton film porno… karna isi film porno itu adalah penyimpangan seksual utk membuat orang berpikir seks itu hanyalah hal2 busuk dan tak tahu malu… seks itu lumrah dan indah… jd kalau ada seks dalam surga itu pasti ada… apalagi kalau sudah masuk surga kehidupan itu tak ada ujungnya lagi… kalau ada bidadari berparas cantik yg tak pernah terlihat sebelumnya itu wajar… soalnya kalau standar cantik kayak di dunia… lama2 jg bosan.. jd Allah menciptkan yg sempurN agar menjadi teman hidup selamanya.. ga ada ujungnya… jd kalau tak ada ujungnya harus tak ada bosannya… dan jujur buat saya seks itu tak ada bosannya jd wajar adanya seks dalam surga dan jg prostitusi… yg masih berpikir seks itu jorok… berarti tanyakan otakmu… seks bukanlah hal jorok… tp seks itu nikmat.. seks itu suci… film porno lah yg dibuat oleh orang2 tak suci dan tak bermoral… makannya seks ga lagu terlihat suci..

    Suka

  27. Sedikit menambahi, di dalam Al- Qur’an dan Hadist disebutkan : “dan bagi mereka istri-istri berjumlah 2 orang di syurga”.
    “Istri-istri” di sini sudah jelas oleh Allah bahwa pasangan itu sah dan halal bagi penduduk syurga, dan bukan berzina.

    Suka

  28. Kenapa Syurga digambarkan dengan “berhubungan sex dengan bidadari?”… karena Allah tau… bahwa kenikmatan yang ternikmat yang dirasakan manusia dibumi adalah berhubungan sex dengan wanita cantik atau pria ganteng secara halal… jadi itu hanyalah penggambaran agar manusia bisa “seperti” merasakan bagaimana nikmatnya syurga… masih banyak lagi penggambaran2 lain tentang kenikmatan di syurga… dan… sesungguhnya kenikmatan tertinggi di syurga adalah… bertemu dengan Allah SWT… bisakah kita merasakan / menggambarkan kenikmatan seperti apa itu??? Jelas tentu saja tidak… kenikmatan seperti itu tidak akan tergambarkan… Wallahua’lam…

    Suka

  29. Menurut pemahanan saya, semua yang dilukiskan Allah tentang surga bersifat kiasan saja dan perumpamaan, sebagaimana firman Allah di surah Ar.Raad ayat 35:”Perumpamaan surga yang dijanjikan……. surga dalam Al Quran disebut juga sebagai Jannah secara tersirat artinya sungai-sungai yang mengalir/taman yang tertutup pepohonan.Surga dan Neraka adalah sesuatu yang ghaib, makanya, orang yang berpikir kritis, rasional dan ilmiah, tak akan pernah nyambung dan memahami nya (adakah orang Liberal mati-matian membahas Neraka?)….orang Liberal membahas dan mengritik hanya sekedar memuluskan paham mereka doang. Untuk memahami surga dan neraka yang ghaib itu hanya iman, bukan logika.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s